QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 58


__ADS_3

💐💐


Tama menatap Dewi yang terlelap.., jari Tama menyentuh pipi Dewi yang terlihat lebih tirus seraya berkata ..." Ma.af .. ! aku sebagai suami belum bisa bertanggung jawab sepenuh nya kepada mu dan buah cinta kita yang berada dalam kandung mu sayang " Tama mengecup kening Dewi seraya memejamkan mata .


Pukul 5 pagi..


Dewi mendengar suara adzan subuh.. Perlahan Dewi membuka mata nya dan tersenyum melihat pria yang selalu ia rindukan sedang tertidur di sampingnya dengan posisi saling berhadapan.


Dewi cukup lama mengamati setiap inci wajah suami nya itu tanpa menggunakan kaca mata, jari ramping Dewi perlahan menyentuh mata terpejam Tama lalu turun pada hidung mancung suaminya dan saat jari Dewi hendak menyentuh bibir , Tama membuka mata ..sontak membuat Dewi malu dan menarik cepat jari ramping nya karena ketahuan oleh Tama.


"Belum puas dari tadi menatap ku , HEM..!?" dengan tangan yang mulai meraih pinggul Dewi lalu menarik nya perlahan agar mengarah kearah tubuh Tama, cukup lama mereka berdua saling berpelukan dan akhir nya Tama mengecup semakin lama kecupan itu berubah menjadi ciuman bern@fsu di bibir ranum Dewi cukup lama , setelah puas pria dewasa itu mulai mengusap bibir Dewi yang basah akibat kelakuan Tama pagi ini.


"Pak Tama .. !" celetuk protes Dewi.


Namun Tama dengan cepat memencet hidung Dewi.


"Panggil apa tadi.. ?? " Dengan menaik kan satu alis nya.


"Heheh.. ma.af MAS .." ucap Dewi dengan mengusap -usap hidung nya .


"Aku tidak suka sebutan itu terlontar dari bibir istri kesayangan ku !" ucap Tama dengan menatap Dewi


" BLUSSZ ..." pipi Dewi berubah kemerahan seperti udang rebus karena pernyataan dari Tama untuk nya.


"Ma.af .. in syaa Allah tidak akan lagi , janji.. !?" ucap Dewi dengan mengangkat dua jari nya membentuk huruf V.


Tingkah Dewi pagi ini membuat Tama bahagia, belum pernah dalam hidup seorang Tama merasakan perasaan sedamai ini dengan memandang wajah cantik istri kecil nya yang sangat ia sayangi di saat dia terbangun .


"Ck .. benar kata orang melakukan dengan yang halal jauh lebih nikmat dan hati ini merasa tenang .. " batin seorang Tama diiringi senyuman dari bibir merah pria tampan berkaca mata itu.


Kali ini Dewi meminta Tama untuk menjadi imam sholat nya, dengan khusyuk pasangan suami istri beda usia ini melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


"Assalamualaikum warahmatullah "ucap salam Tama kekanan dan kekiri


Dewi meraih tangan Tama dan mencium punggung tangan suaminya , Tama mengecup kening Dewi dan keduanya saling melempar senyum, tangan Tama merabah perut Dewi yang tak lagi langsing, Tama membungkuk kan tubuh nya untuk mencium perut Dewi hendak menyapa para calon anak kembar nya.


"Assalamualaikum ..sayang- sayang papa.." ucap Tama ,


Dewi yang mendengar dan melihat perlakuan Tama sangat bersyukur karena Allah memberikan suami yang baik bukan sempurna karena Dewi tau, kesempurnaan hanya lah milik Allah.


Setelah sholat Dewi bergegas menuju dapur..

__ADS_1


Dewi sibuk menyiapkan sarapan untuk suami nya , Tama yang sedari tadi berada di kamar mendatangi Dewi dan memeluknya dari belakang, dan mencium rambut Dewi yang harum.


"Sedang masak apa , Hemm! ?" Tanya Tama pada Dewi yang menunduk sedang mengiris bumbu.


"Masak nasi goreng ! dulu kan mas belum sempat merasakan nasi goreng buatan saya ..?" jawab Dewi dengan sedikit mengarah kan kepalanya ke atas ke arah Tama ,pria tinggi yang sedang memeluk nya dari arah belakang.


"Ada yang bisa mas bantu tidak ?" tawar Tama dengan melihat bahan bahan di depan nya.


Dewi membalas dengan senyuman


"Tidak usah mas.. Terima kasih , mas Tama duduk saja , bentar lagi selesai !?" Sambung Dewi.


"Hem.. baik lah aku menurut nih... !?" ucap Tama dengan menarik satu kursi yang ada di dapur.


Dan lagi -lagi Dewi membalas dengan senyuman


Tama menatap lekat , memperhatikan secara detail istri kecil nya itu," MasyaAllah sungguh indah cipta an tuhan yang satu ini, Dewi memang masih terlihat bocah kalau memakai pakaian semacam ini ,(dewi mengenakan kaos oblong berwarna baby pink dengan bawahan celana kain dan memakai alas kaki / sandal yang berbentuk kucing bagian atas nya berwarna broken white ) rambut yang di cepol keatas menambah jenjang leher putih Dewi,


Beberapa menit kemudian..


"Alhamdulillah sudah selesai..!" ucap Dewi .


"Coba dicicipin mas.. ?!" ucap Dewi antusias.


Tama mengambil sesendok nasi dan melahap nya, perlahan Tama mengunyah nya, mimik wajah Tama susah untuk diartikan oleh Dewi..


"Gimana mas..?" tanya cemas Dewi yang duduk di sebelah kursi Tama.


"Emm.. asin sayang..!?" seloroh Tama pura- pura.


"Ya Tuhan.. asin ya mas..!?" pekik Dewi


" Bentar ya mas biar Dewi masakin lagi !?" Jelas Dewi yang akan berdiri.


Namun dengan cepat Tama menahan nya .


" Apa nya yang mau di masakin lagi sayangggg...?" tanya Tama dengan senyuman.


"Nasi nya mas " tunjuk Dewi pada nasi yang ada dihadapan Tama.


Tama tertawa ..

__ADS_1


"Hahaaha... sayang.. , duduk saja!" pinta Tama


Dewi heran melihat tama tertawa,


" Mas kok ketawa.. ngetawain saya yang tidak bisa masak ya mas..?!" ucap sesal Dewi dengan menunduk.


"Sayanggg.. ma.afin mas ya.. , mas bercanda!?" ucap Tama dengan lembut dan mencium telapak tangan Dewi, " Tangan ini sangat lah pintar membuat makanan dan secangkir minuman buat suami nya !?" dengan menatap Dewi yang sudah mulai ingin menangis.


"Sungguh mas.. !?" ucap Dewi


Dan dianggukan oleh Tama


"hiksss.. mas Tama tidak bohong kan?" tanya Dewi lagi.


"Ya tidak lah sayang ... buka mulut sayang biar mas suapin !?" ucap Tama


Dan dianggukin oleh Dewi, dan wanita cantik yang berada didepan nya menerima suapan pertama dari sang suami..


"Gimana enak bukan ...?" ucap Tama dengan membersihkan air mata yang basah dipipi Dewi.


"Jangan nangis lagi ya .. aku tidak suka melihat mu menangis !?" ucap Tama dengan penuh kasih..


Dan lagi -lagi Dewi mengangguk dengan mulut yang masih mengunyah. Kelakuan Dewi yang tanpa sengaja itu membuat pria dewasa berkaca mata itu tertawa kembali...


"Hahaha.. kamu lucu Wi ... !!?" ucap Tama dengan mencubit lembut pipi Dewi.


" Masih ada tidak yank nasi goreng nya ?" tanya Tama.


"Masih mas.. "jawab Dewi.


" Kalau masih kenapa kamu tidak makan ?" tanya Tama dengan melahap makanan nya.


"Saya lagi tidak ingin makan nasi mas, nanti mau beli bubur saja kalau tidak malas buat sendiri juga bisa !?" Jelas Dewi.


"Kalau begitu biar mas bawa kekantor ya!?" ucap Tama


"HAH... mas Tama tidak malu nenteng bekal ? " Tanya Dewi yang takut jika nanti suami nya jadi pusat perhatian karena menenteng bekal.


"Ya tidak la.. kenapa musti malu !?" sergah Tama, " Itu menunjukkan istri seorang Tama pintar masak !" ucapan Tama membuat Dewi tersipu malu.


💐💐

__ADS_1


__ADS_2