
ππ
PLASBACK OF..
Hari - hari pun kini berlalu tanpa dirasa wanita muda bercadar itu menyandang status sebagai seorang istri sirih dari Tama Malik..
Namun ada yang berbeda pada diri istri kecil sang Tama..
Seperti pagi ini, Dewi ingin sekali bertemu dengan Tama entah ada dorongan yang kuat dari dalam diri wanita muda yang kini tak gadis lagi setelah hampir satu bulan lalu telah menunaikan kewajibannya bersama suaminyaπ, Hari ini Dewi berencana mendatangi kantor Tama , tapi Dewi yang baru sampai di gerbang security melihat Tama keluar dari dalam mobil dengan seorang wanita cantik , terlihat wanita cantik berpenampilan modis itu dengan manjanya berglayutan dilengan pria angkuh berkaca mata itu , hati Dewi hancur sehancur -hancur nya tangis Dewi pun pecah sepanjang jalan ,Dewi meruntuki kebodohannya yang berani jatuh cinta pada pria kaya raya seperti Tama.
Tapi ditengah jalan Dewi bertemu Anis istri Chandra mantan suami nya dulu ,
"Lihat Maa .. siapa yang kita temui disini.. ?? !" Ucap sinis Anis dengan tatapan mengejek.
"Eh si mandul hahahaha .. " suara dan ejekan Anis dan Clara mantan mertua nya dulu , ucapan dari mereka berdua sungguh mengiris perasaan wanita muda bercadar dikala itu.
Dewi mencoba tak menghiraukan celotehan mantan mertua dan madu nya, ia terus belalu meninggal kan dua perempuan yang tiada puas nya selalu membencinya.
Dewi singgah disebuah masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur, setelah selesai dengan ibadah nya Dewi tak lupa memanjatkan doa pada sang khaliq..
"Ya Allah ampunilah hamba mu yang lemah dan hina ini , hamba ... hiksss ss.. "tangis Dewi tak mampu ia bendung lagi ketika mengingat suami yang mulai ia Cintai sedang bergandengan tangan dengan wanita lain , lalu diperjalanan Dewi bertemu ibu mertua dan madu nya yang selalu mengatakan dirinya wanita MANDUL..
"Mudah kan lah ujian ini ya Allah , hamba tau engkau tak akan memberikan cobaan pada hamba mu diluar batas kemampuan nya .. hamba ikhlas yaAllah .. aamiiin nn." Dewi.
Setelah menunaikan ibadah sholat dan bermunajah pada sang pencipta Dewi melangkah keluar masjid.
Entah mengapa ketika Dewi melihat ada penjual es jeruk peras rasanya ingin sekali Dewi meminunnya, dengan bahagianya Dewi mengarah pada tukang es tersebut dan berkata. ..
" Sepertinya enak .. aku kok jadi ingin !?" ucap istri kecil pengusaha sukses itu , seraya mendekati bapak penjual es jeruk peras.
"Permisi bapak ... saya pesan satu di bungkus ya pak !".. ucap Dewi.
"YAA ...SI ENENG .. ma'afin bapak ya neng.. " seru si bapak.
__ADS_1
" es nya habis...!" Sambung si bapak lagi pada Dewi.
"Oh.. habis ya pak !?" sahut lesu Dewi , " emm..ya sudah tidak apa- apa pak saya cari ditempat lain saja , makasih ya pak !?" pamit Dewi.
Dewi berjalan menyusuri trotoar .. perlahan dengan iringan langkah nya mencari sesuatu yang dicari nya , hingga Dewi melupakan luka kekecewaan yang didapat kan nya hari ini.
" Dimana ya tukang ES JERUK SEGAR .. emm aku kok ngiler banget ?!" Dewi yang tak sengaja melihat disebrang jalan ada penjual es jeruk peras ..
"Ya Allah alhamdulillah itu ada .. !?" ucap kegirangan Dewi yang melihat bapak penjual es yang berada di sebrang jalan , tanpa melihat kanan kiri Dewi main sebrang saja .. dengan berlari layak nya anak kecil melihat penjual mainan.
Ada dua orang pria yang mengawasi dewi kejahuan .. tanpa Dewi sadari ..
π²π²
"Ada apa ?!" Tanya seorang pria di sebrang telfon sana..
"Nona hampir tertabrak tuan !?" ucap anak buah Tama..
Tama sontak mengeratkan gigi rahangnya
"Baik tuan ..." panggilan terputus.
Setelah itu..
Tama memandang kaca besar yang ada di ruangan nya dengan pikiran nya yang selalu tertuju pada seorang wanita muda yang kini ia rindukan.
"Istri kecil ku !?" batin Tama sembari tersenyum perih sembari memandang foto Dewi yang tertidur tanpa mengenakan cadar dan foto Dewi sewaktu mereka menikah.
"Ckk .. aku merindukan mu Dewii , sangat amat.." air mata Tama lolos begitu saja, jatuh mengenai jas mahal nya.
" Berbahagia lah di luar sana aku akan selalu mengawasimu dari jauh dan selalu menjaga mu melalui anak- anak buah ku " gumam sang pengusaha yang tanpa kabar itu.
***
__ADS_1
Ditempat penjual ES..
hah- hah.. hahh .. " nafas ngos - ngos an Dewi sembari melangkah kearah bapak tukang es jeruk keliling.
" Pak- " panggil Dewi dengan nafas yang terengah - engah dan sesekali berusaha menelan ludah nya ketika melihat es jeruk peras . Lalu berkata..
ES jeruknya masih kah pak !?" Tanya Dewi penasaran .
"Masih dik.. sebentar bapak buat kan dulu yakk!"
Dewi segera mengangguk..
"Ini dik .." bapak penjual menyodorkan se cup es jeruk..
" iya terima kasih pak " Dewi mencari tempat untuk duduk..
"Srut sruttt.. ahhhhh alhamdulillah .. enak sekali pak..!?" ucap Dewi dengan puas mendapatkan apa yang ia inginkan.
Bapak penjual es jeruk itu mengerut kan dahi nya ..
"Tidak kecut dik.. ?? " tanya bapak penjual es jeruk..
Dewi menggelengkan kepala nya dan berkata..
"Tidak pak.. ini enak banget , seger " Dewi tanpa sadar mengusap usap perut nya yang rata.
Bapak tidak sengaja melihat tingkah laku Dewi..
Tapi bapak penjual es tak mau berfikir jelek terhadap gadia kecil yang sedang duduk di sebelah gerobak dagangan nya.
"Pak ini uang nya!" Dewi menyodorka uang 20 ribu untuk membayar es nya , "Ini kembalian nya dik .." bapak itu memberi kembalian pada Dewi.
Dewi mengembalikan nya pada bpak penjual es.. " buat bapak saja .. asslamualaikum pak .." ucap salam Dewi dengan melangkah pergi.
__ADS_1
Bapak penjual es menatap Dewi yang sedang melangkah pergi, ..
ππ