QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 24 JEBAKAN


__ADS_3

๐Ÿ’๐Ÿ’


Flasback of


Hari ke2 setelah Dewi terluka kaki nya, pagi ini Dewi berencana berangkat ke cafe Bintang karena dirasa luka kaki nya sudah mendingan ,


"Bismillah ya Allah , ridhoi lah segala ikhtiar ku hari ini ..amiinnn " dengan mengusap kedua telapak tangan nya yang ia tadah kan.


seperti biasa nya Dewi menunggu di halte bus namun kali ini hanya seorang diri , beberapa menit berlalu bus yang ditunggu - tunggu sedari tadi tak datang - datang.. , akan tetapi .. Sebuah mobil bercat hitam dengan plat nomer berinisial T.M, berhenti tepat didepan halte , lalu pintu mobil pun terbuka.. terlihat sepasang sepatu fantofel melangkah ke arah Dewi dan berkata..?


" Masuk !" Suara barito milik Tama ..


Dewi mengarah kan pandangan nya ke arah suara pria tersebut, setelah itu Dewi menggeleng kan kepala ( tanda tak mau).


Tama memperhatikan suasana sekitar , dirasa cukup aman baru lah Tama berjalan kearah Dewi , semua tindak tanduk Tama bukan tanpa sebab Tama tak ingin ada skandal yang dibuat- buat tentang kehidupan nya ..


Tama duduk disamping Dewi, lalu Dewi sengaja menggeser duduk nya agar berjarak dengan Tama..


" gue antar , elu mau ke cafe kan ?" tanya Tama dengan ramah, Dewi pun menggangguk.. tanpa bersuara..


"Elu tu ..!! " Dengan mengangkat telunjuk yang akan di arah kan kearah Dewi namun diurungkan..


" Ya sudah .. !" hardik Tama sambil berdiri,


"gue duluan " Tama pun berlalu pergi meninggal kan Dewi sendiri..


**


Pandangan seorang pria berkaca mata dengan hidung yang mancung sedang menatap jauh ke arah keluar cendela mobil yang tengah melaju dengan kecepatan sedang..


**


Setelah Tama meninggalkan Dewi , akhir nya ada bus yang lewat di depan halte, Dewi pun duduk dengan memandang ke arah cendela dengan pikiran tertuju pada seseorang..


"Kenapa akhir -akhir ini sering ketemu pak Tama yaaa , apa lagi pak Tama sudah beberapa kali melihat wajah ku, ya Allah .. ampuni hamba mu ini.." batin Dewi


Sesampai nya di cafe , Dewi melihat Tama sedang makan bersama Tomy dan Wily di cafe Bintang , Dewi berusaha tenang melewati pria - pria CEO itu..


Wily menatap lekat pada Dewi yang berjalan melewati nya, Tomy yang tanpa sengaja melihat perbuatan Wily menenggor lengan Wily ,


SrekKKK..


"Apa si ..!" Ucap Wily dengan tanpa melihat ke arah Tomy,


Tomy menginjak kaki Wily kali ini..


"Auw... !" dengan mengarah kan mata nya ke arah Tomy


"Apa si lu Tom.. dasar kucing.." olok Wily


"Lu liatin sapaaaaa ??" Bisik Tomy


"Gue kemaren kayak ketemu cewek tadi !? " dengan menunjuk arah Dewi lewat, Wily


"Dimana ?" Tanya Tomy lagi..


"Di restoran client gue" jawab Wily


Tomy memicingkan mata ke arah Wily ..,dan Wily pun mulai menceritakan kejadian kemaren malam..


"Awal nya gue gak tau kalau cewek yang barusan lewat temen nya cewek bar- bar kemaren dan kayak nya gue juga ngeliat cewek nya Alex , diantara 2 wanita itu!.."


"Apa wanita itu yang diceritakan Alex ??" Gumam Wily..


Kali ini Tama menatap Wily , Wily yang di tatap ...jadi keki


" cewek barusan Tam..." jelas Wily pada Tama


Tama kali ini menatap Tomy menuntut penjelasan


"Dewi.. Tammm ?!, kata Wily dia ketemu di restoran salah satu client nya kemaren malam..!"


" Sama siapa ? "Tanya Tama dengan menatap Wily


" Cewek berkrudung besar itu datang sendiri kalau cewek Alex barengan dengan cewek yang kelahi kemaren..


Tama yang mendengar cerita Wily mengeryitkan dahi nya..


" Cerita dengan alur yang jelas begok..!?" seloroh Tama


" Hadehhh .. elu yang budek Tam!?" jawab Willy dan Tomy bersama an


" kalian tau kan Chandra grub yang kemaren lusa habis opening hotel perdana nya ? " Tanya Wily, Tomy pun menggangguk, tapi tidak dengan Tama, "sebenar nya gue gak tau jelas gimana kejadian nya, yang Gue liat istri dari tuan Chandra berkelahi dengan salah satu dari 3 cewek yang gue maksud tadi dan dari salah satu dari mereka cewek yang barusan lewat ..!" sambung Wily dengan menyesap minuman nya..


"Terus ??" tanya antusias Tomy


" kenapa elu yang semangat Tom denger nya ? "Curiga Wily


" Maksud gue.. , terus dari mana elu tau kalau cewek yang barusan elu omongin itu adalah Dewii... secara wajah nya tertutup!" tanya Tomy dengan memastikan..

__ADS_1


" Nata nya ?! " Ucap Wily secara spontan..


Dan Tomy pun mengangguk angguk pelan ..


" elu tau cewek barusan itu inceran si ehem - ehem !?" dengan mengarah kan lirikan nya ke arah Tama


"UhukKkk .. serius Tom !? "Wily dengan expresi terkejut..


"Gak percaya tanya aja langsung sama orang nya !?" Sambung Tomy


Wily beralih menatap Tama..


"Tersesat lu .. kaฤบau sampai dengerin kucing play boy satu ini .. !?" ucap Tama.. sembari menyesap kopi moca pesanan nya


"Gue musti ketemu Alex !" dengan menatap penasaran pada Tama. Batin Wily


๐Ÿ’๐Ÿ’


" Saya pulang duluan ya mir.. ?!" pamit Dewi kepada rekan kerja nya..


" Okey Dew.. , hati - hati yak.. " teriak mirna..


Dewi berjalan hendak mencari angkot, berharap masi ada kendaraan umum lewat , kali ini Dewi ingin sampai dirumah lebih awal..


"TIN TINNNN .. "suara klakson mobil ..


Dewi tak menghiraukan suara klakson tersebut, Dewi tetap duduk dengan sesekali berucap zikir ditiap waktu senggang..


" Dewi..?!" Sapa wanita yang suara nya Dewi kenal..


Dewi melihat kearah suara ,


" M-m- mbak An -nis.. ? " terkejut Dewi hingga terbata - bata.


Anis keluar dari mobil mewah nya dan menghampiri Dewi


"Dew.. gak nyangka kita ketemu disini ,?!" ucap Anis dengan memegang kedua tangan Dewi ..


Dewi hanya diam mematung menghadapi sikap Anis yang tiba - tiba baik pada nya .


"Aku antar ya Dew.. kamu mau pulang kan?? "Tanya Anis dengan wajah bak ibu peri penolong..


"I i iya mbak .. " jawab Dewi dengan canggung.


" Kalau gitu ayok.. ?! " Ajak Anis dengan membuka kan pintu mobil bagian depan , karena Anis tidak menggunakan jasa sopir..


Dewi ingin menolak tawaran Anis ..


" kok gitu si.. Dew ? " Dengan wajah memelas Anis.


" kamu masi dendam ya sama aku dan mama Clara ? " ucapan Anis dengan berpura - pura sedih..


" Astagfirullah hal adzimmm ... ndak mbak , sungguh Dewi ndak punya rasa dendam sama siapa pun terlebih lagi terhadap mama Clara dan mbak Anis , insyaAllah saya sudah mema'afkan nya .." sambung Dewi dengan tulus.


" Saya hanya tak mau merepotkan mbak Anis.. " ucap jujur gadis muda yang mengenakan krudung besar dan tersenyum ramah di balik cadar yang ia kenakan..


" Kalau aku bilang , kamu nggak ngerepotin aku , berarti kamu mau donggg ?! " Ucap Anis yang kekeh ..


Setelah sejenak terdiam untuk berpikir akhir nya Dewi pun menyetujui tawaran Anis tanpa curiga sedikit pun..


" Baik lah mbak.. saya mau " jawab Dewi yang polos , dan masuk kedalam mobil milik Anis ..


Dan Anis pun sembari menutup mobil tersenyum licik..๐Ÿ˜


Di perjalanan ..


"Eem... Dew, gak papa kan temenin aku makan dulu , soal nya aku tadi belum sempat makan ?" ucap Anis dengan lirikan menyeringai


" kenapa bisa belum makan mbak..? "Tanya Dewi mencoba mencair kan rasa canggung nya..


"Itu.. !" ucap Anis dengan berusaha mencari alasan , " itu .. karena tadi aku nganter mama Clara cek up kedokter , terus nemenin mama belanja , terus nganter pulang dan ... ini aku mau kerumah mama papa kandung aku , karena sudah lama aku tidak menengok mereka !?"ucapan Anis yang mencoba mengambil simpatik dari Dewi


" Saya senang dengarin mbak Anis yang begitu perhatian pada orang tua " ucap Dewi dengan senyuman tulus.


"Udah ah.. jangan buat aku jadi besar kepala dong ucap Anis dengan mengemudi


" kita makan di cafe depan aja ya Dew.. ? "ajak Anis..


"I iya mbak .. saya ngikut aja " ucap Dewi ragu..


" Nah.. kamu duduk dulu di sana.." ucap Anis dengan menunjuk meja yang ada dipojokan


" Iya mbak " jawab Dewi dengan melangkah ke arah meja yang ditunjuk Anis


" kalau begitu aku pesenin makanan kita dulu ya..?" tawar Anis


Dewi pun mengangguk


Tak lama Anis datang dengan pelayan yang membawa makanan yang di pesan Anis .

__ADS_1


"Ayo Dew.. dimakan keburu dingin ntar gak enak !?" bujuk Anis


"Oya.. ini tadi aku pesenin jus buat kamu , kamu suka jus kan? " tanya Anis pada Dewi


"Iya mbak.. saya minum ya mbak ? " tanya Dewi pada Anis


"Iya .. kamu minum gih.. " ucap Anis dengan senyuman yang sulit diartikan


"Bismillah .. gluk GLUKkkk ..Alhamdulillah ,hemm.. enak jus nya mbak๐Ÿ˜Šterima kasih ya mbak .." Dewi yang polos.


"Iya.. sama sama.. sekarang ayo dimakan " tawar Anis dengan ramah.


Dewi mencoba meraih garpu di depan nya .. namunnnn....???


BRUGGG.. Dewi mulai terhuyun , merasakan kepala yang berputar - putar..


Sayup - sayup Dewii mendengar suara Anis namun lama kelamaan Dewi pun tak sadar kan diri.


"Dew.. Dew.." panggil Anis dengan menepuk nepuk pipi Dewi


"Ck.. cepat bener ni bocah !?" ucap sinis Anis dengan senyuman keberhasilan.


"Setelah ini mas Chandra akan jijik melihat kelakuan mu dengan pria lain , dan aku tak perlu bersusah payah membuat nya membenci mu !" ucap Anis dengan senyuman licik.


**


"Lakuin apa yang kamu mau, tapi lakukan seperti apa yang aku perintahkan, ambil foto - foto perempuan ini dengan tidak mengenakan busana ,kamu mengerti maksud saya bukan.. ! " Perintah Anis pada seorang pemudah suruhan nya.


" Tenang saja akan aku lakuin apa yang anda minta.. !?" jawab pemuda misterius..


**


Di kantor .. seorang pria dewasa sedang gelisah sedari tadi pikiran nya tak fokus pada pekerjaan , alhasil pekerjaan nya hari ini cukup berantah kan , untung nya ada sang asisten slengehan , walau terkadang bisa bersikap serius..


" Haaa...hhh sial uda jam 9 malam aja !" suara Tama yang berdecak kesal dengan melirik jam tangan nya, " Tom.. gue balik dulu .. !?" pamit Tama


"Tumben baru jam 9 malam bro.. nanggung nih bentar lagi kelar..!" sambung Tomy dengan membolak balik kan berkas .


Tama melepas kaca mata minus milik nya dan memijit mijit kening yang terasa pusing, Tomy melihat Tama sejenak..


"Elu sakit Tam .. ?" tanya Tomy dengan menempel kan telapak tangan nya di kening Tama


"PLAKKK ..."


"Siapa yang nyuruh nempel in tangan lu di kening gue ?! "ucap Tama datar


"Ya ela Tam.. gue khawatir aja sama elu kampret.. !?" sahut Tomy, "Tapi kayak nya elu masi sehat ... "dengan seyuman ๐Ÿ˜


"Ckk.. gue balik .. terserahhhh.. elu mau nginep juga gak apa !?" dengan melangkah kan kaki nya keluar ..


**


Di malam yang gelap disertai rintik kan hujan , seorang pria berkaca mata membelah kesunyian malam seorang diri dengan mengendarai mobil sport nya.


Kali ini entah kenapa Tama merasa gusar, hati nya tidak tenang , pikiran Tama melayang ke seorang wanita yang beberapa kali ia tolong..


Biasa nya pembawaan pria berkaca mata ini tegas dan tenang cenderung dingin , selalu fokus dan tak pernah peduli dengan sekitar nya , hari ini ada yang beda, serasa sesuatu milik nya akan hilang , jantung nya akan berdetak lebih cepat ketika pikiran nya memikirkan wajah polos Dewi di malam itu..


Sebab itu membuat pikiran nya penuh akan wanita muda bercadar , berkas - berkas di hadapan nya tak mampu ia beres kan , ibarat kata " tubuh nya dimana , pikiran nya dimana ??"


**


Dipertengahan jalan yang sepi tama melihat mobil berhenti di pinggir jalan yang gelap dan dari kejahuan terlihat bayang - bayang kegiatan pria dan wanita..


"Dasar .. gak modal ,masi banyak hotel yang buka malah main di dalam mobil!?" batin Tama ๐Ÿ˜dengan menyunggingkan bibir keatas


Tama melewati mobil berwarna silver yang sedang berhenti di pinggir jalan, karena lampu dalam mobil itu belum dimatikan , terlihat aktifitas orang didalam nya , Tama melihat seorang pria yang sedang mencoba melepas jilbab wanita tersebut , setelah nya ia melepas cadar , alhasil Tama bisa melihat siapa wanita yang didalam mobil tersebut...


Seketika wajah Tama berubah merah padam๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก yang sedang menahan amarah ,dengan langkah lebar menuju mobil yang berhenti itu..


BRAK - BRAK - BRAKK.. " bunyi pintu mobil dipukul..


" BUKA bangsat !! " Teriak Tama


Sontak pria didalam tersebut panik karena melihat seseorang menggedor kaca mobil nya dan mengurungkan niat nya untuk meleceh kan wanita yang sedang tak sadar kan diri itu..


Kklek.. pintu mobil terbuka, keluar pria muda yang umur nya lebih muda dari Tama dengan wajah gusar..


"Mau elu apa in wanita itu !?" tunjuk Tama pada Dewi yang pingsan dengan tatapan dingin yang mengarah ke sang pria ..


"Dia milk gue om.. !!" Sahut laki - laki muda itu, dengan nada yang tak kalah tinggi.


Ckk.. " OM kata mu!! "Tama tertawa dengan lantang , Tama tak habis pikir dirinya di panggil om.. dan menatap jijik kearah pria muda di depan nya dan bertanya dengan nada mengancam..


"Milik elu ..!? " Bentak Tama lagi dengan melangkah kan kaki nya kedepan guna mendesak pria muda tersebut..


"Jangan ikut campur om dan jangan teriak - teriak nanti orang sini bangun !?" tutur pria muda itu kepada Tama dan berangsur - angsur mundur..


Tama pria dingin itu sangat MUAK melihat manusia di hadapan nya ..

__ADS_1


๐Ÿ’๐Ÿ’


__ADS_2