QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 18 UNDANGAN


__ADS_3

๐Ÿ’๐Ÿ’


" WHAATTTTT...!!!" Sontak rosa terkejut


"Dew.... elu masi waras kann... ?? " tanya Rosa kesal.


" Kalau sampai Nara tau.. habis elu diomelii.." kali ini nada bicara Rosa dengan berbisik ..


"Ya uda elu dimana biar gue jemput , gue lagi dikontrakan Nara.."


Dewi cemas.. pasal nya jika 2 sahabat nya itu bertemu dengan mantan suaminya.. pasti sesuatu yg tak baik akan terjadi


"Jangan mbak.. !! mbak Ros tidak usa kesini ya.. aku janji hanya sebentar.. " Dewi mencoba bernego dengan Rosa..jika Nara yang tau .. habiis la Dewi ..


Rosa langsung teringat kekasih nya , tidak mungkin Alex menyuruh nya menghubungi Dewi tanpa alasan ...


"Hemmm .. baik lah untuk kali ini gue akan tutup mulut !" ucap Rosa melunak..


" Elu cepet pulang Dew.. jangan buat gue dan Nara khawatir..!?"


"InsyaAllah mbak Ross.. Dewi sebentar lagi akan pulang.." sambung Dewi dengan lembutt.. "Asslamualaikum .." Dewi pun menutup panggilan ponsel nya..


**


Kali ini wajah Chandra berubah masam..


Dewi yang tau akan hal itu berpura pura tam mengerti..


"Masi temenan dengan wanita - wanita malam itu!?!" tanya Chandra kesal.


Dewi mengangguk..


"Tidak ada teman lain apa.. ? " Dengan seringai mengejek.. ucap Chandra


"Kita tidak berhak menilai manusia dari luar nya saja mas.. !" ucap Dewi membela 2 sahabat nya.


"Aku tidak suka kamu bergaul dengan mereka ..!" ucap Chandra dengan menggebrak meja dan kali ini nada bicara Chandra agak meninggi ..


Sontak Dewi yang menunduk .. mengangkat wajah nya..


Melihat Chandra yang sedang emosi.. membuat Dewi tak nyaman .. ingin segera pamit


"Ma.af mas.. jika tidak ada yang dibicarakan lagi saya pamit..!!" Dewi yang akan berdiri,tapi lengan nya ditarik oleh Chandra


Perlakuan Chandra membuat Tama dan 3 sahabat nya terbelalak..


Alex pun mengerti ternyata wanita berkrudung besar itu ternyata memang Dewi


"


"Mas Chandra .. !! " Dewi mencoba melepas tangan Chandra..


"Tolong lepas mas.. tidak baik dilihat banyak orang ..!!" Dewi berkata sambil melihat sekitar nya.. sambil berusaha melepas cengkraman tangan Chandra di lengan nya.


"Ck.. kamu semakin menarik Wii.. ." seringai licik Chandra.


"Ya Allah mas.. sakit.. " Dewi merintih kesakitan..


"Mas .. kamu sudah tidak halal menyentuh ku.. tolong mas, LEPPASSS ..!"


Tapi Chandra tidak mengindah kan peringatan Dewi.. sedari tadi..hingga akhir nya.. dan pada akhirnya..


"BUGGGG... !!" Candra tersungkur kelantai dan mengusap ujung bibir nya yang berdarah


"Ckk... pengecut.. !! " Ucap geram Tama


Dewi yang melihat Chandra tersungkur menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya..


"Astagfirullah halladzim .. mas Chandra.. dengan cemas Dewi melihat darah di ujung bibir Chandra akibat bogem mentah yang diperoleh dari Tama ..


Dewi hendak membungkuk menolong Chandra.. tapi di tahan oleh Tama


"Masi mau menolong pria pengecut ini, HAHH...!!" bentak Tama


"Pak Tama !? kenapa.. bapak memukul mas Chandra ???" Panik Dewi


"Dia pantas mendapat kan nya.. !" dengan geram nya Tama


"Pak Tama bisa dapat masalah pak.." cemas Dewi


" Biar kan saya membantu mas Chandra pak..!?" mohon Dewi


" Kalau kamu menolong nya akan kupastikan bukan hanya bibir nya yang terluka.. !!" tatapan dingin Tama mengarah ke Dewi , Dewi terpaku menatap mata indah Tama yang memakai kaca mata hingga tak mampu menundukkan pandangan nya ..


Candra perlahan berdiri , Chandra melihat pria yang sama yang menolong Dewi malam itu.. dan ada 3 pria yang berada tidak jauh dari Tama..

__ADS_1


"Ck.. kamu lagi.. ? ! " Ujar Chandra dengan senyum mengejek. .


"Apa hubungan mu dengan nya Dew.. !? " Tanya Chandra dengan sinis kepada Dewi.


Dewi hanya menggelengkan kepala nya .. tanpa bersuara


"Apa hak mu bertanya seperti itu, bukan kah kamu sudah tak ada hubungan dengan nya?!" dengan mengarah kan tatapan ke arah Dewi , sergah Tama


"Terus bagaimana dengan mu .. ??" tanya balik Chandra pada Tama


Tama geram dengan pertanyaan Chandra.. , Tama hendak memberi bogem sekali lagi pada pria pengecut di depan nya..


Namun ...


Kali ini Alex menghampiri Tama


"Tam.. ayo cabut.. ini tempat umum!!" ucap Alex mengingat kan


Sebelum Tama keluar dari cafe..


"Aku harap kamu tidak menemui pria itu bisik Tama yang telah membalik kan tubuh nya hendak berlalu dan berdiri di samping Dewi dan mengatakan dengan sedikit membungkuk tepat di telinga Dewi namun tidak sampai menyentuh.. Dewi.


**


Suasana di dalam mobil ke empat pria itu diam dalam fikiran nya masing masing.. Tomy duduk dikursi kemudi.. Alex duduk di samping Tomy,Willy dan Tama duduk di jok belakang..


Terdengar dering ponsel milik Tama...


Drett... drttt..


Suara ponsel milik Tama๐Ÿ“ฒ


Percakapan Tama dan Jiko (orang suruhan Tama)


"Bagaimana ..? Tanya Tama


"Ternyata.. ***** **** penjelasan Jiko


"Hem.. pastikan semua beres ,dan terus ikuti dan informasi kan segera .." perintah Tama


Panggilan telfon pun terputus


**


"Siapa Tam ..?? " tanya Alex tanpa melihat kearah Tama


Tomy ,Willy dan Alex mengeryitkan alis nya..


"Jiko .. !?" tanya ulang Willy..


"Siapa yang elu mata mata i Tam ... ??" tanya Tomy dengan melirik ke arah Tama..


"Bukan siapa- siapa. ..!" jawab Tama dengan datar


**


Sesampai nya Tama di rumah mewah milik nya ,Tama langsung menuju kamar ..


" Brakkk.. "Tama membanting pintu..


Tama menjatuh kan tubuh lelah nya diranjang, Tama sekilas mengingat laporan Jiko tentang Dewi di permukiman pemulung tadi pagi dan dalang kecelakaan yang menimpa 2 orang wanita yang tempo hari Dewi tolong..


Flas back di jum'at pagi tama dan Dewi...


Tama duduk di dalam mobil sembari melakukan panggilan telfon dengan salah satu anak buah nya..


"Ikuti jangan lakukan yang membuat dia curiga , lalu bagaimana perkembangan kasus kecelakaan itu ?!" tanya Tama dan Jiko melaporkan informasi berharga pada Tama.


"Terus cari tau aku mau tau siapa dalang dibalik kejadian itu ?!" perintah Tama kepada Jiko anak buah nya


Flas back of


**


Setelah puas dengan lamunan nya Tama bergegas pergi kekamar mandi , untuk membersih kan tubuh nya yang sudah lengket.. seharian beraktifitas.


Jam menunjuk kan pukul 10 malam namun Tama belum bisa tidur , Tama masih saja memikir kan Dewi wanita muda yang beberapa kali ditolong oleh nya


"Sial.. kenapa gue kepikiran dia sih.. !?" gerutu Tama sambil menarik narik rambut nya. .. dan akhir nya Tama pergi keruang kerja bermaksud menghilangkan bayang - bayang sosok Dewi gadis berbusana syar'i itu dengan menegak minuman beralkohol " gluk -gluk akhh.. " Tama menatap lurus keluar cendela yang sunyi..


***


Pagi hari yang cerah burung berkicau dengan merdu nya.. seolah menyambut wanita bercadar yang hari ini mulai beraktifitas dicafe Bintang setelah libur sehari..


Dewi yang sedang sibuk di dapur cafe Bintang ..

__ADS_1


"Dew.. " panggil Bintang


"Iya mbak Biey, ada apa ?"


Langkah Dewi kearah Bintang..


"Ada yang nyari in kamu tuh didepan.. " dengan bibir yang dimonyongkan ke arah depan mengisyaratkan tamu yang sedang menunggu.


"Siapa?.. apa mas Chandra ?" Dewi mencoba menebak


Bintang mengangguk..


Dewi tak langsung merespon obrolan nya dengan Bintang, Dewi berpikir mau apa lagi mantan suami nya itu menemuinya.


"Dor..rr " ucap Bintang seraya menepuk bahu Dewi..


" Sudah sanaa.. temuin .. gihh.., Bintang yang sedang menggoda Dewi


"Kali saja.. diajak rujuk" ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜seloroh Bintang..


"Ihhhh... apa sih mbak Bintang ini " Dewi langsung berlalu..


"Masi cinta kah Wi kamu sama mas Chandra?.." tanya Bintang ..


Blussszลบz... langsung berubah seketika pipi Dewi seperti memakai bluss on.. mendengar candaan Bintang pada nya..


"Mbak Bintang .. kepo ni..iii" rajuk Dewi


"Udah udah.. entar aja .. jawab nya.. mending sekarang temuin sonoooo... " suruh Bintang..


Dewi pun bergegas menemui Chandra..setelah sampai di ambang pintu dapur Dewi melihat pria pertama yang menghalal kan nya dulu. Dengan perlahan Dewi mendekat ke arah meja Chandra


"Assalamualaikum mas .." salam Dewi dengan menundukkan pandangan nya Didepan Chandra


"Wa'alaikum salam Dew.. " dengan senyuman ramah


"Duduk lah.." ucap c?Chandra mempersilah kan ..


Dewi menarik kursi dan mulai duduk


"Terima kasih kamu mau menemui ku Dew.." ucap Chandra


Dewi hanya mengangguk


"Ini.. " Chandra menyerah kan selembar undangan kepada Dewi.


"Undangan apa ini mas?" Tanya Dewi


"Besok malam aku mengadakan peresmian hotel baru milik ku..


Dan aku harap kamu bisa datang sebagai tamu istimewa untuk ku" ucap Chandra.. dengan senyuman.


"Ma.af mas...saya gak bisa " dengan menyerah kan kembali selembar undangan milik nya.. ucap Dewi


"Ck.. kenapa? Apa kamu khawatir bertemu mama aku.. ?" Tanya Chandra pada Dewi.


Dewi tak lantas menjawab pertanyaan dari Chandra


"Apa pun alasan mu , aku mau kamu tetap datang ke acara ku !!" paksa Chandra


"Kamu gak berubah mas..?! " jawab lirih Dewi


Dengan memalingkan wajah nya ke arah Dewi, Chandra berkata..


"Aku tidak akan berubah Dew.. aku masi Chandra yang dulu , dihati ku hanya ada kamu walau aku menikah dengan wanita lain!?"


"Tapi wanita lain itu yang dulu pernah mengisi hari - hari mu terlebih dulu dari pada aku mas.. " jelas Dewi


"Ya.. kamu benar.. ! tapi perlu kamu ketahui.. dia juga yang terlebih dulu menyakiti ku dan aku bersyukur dengan takdir ku , karena berpisah dengan nya aku bisa memiliki mu.. walau tak lama!?" suara lirih milik Chandra tapi masi bisa didengar oleh Dewi..


Flasback on..


"MANDUL.. !! " Suara Chandra yang terkejut..


" Ya.. istri mu ini mandul nakk.. !! untuk apa kamu menikahi wanita yang tak subur, lebih parah nya dia tidak bisa memberimu keturunan nanti nya !!" hasut mama Clara pada Chandra..


" Dok .. apa benar yang dikatakan mama saya ?!" Tanya Chandra dengan emosi..


" Ma.af kan saya tuan Chandra , ini hasil dari pemerikasaan mengenai kesehatan rahim istri anda..


Setelah memberi penjelasan , dokter pun langsung meninggal kan rumah keluarga Chandra..


Chandra menatap penuh arti kepada Dewi ... , " bukan kah aku belum sedikit pun menyentuh mu Wiii.. ?!" gumam Chandra .. " Bagaimana hasil itu keluar..?"


" Sayanggg.. justru kamu harus berterima kasih kepada mama, sebelum dia genap berusia 20 tahun , sesuai janji mama yang mengizinkan mu menyentuh istri miskin mu ini.. , mama sudah antisipasi tentang hal ini.. untuk memastikan dia bisa memberikan mu keturunan nanti nya.."

__ADS_1


" lebih baik kamu cerai saja dengan nya ..!!"


๐Ÿ’๐Ÿ’


__ADS_2