
💐💐
" Kamu bisa kan sendiri .. ?" tanya Tama dengan menurun kan tubuh Dewi dikamar mandi.
Dewi mengangguk pelan tanpa berani menatap Tama..
Setelah berada di kamar mandi seorang diri , Dewi menatap kearah tubuh kecil polos nya dicermin , Dewi terbelalak dengan pantulan dirinya dicermin yang ada dihadapannya.
" Kenapa aku seperti mbak Nara ya .. kalau ada bekas begini nya" ucap Dewi dengan menyentuh warna pink keunguan di area atas nya.
Perlahan Dewi menarik nafas dan merendam tubuh kecilnya di bathtub yang berisi air hangat. Dewi memejamkan mata nya menikmati aroma terapi yang telah dicampurkan oleh Tama dalam bak mandi besar itu.
Setelah 30 menit Dewi keluar kamar mandi dengan menggunakan pakaian tertutupnya namun belum menggunakan cadar milik nya ,
Tama menatap kearah Dewi yang telah berganti pakaian , dan beralih melihat langkah kaki Dewi yang perlahan , bibir Tama melengkung tanda tersenyum..melihat akan hal itu.
Tama menghampiri Dewi lalu mengangkat tubuh Dewi , lalu membaringkan tubuh kecil Dewi diranjang..
" Apa masih sakit.. ?!" tanya lembut Tama kepada Dewi.
Dewi mengangguk malu.. , tingkah Dewi yang malu -malu kucing membuat Tama terkekeh dibuat nya.
Setelah nya suasana menjadi hening..lalu Tama mencoba berkata..
" MA'AF .. !?" ucap Tama dengan membuka box kecil obat yang dipesan nya tadi.
Dewi yang mendengar dan melihat perubahan sikap dengan tutur kata Tama yang penuh kasih sayang membuat Dewi tidak percaya bahwa pria semalam yang begitu kasar adalah Tama suaminya.
Dewi lagi- lagi mengangguk pelan..atas pertanyaan Tama barusan..
" BUKA " pinta Tama singkat..
" HAH.. !" Dewi.. terngagah..
" Kamu bilang sakit , makanya BUKA!?" ucap Tama lagi dengan entengnya.
Dewi yang bingung atas ucapan Tama hanya menatap Tama dengan tatapan kosong.
😪😪
" Yahhh... begini lah punya istri bocah , lama lodingnya .. kalau masalah intim begini, harus musti melebar lagi sabar nya " keluh Tama dengan menggaruk kepala belakangnya, dengan menatap kearah Dewi .
kemudian ..
Tama menujuk area bawah Dewi.. " Masih sakit apa tidak ?" tanya Tama lagi..
BLUSSST.. , Dewi yang melihat telunjuk Tama yang mengarah pada area bawahnya , tak mampu berkata- kata lagi selain rasa malu nya yang teramat besar.
Akhirnya Dewi pun mengerti lalu mengangguk... Tama pun tersenyum kembali..
__ADS_1
" BUKA " ucap Tama lagi , dan lagi -lagi Dewi menatap Tama?!
" Biar aku obati , agar langkah kaki mu tidak seperti siput yang diseret.. !" goda Tama dan hal semacam itu mampu membuat Dewi tertawa lepas tanpa beban layak nya remaja ...
" Cantik " gumam Tama yang melihat Dewi
Kemudian Dewi menjawab..
" Biar saya sendiri saja pak , saya bisa !" jawab Dewi yakin,
" Ini.. " Tama menyerahkan dua macam obat kepada Dewi.
" Ini oleskan di bagian atas tubuh mu yang keunguan itu , lalu yang satu ini dii... !" perkataan Tama terpotong kerena Dewi..
" Cukup pak.. ! tak perlu diterus kan, saya mengerti !" sahut Dewi kemudian melangkah kan kaki kearah kamar mandi,setelah selesai dari kamar mandi ,mereka berdua makan bersama..
**
Tama dan Dewi bersiap untuk cek out dari penginapan tersebut.
Sebelum Tama pergi Tama meraih kain putih yang bernoda , lalu memasukkan nya ke tong sampah, tanpa setahu Dewi,
Disbuah sudut parkiran.. terlihat..
Tomy datang menjemput Tama dan Dewi , Tomy melihat ada noda darah dibagian kemeja putih Tama yang tertutup oleh jas yang dikenakan Tama. Lalu Tomy mengarahkan pandangan nya ke arah Dewi yang sedang berjalan dibelakang ke dua pria dewasa itu.
Tomy memicingkan mata nya melihat langkah kaki Dewi..
Sedangakan dalam hati Tama ingin sekali membunuh pria tak punya aklaq disebelah nya kini, tapi diurungkan oleh Tama, karena suasana hatinya hari ini tak seperti hari - hari biasanya.
**
Sesempainya Dewi di rumah , Dewi membaringkan tubuh lelah nya di tempat tidur sederhana nya. Dewi menatap langit - langit kamar yang bercat putih bersih.
Terlintas bayang - bayang Tama dan dirinya dimalam itu..
" Apa yang telah kami lakukan pada malam itu semoga engkau catat sebagai nilai ibadah kami " gumam Dewi dengan terpejam .
**
Tiga minggu berlalu setelah kejadian malam itu, Dewi pun menjadi pribadi yang pemurung , karena Tama tak pernah lagi menemuinya atau sekedar menghubungi nya.
Dewi memutus kan untuk tak lagi menghubungi Tama , setelah tahu bahwa Tama akan melangsungkan pernikahan bersama wanita pilihan orang tuanya, yang telah di siarkan disalah satu stasiun TV,
Hari - hari Dewi ..
Dewi melakukan aktifitasnya seperti biasa , seperti pagi ini Dewi bekerja di cafe Bintang..
" Dewi .. kamu sehat kan ? " tanya Mirna rekan Dewi..
__ADS_1
" Sehat mbak Mir, emang kenapa ?" tanya balik Dewi
" Kamu sepertinya sakit , aku lihat dari kening kamu dan lingkar mata kamu, mata panda !?" jelas Mirna dengan serius.
" Masak sih mbak, mungkin saya kurang tidur saja mbak !" jawab Dewi dengan melanjutkan kerjaan nya membuat kue dan Mirna membuat kopi exspreso pesanan pelanggan.
**
Akhir - akhir ini Dewi sering merasa tak enak badan , tubuh Dewi terkadang lemas diwaktu siang selepas sholat Dzuhur , lalu kepala yang terasa pusing kliyengan..
Terkadang Dewi izin kepada Bintang untuk tak masuk kerja.
Dan Bintang pun mengizinkan nya tanpa curiga sedikitpun pada Dewi..
**
Didalam mobil terdengar perdebatan kecil dua orang wanita muda..
" Elu itu pacaran terus sama Alex sampai liburan keluar negeri!" omel Nara kepada Rosa.
" Nah .. Elu sendiri juga sama, hilang entah kemana?!" sahut Rosa tak kalah galak.
Nara tak mampu menjawab ucapan Rosa kali ini, karena memang benar adanya .
" Okey ..- okey berarti kita imbang !" sambung Nara dengan terus mengemudi.
" Minggu -minggu ini gue teringat Dewi terus ? " ucap Nara
" Gue khawatir dengan itu bocah, apalagi ponsel nya susah dihubungi !" seru Nara kepada Rosa.
"DEG.. " jantung Rosa terasa berhenti berdetak setelah mendengar perkataan Nara, pasalnya Alex kekasih nya pernah bercerita tentang apa yang terjadi antara Tama dan Dewi di penginapan , namun Alex melarang Rosa untuk menceritakan kepada Nara.
Dengan nada datar Rosa berkata..
" Tak akan terjadi apa -apa dengan Dewi - Raa !" sahut Rosa.
Mata Nara mengarah kearah Rosa , " Dari mana elu Tahu.. ?!" Sergah Nara dengan tatapan tajam.
"EMMMM.. , ya kita kan harus berpikiran baik Ra.. !?" jawab asal Rosa dengan gugup.
" Uugh... jawaban macam apa itu !" sahut Nara kemudian.
" Elu tahu , Dewi sudah gue anggap seperti saudara gue , sama hal nya seperti elu , kita bertiga bersahabat rasa saudara !" sambung Nara.
Rosa yang mendengar hal tersebut , merasa terharu kepada wanita cantik yang berada disebelah nya.
" Aku pun begitu Raa.. kita memang tak sedarah tapi kita memiliki ikatan yang saling terkait, jika gue ingat masa- masa pertama kita bertemu Dewi , yang gue menyebut nya gadis ninja , elu masih ingat tidak !?" tanya Rosa pada Nara.
Lalu Nara pun tersenyum dengan mengangguk menandakan sang Nara mengingat nya..
__ADS_1
" Yah.. waktu ITU.... ...🤔🤔
💐💐