
...🖤🖤...
Yani melihat motor didepan nya warna dan merk nya sama persis dengan motor milik nya , entah ini kebetulan atau bagaimana penumpang nya juga adalah dua orang wanita.
" KENA lu... !" batin Yani dengan terkekeh sembari melihat ke arah mobil yang berada tak jauh dibelakang nya.
" Mobil sedan ini benar - benar menguntit ku dan Maira .!" mata Yani terus melihat kearah spion.
Yani membelokkan stang motor nya ,masuk ke arah gang sempit . Maira merasa ada yang salah dengan langganan ojek online nya..
" Mbak Yani... ma.af , ini kita mau kemana ?" Maira mencoba bertanya.
"Kita ada yang nguntit mbak Mai.. ?!" ucap Yani dengan melihat mobil yang berada dibelakang mereka ,dari kaca spion.
" Dimana?! " Maira mulai bertanya dengan mengarahkan kekanan kekiri kepala nya ,lalu mendekat kan telinga nya kearah Yani.
" JANGAN , tengak tengok mbak Mai !" sergah Yani .. " Nanti kita bisa ketahuan . Tapi mbak Maira tidak usah khawatir , karena kali ini kita yang akan mengelabuhi mobil sedan itu !?" .
Didalam mobil mewah ,wanita paruh baya terlihat marah mendengar laporan anak buah nya . "Kita kehilangan jejak nyonya !!" ujar seorang pria
" Dasar tidak berguna , cepat kejar mereka berdua !!" ucap nya dengan Marah .
" Jangan kasihani mereka, lakukan pekerjaan ini seperti kecelakaan agar polisi dan warga tidak curiga !!? " ucap jahat nya . Lantas pria suruhan itu melihat dua orang wanita memakai krudung sedang berboncengan ,sebagai target nya . pria itu mencoba mengingat kan bahwa ini tempat umum dan khawatir ada salah seorang pelintas yang akan menyadari perbuatan nya dan melaporkan kejadian ini pada polisi . "Tapi nyoOOO.. ," perkataan laki- laki itu pun terputus ketika sebuah amplop tebal berwarna coklat mendarat dipangkuan nya.. " Masih ada TAPI!!" sambung Clar dengan senyuman sinis mengarah pada pria didepan nya .
Lalu pria suruhan itu pun menggeleng dan mengangguk patuh atas perintah sang majikan..
....
Di pojokan kios Kopi ..
" Ma.af mbak , bisa kah turun sebentar .. !? " pinta Yani ,turun dari moror nya .
Maira sebenar nya ingin bertanya , namun setelah melihat raut wajah yang tadi nya ramah kini seolah marah .
Maira yang baru turun dari motor tersentak saat mendengar suara .
" BRAAKKKKK- pyarrr...... .." Terdengar suara hantaman keras dari arah depan jalan..
" Astagfirullahal Adzim ... !!" pekik Maira dengan membalikkan tubuh .
Yani pun sempat terkejut akan suara keras tersebut.. , Yani masih belum begitu yakin akan filing nya .
Dari arah jauh sebuah mobil berhenti , mengawasi sekitar kejadian ..
__ADS_1
" Bagaimana !?" tanya Clara..
" Beres nyonya !"
" Bagus ! "
sebuah senyum begitu mengerikan terulas diwajah tua nya.." Aku muak dengan wajah polos gadis itu, yang membuat Chandra tergila - gila."
Dari arah dalam gang Maira memberanikan diri melangkah kedepan ,melanggar ucapan Yani yang meminta nya tetap diam ditempat .
" Mbak Maira mau apa ?! " suara Yani terdengar dingin.
" Kita harus keluar mbak Yan .., suara apa barusan ?!" suara gelisah Maira.
" Tunggu sebentar disini mbak , biar saya saja yang melihat kedepan! ," ucap Yani sembari tersenyum getir , ada rasa bersalah dalam pikiran wanita itu .
Maira melihat langganan ojol nya yang telah berada dijalan besar ,tiba -tiba berlari kearah kiri ,lama wanita bercadar itu menunggu tapi Yani tidak juga terlihat lagi .
Sorang wanita muda sedang merangkak menuju wanita yang tergeletak bersimbah darah tak jauh dari motor nya.
Maira yang menunggu di kios kopi yang sedang tutup itu sayup - sayup mendengar teriakan wanuta minta tolong , Maira memberanikan diri keluar dari gang mencari sumber suara , saat Maira menengok kekanan lalu kekiri , tiba -tiba bola mata nya terhenti !
" Mbak Yani !!" ucap Maira dengan berlari menghampiri .
" Innalilahi wainnailaihi rojiun " ucap terkejut nya ,melihat dua wanita muslimah bersimbah darah .
" Mari kita bawa kerumah sakit mbak Yan !?" ujar Maira.
Usai mengangguk ,Yani berdiri mencoba mencari tumpangan mobil, Qadarullah tak satu mobil pribadi pun yang berkenan membantu dengan alasan tak mau berurusan dengan polisi..
Maira yang memangku ibu tua itu dilanda kecemasan , ketika melihat wajah sang ibu terus memucat .
Sedangkan Wanita muda yang duduk disamping Maira terus menangisi ibu tua itu , tanpa memperdulikan luka robek di beberapa bagian tubuh nya.
Dengan perjuangan yang lumayan alot ,Akhir nya ada mobil pic up yang bersedia memberi tumpangan ..
**
Dilorong ruang tunggu IGD rumah sakit..
" Maa... " panggil gadis berkrudung dengan isakan..
Maira dan Yani mengarahkan pandangan kearah sang gadis ,
__ADS_1
" Siapa nama mu dik ?" tanya Maira.
" Rahma kak... " jawab nya..
" Aku Maira , dan itu ? " tunjuk Maira kearah Yani , " itu mbak Yani temen kakak.." .
" Kamu yang sabar ya, insyaAllah mama kamu selamat.." Sambung Maira dengan lembut memeluk tubuh Rahma..
Yani yang mendengar ucapan Maira merasa bersalah akan kejadian ini," *B**ukan ini yang aku rencanakan Tuhan nnn... ", keluh Yani dalam hati. " Siapa orang yang ingin mencelakai kami ?!" Yani berpikir dengan keras* ..
Pintu yang sedari tadi tertutup rapat kini terbuka , keluar seorang dokter Wanita..
" Keluarga pasien ibu Jamilah..?" panggil sang dokter..
Rahma melangkah kearah sang dokter, " Saya anak nya Dok !?" jawab Rahma..
pasien didalam sudah melewati masa kritis nya tapi kami masih harus mengawasi keadaan beliau karena dilihat dari usia pasien sudah sepuh " dokter menjelaskan..
" Jadi saya saran kan ibu Jamilah di rawat dulu dirumah sakit untuk beberapa hari ini.. ?! " sang dokter berkata sembari menatap kepada Dewi.
Terlihat Rahma sedang berfikir cemas, dengan terpaksa gadis berkrudung itu mengangguk pelan..
Maira dan Yani mendekat kearah Rahma , setelah sang dokter wanita itu pamit pergi..
" Aku tidak punya uang kak..!" satu kalimat yang keluar dari bibir gadis itu dengan berderai air mata..
"Kamu bisa bicarakan dulu dengan keluarga mu, sementara ini biar ibu Jamilah di rawat di rumah sakit!?" Maira mencoba memberi masukan..
Kepala gadis itu menggeleng pelan ..
" Kenapa!?" tanya bingung Yani..
" Papa pasti tidak akan mau membiayai nya!?" jawab sendu Rahma..
" Belum lagi motor yang tadi aku pinjam dari papa untuk mengantar ibu berobat rusak begitu, pastinya papa akan meminta ganti rugi sama aku kak.." Rahma meluapkan beban hidup yang ia hadapi dengan menangis sesegukan di pelukan Maira , Yani makin merasa bersalah mendengar nya, tapi.. dia pun tak mempunyai uang lebih untuk membantu gadis yang sedang menumpahkan keluh kesah nya itu..
" Aku akan membantu mu , walau mungkin tak banyak uang yang bisa kuberikan untuk biaya perawatan ibu Jamilah..!" ucapan Yani membuat Maira terharu melihat kepedulian Yani, Maira tau beban hidup Yani saja sebagai single parents dari anak satu sudah berat tapi langganaan ojol nya itu benar -benar baik hati.
" Sudah .. jangan menangis , kita harus sabar dan ikhlas menerima goresan takdir yang sudah Allah garis kan . " Ucap Maira .
" Tapi aku tak mampu kak, kakak bisa bicara seperti itu karena bukan kakak yang menjalani , !" sergah Rahma dengan nada kesal..
Maira tersenyum akan jawaban yang terlontar dari gadis didepan nya..
__ADS_1
" Tapi kamu harus tetap bersyukur Rahma, Allah memberi cobaan pasti ada maksud dan hikmah nya " Maira mencoba menjelaskan .
...🖤🖤...