QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 50 Kepergian Tama .


__ADS_3

💐💐


Ketty terbakar cemburu , melihat tatapan mata Tama terhadap Dewi yang penuh kasih.


Ketty yang kalap menarik krudung Dewi kearah depan . Kedua orang tua Tama tertegun melihat paras cantik wanita pilihan putra nya , yang ternyata lebih muda dari pada Ketty .


Tama yang melihat perlakuan Ketty membuat pria berkaca mata itu naik pitam. Dengan kasar Tama membogem para anak buah sang papa , yang menahan nya .


Dengan langkah lebar . Tama berjalan kearah Ketty , dengan tatapan mengancam - Tama mengarahkan satu jari telunjuk nya kearah Ketty Arman.


"KAUUUU.... !!" Hardik Tama .


Tama menyerukan kepada seluruh anak buah Malik , untuk tak mengarahkan pengelihatan nya kearah sang istri yang saat ini tertunduk .


"TUTUP mata kalian semua !!"


"Aku bilang TUTUP !!! " suara marah Tama . yang kali ini merasa kecolongan , bab perlakuan Ketty kepada Dewi yang tidak terpuji .


Kalau sampai kalian berani melihat istri ku , akan aku pastikan , besok pagi keluarga kalian akan mendapat surat keterangan kematian yang bertuliskan nama kalian !" Ancam Tama .


Terlihat gerakan dari para anak buah papa Jimmy yang akan menahan Tama . " JANGAN !!!" Sergah Jimmy malik.


Tama memeluk tubuh kecil Dewi dan segera menutup kepala hingga wajah Dewi dengan jas milik nya.


"Sayang kamu tidak apa -apa kan ?" tanya cemas Tama dengan memperhati kan tiap inci tubuh kecil sang istri . Dewi yang sedari tadi tertunduk langsung memeluk tubuh Tama , seolah ingin bersembunyi .


"Saya tidak apa -apa -mas !" ucap Dewi dengan posisi yang sama .


" Masuk lah ..!" Bibir pria dewasa itu berkata , namun lain dengan hati nya . Hati pria dewasa itu ingin selalu bersama wanita muda yang ada di dekapan nya kini , tatapan mata Tama - begitu dalam mengarah pada wanita didepan nya.


" Aku mencintai mu Dewi al humairah ". ucap Tama dengan mengecup lama pada kening Dewi .


"Hiks.. " Dewi tersenyum dibalik tangis nya akan ucapan yang mampu menghangat kan perasaan beserta hati sang Dewi .


" Saya pun samà mas !?" Dewi meraba wajah hingga netra berkaca mata , yang kini telah basah akan air hujan yang menerpa , dengan tatapan tak rela .


" Tepati lah janji yang sudah pernah mas Tama katakan, sesungguh nya janji itu - ibarat hutang yang harus mas lunasi !" Dewi terdiam sejenak , lalu tersenyum .


" Dan kini saya tahu . Kenapa Allah menghadirkan anda dalam cerita hidup saya . Karena dengan hadir nya anda , saya mampu jatuh cinta dalam halal untuk kedua kali nya ". Ujar Dewi .


Tama pun tersentuh akan ucapan istri kecil nya , yang kini ada dihadapan nya . Dengan melepas kan pelukan - Tama berkata..


"Aku pamit Wii , jaga dirimu baik - baik dan jaga mereka !" Sambung Tama dengan meraba perut Dewi yang tertutup piama .


"Assalamulaikum " . Ucap salam Tama seraya mengecup dalam dan lama kening Dewi sekali lagi .


"Wa'alaikum salam mas " .


Dewi meraih telapak tangan Tama , lalu mencium nya.


Ketty yang menyaksikan adegan itu menjadi kesal, dengan menghentak -hentak kan kaki .

__ADS_1


" Om- tante ...! Tama ? !"Adu Ketty .


Mama Eni dan papa Jimmy hanya terdiam seolah merasa serba salah akan masalah cinta yang dihadapi oleh Tama .


" Masuk lah nak - diluar sedang turun hujan!" ucap nasehat mama Eni yang lembut .


" Saya takut akan dosa , dosa yang timbul dari suatu rasa , rasa yang tak pernah ada puasnya akan duniawi " Batin Dewi dengan menatap tak rela pada deretan mobil mewah yang mulai meninggal kan dirinya , yang berdiri seorang diri berteman kan sepi , diiringi bunyi air hujan yang membasahi .


****


Pagi ini akan dilangsungkan acara akad nikah . Antara Tama dan Ketty .


Begitu banyak stasiun televisi yang menyiarkan berlangsungnya acara pernikahan putra pengusaha batu bara terbesar , yang job set nya telah tersebar dipelosok pedalaman - khusus nya di pulau Kalimantan Timur .


Begitu banyak tamu , para colega dan rekan bisnis yang turut mengucapkan selamat .


Tak ada raut kegembiraan dari wajah Tama kala itu , Tama hanya diam dengan menyalami para tamu silih berganti..


****


Dirumah sederhana Dewi...


"BR#NGS#KKKK.. ! Kenapa elu diam aja Wi.. !? " teriak amarah seorang Nara , namun Wanita bercadar itu hanya tertunduk diam dengan berurai air mata .


" BRAAAAAAK "suara gebrakan meja oleh Nara..


" Dewi al humairah ! JAWAB!!!" Nara emosi setelah melihat acara televisi yang menayangkan berlangsung nya pernikahan Tama dan Ketty.


"Raa... tenang kan diri elu . Dewi sedang hamil ! ..


Dewi sesekali menyaksikan acara pernikahan suaminya ditelevisi dengan derai air mata .. tanpa sadar bibir wanita muda itu bergumam..


"Mmmmass... !"ucap Dewi . Dengan tetap berusaha tegar dengan menahan air mata . Walau tak dipungkiri , Hati dan perasaan nya kali ini telah perih . Menyaksikan pria halal nya , kini sedang menghalal kan wanita lain diluar selain diri nya .


....


Nara mematikan tv ..


"Jangan dilihat, jangan el-lu lihat !! sekali lagi elu liat acara itu .. gue tidak peduli dengan elu lagi !!" ucapan Nara ditujukan untuk Dewi,


Tapi Dewi tetap memandang layar datar itu .. , Nara yang semakin jengkel dengan Dewi datang mendekati .


"Dew.. ! sudah gue bilang jangan dilihat !! " Nara dengan cepat meraih televisi led itu yang akan ia banting .


" Raaa.. jangan kesurupan begini..!! " Sergah Rosa .


Akhirnya keluarlah suara wanita berbadan kecil itu..


"Hikkksss... " tangis Dewi pecah


"M -masss Tam-ma .." panggil Dewi dengan terbata -bata menyebut nama suaminya..

__ADS_1


**


Ditempat lain..


Tama yang tengah berada di bawah panggung karena sedang menyapa para colega dan rekan bisnis nya , mendadak meraba bagian dada nya . Sekilas Tama teringat Dewi sang istri . Tama mencoba memejamkan mata merasakan bagian dada yang tiba -tiba serasa hampa.


Mama Eni yang menyadari , mulai mendekat kearah Tama ..


"Ada apa sayang , apa kamu capek ??" tanya cemas mama Eni pada Tama.


"Mungkin Maa.. Tama balik kekamar hotel dulu !" pamit Tama pada mama Eni dan disambung menyapa para tamu .


"Kenapa .. ?" tanya papa Jimmy pada istri nya.


Mama Eni hanya bisa menatap Tama yang berjalan meninggal kan pesta pernikahan nya..


"Tak apa.. ,kelihatan nya Tama kecapekan .. !"ucapan mama Eni, yang mencoba berdamai dengan batin nya sendiri.


.....


Dikamar hotel Tama melakukan panggilan telfon.


📲📲


"Haloo Tam " . Suara Tomy disebrang sana.


"Hemmm.. bagaimana ?" Tanya Tama dengan menatap jendela besar .


"Jangan elu tanya , Sudah pasti istri elu sedih ! tidak ada satu wanita yang rela suami nya menikah lagi " ucap Tomy .


"Beruntung , Dewi memiliki dua sahabat yang bisa diandal kan nya !" papar Tomy .


"Suruh anak buah lu memantau 24 jam dan memberi setiap informasi tentang istri gue dan calon anak -anak gue !" pinta Tama.


" Hmm . elu tenang saja . Bila perlu entar gue yang akan menemani Dewi ke dokter kandungan" . Sambung pria pecicilan itu.


" Thaks .. Tom.. !?" . pungkas Tama.


****


Beberapa saat kemudian dilorong kamar hotel..


"Sayang.. kenapa masi diluar..?" tanya mama Eni yang melihat Ketty berdiri sambil menghentak -hentakan kaki nya diluar kamar hotel.


"Tama tan.. !?


"Tama mengkunci pintu nya " . Adu Ketty.


Mama Eni tersenyum seraya menepuk bahu sang menantu .


"Tidur lah dikamar lain dulu ya sayang , besok biar tante yang bicara sama Tama.. !" ucap mama Eni

__ADS_1


"Baik tante !" Jawab kesal Ketty.


💐💐


__ADS_2