
๐ค๐ค
**
Kini Dewi dan si kembar duduk di ruang keluarga ,
Setelah Eni dan Jimmy selesai membersih kan diri , mereka berdua menghampiri menantu dan si kembar ..
" Kamu betah tinggal di sini nak.. ?" Tanya Jimmy dengร n menggendong Afwi dan Eni menggendong Afwa.
"Alhamdulillah betah Pa - Ma !" jawab Dewi dengan tersenyum dibalik cadar nya.
Sekilas Dewi melihat tumpukan paper bag di sebelah mama Eni yang di bawa oleh para asisten rumah tangga.
" Dewi ... mama -papa minta maaf sayang .. , karena meninggalkan kalian dirumah utama , disaat kami meminta mu dan Tama untuk
tinggal bersama kami , tapi malah kami pergi karena suatu urusan urgend di sana !" ucap sesal Eni ..
"Mama dan papa tidak perlu meminta maaf pada kami " jawab Dewi dengan ramah .
Sekilas mama Eni teringat sesuatu..
" OYA ! Mama ada hadiah buat kalian !" ucap mana Eni dan mencoba meraih suatu barang bawaan nya .
" Coba kamu buka sayang paper bag ini !?" mama Eni menyodor kan 1 paper bag kepada Dewi yang isinya beberapa kotak kecil yang diperlihat kan Eni sewaktu diperjalan tadi.
Dewi meminta izin kepada kedua mertua nya..
" Boleh Dewi buka sekarang Ma - Pa ?!" Tanya ragu Dewi.
" Buka lah Nak " jawab Jimmy
"Bismillah " ucap pelan Dewi sembari membuka perlahan isi paper bag tersebut .
" Masya Allah , ini cantik sekali Maa.. !" Ucap jujur Dewi yang melihat betapa berkilau nya benda kecil itu. ( suatu BROSS yang berbentuk B).
" Terima kasih Ma - Pa " terdengar suara wanita muda itu.
" Kamu suka nak.. ? !" Sahut Jimmy dengan tanda tanya?..
" Iya Paa.. Dewi suka !? Terima kasih Pa- Ma untuk hadiah nya " ucap sekali lagi Dewi.
Kemudian mama Eni dengan semangat nya mulai berdiri dan akan memanggil para asisten ..,
__ADS_1
ketika Eni akan berucap , Jimmy telah mendahuluinya.. dengan mengatakan..
" Kalau begitu biar dibantu kepala asisten yang akan membawa nya kekamar mu ya nak !?" saran papa Jimmy .
Dewi menggeleng pelan ..
" Tidak usah Paa.. biar Dewi saja yang nanti membawanya .. in sya Allah bisa !?" Jawab Dewi yang mengira paper bag yang berada di hadapan nya saja , tapi ternyata ..??
" Kamu yakin ! " sehut papa Jimmy
"Bisa bawa belanjaan yang dibeli mama mu seorang diri nakk..?" Tanya lalu tunjuk Jimmy pada tumpukan paper bag kemudian.
Dewi mengikuti arah yang dimaksud sang Papa mertua..
" SEMUA ITU MAA- PAA ?! " pekik Dewi dengan menatap kedua mertua nya.
" iya sayang.. mama sengaja belikan BANNNNNNYAAK hadiah buat kamu dan cucu- cucu tampan mama , nanti kalau mama keluar negeri lagi mama MA -uu ..... ? "Ucapan Eni tertahan melihat expresi mata Dewi yang mulai berkaca..
" Kamu kenapa sayanggg... ?" Tanya Eni kepada Dewi .
" Apa ada yang salah dari mama atau papa..?? " tanya khawatir Eni lagi.
" Dalam hidup ini Allah tidak akan hanya memberi kesedihan atau sebalik nya kepada setiap hamba nya, terbukti pada hari ini yang Dewi rasakan setelah resmi menjadi seorang istri Tama malik . Begitu banyak limpahan kebahagiaan yang dulu tak pernah ia rasakan dari pernikahan pertama nya bersama Chandra Abadi.
" Janji Tuhan lebih INDAH dan pasti tiada kata CELA BAGI NYA . Walau diawal cinta ini di uji akan suatu janji seorang suami ke pada hamba mu yang lain di masa lalu nya ,..
**
" Mama - papa a aa.. " ucapan Dewi tertahan beberapa detik menatap wajah mama Eni yang berada dihadapan nya ..
" Terima kasih .. " ucap Dewi dengan memeluk mama Eni yang tengah menggendong Afwa..
Mama Eni pun tersenyum dengan posisi tubuh memeluk tubuh ramping Dewi ..
" sayangggg.. jangan berterima kasih , sudah seharus nya kami memperlakukan mu seperti putri kami sejak pertama kali kamu menjadi istri dari Tama, kamu dengan tulus dan sabar mencintai nya , mendampingi putra kami Tama walau disaat itu kami belum memberi restu akan pernikahan kalian berdua !" Sahut papa Jimmy dengan nada sesal.
" Yang kami tahu , tidak mudah untuk berdiri mendampingi nya dengan setia !! Karena begitu banyak godaan wanita- wanita lain diluar sana yang SIAP menjebak dan berusaha mendapatkan Tama " ucap mama Eni dengan tulus .
" Dan terima kasih kamu sudah mau menerima putra kami yang usia nya lebih tua 10 tahun dari mu nakk.. dan segala sifat nya yang arogan dan mau menang sendiri !?! " sambung papa Jimmy dengan tersenyum menatap Dewi.
Tanpa diduga pria yang sedang menjadi topik pembicaraan itu muncul..
" APA maksud papa bicara seperti itu pada istri ku !? " terdengar suara Tama dari arah belakang Dewi ...
__ADS_1
Wajah Dewi nampak pias melihat kehadiran Tama .. , Dewi meraih tangan Tama mencium punggung tangan suami nya yang baru tiba , lalu Tama membalas dengan mencium kening sang istri.
" Kapan mama- papa kembali dari Belanda ? " tanya Tama dengan meraih tangan Eni dan Jimmy secara bergantian lalu menciumnya.
" Dua jam lalu.. " jawab Eni
**
Beberapa waktu berikutnya Tama dan Dewi beralih tempat..
Di dalam kamar , Tama melihat tumpukan paper bag yang berada didalam kamarnya , Dewi yang paham dengan pikiran sang suami mencoba menjelaskan ..tapi belum juga Dewi menjelaskan Tama telah bergumam..
" Mama tidak pernah berubah !? " gumam Tama yang masih bisa di dengar Dewi.
Lalu Dewi pun ikut melihat tumpukan tersebut.. dengan tatapan sendu lalu berkata..
" Untuk Afwa dan Afwi mass... ! " sahut Dewi sembari melepas dasi dari kemeja Tama.
Tama memperhatikan wajah sang Dewi , pria tinggi itu merasa ada yang tak biasa pada diri sang istri .
Setelah selesai membantu Tama , Dewi yang akan turun dari kursi kecil yang menjadi pijakkan nya, ketika memasang kan dasi Tama yang akan pergi keperusahaan , Dewi dengan perlahan membalikkan tubuh nya namun dengan cepat Tama meraih pinggul sang istri , hal itu membuat tubuh Dewi dan Tama menjadi saling berhadapan , Tama mengarahkan kedua tangan Dewi agar melingkar dileher pria tinggi itu, lalu tangan Tama melingkar dipinggul ramping Dewi ..
" Apa yang kamu pikirkan, HMMM ?!!" Tanya Tama kepada Dewi yang berada dihadapan nya
" Suami - Istri harus saling terbuka !" Nasehat Tama lalu mencubit pipi Dewi yang tak tertutup cadar.
Sedetik berikut nya Dewi mengarahkan pandangan nya kepada sang suami dewasanya ,..
" Saya tidak bisa menolak pemberian Mama dan Papa mas? Saya takut menyinggung perasaan beliau !" Ucap Dewi kemudian dengan sendu.
Lalu Tama pun tersenyum lega ..
" Itu masalah nya ?!" Lanjut Tama sembari memeluk istri kecil nya yang memiliki kepribadian yang sederhana.
" Saya takut mas ..! " ucap Dewi dengan mengarahkan pandangan nya kearah tumpukkan paper bag..
" Pakaian - pakaian itu nantinya akan DI**HISAB** mas, karena tidak mungkin akan terpakai semua !?" Jelas Dewi dengan lembut agar suami dewasa nya itu paham.
Tama mencoba mencerna perkataan sang istri kecilnya , dengan segala kesederhanaan yang melekat pada diri Dewi.
"Nanti biar mas yang bicara ke Mama ..!" Ucap Tama dengan merapikan anak rambut Dewi yang tak tertutup krudung.
" Terima kasih mas " terlihat senyum mengembang dibibir istri kecil nya.
__ADS_1
" HMM " sahut Tama dengan menyatukan kening nya kearah kening Dewi dengan agak membungkuk ๐.
๐ค๐ค