QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 87 DIHISAB


__ADS_3

๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค


**


Kini Dewi dan si kembar duduk di ruang keluarga ,


Setelah Eni dan Jimmy selesai membersih kan diri , mereka berdua menghampiri menantu dan si kembar ..


" Kamu betah tinggal di sini nak.. ?" Tanya Jimmy dengร n menggendong Afwi dan Eni menggendong Afwa.


"Alhamdulillah betah Pa - Ma !" jawab Dewi dengan tersenyum dibalik cadar nya.


Sekilas Dewi melihat tumpukan paper bag di sebelah mama Eni yang di bawa oleh para asisten rumah tangga.


" Dewi ... mama -papa minta maaf sayang .. , karena meninggalkan kalian dirumah utama , disaat kami meminta mu dan Tama untuk


tinggal bersama kami , tapi malah kami pergi karena suatu urusan urgend di sana !" ucap sesal Eni ..


"Mama dan papa tidak perlu meminta maaf pada kami " jawab Dewi dengan ramah .


Sekilas mama Eni teringat sesuatu..


" OYA ! Mama ada hadiah buat kalian !" ucap mana Eni dan mencoba meraih suatu barang bawaan nya .


" Coba kamu buka sayang paper bag ini !?" mama Eni menyodor kan 1 paper bag kepada Dewi yang isinya beberapa kotak kecil yang diperlihat kan Eni sewaktu diperjalan tadi.


Dewi meminta izin kepada kedua mertua nya..


" Boleh Dewi buka sekarang Ma - Pa ?!" Tanya ragu Dewi.


" Buka lah Nak " jawab Jimmy


"Bismillah " ucap pelan Dewi sembari membuka perlahan isi paper bag tersebut .


" Masya Allah , ini cantik sekali Maa.. !" Ucap jujur Dewi yang melihat betapa berkilau nya benda kecil itu. ( suatu BROSS yang berbentuk B).


" Terima kasih Ma - Pa " terdengar suara wanita muda itu.


" Kamu suka nak.. ? !" Sahut Jimmy dengan tanda tanya?..


" Iya Paa.. Dewi suka !? Terima kasih Pa- Ma untuk hadiah nya " ucap sekali lagi Dewi.


Kemudian mama Eni dengan semangat nya mulai berdiri dan akan memanggil para asisten ..,

__ADS_1


ketika Eni akan berucap , Jimmy telah mendahuluinya.. dengan mengatakan..


" Kalau begitu biar dibantu kepala asisten yang akan membawa nya kekamar mu ya nak !?" saran papa Jimmy .


Dewi menggeleng pelan ..


" Tidak usah Paa.. biar Dewi saja yang nanti membawanya .. in sya Allah bisa !?" Jawab Dewi yang mengira paper bag yang berada di hadapan nya saja , tapi ternyata ..??


" Kamu yakin ! " sehut papa Jimmy


"Bisa bawa belanjaan yang dibeli mama mu seorang diri nakk..?" Tanya lalu tunjuk Jimmy pada tumpukan paper bag kemudian.


Dewi mengikuti arah yang dimaksud sang Papa mertua..


" SEMUA ITU MAA- PAA ?! " pekik Dewi dengan menatap kedua mertua nya.


" iya sayang.. mama sengaja belikan BANNNNNNYAAK hadiah buat kamu dan cucu- cucu tampan mama , nanti kalau mama keluar negeri lagi mama MA -uu ..... ? "Ucapan Eni tertahan melihat expresi mata Dewi yang mulai berkaca..


" Kamu kenapa sayanggg... ?" Tanya Eni kepada Dewi .


" Apa ada yang salah dari mama atau papa..?? " tanya khawatir Eni lagi.


" Dalam hidup ini Allah tidak akan hanya memberi kesedihan atau sebalik nya kepada setiap hamba nya, terbukti pada hari ini yang Dewi rasakan setelah resmi menjadi seorang istri Tama malik . Begitu banyak limpahan kebahagiaan yang dulu tak pernah ia rasakan dari pernikahan pertama nya bersama Chandra Abadi.


" Janji Tuhan lebih INDAH dan pasti tiada kata CELA BAGI NYA . Walau diawal cinta ini di uji akan suatu janji seorang suami ke pada hamba mu yang lain di masa lalu nya ,..


**


" Mama - papa a aa.. " ucapan Dewi tertahan beberapa detik menatap wajah mama Eni yang berada dihadapan nya ..


" Terima kasih .. " ucap Dewi dengan memeluk mama Eni yang tengah menggendong Afwa..


Mama Eni pun tersenyum dengan posisi tubuh memeluk tubuh ramping Dewi ..


" sayangggg.. jangan berterima kasih , sudah seharus nya kami memperlakukan mu seperti putri kami sejak pertama kali kamu menjadi istri dari Tama, kamu dengan tulus dan sabar mencintai nya , mendampingi putra kami Tama walau disaat itu kami belum memberi restu akan pernikahan kalian berdua !" Sahut papa Jimmy dengan nada sesal.


" Yang kami tahu , tidak mudah untuk berdiri mendampingi nya dengan setia !! Karena begitu banyak godaan wanita- wanita lain diluar sana yang SIAP menjebak dan berusaha mendapatkan Tama " ucap mama Eni dengan tulus .


" Dan terima kasih kamu sudah mau menerima putra kami yang usia nya lebih tua 10 tahun dari mu nakk.. dan segala sifat nya yang arogan dan mau menang sendiri !?! " sambung papa Jimmy dengan tersenyum menatap Dewi.


Tanpa diduga pria yang sedang menjadi topik pembicaraan itu muncul..


" APA maksud papa bicara seperti itu pada istri ku !? " terdengar suara Tama dari arah belakang Dewi ...

__ADS_1


Wajah Dewi nampak pias melihat kehadiran Tama .. , Dewi meraih tangan Tama mencium punggung tangan suami nya yang baru tiba , lalu Tama membalas dengan mencium kening sang istri.


" Kapan mama- papa kembali dari Belanda ? " tanya Tama dengan meraih tangan Eni dan Jimmy secara bergantian lalu menciumnya.


" Dua jam lalu.. " jawab Eni


**


Beberapa waktu berikutnya Tama dan Dewi beralih tempat..


Di dalam kamar , Tama melihat tumpukan paper bag yang berada didalam kamarnya , Dewi yang paham dengan pikiran sang suami mencoba menjelaskan ..tapi belum juga Dewi menjelaskan Tama telah bergumam..


" Mama tidak pernah berubah !? " gumam Tama yang masih bisa di dengar Dewi.


Lalu Dewi pun ikut melihat tumpukan tersebut.. dengan tatapan sendu lalu berkata..


" Untuk Afwa dan Afwi mass... ! " sahut Dewi sembari melepas dasi dari kemeja Tama.


Tama memperhatikan wajah sang Dewi , pria tinggi itu merasa ada yang tak biasa pada diri sang istri .


Setelah selesai membantu Tama , Dewi yang akan turun dari kursi kecil yang menjadi pijakkan nya, ketika memasang kan dasi Tama yang akan pergi keperusahaan , Dewi dengan perlahan membalikkan tubuh nya namun dengan cepat Tama meraih pinggul sang istri , hal itu membuat tubuh Dewi dan Tama menjadi saling berhadapan , Tama mengarahkan kedua tangan Dewi agar melingkar dileher pria tinggi itu, lalu tangan Tama melingkar dipinggul ramping Dewi ..


" Apa yang kamu pikirkan, HMMM ?!!" Tanya Tama kepada Dewi yang berada dihadapan nya


" Suami - Istri harus saling terbuka !" Nasehat Tama lalu mencubit pipi Dewi yang tak tertutup cadar.


Sedetik berikut nya Dewi mengarahkan pandangan nya kepada sang suami dewasanya ,..


" Saya tidak bisa menolak pemberian Mama dan Papa mas? Saya takut menyinggung perasaan beliau !" Ucap Dewi kemudian dengan sendu.


Lalu Tama pun tersenyum lega ..


" Itu masalah nya ?!" Lanjut Tama sembari memeluk istri kecil nya yang memiliki kepribadian yang sederhana.


" Saya takut mas ..! " ucap Dewi dengan mengarahkan pandangan nya kearah tumpukkan paper bag..


" Pakaian - pakaian itu nantinya akan DI**HISAB** mas, karena tidak mungkin akan terpakai semua !?" Jelas Dewi dengan lembut agar suami dewasa nya itu paham.


Tama mencoba mencerna perkataan sang istri kecilnya , dengan segala kesederhanaan yang melekat pada diri Dewi.


"Nanti biar mas yang bicara ke Mama ..!" Ucap Tama dengan merapikan anak rambut Dewi yang tak tertutup krudung.


" Terima kasih mas " terlihat senyum mengembang dibibir istri kecil nya.

__ADS_1


" HMM " sahut Tama dengan menyatukan kening nya kearah kening Dewi dengan agak membungkuk ๐Ÿ˜.


๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค


__ADS_2