
💐💐
Tama melepas kan bibir Dewi dan menarik tubuh Dewi kebelakang tubuh Tama.
"Dew.. sini !" Panggil Nara dengan emosi.
Dewi mencengkram kemeja belakang Tama , Tama meraih krudung Dewi beserta cadar yang tergeletak di sofa , Tama lantas membalikan tubuh nya menghadap Dewi mencoba membantu mengikat cadar dan membantu mengenakan krudung milik Dewi.
"Mass... Tama , mbak Nara ...!?" Tatapan memohon Dewi kepada suaminya.
"Tidak apa- apa.. ada aku !" ucap Tama sembari mencubit pipi Dewi yang telah tertutup cadar.
Nara melangkah masuk dan hendak menghampiri Dewi , namun sayang Alex menghadang langkah Nara.
"Biar kan mereka berdua ,kita lain kali saja kesini !" ucap Alex ke pada Nara dan Rosa disertai tatapan tajam ke pada Nara , hingga membuat Nara mengurungkan niat nya dengan pikiran kekecewaan terhadap Dewi dan hendak meninggal kan Dewi yang bersembunyi dibelakang pria berbadan tinggi tersebut.
Namun suara Dewi membuat wanita kasar seperti Nara berhenti melangkahkan kaki jenjang nya.
"Mbak Ra mbak Rosa.. tunggu.. !?" Ucap Dewi sesegukan.
" Jangan pergi ?!" ucap memohon Dewi .
Nara mencoba mambalikkan tubuh nya ke arah Dewi..
"Gue .. marah Dew.. sangat amat marah !"ucap Nara dengan nada tinggi.
" elu lebih memilih bersama pria dewasa itu dari pada bersama kami sahabat elu..!!" kali ini Nara yang menitih kan air mata " Dan apa yang elu lakuin barusan..?! HAHH.. APA DEW.. !!! " Teriak Nara kepada Dewi dengan menyunggingkan bibir keatas.
" Elu lebih hina dari pada gue , elu bercumbu dengan pria yang lebih tua dari pada elu Dew.. !?" Perkataan Nara dengan luapan emosi.
"Gue salah mengenal elu Dew .. gue SALAH hhhh !?" Ungkapan kekecewaan seorang Nara dengan nada frustasi.
" elu gak ada beda nya dari pada gue " sambung Nara dengan memejamkan mata, Rosa melihat guratan kekecewaan mendalam dari diri Nara terhadap Dewi
" Yang membedakan gue terang terangan , sedangkan elu ..?" ucapan Nara tertahan .. elu berkedok pakaian tertutup elu Dew dan wajah polos elu yang menipu ..
Tama geram dengan tuduhan Nara kepada istri nya yang sedang menangis dihadapan kedua sahabat nya kini.
Rosa terbelalak atas ucapan Nara terhadap Dewi, dengan melangkah kan kaki nya , Rosa ...
"PLAKKK... " Rosa menampar pipi Nara.
Nara menyentuh pipi kanan nya yang ditampar Rosa , lalu Nara perlahan mengarahkan wajah nya yang tadi tertunduk kesamping kiri , kini mengarah kan pandangan nya pada Rosa didepan nya. Dengan tatapan marah , Nara berpikir Rosa telah berpihak pada Dewi.
"Lu..!! " tunjuk Nara pada Rosa.
__ADS_1
"Jaga bicara mu Raa..!" Sergah Rosa .
"Mbak Ra.. saya minta ma.af sebelum nya ,karena belum menceritakan hal ini pada kalian berdua " dengan memegang tangan kedua sahabat nya Dewi berderai air mata " Pak Tama adalah suami Dewi mbak.. !" Akhirnya bibir wanita muda bercadar itu berkata dengan linangan air mata ,
Nara sontak terkejut setelah mendengar pernyataan Dewi barusan , Nara memandang lekat mata Dewi yang berair , " elu sudah menikah lagi Dew..?" kali ini Nara meraih pipi Dewi dan menangkup pipi bocah kesayangan nya itu ,dan lekas menarik tubuh Dewi kedalam peluakan Nara,
"Kenapa elu baru cerita , kenapa...!?" ucap sesal Nara dengan tetap memeluk Dewi dan diikuti Rosa .
Tama dan Alex menatap ketiga wanita didepan nya yang sedang berpelukan , namun Tama dengan cepat menarik tubuh Dewi dari Nara dan Rosa.
"Jangan lama- lama memeluk istri gue entar anak- anak gue sesak karena ulah kalian..!" ucap Tama sembari mengusap air mata Dewi, dan mengecup kening Dewi.
"Tam.. elu serius ..?!" tanya Alex terkejut mendengar pernyataan Tama barusan.
" Serius apa dulu ?? " Senyuman jahil Tama pada Alex
"Ucapan elu barusan Tammm...!" tanya penasaran Alex dan di ikuti tatapan tak percaya dari Rosa dan Nara pada Tama , pasalnya seperti yang diketahui Nara dan Rosa , bahwa dokter menyatakan kalau wanita muda bercadar itu tak bisa mengandung akibat mandul.
"Gue serius an , Dewi hamil anak- anak gue.. !" dengan senyum bangga dari bibir Tama yang terus mengembang.
" WAHHHHH.. GILA tokcer juga lo!" ucap alex dengan melayangkan pukulan ringan pada pundak Tama.
"CK.. tentu.. tidak usa elu pertanyakan lagi keunggulan nya!" Sambung Tama dengan angkuh.
" Dewww... !" panggil Rosa.. ,
Nara memeluk Dewi ..
"Selamat Dew.. selang beberapa saat Nara menarik tubuh nya yang memeluk Dewi,
" elu akan mendapat kan kebahagian dari keluarga yang utuh " ucap Nara sendu.
**
"Kalau gitu kita -kita balik dulu ya Dew !?" Pamit Rosa.
Nara beralih menatap Tama,
"Ma.af .. soal yang tadi " ucap Nara tulus.
" Ya .. gue paham !" jawab Tama dengan memeluk Dewi.
" Tapiiii..?!" Sergah Tama , akan tetapi Dewi lebih dulu menimpali ucapan Tama.
" Mas .. mbak Nara uda ditunggu mbak Rosa dan mas Alex !" Lanjut Dewi sembari meremas lengan Tama.
__ADS_1
Kemudian Nara pun mengucap kan salam ..
"Assalamualaikum Dew.. " Dengan berlalu.
"Wa'alaikum salam mbak " jawab Dewi dengan lega.
**
Didalam rumah Dewi..
Dewi yang hendak menutup pintu kamar ditarik oleh Tama .
" kamu kenapa sayang..?" tanya Tama heran .
" Saya takut mas akan cerita tentang pernikahan mas Tama besok kepada mbak Nara, dan saya tidak mau mereka menerima kabar yang mengejutkan dua kali dari pernikahan ini !?" ucap sedih Dewi.
Tama meraih dagu Dewi..
"Apa yang kamu takut kan hemm..!?" tanya Tama.
" Kalau kamu mau aku akan membatal kan pernikahan ini,dan menerima konsekwensi nya , bagi ku adalah kamu Wi.. kamu sayang .. !?" dengan mengecup kening Dewi .
"Apa lagi sekarang ada dua buah cinta kita di disini " tunjuk Tama pada perut Dewi yang masih terlihat rata.. Tama menduduk kan Dewi di bibir ranjang lalu Tama duduk dilantai dengan lutut sebagai tumpuhan nya.
"Sehat -sehat anak- anak papa , jaga mamm !?"ucapan Tama tepotong oleh prkataan Dewi..
"Umma .. mas !" sambung Dewi.. , Tama mengeryitkan dahi mendengar celetukan istri kesayangan nya.
"UMMA ?!" Ucap Tama binggung. Lalu Dewi tersenyum akan tingkah suami nya .
" Umma itu arti nya ibu ?!" Jelas Dewi dengan senyuman .
"YAA.. berarti aku ABI.. ?!" Sambung Tama dengan senyam senyum kikuk.
Kemudian mereka berdua tertawa bahagia di dalam kamar.. setelah nya Dewi diam sesaat dan menatap Tama..
" Tidak harus maassss.. " jawab Dewi sembari merabah wajah Tama , hidung ,bibir dada Tama dan menatap Tama dengan rasa tak rela.
"Sayangggg.. " kali ini Tama beralih duduk disamping Dewi dan mengecup bibir ranum Dewi.
" Tidur lah !" Ucap Tama pada Dewi..
"Aku akan menjaga dan menemanimu .." ucapan Tama kali ini begitu halus.. dengan mengusap usap rambut Dewi dan akhir nya istri kecil Tama tertidur.
Tama meraih ponsel dan mengaktifkan nya kembali.
__ADS_1
Dilihat nya layar ponsel milik Tama begitu banyak panggilan tak terjawab dari Tomy- Willy ada juga notifikasi email dari rekan bisnis nya.
💐💐