
Sampai di kos, aku melihat penghuni kos pada berkumpul di ruang tv. Gio mengajakku menghampiri mereka.
"Hei... Ada penghuni baru nih ! Kenalin namanya Vania, asalnya dari Surabaya", Gio memperkenalkan aku pada mereka.
Ada empat orang di sana, dua cewek dan dua cowok. Aku salami satu persatu.
"Bening pisan cuy.....! gue Randy".
"Halo....gue Steve"
"Kenalin... Mona"
"Sinta"
"Hebat si Gio ! Gerakannya secepat kilat", celetuk Randy
"Kalo nggak cepet entar keburu lo sambet....", sahut Gio.
"Kalau keduluan terus kayak gini, kapan masa jomblo gue expired ya...?", celetuk Randy sambil garuk-garuk kepala, tapi yang lain malah ketawa.
"Makanya lo harus belajar dari Gio !" komen Steve.
"Kalo gue terawang kayaknya lo bakal jomblo sampai umur 60 deh..... ", ledek Sinta
"Jahat bener tuh mulut !! Ya Tuhan.... tolonglah Randy, ya Tuhan...", Randy akting melas sambil berdoa..
Semua pada ngakak ngeliat wajah dan ekspresi Randy.
"Ngomong-ngomong dari mana kalian?" tanya Mona.
__ADS_1
"Jalan-jalan", jawab Gio singkat.
"Luar biasa ! Baru juga kenal sudah langsung jalan, gue beneran harus berguru ama lo! Gio.... Please be my coach", celetuk Randy, yang membuat semua orang ngakak lagi.
"Ini pertama kalinya Vania ke Jogja, jadi sebagai teman yang baik ya gua ajak jalan, gua kenalin dia sama Jogja", Gio menjelaskan.
"Vania, besok malam kita dinner, yuk....", ajak Randy yang langsung ngakak karena dipelototi Gio.
"Vania kan udah lo ajak jalan hari ini, jadi besok biar gue yang ajak dia makan gudeg, makanan khas Jogja. Mau ya, Van.... ", ajak Randy lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan macem-macem !!", ancam Gio sambil menaik turunkan alisnya.
Temen-temen yang lain pada
ketawa ngeliat ulah Gio dan Randy.
"Asyiik ! Lo tau aja gue laper, tq bro", kata Steve.
"Thank you, Gio.... Yummy!", kata Sinta sambil mengacungkan jempolnya
"Thanks Gio", ucap Mona sambil memilih donat.
"Lo emang baik, bro... thanks ya", puji Randy sambil mencomot donat.
"Gua bawa makanan aja lo baru bilang gua baik. Dari dulu juga gua orangnya baik, lo nya aja yang nggak peka", sahut Gio.
"Nyesel gue muji lo Gio ! Lagi pula ngapain gue peka sama lo ? idih najis!! Mending gue pekanya sama Vania, Sinta atau Mona... "
"Masalahnya di antara kita bertiga nggak ada tuh yang mau lu peka sama kita", Mona ikutan ngeledekin Randy.
__ADS_1
"Mon... lo ngomong gitu ati-ati kualat!! Entar malah lo yang jadi istri gue!", sahut Randy
"Amiiinn....", sahut Sinta, Steve dan Gio kompak.
"Kok diamini ?", tanya Mona dengan cemberut
"Segala sesuatu yang baik kan memang harus diamini.... Lagi pula bikin temen seneng kan berkah buat kita", jawab Sinta sambil mengedipkan matanya ke Mona yang keliatan kesel.
"Lo tuh ya....! ", Mona mencubit Sinta beberapa kali
"Sakit...hoeyy!! ", jerit Sinta sambil cengingisan
"Udah ! udah! Kita nyanyi lagi yuk...", kata Steve menengahi sambil mulai memetik gitar.
Aku melangkah ke dapur, menyimpan barang-barang yang kami beli tadi di kulkas. Gio menghampiriku, "Nih, sementara barang kita pakai label nama aku aja, aku punya banyak", Gio memberiku label namanya untuk di tempel di barang belanjaan kami.
Kata Gio, "Sebenernya kalo nyimpan barang di kulkas nggak usah takut hilang, karena sampai saat ini belum pernah ada kejadian barang hilang, tapi kalau ketuker pernah. Makanya kalau mau nyimpan barang di kulkas dapur sebaiknya diberi nama".
"Oke", jawabku sambil menempelkan lebel nama Gio di semua barang yang kita beli tadi.
**********
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Ikuti kelanjutan ceritanya....😄😊😍
Semoga kalian suka. ❤❤❤
Aku tunggu like nya ya 👍👍👍
__ADS_1