
Dari kemarin sampai pagi ini aku nggak ngeliat keberadaan Gio. Sepertinya semalam dia nggak pulang, di bawah juga nggak keliatan mobilnya. Ah.. biarlah! Biar dia mencari kejelasan dan kebenaran dari masalah yang kita hadapi saat ini.
Hari ini aku kembali bekerja. Aku mau beraktivitas supaya nggak terus-terusan mikirin problem yang ada. Aku sudah capek galau dan nangis. Aku nggak mau terkungkung dengan pikiran yang keruh ini. Aku nggak mau stress.
Iseng, aku ke ruangan hrd untuk menemui pak Alex.
"Siang, pak", sapaku
"Selamat siang", jawab pak Alex.
"Maaf ganggu, pak. Saya mau nanya, kalau seandainya saya minta dipindah ke kantor cabang yang lain apa bisa?", tanyaku.
"Memang kenapa? Kamu nggak betah di sini?", tanya balik pak Alex
"Bukan, pak. Saya cuma pengen tau aja".
"Kalau memang ada permintaan untuk mutasi itu bisa aja, selama kantor cabang yang kamu inginkan itu memang butuh orang dan harus ada acc dari supervisor kamu, karena dia yang bisa memastikan kerjaan kamu ada yang handle atau nggak".
"Gitu ya, pak.... Pak kalau boleh tau kantor mana yang perlu tambahan karyawan? "
"Setahu saya kantor pusat yang di Surabaya lagi butuh. Kalau kamu minat, kamu bisa mengajukan ke saya, nanti saya sampaikan ke kantor pusat".
" Kebetulan kalau di Surabaya, karena orangtua saya kan tinggal disana. Terimakasih pak informasinya. Saya akan pikirkan dulu".
__ADS_1
"Iya kamu pikirkan baik-baik ! Jangan lupa nanya ke sipervisor kamu, ya... ", pak Alex menasehati dan mengingatkan aku.
Aku sengaja menanyakan hal ini, untuk berjaga-jaga. Seandainya ada hal buruk yang terjadi antara aku dan Gio, aku nggak mau tetap tinggal di Jogja, apalagi tetap satu kos dengan Gio. Aku memilih untuk pindah ke kantor cabang lain.
Saat jam pulang hampir tiba, kerjaanku sudah beres semua. Aku menengok ke meja bu Nita, ternyata beliau juga sudah beres-beres mejanya. Artinya aku bisa ngomong nih....
"Bu, saya mau nanya boleh? "
"Nanya apa? "
"Bu, kalau saya mengajukan untuk pindah ke kantor cabang lain apa bisa? "
"Kamu mau pindah? Pindah ke mana? Memang kamu sudah nggak betah di sini? ", bu Nita memberondongku dengan pertanyaan.
"Hm.... sebenernya berat juga. Bagian yang kamu handle itu kan kerjaannya lumayan banyak. Tapi kalau memang itu kemauan kamu, saya ijinkan. Karena bagian kamu itu yang pegang kan tiga orang. Palingan nanti Samuel sama Sinta bakal sedikit lebih sibuk dari biasanya", jawab bu Nita.
"Kalau gitu saya bakal pikirkan lagi, bu. Dalam beberapa hari akan saya beri kepastiannya".
"Tunggu tunggu... beri saya alasan kenapa kamu pengen pindah? "
"Saya pengen pindah ke kantor yang di Surabaya, bu karena orangtua saya kan tinggal di sana", kataku memberi alasan bohong, sebab nggak mungkin juga aku aku memberi alasan yang sebenarnya.
"Oke... Silahkan dipikirin gimana baiknya buat kamu. Semoga kamu nggak jadi pindah", jawab bu Lani.
__ADS_1
Aku mengangguk sambil tersenyum, "Terimakasih, bu", jawabku.
Ah... Leganya hatiku. Aku mendapat jawaban yang positif dari pak Alex maupun bu Vita.
"Kamu ngomongin apa, sama bu Nita? ", tanya Sinta begitu aku balik.
"Cuma nanya-nanya aja masalah kerjaan", jawabku. Sori Sin, saat ini aku nggak bisa cerita yang sebenernya...
Lagi-lagi aku bohong. Hari ini aku sudah berbohong pada tiga orang. Pada pak Alex, bu Nita dan sekarang Sinta. Maaf semuanya... maafkan aku.
Untuk menghadapi kelanjutan dari masalahku dan Gio, aku sudah menyiapkan plan A dan plan B. Plan A, aku tetap bersama Gio dan akan tetap bekerja di kantor Jogja. Plan B, kita pisah dan aku kembali ke Surabaya, bekerja di kantor pusat.
Meski aku sudah punya dua plan, tapi aku tetap berharap yang akan aku terapkan nanti adalah plan A. Jujur aku nggak pengen pisah sama Gio, aku pengen tetap bisa menikah dan menua bersamanya.
"Tuhan tolong aku, tolong kabulkan keinginanku... Jangan pisahkan Gio dariku. Amin"
**********
Hai readers....
Gimana? Suka nggak sama cerita novel RASA ITU ADA? ikuti tetus kelanjutan ceritanya, ya.... Jangan lupa aku tunggu komen, vote dan like nya.
Makasih.... 🙏
__ADS_1
Salam 🙋😍