
Hari ini aku sampe kantor agak siang, jam 08.27, mepet ya... Gara-gara tanpa sengaja aku nyenggol cangkir yang masih sisa 1/4 susu coklat, baju putihku ketumpahan , jadinya aku harus ganti baju dulu. Itu yang bikin lama.
Aku segera menuju ke mejaku. Setumpuk file sudah nangkring di sana. "Hei Sis.. ", sapaku.
"Halo dek.... ", balas Siska
"Dek? "
"Kan umur kamu setahun di bawahku, jadi kan bener aku panggil kamu adek. Aku kakaknya. Nanti kita panggil Fani kakak tua, kan dia paling tua di antara kita bertiga, dia dua tahun di atasku", jelas Siska sambil ngakak
"Hahaha.... iseng kamu !! Gimana sewotnya Fani kalo denger panggilan kita untuk dia.... "
"Palingan manyun, ngomel-ngomel.... biarin aja paling juga cuma sebentar sudah baik lagi... haha. ", jawab Siska
"Hei kalian!! Pagi-pagi sudah ngakak! Buruan kerja! Tuh kerjaan kalian sudah aku tumpukin di meja !", teriak Samuel sambil nyengir.
"Heran deh... sirik banget ngeliat orang seneng", sahut Siska cemberut.
Aku cuma tersenyum aja ngeliat mereka, "Eh, btw, emang bener kerjaan kita banyak hari ini ! Ayo buruan kita mulai kerja ", ajakku.
"Iya.... Ayo kerja ! Semangat !" sahut Siska
"Semangat !", balasku
Kami pun mulai sibuk dengan pekerjaan kami.
Jam 09.00, bu Nita menghampiri Siska, "Sis, kamu ikut saya rapat, karena Helen tidak masuk hari ini. Siapkan file laporan pembelian tiga bulan terakhir. Berkas-berkas di meja kamu, titipkan ke Vania", kata bu Nita dengan tegas."Van, kalau kerjaan kamu sudah selesai dan Siska belum balik, kamu bantu Siska, ya...!"
"Baik, bu", jawabku
Waktu cepat berlalu...tanpa aku sadari temen-temen seruangan sudah pada keluar istirahat, aku tengok jam dinding 12.20. Mau keluar makan, kok males.... Siska rapat, Fani lagi ada kerjaan ketemu klien di luar kantor. Jalan sendiri nggak banget. Enaknya aku minta tolong ob aja untuk beli makanan, pikirku.
__ADS_1
Aku baru berdiri dari duduk, saat ada yang membuka pintu dan bersuara dengan nyaring, siapa lagi kalo bukan Siska. "Vania.... kamu belum makan kan? Nih... ada gurami bakar kesukaanmu untuk makan siang".
"Dari mana kamu tahu aku suka gurami bakar? " tanyaku bingung
"Sudah makan aja ! Nggak usah banyak nanya! Nikmati aja your favourite food ! dijamin yummy puol !!! "
"Thank you, Sis. Ayo kita makan bareng !", ajakku.
"Itu buat kamu, aku sudah makan di resto tadi setelah meeting".
Mengingat perut sudah keroncongan dan menunya kesukaanku, langsung aja aku buka dos makananan yang dibawa Siska.
"Beneran nih nggak mau Sis? cicip -cicip juga nggak mau? ", tanyaku.
"Nggak ! Asal kamu tau ya, aku tadi makannya bareng sama para bos, menunya lebih banyak, makannya juga lebih puas", jawab Siska sok pamer
"O.. Gitu !!.Ok, mulai besok kalo aku keluar makan siang sama Fani kamu nggak usah ikut ! Kamu makan aja bareng bos-bos itu !", sahutku ketus.
"Hahaha.....Aku juga, kok", kataku sambil menyuap. "Hmmm uenak pollll!! ", aku mengunyah sambil merem melek.
"Hahaha... norak!!! lebay!!! ", ejek Siska sambil ngakak.
Selesai makan, waktu istirahat masih tersisa 8 menit. Aku dan Siska kembali ke meja, tapi kami masih melanjutkan obrolan.
"Van, kamu sama pak Rico dulu itu temen deket ya?", tanya Siska.
Aku mengangguk, "Memang kenapa?"
"Asal kamu tau aja ya... yang mesen dan bayar makan siang kamu itu pak Rico, aku cuma dititipi aja".
"Hah? Kok kamu nggak bilang? Kan aku jadi nggak enak, Sis ! "
__ADS_1
" Idiih.. soknya!! Sudah dimakan abis..... bilang nggak enak ! Kalo nggak enak kenapa tadi nggak kamu kasih kucing aja ?", ledek Siska sambil nyengir
"Siska.....aku serius !".
"Aku juga....Pak Rico itu baik, Van, dia bilang kamu tuh pas sma temen deket dia, terus dia nitip makanan itu, katanya itu menu kesukaan kamu. Nah... denger gitu masak aku tolak ? Tadi dia juga nanya nomer hp kamu".
"Kamu kasih? ", tanyaku
"Ya jelaslah ! Aku mana bisa nolak permintaan orang baik dan ganteng kayak pak Rico", jawab Siska sambil nyengir dan mengedipkan sebelah matanya. "Pak Rico itu paket komplit, Van... masih muda, baik, mapan, ganteng dan yang paling penting... masih sendiri".
"Keliatannya kalian akrab ya... sampe kamu tau segitunya tentang dia".
"Jealous, nih ye......? ! Bau-baunya ada cerita lama yang belum kelar ya, Van?", ledek Siska
"Apaan sih ! Sembarangan ! " Aku mencoba ngeles. Untuk menghindari Siska tambah kepo, maka aku bilang, "Ayo kerja! Kerja! laporan pembelian ini harus diserahkan ke bu Nita sebelum jam 4 sore".
"Ah Siyaaaap... ", jawab Siska niru gaya salah seorang youtuber.
Untung Siska nggak nanya-nanya lagi. Jujur, aku beneran nggak nyangka dengan kejadian barusan ini. Setelah sekian tahun kok Rico masih inget makanan kesukaanku ya ?
Ah...! biasa aja kali, Van! Itu cuma kebetulan dan bukan hal yang istimewa !. Nggak usah ge-er! Suara hatiku mengingatkan.
**********
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti kelanjutan ceritanya....😄😊😍
Aku tunggu komen dan like kalian 👍👍👍
__ADS_1
Salam.... 🙋