
Hari ini hari Minggu, tapi aku tetap aja jam 5 sudah bangun, penghuni kos yang lain pasti masih tidur.
Bahan makanan di kulkas sudah habis. Tidak ada yang bisa dimasak. Aku berniat keluar, nyari makanan buat sarapan. Di sekitar kos kalau hari Minggu pagi banyak warmob dadakan.
Aku menoleh ke jam dinding, masih pagi, masih jam 05.10, jam segini mami sudah bangun, aku telpon mami ah... pengen cerita tentang kemaren, kususnya tentang Gio. Kami telpon sekitar 20 menitan.
Selesai telpon kakiku melangkah menuju tangga tapi..., "Pagi pacar.... kok sudah rapi, mau ke mana? "
"Mau keluar cari makanan".
"Salam ku kok nggak dibales sih,Van.... ", kata Gio
"Iya, selamat pagi pacar... ", aku ikutan lebay deh jadinya.
"Gitu dong ! Punya pacar itu harus diakui", Gio tersenyum senang.
"Yang, kamu mau keluar kok nggak ngajak aku? Nggak inget ya udah punya pacar? ", goda Gio
"Kan kamunya masih tidur"
"Sok tau ! ", Gio mencubit pelan hidungku, "Nih buktinya aku udah bangun. Lain kali ketuk kamar aku atau telpon aku dulu. Selama ada aku, jangan pergi sendirian".
"Iya, sori. Kelupaan. Kebiasaan sendiri soalnya"
"Sekarang kamu sudah jadi pacar aku. Jadi inget ya.... selama ada aku, kamu nggak boleh jalan sendiri. ! ", kata Gio sambil menatapku.
"Posesif amat, ya... ",
"Bukan posesif tapi bentuk perhatian dan rasa sayang dari seorang pacar", jelas Gio dengan menaik turunkan alisnya.
"Gombalan di pagi hari.... ", ledekku.
"Masalah sayang dan cinta aku nggak pernah gombal, sama kamu, Van ! Itu semua keluar dari hati, bukan cuma dimulut doang... "
__ADS_1
"Amin... ", aku mengangguk sambil tersenyum.
"Ya gitu pinter pacar aku bilang amin. Memang semua omongan yang baik itu harus diamini ! "
"Tumben libur gini kamu udah bangun", kataku
"Kan udah punya pacar...jadi pengen deket terus.., tapi pacarku nggak pengertian, masak aku mau ditinggal jalan", omel Gio
Aku tersenyum aja dengerin Gio ngomel, soalnya aku seneng juga sih denger omongan dia.
"Untung pas aku keluar kamar kamu masih ada, Van... kalau nggak...pasti pagi ini aku sudah bete", lanjut Gio sambil memonyongkan mulutnya
Tanpa sadar kucubit lengannya, gemes liat muka cakepnya monyong, "Lebay!! "
"Sakit, yang....pagi-pagi sudah nyubit, bukannya dikasi morning kiss... malah dibilang lebay", Gio meringis
"Biarin! Pagi-pagi sudah modus!", kataku sambil nyengir.
"Ayo kita cari sarapan, sekalian kita jalan pagi, mumpung masih setengah 6", ajak Gio sambil menarik tanganku.
"Pagi gini enak minum kopi, yang... ", kata Gio
"Aku nggak suka kopi..., pahit"
"Nggak semua kopi pahit, sayang....Yang pahit itu kopi item, kalo kopi yang udah di modif kayak gini, nggak pahit lagi", jelas Gio
"Pokoknya aku nggak suka kopi", bantahku.
" Ya udah....nggak suka kopi nggak apa-apa, kok. Yang penting suka aku, kan? ", canda Gio, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Genit... ", sahutku.
"Ha ha ha...genit sama pacar sendiri itu sah-sah aja.....", Gio ketawa, "Van...kencan pertama kita jalan-jalan pagi...
__ADS_1
"Emang kenapa? ", tanyaku
" Ya akunya ngerasa, untuk kencan pertama ...aku kok nggak ngasih yang spesial untuk kamu....", jelas Gio
"Acara atau tempat itu nggak penting, yang penting niatnya", jawabku.
"Niat? Niat apaan? Kan tadi kamu hampir ninggal aku", protes Gio
"Maksudku, kamunya yang niat ikut, akhirnya kita bisa jalan bareng", jelasku
"Jadi yang niat cuma aku doang? Kamunya nggak suka jalan sama aku? '
"Eh... Kok arahnya belok ke sana sih? Kan tadi pagi sudah dibahas ! Kalo memang aku nggak suka jalan sama kamu, kitanya tetep di kos, nggak ke mana-mana. Ngerti nggak?!", sahutku kesel.
"Eh...kok ngegas sih ?! Baru juga jadian, Van ! Aku kan cuma bercanda..."
"Bodo amat ! Kamu nyebelin! ", aku cubit lengannya lagi dan langsung lari, itung-itung sekalian olah raga pagi.
"Sakit, Van ! Hei.... Jangan lari dulu ! Tunggu aku, Van.... ! ", teriak Gio sambil mengejarku.
*******
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti terus kelanjutan
ceritanya....😄😊😍
Aku selalu menunggu komen dan like
kalian 👍👍👍
__ADS_1
Salam.... 🙋