
Aku mendapat tawaran kerja dari perusahaan tempat aku magang saat kuliah dulu. Salah satu perusahaan besar di Surabaya. Tidak mudah untuk bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut. Sebagai seorang yang baru lulus dan belum punya pengalaman, mendapat kesempatan yang sebagus itu, tentu saja merupakan suatu anugerah dan hal yang luar biasa bagiku, karenanya aku berniat untuk menerima tawaran itu, tapi ada satu hal yang menjadi masalah : aku akan ditempatkan di kantor cabang yang ada di Jogja. Artinya aku harus meninggalkan Surabaya, jauh dari papi mami. Jadi aku harus minta injin dan persetujuan dari mereka dulu.
Aku menemui papi sama mami untuk menjelaskan semuanya, termasuk ketertarikanku dengan pekerjaan tersebut. Papi dan mami hanya menyimak, aku perhatikan dahi mereka sedikit berkerut dan mereka tidak banyak komentar. Mereka hanya mengatakan akan mempertimbangkan dulu dan akan memberi jawaban dalam 2 hari.
Meskipun papi dan mami nggak bilang, tapi aku tau kalau mereka keberatan, mereka tidak ingin aku bekerja di luar kota, sehingga harus berpisah dengan mereka. Dan aku sudah memutuskan kalau mereka akhirnya tidak mengijinkan, aku tidak akan memaksa. Aku tidak mau papi dan mami kecewa atau pun sedih akibat aku bersikeras. Aku akan mengalah dan akan mencoba mencari lowongan kerja di tempat lain.
Hari ini adalah hari kedua sejak pembicaraan kami waktu itu. Aku sengaja tidak menanyakan apa jawaban mereka. Aku juga tidak terlalu berharap mendapat persetujuan, karenanya aku mulai menyiapkan surat lamaran kerja untuk beberapa perusahaan lain di Surabaya tentunya.
Saat selesai makan malam papi bertanya padaku, " Sayang apa di Jogja kamu diberi fasilitas untuk tempat tinggal seperti mess gitu? ",
"Nggak, pi. Tempat tinggal cari sendiri", jawabku
"Seandainya kami tidak mengijinkan apa kamu marah, nak? ", tanya papi lagi
Aku menggelengkan kepalaku dengan tersenyum, " Ya nggaklah, pi.... Vania akan terima apa pun keputusan papi sama mami", kataku dengan mantap.
__ADS_1
"Kamu yakin, nak? Kamu nggak nyesal? ", tanya mami.
Sekali lagi aku menggeleng, dan menjawab, "Vania kan punya kemampuan, mi. Nilai Vania bagus, lulus cumlaude dari universitas terkenal, Vania yakin Tuhan akan buka jalan sehingga Vania pasti bisa dapat pekerjaan yang lebih bagus". Aku bukan sombong, ya.... aku ngomong seperti ini cuma ingin membesarkan hati mereka supaya mereka tidak terbebani dengan keputusan yang akan mereka ambil.
"Wuih.... anak papi hebat ! Bagus, nak ! Percaya diri itu penting !! Kita memang harus yakin akan kemampuan kita", kata papi sambil tersenyum.
"Iyalah hebat anaknya mami Heni kok....!! ", sahut mami sambil tersenyum dan menatapku, "Ya kan sayang? "
"Iya, anaknya mami Heni dan papi Ricky", jawabku sambil mengangguk.
"Nah... yang ini baru bener!! Masak cuma anaknya mami !! Papi kan juga mau diakui... " jawaban papi bikin kita semua tertawa.
Puji Tuhan, akhirnya mereka mengijinkan aku bekerja di Jogja.
"Terimakasih pi, mi , sudah kasih ijin Vania", kataku sambil menghambur ke arah papi dan mami, kupeluk dan kucium pipi mereka.
__ADS_1
"Kami kasih ijin, tapi kamu harus janji nggak boleh ngelupain papi sama mami. Kamu anak kami, sayang... ", mami memeluk dan mencium pipiku.
"Iya, mi... Vania janji. Vania sayaaanngg papi sama mami", kupeluk lagi mereka berdua, mata mami mulai betkaca-kaca...
"Sudah! Sudah! Kita jangan pelukan bertiga gini ah... jadi kayak teletubies aja.... berpelukan.... ", kataku sambil ketawa. Aku sengaja bercanda supaya suasana nggak jadi melow.
Akhirnya papi sama mami ikutan ketawa
**********
Terimakasih sudah baca novel aku yang 🙏 berjudul RASA ITU ADA.....😍😄
Ikuti kelanjutan ceritanya....
Semoga kalian suka. ❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote, komen dan like, ya....👍👍
***********