
Hoahm.... ! Aku menguap karna masih mengantuk, gara-gara semalam ngobrol sama Gita sampai jam satu lebih, sekarang aku bangun kesiangan, saat ini sudah jam 06.20. Kulihat Gita masih tidur pulas. Aku buru-buru mandi. Nggak enak tidur di rumah orang bangun kesiangan.
Setelah rapi, aku segera turun ke bawah. Kulihat mamanya Gio lagi masak di dapur, kuhampiri dan kusapa, "Selamat pagi, ma".
"Selamat pagi, sayang... "
"Masak apa, ma? ", tanyaku
"Mama masak sup iga, tumis kangkung sama gurami goreng dan sambal bawang, tapi sudah selesai semua, cuma tinggal nunggu kuah iganya mendidih".
"Sori ma, Vania bangun kesiangan, jadi nggak bantuin mama masak ".
"Nggak apa, Van. Mama biasa masak sendiri, dibantu bibik. Ayo kita duduk... kita minum dulu. Kamu nggak suka kopi, kan?! Ini sudah mama siapin susu coklat", kata mama sambil mengulurkan segelas susu coklat padaku.
"Makasih, ma...kok mama tau? ", tanyaku heran.
"Semalam sebelum tidur Gio cerita kalo kamu nggak suka kopi, sukanya susu coklat. Jadi mama siapin susu coklat buat kamu. Kalo orang serumah sini semua suka kopi".
"Maaf, ma.. Vania jadi merepotkan".
"Nggak, sayang...sama sekali nggak repot, kok".
"Halo... Halo.... ", terdengar suara Gio, aku menoleh, kelihatannya dia baru bangun dan belum mandi. "Pagi, ma", sapa Gio sambil mencium mamanya.
"Pagi, nak... "
Gio menghampiriku, "Pagi sayang...", Gio menyapa sambil mengecup keningku. Aku kaget. Nggak nyangka aja...di depan mamanya lo....!! Mukaku pasti memerah ini, aku sangat malu. Kucubit pinggang Gio dengan keras.
"Auw..! Beneran sakit ini yang ! Tega kamu ya nyubit kayak gini! Sudah nggak sayang lagi apa?! ", Gio ngomel sambil mengusap-usap pinggangnya.
"Biarin! nyebelin sih!!", sahutku.
__ADS_1
Mama Gio tertawa ngeliat kami ribut. "Nggak apa, Vania...mama ngerti kok anak muda gimana... Nggak usah nggak enak. Mama juga pernah muda. "
Aku tersipu. Gio nya senyum lebar, melihat itu mama bilang, "Kamu ini Gio... bikin Vania malu aja ! rasain kamu dicubit !"
Aku senang, ada yang belain, sedangkan Gio cemberut. Ha ha...
Gio duduk disampingku sambil merajuk, "Sayang... cubitan kamu masih sakit, lo..., usap gih biar hilang sakitnya".
"Modus! ", kataku.
Gio tersenyum sambil menyeruput kopinya, "Hm... Minum kopi di pagi hari nikmatnya tiada henti.... ", komen Gio niruin iklan kopi
Aku sama mama ketawa ngelihat tingkah Gio. "Dasar lebay ! Buruan mandi sana ! Bau tau. !!", ejekku
"Ma... denger, ma !.... Anak mama dibilang lebay, dibilang bau... Marahin ma ! Tadi dicubit keras-keras, sekarang dikatain"
"Kamu kan belum mandi, ya pasti bau...", jawab mama Gio.
"Mama ini gimana sih? kok nggak belain anak sendiri? Yang anak mama itu aku lo... ", Gio sewot.
"Apaan sih pagi-pagi sudah berisik, ganggu orang tidur aja", omel Gita sambil melangkah menuruni tangga.
"Anak gadis nggak boleh bangun siang, nanti jauh jodoh....", sahut mama.
Gio ketawa, "Dengerin tuh kata mama, dek."
Gita cemberut sambil duduk di sebelah mamanya.
"Sayang habis sarapan kita jalan yuk....", kata Gio sambil menatapku. "Kamu juga ikutan, ya, dek !", ajak Gio pada Gita.
Aku mengangguk, sedangkan Gita menjawab, "Mau, kak... tapi kalo papa mama juga ikutan, kalo mereka nggak mau, aku nggak jadi ikut. Males bener ngliatin kakak pacaran.... ".
__ADS_1
"Makanya dek... cari pacar... Sudah berapa kali kakak bilangin? Kamu nggak nurut, sih...", sahut Gio sambil ngakak.
"Belum ketemu yang pas, kak".
"Kalo nggak pas ya dipermak aja !", sahut Gio enteng
"Kakak pikir celana jeans... bisa main permak?! ", kata Gita sambil melotot.
Mereka berdua ribut, aku sama mama malah senyum-senyum.
"Sudah buruan mandi gih ! setelah itu kita sarapan. Kan kakak mau ngajak pergi, ayo buruan biar nggak kesiangan", mama menengahi.
"Oke..., tapi mama sama papa ikut, ya.!.", Gita memastikan.
"Nanti mama ngomong sama papa... Kalo mama sih apa katanya papa aja"
"Ok, ma... ,' sahut Gita dan dia bersiap untuk mandi.
"Aku juga mau mandi dulu, ma. Sayang, kamu di sini aja ya... temeni mama ngobrol", kata Gio yang melangkah pergi setelah mengelus kepalaku.
Mama memperhatikan kami sambil tersenyum, "Kamu hebat, Vania...kamu bisa membuat seorang Gio yang dulunya tidak peduli pada perasaan wanita, berubah menjadi sosok yang penuh cinta".
"Mama berlebihan.. bukan karena Vania, tapi memang Gio nya sendiri yang mau berubah", jawabku.
Setelah selesai sarapan, keluarga Gio plus aku tentunya, pergi bareng menikmati weekend di jakarta.
**********
Hai semua.... terimakasih sudah mau baca karya, aku dan memberi dukungan like.
Teman....aku sedih nih.... karena sedikit sekali yang komen. Aku sangat membutuhkan saran kalian sebab ini novel pertama aku, jadi aku perlu masukkan untuk kemajuan penulisanku. Aku tunggu ya saran dan like nya. Terimakasih 🙏😍🙏😍🙏😍
__ADS_1
**********