
After office hour, aku buru-buru pulang, aku punya tugas beli kue ultah. Ya hari ini Sinta ultah. Kita berlima sudah kompakan, mau bikin kejutan untuk Sinta. Supaya Sinta nggak nyangka, kita sepakat untuk nyuekin dia mulai kemaren.
Semalam, pas kita asyik ngobrol, Sinta kan bergabung, kita langsung ngacir ke kamar masing-masing. Kasihan...Sinta ! pasti dia bingung dan sakit hati. Ha ha ha...
Pagi tadi, pas ketemu di dapur, Sinta ngajak ngobrol, aku cuma menggeleng dan mengangguk aja, nggak ngomong sama sekali. Begitu juga sikap temen kos yang lain. Seakan-akan kita lagi marah sama Sinta. Rasanya aku pengen ngakak ngeliat gimana bingungnya Sinta atas sikap kita.
Kue ultah yang aku beli, langsung aku bawa masuk ke kamar, supaya nggak ketauan.
Setelah aku selesai mandi, ada yang mengetuk kamarku, ternyata Mona, dia nitip kado untuk Sinta di kamarku. Mona memang tugasnya menyiapkan kado. Sedangkan cowok-cowok bagian konsumsi.
Sinta biasanya sampai kos pukul 19.00. Sekarang sudah 18.30, Steven datang duluan membawa paket makanan, donat sama minuman. Disusul Randy dengan sekotak ice cream di tangannya. Terakhir sekotak pizza dari Gio.
Asal kalian tahu....semua makanan itu dititipkan di kamarku. Alasannya? Karena kamarku paling dekat dengan ruang santai. Bisa dibayangkan gimana nantinya aroma kamarku ?? Hedeh.....
Saat Sinta nyampai kos sebenernya kita tau, kan kita memang nunggu kedatangan dia... tapi kita pura-pura tidak peduli.
Aku dan Mona memang sengaja duduk di ruang santai, nonton tv, sambil nungguin Sinta. Sedangkan para cowok ngumpul di kamar Gio. Bener aja, nggak lama Sinta muncul dengan raut wajah sedih..., aduh aku beneran nggak tega ngeliatnya.
Sinta duduk di sebelahku, "Van, Mon, sebenernya ada masalah apa? Kalo aku punya salah tolong kasih tau, jangan diemin aku kayak gini", Sinta memulai pembicaraan.
"Pikir aja sendiri ! Habis berbuat kok pura-pura nggak ngerasa !" sahut Mona ketus.
"Aku nggak pura-pura, Mon. Aku beneran nggak tau. Aku minta maaf, meskipun aku nggak tau apa kesalahanku".
__ADS_1
"Masalah ngomong maaf mah semua orang juga bisa. Menyadari kesalahan itu yang penting", ketus Mona lagi
Aku cuma diam, karena aku kasihan ngeliat Sinta dibully Mona.
"Van.., tolong kasih tau aku, salah aku apa? Kenapa kalian semua musuhi aku? ", Sinta memegang tanganku dengan mata berkaca-kaca.
Aku melirik Mona sambil mengedipkan mata, maksudku dramanya sampai sini aja. Rupanya Mona mengerti, dia langsung masuk mengetuk pelan kamar Gio, ngasih kode ke para cowok, lalu masuk ke kamarku, ngambil kue. Dan itu semua tanpa sepengetahuan Sinta, soalnya dari tadi Sinta menunduk sambil menangis.
Setelah Mona dan para cowok hampir tiba di ruang tv, aku pegang tangan Sinta, "Kamu mau tau salah kamu apa?"
Sinta yang masih menunduk itu mengangguk, aku peluk dia dan aku berkata agak keras, "karena hari ini kamu ulang tahun... ".
Mendengar itu Sinta langung nangis, teriak, ngomel, marah, kesel banget dia, dipukulinya tanganku. Kita semua malah ngakak ngeliat tingkah Sinta.
Satu persatu dari kami memberi selamat. Steve yang terakhir memberi selamat....tapi selain memberi selamat Steve juga memeluk dan mengecup bibir Sinta.
Melihat itu, semua pada nyoraki sambil tertawa dan memberi komen-komen jail. Aku cuma melongo. Mona menyenggol tanganku, "Nggak usah bengong ! mereka memang sudah jadian" O...pantesan Steve nyosor...., pikirku.
Mona maju ke depan, membawa kue ulang tahun yang lilinnya sudah dinyalakan, kami nyanyi lagu ultah yang diiringi petikan gitarnya Randy.
" Ayo Sin make a wish dulu sebelum tiup lilin ", kata Mona.
Sinta menuruti omongan Mona. Setelah itu Sinta memotong kue. "Potongan pertama buat siapa, ya....? ", goda Mona
__ADS_1
"Ya buat guelah.... ", Steve maju dengan gaya songongnya, setelah menerima suapan kue dari Sinta, si Steve nyosor lagi.... Hedeh...
"Apa salahku... harus merasakan sakit di mata dan di hatiku.... ", celetuk Randy "Kapankah siksaan bagi seorang jomblo ini berakhir?? " , Randy memasang tampang melas, yang otomatis bikin kita semua ngakak.
"Makanya buruan cari pacar", ledek Steve sambil ketawa.
Saat lagi makan si Sinta ngomong gini, "Besok kan malam Minggu pada ada acara nggak? Kalau pada bisa, besok gue traktir nonton sama makan"
Yang namanya digratisi pasti gampang dong dapat acc. Bener nggak?! Jadi semua sepakat, besok bakal pergi bareng.
**********
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti terus kelanjutan
ceritanya....😄😊😍
Aku selalu menunggu komen dan like
kalian 👍👍👍
__ADS_1
Salam.... 🙋