RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 64 CERITA RICO


__ADS_3

"Tok.....Tok..., kak.. ", terdengar suara cowok memanggilku. Aku tau itu suara Kenzo.


"Masuk, Ken... ", panggilku.


"Lagi sibuk, kak? "


"Biasalah, Ken..., setiap hari ya gini-gini aja", jawabku.


"Kak, aku mau lanjutin omongan kita yang waktu itu", kata Kenzo


"Masalah apa, ya? Aku kok nggak inget..."


"Itu lo kak.... masalah sepupu aku".


"Sepupu kamu? Ada apa dengan sepupu kamu? "


"Ya ampun kak Vania !! Waktu itu kan aku bilang mau ngenalin kakak sama sepupu aku..."


"Kenapa kamu kok niat banget ngenalin aku sama sepupu kamu itu? ", tanyaku sambil tetap menatap ke arah monitor laptopku.


"Soalnya sepupu aku sudah tertarik untuk kenalan sama kakak sejak pertama kali ketemu".


"Pasti itu bualan kamu sendiri". Aku mencibir ke arah Kenzo.


"Jadi orang itu kak... nggak boleh berpikiran jelek pada orang lain sebelum tau kebenaramnya".


"Waduh ada siraman rohani nih ceritanya.... ", ledekku sambil tertawa kecil.


"Idih...kakak ah!! Mau ya, kak... "


"Ken.. waktu itu kan aku sudah bilang sama kamu kalo aku nggak mau",


"Ayolah kak... dicoba kenalan dulu aja....cuma sekexar kenalan terus temenan. That's all!! ".


"No, Kenzo ! "


"Kak...., dengerin aku ! Kenalan dulu aja. Setelah kenal dan temenan kalo kalian ngerasa myaman, ngerasa cocok ya bisa dilanjut, kalo nggak cocok ya jadi temen aja kan nggak apa-apa...."


"Sori, Kenzo. Aku nggak bisa".


"Apa alasan kakak coba? ", Kenzo menuntut penjelasan.


"Soalnya menurut aku kakak sepupu kamu itu terlalu sempurna. Aku nggak sanggup mengimbangi dia. Salah-salah malah aku nanti jadi bikin malu sepupumu itu", aku betusaha mencari alasan untuk menolak.


"Kak aku tau bukan itu alasan kakak sebenernya


Aku diam tidak bereaksi. Kenzo kembali bersuara.


"Kenapa kakak nggak mau? Apa karena kakak belum bisa move on dari mantan kakak yang dulu?"


Tiba-tiba emosiku tersulut....


"Siapa bilang? Meskipun aku masih jomblo sampai sekarang itu bukan berarti aku belum move on. Aku belum mau menjalin hubungan serius karena aku belum siap terluka lagi". Nada bicaraku terdengar ketus.


Emosi yang tidak terkontrol, emosi yang saat ini aku sesali, sebab akibat terlalu emosi, tanpa sadar aku telah mengungkapkan rahasia hatiku. Aku takut terluka lagi.


Yah... selama lima tahun ini aku berhasil menyimpan sendiri dengan rapatnya di dalam hatiku sehingga tidak pernah aku ceritakan pada siapa pun., tapi hari ini tanpa sengaja aku membuka rahasiaku sendiri.


Mataku terasa panas... Ya Tuhan, sudah lima tahun berlalu tapi kenapa rasa sakit ini masih ada?! airmataku menetes tanpa kusadari, ada rasa sakit di hatiku. Kata-kata Kenzo tadi bagaikan pusau yang menggores luka lamaku hingga kembali berdarah


"Maafkan aku, kak. Maaf kalo aku sudah menyakitimu, kak", Kenzo meminta maaf padaku. Dia menatapku dengan penuh sesal.


Melihat keadaanku, Kenzo merasa bersalah. Aku tau dia tidak sengaja. Dia juga tidak menyangka aku serapuh ini.


Selama ini orang menilai aku sebagai wanita yang tangguh, tegar dan kuat dengan sifat yang lembut serta pembawaan yang ceria, seperti tidak pernah terluka maupun berduka.


"Nggak apa, Ken", sahutku setelah sekuan lama diam.


"Kak, aku adikmu, kalo kakak mau, kakak boleh cerita supaya beban di hati kakak berkurang, jadi kakak bisa sedikit lega".


Kuhapus airmataku. "Sori, Ken kalau kamu jadi ngeliat aku dalam keadaan seperti ini", kataku.


"Semua ini salahku, kak. Gara-gara aku terlalu memaksakan keinginanku. Sebenernya aku seperti tadi karena aku pengen kakak bisa lebih banyak bergaul, karena aku tau sebagian besar waktu kakak habis untuk mengurus cafe ini", jelas Kenzo, dia menggenggam tanganku.


"Makasih perhatiannya, Ken.Terimakasih kamu ada di sini saat aku dalam keadaan yang tidak baik".


"Nggak usah terimakasih, kak. Aku adikmu, sudah sepantasnya aku mendampingimu, terutama di saat kakak susah".


Kenzo berkata sambil menatapku dengan tulus, dielusnya bahuku. Aku bener-bener ngerasa diperhatikan oleh seorang adik, tanpa sadar kupeluk Kenzo dan mulai menangis lagi.


Kenzo menepuk-nepuk bahu dan punggungku. "Menangislah, kak. Keluarkan rasa sakitmu melalui airmata", kata Kenzo dengan lembut.


Beberapa lama kenudian, setelah puas menangis, aku merasa sebagian bebanku terlepas".


Kuhapus airmataku. "Sori, Ken... Kemejamu jadi basah kena airmataku", kataku sambil mengambil tissue untuk mengelap kemeja Kenzo.


"Sudah kak, nggak apa-apa, kok. Nanti juga kering sendiri.. kan cuma airmata", sahut Kenzo sambil mengambil segelas air mineral, dibukamya dan diberikan padaku.


"Minumlah dulu, kak. Minum air mineral bisa membuat tenang", kata Kenzo lagi.

__ADS_1


"Oya Ken, kamu ke sini sebenernya ada perlu apa?" Aku bertanya pada Kenzo, setelah aku sudah bisa menguasai diri dan merasa sudah lebih baik


"Lain waktu aja aku ngomongnya, kak. Aku nggak mau ganggu kakak", jawab Kenzo


"Sudah ngomong aja. Aku nggak mau melow berkepanjangan juga. Ngomongin kerjaan bisa bikin semangatku pulih", sahutku sambil tersenyum.


"Aku seneng liat kakak sudah bisa senyum lagi... Senyum kakak manis", puji Kenzo. Kurasa kata-katanya itu hanya untuk menyenangkan hatiku.


"Makasih. Ayo lanjutin "


"Oke aku ngomong sekarang, kak. Sebenernya memang ada hal penting yang mau aku bahas sama kakak. ni, kak... selama ini kan aku sama Kayla tampil full dari Selasa sampai Minggu. Liburnya cuma hari Senin aja. Gimana kalau sekarang kita tampil empat kali aja dalam seminggu. Soalnya makin ke sini makin banyak tugas. Nggak lama lagi kita harus praktek kerja, semester depan kita juga sudah mulai skripsi, kak. Boleh nggak, kak tampilnya jadi empat kali aja? " tanya Kenzo.


"Kalau memang alasan kamu untuk masalah sekolah ya aku bisa terima. Tapi untuk waktu kosongnya gimana? Apa kamu bisa bantu cariin pemusik? ", tanyaku.


"Pasti aku cariin, kak. Nggak mungkin aku asal lepas tanggung jawab. Sudah ada kok yang bersedia gantiin. Mereka juga siap untuk tampil tiga kali dalam seminggu, jadi nanti setiap hari di Mini Cafe selalu ada live music-nya".


"Bagus deh kalo gitu ! Kamu kenal sama mereka di mana? ", tanyaku lagi


"Mereka teman band saya waktu sma. Mereka juga cewek cowok, yang cewek bisa keyboard sama Biola, yang cowok jago gitar sama drum. Mereka berdua juga bisa nyanyi. Gimana, kak? ", tanya Kenzo


"Pada dasarnya saya nggak keberatan. Tapi saya mau ketemu orangnya dulu".


"Bisa, kak. Nanti malam aku ajak mereka menemui kakak, nanti kalo kakak oke, mereka bisa langsung dites untuk tampil seperti aku waktu itu, kak....". Kenzo tampak bersemangat promisiin temennya.


"Boleh juga usulmu. Oke, nanti setengah jam sebelum perform sesi satu, aku mau kalian sudah di sini", putusku.


"Siyaap kakak... " jawab Kenzo dengan sikap memberi hormat padaku.


"Oke, aku tunggu. Jangan telat!" Aku kembali mengingatkan.


"Oke..., makasih, kak. Aku permisi dulu", pamit Kenzo.


"Ya, silahkan", jawabku.


Kenzo pun melangkah kea arah pintu, sebelum menarik handle pintu, Kenzo kembali berbalik menghadapku...


"Ada apa lagi, Ken? ", tanyaku heran.


"Kak, jadinya kakak mau ya kenalan sama sepupu aku... "


"Kenzo..! ", aku menatap Kenzo dengan mata melotot.


"Nggak usah ngegas kali, kak.... Kan adiknya cuma nanya", balas Kenzo dengan tampamg sok imutnya.


"Nggak!! ", jawabku singkat


"Mau ajalah, kak ! Aku jamin sepupu aku ini pasti sesuai selera kakak", rayu Kenzo sok tau.


"Nggak tau persis tapi garis besarnya aku tau, kok. Pokoknya kalau kakak sudah ketemu sepupu aku, pasti kakak mau temenan sama dia"


"Tau ah...! ", sahutku cuek


"Ayolah kakak cantik.... Please... Please.... Mau, ya... Ok? Ok? ". Kenzo mengatupkan tamgannya di dada dengan posisi sedikut membungkuk.


Sebenernya nggak apa-apa sih kenalan, nggak ada ruginya. Lagi pula kan cuma kenalan doang, nggak disuruh langsung nikah. Hehe...


Karena tadi aku sudah nolak berkali-kali, gengsi dong kalo sekarang aku bilang mau... Akhirnya aku ngomong seperti ini ke Kenzo


"Aku pikir-pikir dulu, ya.... "


"Ya udah, aku tunggu kabar baiknya"


Aku menganggukkan kepalaku tanda setuju.


"Oke kakak.. Kalo gitu aku permisi dulu, ya.... Bye sister... ", Kenzo pun kembali melangkah ke arah pintu, meninggalkan ruanganku.


Aku pun kembali bekerja. Jam 15.30 ada yang mengetuk ruanganku.


"Masuk", panggilku.


"Bu, di depan ada pak Rico mau ketemu Ibu", kata Fitri.


Rico...., apa Rico mantan aku?, aku beryanya dalam hati


"Ya, saya akan temui di luar", jawabku.


Aku pun segera keluar dari ruanganku, kulihat arah yang ditunjuk oleh Fitri, di sana ada seorang pria sedang duduk membelakangi arah pandangku.


Aku pun berjalan menuju meja itu, "Selamat sore", sapaku.


Pria itu menoleh..., bener si Rico. Ngapain ya dia nyari aku?? "Sore, Van. Apa kabar? ", Rico balas menyapa.


"Baik, Ric", jawabku.


"Aku ganggu ya, Van? ", tanya Rico lagi


"Nggak, kok. Ada apa ya, Ric? Tumben mau ke sini nggak info aku dulu".


Rico tersenyum sambil menatapku.

__ADS_1


"Van, sudah lama ya kita nggak ketemu, ada setahunan, ya?"


"Iya kita lama nggak ketemu", jawabku.


"Van, Fani sudah nikah, Siska sudah punya pacar baru..., kamu kapan nyusul mereka, Van? ", tanya Rico.


"Aku? Aku masih mau konsen ngurus cafe, Ric. Kamu sendiri gimana?", sahutku.


"Aku sekarang lagi bingung, Van... ", Rico mengusap wajahnya.


"Bingung kenapa, Ric? ", tanyaku.


"Aku curhat boleh, Van? ", Rico meminta ijin.


"Ya, silahkan. Mau curhat apa?", aku menanggapi omongan Rico.


"Sudah lama aku suka sama seseorang, tapi saat itu dia sudah punya kekasih, karena itu aku harus mengubur perasaanku. Selang beberapa waktu, aku dengar mereka berpisah. Aku ingin maju untuk mendekatinya lagi, tapi aku nggak punya nyali, meskipun cinta di hatiku untuknya tidak pernah mati. Wanita itu tetap ramah dan baik sama aku sampai saat ini, tapi aku nggak tau apa di hatinya ada tempat untuk aku....". Rico menundukkan kepalanya.


"Kamu kan cowok, Ric... Kamu harus berani mengungkapkan perasaan kamu. Kalau kamu nggak ngomong kan cewek itu nggak tau. Kalau sudah kamu nyarakan dan diterima ya Puji Tuhan, tapi seandainya ditolak ya kamu harus siap menerima dengan lapang dada. Meskipun kamu kecewa karna ditolak tapi seenggaknya kamu lega sudah tau bagaimana perasaan dia ke kamu. Daripada kamu penasaran seumur hidup.... ".


Ceramahku panjang juga, ya.... Dalam hati aku geli, aku sendiri jomblo, kok aku bisa-bisanya ngasih wejangan bahkan ngajarin orang yang lagi jatuh cinta.


"Menurut kamu gitu ya, Van? ", Rico memastikan.


Aku mengangguk, "Iya. Kamu harus nyoba, tanpa mencoba kamu tidak akan pernah tau apa hasilnya", jawabku dengan mantap.


"Baiklah kalau menurut kamu seperti itu, akan aku praktekkan".


Rico duduk dengan tegap, menarik nafas panjang lalu menatapku dalam. Kok Rico agak aneh. Ada apa ya....??


"Van, aku sudah lama memendam rasa sama kamu. Sudah lama juga aku ingin mengungkapkan perasaanku, tapi aku selalu ragu. Aku takut kamu menolakku dan menjauhi aku setelah kamu tau isi hatiku".


Rico kembali menarik nafas panjang sebelum melanjutkan omongannya..."Ya, Van aku masih cinta sama kamu, apa kamu punya rasa yang sama seperti aku? Van, saat ini aku memintamu bukan untuk menjadi kekasihku, tapi aku mau melamarmu untuk menjadi istriku".


"Hah...????? " Hanya satu kata itu yang keluar dari mulutku. Aku bener-bener kaget mendengar omongan Rico. Aku nggak nyangka kalau wanita yang dimaksud dalam cerita Rico tadi itu aku sendiri.


Melihat reaksiku, Rico bertanya, "Aku bikin kamu kaget ya, Van? "


Aku langsung menganggukkan kepalaku, "Iya. Ric, aku.... " Belum selesai aku ngomong, Rico sudah memotong ucapanku.


"Kamu nggak perlu jawab sekarang, Van. Aku tau ini terlalu mendadak buat kamu. Aku akan menunggu jawaban dari kamu, Van. Kamu punya waktu dua bulan untuk berpikir"


Rico kembali menatapku, ."Andai waktu bisa diputar, aku tidak akan menyetujui kita putus waktu itu, Van. Aku akan mempertahankannya meski harus LDR-an" Rico tampak menyesal.


"Itu sudah lama berlalu, Ric. Lagi pula itu keputusan kita bersama, bukan hanya aku atau hanya kamu sendiri."


"Orangtuaku mendesakku untuk segera menikah. Mereka sudah menyiapkan calon untuk aku, tapi aku menolak. Aku bilang pada mereka kalau aku mau mencari pasanganku sendiri. Mereka memberi aku waktu tiga bulan untuk membawa pasangan pilihanku menemui mereka. Tapi kalau dalam waktu tiga bulan aku belum mendapatkan pasangan, aku harus mau menikahi wanita pilihan mereka". Rico menekan-nekan pelipisnya.


"Waktu yang ditentukan sudah berjalan dua minggu, karenanya aku memberi waktu dua bulan untukmu berpikir. Dua minggu yang tersisa untuk mengatur pertemuan dengan orang tuaku".


"Aku sungguh bingung, Ric terlibat dalam situasi ini. Aku ini belum siap untuk berumah tangga, aku.... "


Kembali Rico melarang aku meneruskan omonganku. "Van, jangan diteruskan. Gunakan waktu dua bulan untuk berpikir. Aku sabar menanti apa pun jawabanmu. Jujur aku sangat berharap kamu mau terima aku, Van", kata Rico.


"Maaf mengganggu, bu, temannya mas Kenzo yang mau ketemu ibu sudah datang", kata Ani.


"Ya, suruh tunggu sebentar", jawabku.


"Ok, Van... Kayaknya kamu ada tamu yang harus kamu temui. Inget pikirin betul-betul permintaanku. Aku tunggu jawaban kamu dua bulan dari hari ini. Aku pamit ya, Fan..... ", Rico mengelus rambutku dan berlalu.


Saat aku berbalik untuk menuju ruanganku, kulihat Kenzo menatapku penuh selidik


"Siapa, itu kak? ", tanya Kenzo


"Temen", jawabku singkat


"Kok kayaknya dia ada hati sama kakak, ya.... Pakai ngelus rambut kakak lagi.... ", gerutu Kenzo. Dari raut mukanya, keliatannya Kenzo nggak seneng.


"Hei..... Jadi kamu dari tadi merhatiin kita? ", tanyaku


"Bukan merhatiin, kak. Kebetulan aja ngeliat".


"Dasar pinter ngeles! Mana temen kamu? "


Aku temui dua orang temen Kenzo di meja tempat aku dan Rico tadi duduk.


Setelah ngobrol sebentar, aku suruh mereka nyanyi. Tanggapan dari pengunjung bagus, aku juga suka sama performance mereka, yah mereka aku terima.


***************


Halo readers ku yang baik hati dan tidak sombong.... maaf ya, up date nta agak malen, tapi kan yang pebting author menepati janji.


Di episode ini Rico muncul lagi, kira-kira diterima nggak ya sama Vania?


Ok, ikuti kelanjutan novel RASA ITU ada, semoga kalian makin suka sama ceritanya.


Jangan lupa komen, like dan vote terus, ya....


Makasih

__ADS_1


Salam 🙋😊😀😘😇😍🙋


***************


__ADS_2