RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 24 MARTABAK


__ADS_3

Aku capek banget hari ini, meskipun aku pulangnya on time, tapi tadi di kantor kerjaan banyak, nguras pikiran. Sampai kos aku langsung mandi terus tiduran sambil baca noveltoon. Baru baca sebentar, aku sudah ngantuk berat, akhirnya aku ketiduran.


Aku terbangun saat mendengar pintu kamarku diketuk, "Tok.. Tok.. Tok..., Van....,Vania..."


Kulihat jam di dinding, 20.50. Aku bangun dengan malas, "Ya... sebentar", pintu kubuka.


Gio berdiri di depanku sambil tersenyum, "ketiduran, ya? Kamu belum makan kan? Ini aku ada beli martabak, makan dulu gih ! jangan tidur saat perut kosong, biar nggak sakit mag, sayang..."


"Makasih", kataku sambil menerima sekotak martabak dari Gio. Aku baru bangun tidur, nyawaku belum penuh, jadi sewaktu denger Gio manggil aku sayang aku nggak protes. Aku masih malas ngomong, apalagi ribut. Di pikiranku cuma ada martabak, soalnya perutku terasa laper .


"Ehm... Ehm...Ehm... Ehm... ", suara batuk bersahutan.... "Kita yang dari tadi duduk manis di sini belum ditawari, Vania yang lagi tidur malah ditawari duluan.... ", celetuk Randy


"Parah.... parah....parah.... parah lo, Gio !", Steven ngompori


" Wajar dong kalo gua perhatian sama Vania, kalo gua punya perhatian lebih sama lo dan lo itu artinya gua nggak normal", kata Gio sambil menunjuk Steven dan Randy.


Yang ditunjuk malah ngakak. Sinta sama Mona yang juga ada di sana ikut tertawa. Sementara aku... no respon. Bukan apa-apa, akunya masih kayak orang kurang kesadaran gitu....masih ngantuk


Sekotak martabak yang di beli Gio, aku buka dan aku taruh di meja ruang tv.... kita makan bersama.


Gio duduk di sebelahku, "Kamu kenapa? Kok diem aja? sakit ? tumben masih sore sudah tidur?", tanya Gio.


"Nggak kenapa-napa, kok. Tadi itu abis mandi niatku cuma mau tiduran aja, tapi kebablasan jadi tidur beneran", jawabku


Gio tersenyum, "Aku tadi ada telpon nggak kamu angkat, chatku...kamu baca aja enggak"

__ADS_1


"Hp sengaja aku silent, jadi nggak denger ada notif atau panggilan"


"Aku tadi kuatir, aku pikir kamu nggak enak badan. Tapi syukur deh kalo kamu baik-baik aja", kata Gio.


Aku hanya tersenyum, tapi sebenarnya ada sedikit desiran di dada mendengar omongannya. Ada rasa suka dengan perhatiannya.


"Van, kue ultah buat Sinta kamu sudah pesen? ", tanya Gio sambil berbisik


"Sudah, lusa sepulang kerja aku ambil di mall xx", jawabku


"Kenapa nggak minta dikirim aja? Supaya kamu nggak repot, Van", tanya Gio


"Awalnya aku memang minta dikirim, tapi tokonya nggak mau kalo harus dipastikan jam kirimnya. Jadi langsung aku putusin ngambil aja di tokonya".


"Kamu kan pulangnya agak malem, Gio.. aku males nunggu kamu, lagipula aku kuatir nanti keburu Sinta sudah pulang duluan".


"Kamu males nunggu aku ? Jahat bener omongan kamu, Van.... "


"Maksudku, kalo nunggu kamu itu kan artinya aku nanti kelamaan bengong di kantor. Ngapain coba ? kan mending aku langsung jalan, nggak buang waktu".


"Kalo kamu ngomong gini kan lebih enak didenger....kalo omongan kamu yang tadi itu bikin nyesek dadaku, Van...", kata Gio sambil mengelus dadanya.


"Sori... ", kataku sambil senyum.


"Nggak apa, kok. Aku cuma bercanda", Gio tersenyum.

__ADS_1


Setelah aku makan dua potong martaba aku pamit, " Gio makasih martabaknya, aku balik tidur lagi, ya... ".


"Sama-sama. Nite, Van...mimpiin aku, ya..."


" Mimpiin kamu lari-lari dikejar doggy? ", aku segera berlalu sambil tersenyum lebar.


"Kamu ah!! Mimpiin aku yamg bagus dikit napa? ", kata Gio sewot


Nggak aku tanggapi lagi....Aku segera masuk kembali ke kamar, aku sudah ngantuk. Sementara temen kos yang lain masih asik ngobrol di ruang tv.


*********


Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏


Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤


Jangan lupa ikuti terus kelanjutan


ceritanya....😄😊😍


Aku selalu menunggu komen dan like


kalian 👍👍👍


Salam.... 🙋

__ADS_1


__ADS_2