
Sehari setelah bertunangan aku dan Gio balik ke Jogja. Begitu pun dengan keluarga Gio mereka juga balik ke Jakarta pada hari Minggu.
Seperti biasa, setiap kali kami pergi bersama beberapa hari, pasti pulangnya langsung diomeli temen kos, soalnya kami pergi tidak pernah pamit atau pun ngajak mereka.
Hubungan kami sudah sejauh ini pun temen kos nggak ada yang tau. Yang mereka tau kami pacaran... udah cuma itu.
Aku letakkan di meja makan semua oleh-oleh yang kami bawa. Aku panggil temen-temen kos yang lagi ngumpul di ruang tv. Nggak perlu waktu lama, semua sdh ngumpul di meja makan dan menyerbu makanan yang kami bawa.
Tanpa sengaja aku mengambil sepotong kue bersamaan dengan Gio, saat itu juga terdengar suara Sinta berteriak
"Hei.... cincin kalian sama ! Kalian sudah bertunangan, ya?! "
Aku kaget mendengarnya. Tanpa sadar kusembunyikan tanganku ke belakang. Aku langsung menoleh ke arah Gio, aku bingung harus menjawab apa.
Kulihat Gio tenang aja, dia menganggukkan kepalanya dan menjawab dengan santai, "Iya, kemaren kita ke Surabaya untuk tunangan".
"Kenapa nggak ngasih tau kita? Kita kan pasti dateng", kata Randy
"Iya ih kalian! Masak nggak mau berbagi kabar happy sama kita sih? ", sahut Mona
"Eh Gio pas lo nembak Vania itu di acara ultah gue! Waktu itu kita semua ngedukung lo... Sekarang pas tunangan kenapa lo nggak ngundang kita? Wah... Payah lo Gio! Kacang lupa kulitnya! ", protes Sinta.
__ADS_1
"Sabar... Sabar..! Gua jelasin, ya... acara tunangan kita berdua itu emang nggak dibikin rame, kita nggak ngundang siapa-siapa, yang datang cuma keluarga inti gua, sama keluarga orangtuanya Vania. Acaranya juga sederhana, cuma di rumah orangtuanya Vania. Jadi karena itu kita nggak ngundang kalian", Gio berusaha memberi pengertian.
"Ok kalo emang itu alasan lo, kita ngerti. Sebagai gantinya lo harus ngundang kita makan. Gimana friends?", kata Steve meminta persetujuan teman kos yang lain.
"Bener itu... gue setuju", sahut Randy
"Iya, gue juga setuju.... , itung-itung ngerayain acara tunangan kalian bersama kita. Iya nggak?", kata Sinta
"Siip! Gue dukung kalian semua", sahut Mona sambil mengangkat dua jempolnya.
"Ok.. Ok... gua traktir kalian makan, tapi hari Sabtu ya...! Kalo sekarang udah kemaleman lagipula gua sama tunangan gua capek, pengen istirahat", Gio menyetujui permintaan temen-temen kos.
"Huuuuu lagak lo Gio! Sekarang nyebutnya tunangan gua ", celetuk Steve.
"Dasar Gio! Lo udah tunangan, sekarang lo nyuruh Steve tunangan juga. Lo prihatin dikit napa ama nasib gue yang masih jomblo ini!"
"Hahaha.... ", semua pada ngakak denger keluhan Randy.
"Ran.... di sini yang jomblo kan tinggal lo sama Mona, kenapa kalian nggak nyoba pendekatan? kalo cocok kan bsa lanjut pacaran... ", kata Sinta.
"Gimana, Mon? Mulai malem ini kita coba, ya... ", kata Randy sambil menatap Mona
__ADS_1
"Udah Mon iya-in aja! Kalian kan udah saling kenal. Siapa tau jodoh.. ", sahutku. Aku berani ngomong seperti itu karena aku sering memergoki Randy menatap Mona penuh arti. Kayaknya Randy punya rasa sama Mona, tapi belum berani mengungkapkan.
"Mau ya, Mon...", tanya Randy penuh harap, sambil menatap Mona, meminta jawaban.
Kulihat Mona mengangguk pelan, bisa kulihat pipi Mona yang memerah. Mona tersipu malu rupanya. Sedangkan Randy dia tampak sangat happy, dia tersenyum lebar.
"Siipp!!! Sekarang di lantai dua kos ini ada tiga keluarga", omongan Steve membuat kita semua tertawa, kecuali Mona yang tersenyum malu-malu.
"Ini artinya hari Sabtu nanti saat acaranya Gio, nggak ada yang jomblo lagi..., adanya three happy couples", kata Randy.
"Sekarang kita toss dong, karena di kos ini kita menemukan pasangan", ajak Steve.
**********
Hi readers.... terimakasih sudah baca novel aku yang judulnya RASA ITU ADA
Gimana? Suka nggak sama cerita yang aku buat? Ikuti terus kelanjutannya ya...
Jangan lupa aku perlu suport dari kalian, aku tunggu komen, saran dan jempolnya....
Thanks... 🙏😊😍
__ADS_1
************