RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 95 KARENA KEKUATAN CINTA


__ADS_3

Aku masih belum bisa menghilangkan rasa kagetku saat mendengar nama lengkap kak Jasson. Sekarang kak Jasson sudah berdiri di atas panggung. Mataku terus menatap kak Jasson. Sementara hati dan pikiranku berkomunikasi sendiri mempertanyakan apakah kak Jasson \= Vino?


"Selamat malam semuanya, congratulation buat adik saya tersayang Diana, yang hari ini bertunangan dengan sahabat saya sendiri, Rey. Wishing you all the best. Baiklah malam hari ini saya akan menyanyikan sebuah lagu, You Are Wonderful Tonight."


"Weis....lagu manis, buat siapa hayo lagunya dinyanyikan ?" ledek pembawa acaranya.


"Buat siapa aja yang ngerasa", sahut kak Jasson.


"Bukan buat someone special nih?" ledek mc nya lagi.


"Bolehlah buat someone special, kalo ada yang ngerasa...", sahut kak Jasson.


"Baiklah, mari kita berikan tepuk tangan untuk Mr Zevino Jasson Bagaskara....You Are Wonderful Tonight."


"Tuh... mantan kamu nyanyi buat kamu, yang... ", bisik Gio di telingaku.


"Kita nggak pernah pacaran, jadi kak Jasson bukan mantan aku. Mantan aku itu kan kamu... dulunya sih, tapi sekarang sudah nggak jadi mantan lagi, malah jadi calon suami", sahutku sambil tersenyum menatap Gio.


"Hari ini kamu sweet deh..., mulai pinter bikin aku seneng", kata Gio sambil memeluk pinggangku.


Aku kembali mengarahkan pandanganku ke panggung. Tanpa sengaja, mataku dan mata kak Jasson bertemu. Sesaat kami saling pandang, saling senyum, lalu kak Jasson mengalihkan pandangannya dari aku.


Apa aku cerita sama Gio ya tentang kecurigaanku pada kak Jasson. Jangan ah!! Nanti kalo salah paham malah ribet.


Acara demi acara telah terlewati, terakhir adalah pesta topeng, karena aku dan Gio nggak ikutan dalam acara itu, maka aku putuskan untuk pulang.


Aku menarik tangan Gio, aku ajak untuk pamit. Gio yang menyalami kak Rey dan kak Dina duluan, baru kemudian aku.


Saat aku pamit dan berpelukan dengan kak Rey...."Van, sebenernya yang jadi pasangan lo di pesta topeng itu si Jasson", bisik kak Rey di telingaku. Deg!!


Aku hanya tersenyum menanggapi omongan kak Rey. Aku nggak berani komen takut kedengeran Gio dan dia salah paham.


"Kak Rey, kak Diana aku balik dulu, ya... Bye... "


"Oke bye... Ati-ati", sahut mereka.


Saat sudah di bawah panggung, ada papi dan mami yang lagi ngobrol sama kak Jasson.


"Sayang....sini ! Nih ada Jasson, kalian sudah ketemu belum?" Mami memanggilku untuk bergabung dengan mereka. Nggak mau Gio mikir macem-macem maka aku jalan sambil menggandeng Gio.


"Tadi Vania sudah sempet ketemu sama kak Jasson, mi. Malahan sudah Vania kenalin sama Gio juga", jelasku sambil tersenyum pada Jasson.


"Kalian sudah mau balik?" tanya papi


"Iya, pi. Acara tetakhir kan topeng perjodohan, buat mereka yang belum punya pasangan. Vania kan nggak ikut, jadi mending pulang aja. Mami papi pulang juga apa masih mau di sini?" tanyaku.


"Kita juga mau pulang, nak. Ya sudah, ayo kita jalan bareng ke parkiran aja. Nak Jasson, kami duluan ya..., kapan-kapan main ke rumah sama Rey ya...". Mami pamit dan juga mengundang kak Jasson untuk mampir ke rumah.


"Ayo Jasson, om jalan dulu, ya..", pamit papi.


"Iya, tan silahkan. Hati-hati om, sudah malam soalnya", sahut kak Jasson sambil tersenyum dan melambaikan tangan.


"Kak Jasson aku pulang dulu, ya...bye... ", aku pun pamit pada kak Jasson.


"Iya Van. Bye... ", sahut kak Jasson pendek.


"Mari.... ", pamit Gio pada Jasson.


"Ya, silahkan... ", sahut kak Jasson.


Kami pun meninggalkan ruang acara, dengan tangan Gio memekuk bahuku. Entah karena ge-er, entah karena kepedean, entah bener entah enggak, aku ngerasa kak Jasson sedang menatapku dari belakang.


Bener nggak ya kak Jasson \= Vino?? Masih tersimpan tanda tanya besar di otakku.


Sekarang aku sudah berada di kamarku, aku sudah seka, sudah bersih, sudah pakai piyama siap untuk tidur.


Aku berbaring di tempat tidur, kupejamkan mataku....tapi mendadak melek lagi, saat terngiang nama Zevino Jasson Bagaskara.


Waktu itu Vino bilang kan kita saling kenal, teman lama. Cocok kan sama kak Jasson??!! Aku sudah lama kenal kak Jasson, bahkan sejak aku smp kelas satu.


Waktu itu kan aku masih sangat kecil, masak kak Jasson naksir anak kecil? Kalau pun naksir... Kok nggak pernah nembak??


Apa mungkin kak Jasson mikirnya karena aku masih terlalu kecil ??


Tapi pas kuliah, kita kan sempet sekampus meskipun ketemu cuma satu semester. Saat itu kan aku sudah umur 18, sudah cukup besar untuk pacaran, jadi kalau memang naksir kenapa nggak nembak juga? Berarti kak Jasson memang nggak ada rasa sama aku. Kak Jasson cuma menganggap aku adik. Jadi kak Jasson bukan Vino.


Tapi waktu dulu kan kak Jasson sering manggil aku dengan sebutan 'pacar kecilku', apa itu artinya kak Jasson naksir aku??


Dan tadi kak Rey bilang yang mau dijodohin sama aku itu kak Jasson, berarti yang request untuk jadi pasangan aku di pesta topeng itu kak Jasson dong... Kalo gitu apa itu artinya kak Jasson suka sama aku? Kalo ya, berarti ada kemungkinan kak Jasson itu Vino.


Nama depan kak Jasson kan Zevino.... Mungkin aja kan kalo kak Jasson \= Vino.


Aaagh...!! Aku bingung sendiri sama pikiranku. Sebenernya aku pengen buka blokir nomer Vino, mau aku chat, aku mau nanya apa bener Vino adalah kak Jasson ?


Tapi aku sudah janji sama Gio untuk memblokir nomer Vino dan kalau aku buka blokirnya pasti Gio bakal marah.


Jadi sekarang gimana dong? Apa yang harus aku lakukan? Gimana caranya aku bisa chat dengan Vino, tanpa buka blokir?


Kulihat jam ponselku 23.30. Tiba-tiba ponselku berdering. Siapa nelpon malam-malam gini? Nomer nggak dikenal lagi... Ponsel aku silent, biar nggak berisik.


Nggak lama kemudian notifikasi wa berbunyi, dari nomer yang nggak dikenal tadi, pesannya berbunyi "Hai pacar kecil...sudah tidur belum? Kalo belum angkat dong telponnya. - Jasson"


Hah? Kak Jasson? Ponselku kembali berbunyi dan segera kuterima.


"Halo... "


"Halo.....apa tadi kamu sudah tidur, Van? "


"Kebetulan aku belum tidur, kak. Ada apa ya?" tanyaku.


"Nggak ada apa-apa, cuma tadi di acara Rey kan kita belum sempet ngobrol panjang, jadi aku tadi iseng nelpon kamu".


"Kak Jasson baru nyampai rumah? "


"Iya, aku nyampai sekitar lima belas menit lalu."


"Pesta topengnya gimana tadi kak? Rame? "


"Ya... gitu deh... "


"Berarti sudah dapet pasangan dong", candaku.

__ADS_1


"Nggak, Van. Aku nggak tertarik", sahut Jasson.


"Kak Jasson pemilih!! Coba dijalani dulu, kak... siapa tau nyetrum... "


"Bukan pemilih, Van. Tapi kalo diri kita ngerasa nggak sreg, masak mau dilanjut juga... "


"Kak, ngomong-ngomong aku baru tau lo kalo nama kakak itu Zevino Jasson. Nama Zevino - nya nggak pernah dipake ya, kak?"


"Yang manggil aku Zevino cuma oma opa dari mama, tapi sejak mereka meninggal, nggak ada lagi yang manggil aku dengan nama itu."


"Van, kapan-kapan kalo kamu bisa, kita jalan bareng berempat yuk.... Mau nggak? Mengenang masa muda."


"Haha... Itu artinya kak Jasson sekarang sudah tua, ya?"


"Haha.... salah ngomong aku. Yang bener mengenang masa remaja...", ralat kak Jasson


Aku mendengar ada nada panggilan lain, aku lihat ternyata Gio yang telpon, tanpa pikir panjang langsung aku terima panggilan dari Gio.


"Halo.. "


"Halo sayang..., belum tidur? "


"Belum, tapi sudah siap untuk tidur. Ada apa yang? Tumben nelpon malam-malam?"


"Kangen,, yang....! "


"Gombal ah!! Kan kita baru ketemu"


"Aku sendiri juga bingung, love. Tiba-tiba aku kok kepikiran sama kamu terus, padahal kita baru aja ketemu. Kamu nggak apa-apa kan, yang?"


"Aku baik-baik aja, sayang"


"Love, hari Selasa aku ke Singapore, mau lihat pameran."


"Berapa hari, yang ?"


"Pamerannya Rabo Kamis, aku balik Jumat. Mau ikut, love?"


"Sebenernya mau, tapi jangan ah! Soalnya kan kita belum nikah, masak sudah ke luar ngeri berduaan aja?"


"Bener juga sih. Ya udah nanti aja, setelah nikah kita ke luar negeri untuk honeymoon. Enaknya ke mana, yang? ."


"Itu masalah gampang, nanti kita omongin lagi. Sayang, aku ngantuk, udahan dulu ya... "


"Oke, good night my love, tidur yang nyenyak dan jangan lupa mimpiin aku ! Muach... Bye... "


"Nite, bye sayang....."


Ponselku kuletakkan di atas meja dan aku segera masuk di bawah selimut. Aku nggak inget lagi kalo tadi aku hold panggilan dari kak Jasson, saat ada panggilan masuk dari Gio.


***********


Hari Selasa pun tiba, aku mengantar Gio ke bandara, tapi naik mobil Gio, pak Min yang setir. Awalnya aku sendiri yang mau nganterin Gio pake mobil aku, tapi nggak dibolehin sama Gio. Dia nggak mau aku nyetir.


Sekarang aku ada di kantorku, lagi ngecek laporan pengeluaran, saat panggilan video call dari Gio.


"Hai sayang.... ", sapa Gio begitu ngeliat wajah aku.


"Sudah sampai hotel ya, yang?"


"Iya, aku sudah di hotel, yang"


"Bagus nggak hotelnya? "


"Nih, aku tunjukin kamar hotel sama viewnya juga kalo kamu mau tau." Gio mengarahkan ponselnya memutari semua ruangan hotel, setelah itu di arahkan ke jendela. City view.


"Sayang, di sana sendirian ati-ati ya... Jaga diri ! jangan macem-macem !! Jangan minum minuman keras jenis apa pun! Inget ya kita sudah mau nikah!! Calon istri kamu yang cantik ini lagi nungguin kamu di Surabaya"


Saat ini posisi kami saling pandang. Gio senyum-senyum denger aku ngomel.


"Iya, sayang. Aku akan jaga diri baik-baik. Aku kan sudah lima tahun ini nggak pernah minum lagi, yang. Kapok aku, yang... gara-gara minum, waktu itu aku kehilangan kamu".


"Yang sudah berlalu nggak usah diungkit lagi, jadiin pelajaran aja ! Sayang, sudah dulu, ya... aku mau lanjutin kerjaanku"


"Okok, aku juga mau ngecek email dari anak buahku. Bye sayang... I love you".


"I love you too, bye... "


Nggak lama setelah ponsel aku taruh di meja, terdengar suara notif wa lagi.


From Rey 14.46


Dek, lagi di mana?


To Rey 14.47


Di cafe, kenapa kak?


From Rey 14.48


Dek, nanti ikutan kakak jalan yuk...


To Rey 14.49


Ke mana kak? Sama kak Diana juga?


From Rey 14.50


Iya, Diana ikut. Mau ya?


To Rey 14.51


Boleh. Jam berapa, kak?


From Rey 14.52


Jam 18.00 an, sepulang kantor


To Rey 14.53


Kita mau ke mana ? Biar nanti langsung ketemuan di tempat aja.

__ADS_1


From Rey 14.54


Nanti gue jemput, lo. Udah dulu, ya...sampai nanti, bye...


To Rey 14.55


Oke, kak. Bye....


Selesai chat, aku kembali konsen meneruskan pekerjaanku. Sekitar jam 16.30 selesailah tugas yang harus aku kerjakan. Kuregangkan punggung dan lenganku. Pegel juga duduk terus ngeliatin lap top.


Aku ambil ponselku, untuk ngabarin Gio.


To Gio 16.37


Sayang, aku diajak jalan bareng kak Rey dan kak Diana, nanti jam 6-an aku dijemput di cafe.


From Gio 16.38


Inget jangan tebar pesona ! Ati-ati, ya... Salam buat Rey.


To Gio 16.39


Ok. Bye sayang


From Gio 16.40


Bye, love....


Sudah ijin, sekarang saatnya aku mandi, biar seger dan nggak bau asem.


Pukul 17.30 aku sudah selesai bersiap. Aku sengaja menunggu kak Rey di luar ruanganku. Sekalian sama mantau anak-anak kerja.


17.55, kak Rey telpon, memberitahu dia sudah masuk parkiran. Aku pun segera keluar, mobil kak Rey sudah di depan pintu masuk, aku segera naik mobil kak Rey.


"Halo sayang..., adek gue memang selalu cantik dan wangi", sapa kak Rey sambil mengelus pipiku.


"Makasih kakak ganteng. Halo kak Diana", aku menyapa kak Diana sambil cipika cipiki.


"Halo juga Van... Kamu ikutan kita pergi, Gio nggak ikut?" tanya kak Diana.


"Gio lagi ke Singapore."


"Apa Gio tau kamu pergi sama kita?" kali ini kak Rey yang nanya.


"Taulah, kak. Kan aku pamit. Gio itu nggak masalah aku mau ke mana aja, yang penting jelas dan pamit sama dia", jawabku.


"Oh gitu... Van, apa bener Gio ini mantan tunangan kamu yang dulu itu?" tanya kak Rey lagi.


"Bener, kak"


"Kok kamu mau sih dek diajak balikan sama orang yang sudah menghianati kamu?"


"Kak, masalah lima tahun lalu itu Gio nggak salah. Jadi ceritanya memang ada cewek yang saking terobsesinya sama Gio, cewek ini sampe nekad bikin drama, yang akhirnya bikin kita pisah. Tapi sehari sebelum cewek itu meninggal, dia sudah mengakui semua perbuatannya di hadapan Gio dan keluarganya. Dengan adanya fakta kebenaran cerita itu, berarti Gio nggak salah. Dia juga korban. Bahkan Gio sempat depresi selama empat bulan, kak.", jelasku.


"Jadi kalian, lima tahun putus, nggak kontak, terus sekarang balikan gitu, ya.... kok bisa, ya..," komen kak Diana.


"Bisa aja, kak... Nih buktinya kita jadian lagi, malah mau nikah. Kata Gio karena kekuatan cinta.", sahutku.


"Bikin merinding kata-kata lo barusan, dek. Karena kekuatan cinta.... " ledek kak Rey sambil mengulang omonganku.


"Itu slogannya Gio, kak. Bukan aku"


"Hahaha....si Gio menganut aliran bucin", tawa kak Rey. Kak Diana dan aku ikutan ketawa.


"Van, waktu itu aku denger katanya cewek itu hamil, apa itu anaknya Gio?" tanya kak Diana.


"Bukan, kak. Anak cewek itu sama orang lain. Cewek itu meninggal setelah melahirkan. Cewek itu yatim piatu, besar di panti, dia nggak punya keluarga, akhirnya anak yang dilahirkan itu diadopsi sama Gio." Aku menceritakan semuanya pada supaya kak Rey dan kak Diana nggak berpikiran negatif tentang Gio.


"Waktu itu Gio kan bilang katanya lima tahun ini ngejar-ngejar lo maksudnya apa?" tanya kak Rey.


"Jadi sejak lima tahun lalu Gio tau tentang kebenaran ini, dia berusaha nyariin aku, kak. Mau menjelaskan semuanya dan berharap bisa memperbaiki hubungan kita. Tapi karena waktu itu aku kan taunya Gio berhianat, jadi aku tutup akses yang ada, supaya Gio nggak bisa menghubungi aku lagi.


Kebetulan kan kita pindah rumah, jadi Gio nggak bisa nemuin rumah baru kita, terus nomer Gio aku blokir, juga aku minta sama sahabatku yang di Jogja supaya nggak ngasih tau Gio tentang keberadaanku. Apesnya Gio, ponsel dia hilang. Nomer ponsel aku, papi, mami sama Gio kan disimpan di ponselnya itu, jadi otomatis nomer telpon kami ikutan hilang semua. Gio jadi nggak punya data kami dan makin kesulitan nemuin aku.


Selama lima tahun ini dia berusaha untuk menemukan aku, kak. Sampai akhirnya kita ketemu lagi tanpa sengaja beberapa bulan lalu," kataku memberi penjelasan.


"Cerita cinta lo ribet, dek. Kalo ngeliat cara Gio bertahan lima tahun nyariin lo, juga cara dia bersikap ke lo kemaren itu, gua yakin dia memang beneran cinta banget sama lo." Omongan kak Rey bikin aku seneng.


"Amin... ", sahutku.


"Semoga kalian selalu happy, ya... ", doa kak Diana. Sambil menatap kak Rey, kak Diana menarik nafas panjang.


Kak Rey menggenggam tangan kak Diana. "Ini cuma masalah waktu aja, dia nggak gerak cepat sih... ", kata kak Rey pada kak Diana.


"Ada apa kak? Maksudnya apa, ya?" tanyaku dengan bingung.


"Nggak! Kakak ngomong sama kak Diana, nggak ada hubungannya sama kamu, kok", jawab kak Rey.


Aku pun diam, meskipun aku masih menyimpan tanya tentang omongan kak Rey barusan, tapi aku tahan. Aku nggak perlu kepo sama urusan orang, pikirku.


********************************


🍡🍊🍡🍊🍡🍊🍡🍊🍡🍊🍡


Halo semua...


Nih author up eps 95. Selamat membaca, ikuti terus kelanjutan ceritanya, ya....


Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan pada author dengan vote, like dan komen. Buat yang sudah vote terimakasih banyak, jangan bosen nambahin terus ya..mengingat rankingnya habis di bawah 100, sekarang turun jadi hampir 200.


Buat yang belum pernah vote, ayo dong bsntuin vote supaya rankingnya naik dan author makin semangat nulis kelanjutan cerita RASA ITU ADA.


Di novel toon kan ada group chat, gabung yuk di grup chat...chatvkalian pasti author jawab. alAuthor tunggu ya..


Oke sampai sini dulu


Bye..... 🙋😘😊😇😄😍🙏


🍡🍊🍡🍊🍡🍊🍡🍊🍡🍊🍡


*********************************

__ADS_1


__ADS_2