
Aku baru saja berdiri di cake counter untuk melihat kue-kue yang baru di display Rina, saat ada yang memanggilku.
"Mommy...mommy.... "
Suara siapa coba yang manggil aku seperti itu kalau bukan si kecil Nia.
Aku menoleh ke arah pintu masuk dan kulihat Nia berlari ke arahku, dan langsung memelukku. "Mommy, cium dulu...", minta Nia.
Aku pun membungkuk, kupeluk dan kucium pipi serta kening Nia.
"Non mommy, ini baju ganti dan perlengkapan non Nia", kata bibik sambil menyerahkan sebuah tas ransel padaku
"Untuk apa, bik? " tanyaku bingung.
"Tadi pagi tuan daddy nyuruh saya nyiapin baju dan perlengkapan non Nia, terus suruh kasih ke non kalo non Nia main ke sini", jelas bibik.
Aku masih nggak ngerti, untuk apa Gio nyuruh bibik bawain barang-barang Nia ?? Sudahlah, nanti aku akan tanya sendiri sama Gio.
Aku berjalan menuju ruanganku, Nia berjalan di sampingku sambil bergelayut di lenganku.
Sampai di ruanganku, Nia segera melepas seragamnya, melepas sepatu dan kaos kakinya lalu menuju ke kamar mandi. Ini anak pinter sekali, masih empat tahun sudah bisa jaga kebersihan. Nia cuci muka, tangan dan kaki, lalu mengambil handuk di tas ranselnya, memakai bedak, terus pakai baju santai. Nggak lupa Nia memakai sandal santai. Itu senua Nia lakukan sendiri tanpa bantuanku.
Ini baru pertama kali Nia main ke sini pakai acara seka dan ganti baju. Biasanya nggak pernah seperti ini.
"Nia, tumben kamu seka di sini dan pake bawa baju ganti sama sandal segala?" tanyaku
"Kata daddy supaya nggak jorok kalo Nia mau tiduran di tempat tidur tante," sahut Nia.
O... Jadi gara-gara kemaren Nia istirahat di tempat tidurku tanpa ganti baju, makanya bibik disuruh daddy Gio untuk nyiapin baju ganti perlengkapannya Nia.
Melihat Nia yang sudah bersih dan wangi bedak, aku jadi gemes "Sini sayang... ", aku memanggil Nia. Nia pun mendekat, kutarik tangannya, kuciumi pipi chubby nya berkali-kali.
"Mommy... sudah ah!! Nggak boleh cium-cium Nia terus, bedak di pipi Nia jadi habis nih..." kata Nia sambil cemberut.
"Jadi mommy sudah nggak boleh cium Nia lagi nih? "
"Sekarang aja nggak bolehnya, nanti-nanti, besok boleh lagi", jawab Nia dengan lucu. Kucubit pipinya pelan....
"Mommy...., nggak boleh cium, sekarang cubit pipi Nia. Sama aja, mom ! itu bikin bedak di pipi Nia hilang. Mommy ah...!!" Nia cemberut, bibirnya, mengerucut.
Ih....nggak tahan aku..... Kembali kupeluk dan kuciumi Nia berulang-ulang.
Awalnya Nia berontak, tapi akhirnya menyerah. Setelah aku puas menciumi Nia, kuambil bedak dari tas ranselnya. Kubedaki lagi wajah Nia.
"Sudah sayang. Bedaknya sudah nggak hilang lagi," kataku sambil menyimpan kembali bedak Nia di tas ranselnya.
"Nanti Nia aduin daddy, mommy ciumi Nia terus terus terus......"
"Hahaha..... " tawaku terhenti saat ada yang mengetuk pintu
"Ya, masuk.... ", kataku.
Pintu terbuka, yang datang...
"Wah....lagi ngapain ya? Kok ketawanya mommy kedengeran sampai depan?", sapa Gio.
"Daddy.....daddy... mommy dari tadi cium-cium Nia terus terus.... sampai bedak di pipi Nia hilang", lapor Nia pada daddy nya.
"Mommy cium Nia, karena mommy gemes dan mommy juga sayang sama Nia", Gio berusaha memberi pengertian pada Nia.
"Kalo cium artinya gemes sama sayang. Berarti daddy nggak sayang sama Nia dan mommy dong.... "
"Daddy sayang banget sama Nia dan mommy"
"Tapi kok daddy nggak cium Nia sama mommy", Nia protes pada Gio.
"Ya kan daddy baru dateng, Nia langsung ngaduin mommy ke daddy, jadinya daddy lupa, nak. Ayo sini peluk daddy dulu."
Gio memeluk Nia dan mencium pipi dan kening Nia. Aku tersenyum melihat keakraban dan kemesraan mereka.
Setelah itu Gio menghampiriku, memeluk pinggangku dan mencium pipiku.
"Tuh kan daddy sayang Nia, dan sayang mommy juga, " kata Gio sambil tersenyum. Aku pun ikut tersenyum.
"Iya.... Nia kan sayang daddy sama mommy, jadi daddy juga harus sayang Nia sama mommy ! Tapi kalau mommy cuma boleh sayang sama Nia aja", jawab Nia sambil memelukku.
"Lo... kok gitu sayang? Ini kan mommy nya daddy juga", kata Gio.
"Bukan ! Ini bukan mommy nya daddy ! mommy nya daddy itu oma ! Ini mommy nya Nia", kata Nia nggak mau kalah.
"Haha... iya, Nia bener mommy nya daddy itu oma, tapi bentar lagi mommy Vania akan menikah sama daddy, menjadi istrinya daddy dan daddy jadi suaminya mommy. Makanya kalau daddy harus sayang sama Nia dan mommy, mommy juga harus sayang sama daddy dan Nia. Kita bertiga harus saling menyayangi. Setuju?? " Gio memberi penjelasan yang tampaknya dipahami oleh Nia.
"Setuju...., ya deh, mommy juga harus sayang sama Nia, terus sayang sama daddy juga. Mommy setuju?? ", tanya Nia padaku meniru gaya Gio. Kulihat ada senyuman di bibir mungilnya.
"Iya, mommy setuju". Aku pun membalas senyum Nia.
"Sayang, habis makan siang, biarin Nia bobok sebentar, soalnya sore nanti kita akan fitting baju, Nia juga. Nanti orangtua kamu sama orangtua aku juga ikut, tapi kita nggak berangkat bareng. Nanti ketemuan langsung di butik.
"Oh.... Jadi ini alasannya kamu nyuruh bibik bawain baju ganti buat Nia?"
__ADS_1
Gio mengangguk, "itu alasan kedua, yang utama biar Nia bersih, supaya tempat tidur kamu nggak jadi jorok karena Nia", jelas Gio.
"Makasih sayangku untuk perhatiannya...
"Sama-sama sayang...", sahut Gio sambil mengelus pipiku.
"Daddy bawa apa itu? " tanya Nia saat melihat Gio membawa tas plastik.
"Ini? Daddy tadi beli salad, pizza sama creme soup. Nia mau?"
"Nia, mau pizza sama creme soup aja."
"Oke... ", aku segera menyiapkan apa yang Nia inginkan. "Nih buruan Nia makan mumpung masih hangat", aku meletakkan semangkuk creme soup dan mengulurkan sepiring pizza yang sudah kupotong-potong pada Nia.
Makanan sudah ada, tapi belum ada minumnya. Kutekan interkom untuk meminta tolong dibuatkan tiga gelas lemon tea jumbo. Tak lama kemudian apa yang aku pesan, sudah diletakan di atas meja.
Setelah makan kenyang, Nia mulai mengantuk, kusuruh Nia istirahat dan tidur di kamarku.
"Sayang kamu nggak balik kantor? " tanyaku pada Gio.
"Aku diusir nih..? Nggak seneng ya berduaan sama aku?" tanya Gio sedikit kesel.
"Eh, kok mikirnya gitu sih! Aku tuh nggak ngusir kanu ! Dan nggak ada ya orang pacaran yang nggak suka berduaan ! Aku kan cuma nanya, maksud aku kalo kamu nggak balik kantor, kamu bisa istirahat bareng Nia di kamar, " jelasku.
"Aku sudah minta jadwal aku hari ini dikosongkan. Aku pengen refreshing, jadi aku nggak balik kantor lagi. Nanti sore sekalian berangkat ke butiknya dari cafe. Aku mau menghabiskan waktu di sini aja, pengen dimanjain sama calon istriku.' Gio mengerling menggodaku.
"Ih, apaan sih!! Kamu istirahat aja, aku mau kerja." Aku duduk di meja kerjaku dan mulai membuka laptop.
Gio langsung mendekat ke meja kerjaku, diambilnya laptopku, dan ditariknya tanganku. Mau nggak mau aku berjalan mengikuti Gio.
Gio mendudukan aku di sofa, laptopku di taruhnya di meja. Gio sendiri duduk di sebelahku.
"Kamu boleh kerja, tapi tetap temani aku. Aku nggak mau disuruh istirahat dan dicuekin."
Dengan santainya Gio meletakkan kepalanya di pangkuanku.
"Ayo usap kepalaku sampai aku tidur", minta Gio, diambilnya sebelah tanganku dan diletakannya di atas kepalanya.
"Ya ampun... manja banget sih my big baby", gumamku pelan.
Tapi masih terdengar oleh Gio. "Big baby ini calon Suami kamu, ya... Dibilangnya baby tapi nggak pernah kan ngegemesi aku kayak kamu gemesin Nia. Kalo gemes sama Nia, nyiumi Nia terus sampe anaknya protes, tapi kalo cium aku cuma sekali-kali aja." Gio merajuk.
Aku tertawa geli dengernya. "Ada ya... bapak direktur minta digemesin dan ngiri sama anaknya sendiri....", candaku.
"Tau ah!! Aku kesel sama kamu. Aku balik aja, kekasih aku nggak mau manjain aku." Tampang Gio kesel dan nggak enak dilihat, Gio segera bangun dari pangkuanku.
Ngeliat gelagat bakal ada badai ngambek, aku akhirnya ngalah. Aku tarik kembali badannya, kuposisikan kepalanya dengan nyaman di pangkuanku. Aku singkirlkan laptopku.
Posisi Gio yang tadinya telentang, sekarang jadi miring, kepalanya menyandar di perutku dan lengannya memeluk pinggang aku. Nggak lama setelah itu, aku mendengar suara nafas Gio yang teratur, rupanya my big baby kecapekan, sehibgga cepet tertidurnya.
Aku amati wajah tampan Gio yang sudah pulas tertidur. Kuelus wajah tampannya. Apa kamu tahu, sayang? aku merasa sangat bahagia mendapatkan cinta dan perhatian yang luar biasa dari kamu. Rasa Cintamu untukku telah lulus diuji oleh waktu. Bohong kalau aku sebagai wanita tidak merasa bangga dan tersanjung dicinta dan dipuja oleh seorang pria sepertimu. Aku pun pengen segera menjadi istrimu. I love you... bisikku.
Ruangan yang sepi, terus aku yang tidak melakukan apa-apa ditambah ngeliat Gio yang tidur dengan nyenyak, aku jadi mulai ngantuk, akhirnya aku ikutan tidur.
Aku terbangun saat ada yang menggoyang-goyangkan tanganku. "Mommy.... Mommy bangun... ".
Kubuka mataku, kulihat Nia duduk di sebelahku, menyandar manja di lenganku.
"Nia sudah bangun dari tadi?"
"Baru', sahut Nia singkat
"Sayang...., sayang.... bangun yuk, sudah sore, lo... ", aku membangunkan Gio.
Gio mngerjapkan matanya beberapa kali sebelum bangun dari dari pangkuanku. Gio duduk di sebelahku, dipeluknya bahuku dan didaratkannya satu kecupan di pipiku.
"Thank you, love... ini tidur siang ternyenyakku. Aku beneran fresh sehabis bangun tidur," kata Gio sambil tersenyum.
"Kenapa daddy yang ditemeni bobok sama mommy?" protes Nia.
"Nia kan sudah sering tidur ditemeni sama mommy, kali ini giliran daddy, ya... " bujuk Gio.
"Kali ini aja, ya....", sahut Nia.
"Hahaha.... " Aku tertawa mendengar pembicaraan Gio dan Nia barusan.
"Ayo Nia, mandi dan bersiap-siap, sebentar lagi kita akan pergi," ajakku.
Setelah kami bertiga selesai bersiap, kami segera berangkat menuju butik, sesuai alamat yang sudah di share loc sama mamanya Gio.
Begitu kami masuk dalam butik, langsung disambut oleh karyawan butik tersebut. Tak lama kemudian, pemilik butik sekaligus designer nya menemui kami.
Ada banyak gaun pengantin yang ditunjukan padaku, aku jadi bingung memilihnya.
"Mbak, saya mau gaun pengantian yang simple dan tidak terbuka, tolong pilihkan untuk saya, ya.. ." Akhirnya aku minra tolong sama mbaknya untuk mencarikan gaun pengantinku
"Suka warna apa, dik? Putih atau putih tulang?," tanya mbaknya lagi.
"Warna putih aja, mbak", sahutku.
__ADS_1
Ada enam gaun yang dipilihkan untukku, tapi yang menarik perhatianku hanya dua, jadi aku putuskan yntuk mencoba kedua baju itu.
Aku mencoba baju pertama, menurutku lumayan bagus, tapi Gio bilang dia kurang suka. Sekarang aku mencoba baju kedua, aku berkaca, bagus banget bajubya, dan aku terlihat lebih cantik. Baju ini sangat pas membalut tubuhku. Tampak indah dan elegan dipakai. Aku pun menunjukkan pada Gio, untuk minta pendapatnya. Gio memandangiku tanpa berkedip.
"Dengan gaun yang elegan ini, kamu tampak cantik, anggun dan sangat mempesona, sayang... ," puji Gio, yang membuatku tersipu.
"Aku ambil foto kamu, love...."
"Aku nggak mau foto sendirian pake baju pengantin. Nanti aja, serelah kamu nyobain jas, kita foto bareng," kataku.
"Oke....nanti kita foto bareng," Gio setuju.
"Ya mbak, saya jadi sewa baju yang saya pakai ini". Aku sudah menentukan pilihanku.
Baju pengantinku sudah beres, sekarang giliran Gio yang mencoba jas.
"Bajunya nggak saya lepas dulu, ya.....mau saya pinjam untuk foto bareng calon suani saya," kataku meminta ijin
"Boleh.... silahkan aja ", sahut mbaknya ramah.
Gio memilih jas warna biru navy. Kupandangi Gio yang sedang menunjukkan jas pilihannya padaku. Ya ampun ! Gantengnya pacarku....
"Ayo kita foto bareng," ajak Gio.
"Mbak minta tolong fotokan kita, ya... ", Gio minta tolong sama mbaknya. Kami difoto beberapa kali, dengan berganti tempat dan pose.
"Kok mommy sama daddy foto nggak ngajak Nia? ", terdengar suara Nia yang protes.
"Oh iya...., sini sayang! Ayo foto bareng mommy sama, daddy", ajakku.
Kami pun foto bertiga. Selesai foto bersama Nia, aku dan Gio segera mengganti baju pengantin dan jas yang kami coba barusan.
Aku sudah memilihkan baju untuk Nia, sudah dicoba dan bagus di pakai di badan Nia.
Tak lama setelah kami selesai, tampak mama, papa, Sean dan Gita datang. Selang lima menit kemudian, disusul papi sama mami.
Papa Gio sama papi, pakai jas yang sama. Mama sama mami juga memilih gaun yang samaan.
Sean tidak mau menyewa jas, alasannya dia punya banyak jas, tapi jarang dipakai.
Setelah urusan di butik beres, kami menuju ke resto, karena sudah memasuki jam makan malam.
"Gimana tadi ? Sudah cocok sama baju pengantinnya?" tanya mami.
"Iya, mi. Vania sama Gio suka sama model baju pengantin itu. Kalau mau lihat, kita ada fotonya", kataku.
"Ya, mana fotonya? Mama mau lihat", sahut mama.
Gio mengambil ponselnya dan menunjukkan foto kami.
"Bajunya simpel tapi kelihatan elegan. Cuma mama lebih suka pose kalian yang di foto-foto yang lain", kata mama sambil menunjukkan ponsel Gio pada papa, paps tersenyum melihatnya.
"Hah?? Maksudnya apa?" tanyaku bingung.
Mama hanya tersenyum, lalu mengulurkan ponsel Gio pada mami. Mami menunjukkan pada papi.
"Kapan kalian fotonya? " tanya mami
"Tadi, di butik pas nunggu kalian datang", jawabku.
"Bukan yang pake baju pengantin, tapi foto ini", kata mami sambil mengulurkan ponsel Gio padaku.
Aku kaget ngeliatnya. Mukaku langsung tetasa panas. Ternyata yang dimaksud adalah foto yang dijadikan wallpaper sama Gio.
Melihat reaksiku, Gio langsung mengambil ponselnya dari tanganku, dia pun melihat foto yang dimaksud.
"Oh, foto ini... Bagus nggak? Itu akan kami gunakan untuk koleksi foto prewed. Foto itu diambil saat liburan di Batu. Yang ngambil gambar kami Gita", jelas Gio dengan tenang.
Aku malu, fotoku dan Gio yang lagi kissing dilihat oleh orangtuaku dan orang tua Gio. Padahal kan pose foto itu nggak sengaja.
"Sudah Vania, nggak usah ngerasa sungkan atau apa. Pose foto itu nggak masalah bagi kami. Malah kami senang ngeliat kalian akur seperti itu", mama Gio menenangkan aku.
*********************************
🌀🌹🌀⛄🌀🌹🌀⛄🌀🌹🌀
Halo....
Maaf, kemarin author lagi gak mood untuk nulis cerita, jadinya kemarin nggak upload kelanjutan cerita RASA ITU ADA.
Gimana apa kalian masih setia mengikuti jalannya cerita novel ini? Kalo ya, kasih author dukungan dong, supaya authornya semangat terus dalam menulis. Dukungan kamu bisa berupa vote, like dan komen. Author tunggu ya dukungannya.
Author mengucapkan banyak terimakasih untuk readers yang sudah memberikan vote-nya untuk karya author RASA ITU ADA. Tambahin terus banyak-banyak, ya vote-nya supaya rankingnya bisa makin naik.
Selamat pagi
Salam 🙏😘😜😇😄😍🙏
🌀🌹🌀⛄🌀🌹🌀⛄🌀🌹🌀
__ADS_1
*********************************