RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 58 MINI CAFE


__ADS_3

Bekerja di kantor Surabaya yang merupakan kantor pusat, tentu saja membuatku semakin banyak teman.


Di sini aku juga punya temen deket, namanya Luna, Lia dan Vita. Kami sering menghabiskan waktu bersama dari makan siang, jalan, nonton, main, liburan....dst


Di antara kami berempat, yang sudah nikah Vita, Luna sudah tunangan, Lia sudah punya pacar, cuma aku yang masih single.


Mereka bertiga sangat rajin dan antusias nyariin aku pasangan. Ada aja cowok yang dikenalin ke aku, dan aku nggak pernah nolak. Aku selalu welcome untuk kenalan dengan orang baru, tapi aku cuma mau berteman.


Di kantor pun ada beberapa temen kerja cowok yang menunjukkan perhatian lebih padaku, tapi aku menanggapi mereka hanya sebagai teman. Bahkan ada yang nembak aku, kutolak dengan halus, tapi kita tetap berteman. No hurt feeling.


Kalau sampai saat ini aku belum pacaran lagi, bukan karena belum bisa move on dari Gio. Sama sekali bukan itu alasanku. Aku belum mau pacaran lagi karena aku takut gagal lagi. Itu aja. Jadi aku akan nyari yang bener-bener sreg baru aku mau menjalin hubungan yang serius. .


Enam bulan setelah putusnya aku dan Gio, keluargaku pindah rumah. Kami pindah karena rumah lama papi sering kebanjiran.


Setengah tahun setelah kami pindah mami dan papi buka toko desert, jual aneka cake, puding, juice, susu coklat, dll. Awalnya toko cake itu cuma melayani take away saja, tapi karena banyak pelanggan yang ingin makan di tempat, akhirnya disediakan meja kursi. Semula toko itu hanya memakai satu ruko, karena menyediakan makan di tempat, perlu menambah ruang, jadi nambah satu ruko lagi. Saat ini sudah jadi empat ruko karena toko cake mami sekarang sudah jadi mini cafe. Pegunjung cafe mami lumayan banyak setiap harinya, apalagi kalau weekend..... semua meja terisi penuh.


Sukses dengan mini cafe yang pertama, dua tahun kemudian mami papi membuka cabang. Untuk mini cafe yang kedua ini papi mami minta aku yang mengurus, soalnya mami papi konsen ngurus cafe yang pertama.


Awalnya aku menolak, tapi akhirnya aku menerima. Aku resign dari Pt Sawit Nusantara untuk konsen mengelola cafe.


Saat ini sudah dua tahun aku mengurus mini cafe cabang. Cafe kedua ini tidak sebesar cafe yang pertama, tapi bangunan dan dekorasi kedua cafe ini sama. Aku suka dengan kesibukan baruku ini.


Hari ini hari Sabtu malam Minggu, suasana mini cafeku lumayan rame, hampir semua meja terisi. Aku keluar dari ruang kerja, aku akan bantu di tempat penjualan cake.


Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampiriku. Usianya lebih muda dariku. Paling masih 20an. Cakep, keren, seperti ada darah bulenya, gagah, tinggi, putih....


"Mbak pemilik cafe ini, ya? ", karena keasikan mengamati dia, aku kaget saat dia bertanya padaku.

__ADS_1


"Iya. Ada yang bisa saya bantu?", tanyaku sopan.


"Apa di sini butuh pemusik? Kalo memang perlu, saya mau melamar pekerjaan itu", tanyanya.


Mendengar itu, aku langsung menjawab, "Ayo kita bicara di ruangan saya", ajakku.


Mini cafe ku ini memang menyediakan stage kecil untuk para tamu yang mau nyanyi atau sekedar bermain gitar atau keyboard, tapi tidak menyediakan pemusik. Kalo di tempat papi, memang ada home band nya yang menyuguhkan life music setiap hari. Di mini cafe ku keseringan aku putarkan lagu dari cd aja. Memang aku mulai kepikiran untuk manggil pemusik, tapi aku masih belum sempat.


"Mbak, kenalkan....nama saya Kenzo Alexander Bramasta", katanya sambil mengulurkan tangan.


"Saya Vania", kujabat tangannya.


"Mbak, apa mbak perlu pemusik?", Kenzo mengulang pertanyaannya


"Ya, saya memang perlu pemusik, cukup dua orang yang bisa main gitar dan keyboard, juga sekaligus harus bisa nyanyi. Saya maunya satu cewek, satu cowok".


"Oke.... Panggil temanmu ! Kalian bisa perform, saya beri kesempatan menampilkan dua lagu. Kalau penampilan kalian bagus bisa ditetuskan sampai jam tutup cafe, dan akan saya bayar. Tapi kalau nggak, cukup dua lagu itu dan kalian silahkan pulang", aku mengajukan penawaran.


'Deal, mbak. Kami akan perform dalam 30 menit".


"Oke, saya tunggu. Tampilkan yang terbaik karena kesempatan nggak datang dua kali", kataku mengingatkan.


"Ya mbak, makasih sudah diberi kesempatan".


Aku pun mengangguk. Kenzo bergegas keluar dari ruang kerjaku.


Aku berdiri di sudut ruangan, menatap langsung ke panggung, aku mau menyaksikan penampilan Kenzo dan temannya.

__ADS_1


"Selamat malan.... Perkenalkan kami Two K, Kenzo & Kayla. Di sini kami akan menemani anda menghabiskan malam panjang dengan suguhan lagu-lagu manis.... Jika anda punya lagu favorit, anda bisa beritahu kami, dengan senang hati kami akan menyanyikannya", Kenzo memberi salam sekaligus memperkenalkan diri pada pengunjung cafe.


Mereka tampil penuh percaya diri, seperti sudah pengalaman. Permainan musik dan suara, mereka juga bagus. Aku menyukai penampilan mereka. Setelah lagu pertama selesai dibawakan, banyak pengunjung cafe yang bertepuk tangan.


Mereka lanjut lagu kedua, saat lagu kedua dinyanyikan aku melihat waiter memberikan secarik kertas pada Kenzo, rupanya ada yang request lagu. Berarti pengunjung juga suka dengan aksi mereka, pikirku.


Saat Kenzo menatapku, kuacungkan jempolku, yang menandakan dia boleh terus di stage itu.


Kenzo tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arahku.


Mulai malam ini, setiap malam akan ada suguhan life music di cafeku.


***********


Hii readers.....


Author yakin episode ini bikin kalian sedikit bingung. Kalian ngerasa ada sesuatu nggak dengan Kenzo? kalo kalian jeli, pasti bisa memahami ada sesuatu..... Apa hayo.....??


Jangan bosen, ya... tiap hari author ingetin Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote dan komen. Kalo kalian ada waktu, bisa share link author ke temen kalian supaya mereka ikutan baca cerita novel ini.


Ok... tungguin ya kelanjutan cerita RASA ITU ADA dan ikuti ceritanya sampai tamat,


Terimakasih


Salam 🙏😘😍


**************

__ADS_1


__ADS_2