RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 47 ADA YANG ANEH


__ADS_3

Hari pernikahan kami kurang 4 bulan. Semua berjalan lancar, tidak terlalu ribet, sebab kami serahkan semuanya pada wo


Hari ini hari Sabtu, kami libur, kami pakai untuk memilih baju pengantin. Aku nggak tau salah makan apa si Gio ... hari ini dia tuh cerewetnya bukan main. Sudah berkali-kali aku nyoba gaun pengantin, tapi Gio selalu menggeleng tidak setuju. Aku sampai nyoba baju ke 9 baru Gio ok. Ampun deh...!


Setelah selesai fitting aku bilang ke Gio, "Yang, tadi itu kalo sampe baju yang ke sepuluh aku coba dan kamu belum juga cocok..... Aku akan suruh kamu aja yang nyoba gaunnya", kataku jengkel.


Gio ngakak menanggapi omonganku, "Aku cuma mau yang terbaik untuk calon istriku", sahut Gio sambil mengelus pipiku


Sekarang giliran Gio fitting, kali ke 4 nyoba, dia sudah cocok. Aku nggak banyak komen karena di mataku mau pakai jas yang mana aja Gio tampak tampan dan keren.


Acara fitting baju beres. Hari sudah siang dan perut mulai keruyukan.... "Makan ikan bakar yuk, yang....", ajak Gio.


"Boleh", jawabku cepat.


Kami langsung berangkat ke resto ikan bakar. Kami pesan ikan goreng, ikan bakar dan tumis kangkung, minum orange juice buatku dan soda gembira untuk Gio.


Sambil menunggu pesanan, Gio memulai pembicaraan, " Yang....kamu inget nggak pernah ketemu 3 anak buahku di mall? "


"Inget, kenapa ? ", tanyaku, karena seketika terbayang si centil yang bergelayut manja pada Gio.


"Yang namanya Putri, inget? "


"Yang centil dan manja sama kamu itu kan? ", aku balas nanya dengan nada nggak suka .


"Iya bener, tapi kok jawabnya ngegas gitu? "


"Ya itu karena aku keinget pas dia gandeng manja kamu dan kamunya keliatan enjoy gitu", jawabku ketus.

__ADS_1


"Kayaknya ada yang jealous nih...", goda Gio


"Kamu boleh nanya sama cewek seantero jagad, apa ada cewek yang suka ngeliat cewek lain lagi genit dan manja sama pacanya??", balasku masih dengan nada tinggi.


"O... jadi ceritanya waktu itu cemburu? Kok pas itu nggak keliatan sama sekali ya? Ternyata....", Gio sengaja ngomong digantung


"Ternyata apa? "


"Ternyata, memendam rasa jealous... Yang ini yang terakhir ya kamu nyembunyiin sesuatu dari aku. Lain kali apa pun itu harus diomongin, harus disampaikan. Aku nggak mau ada salah paham di antara kita", tutur Gio.


Aku menarik nafas sebelum menganggukkan kepalaku.


"Kalo kamu simpan di hati, akhirnya bisa seperti ini... Kamu jadi punya pemikiran yang kurang baik ke aku. Aku ceritain semuanya ya... supaya kamu jelas dengan hubunganku sama Putri. Dulu sebelum aku ketemu kamu, aku memang sering jalan bareng sama anak buahku, terutama si Putri, tapi memang cuma temen jalan aja, nggak pernah ada hubungan apa pun di antara kami. Tapi sejak kita kenal, aku nggak pernah main sama mereka lagi. Begitu selesai kerja aku langsung balik, soalnya aku pengen ketemu kamu terus'.


"Nggak usah gombal !! "


"Itu ungkapan hat aku, sayang... bukan gombal ! Mana kamunya nggak peka lagi! dikasi lambang-lambang nggak ngerti..., malah marah pas aku ngomong mau jadi pacar kamu atau mau jadiin kamu istri aku... ", Gio menggerutu.


"Yang, sudah sebulan ini Putri menghilang, nggak ada kabarnya. Nggak ijin, nggak resign tapi tahu-tahu nggak masuk aja", cerita Gio.


"Apa dia ada masalah sama kantor yang belum beres? Atau abis berantem sama temen sekantor? ", tanyaku.


"Nggak. Nggak ada masalah apa-apa. Orang kantor juga bingung dan ngerasa aneh", kata Gio.


"Kamu kangen sama dia, yang? ", tanyaku tanpa mikir


"Sembarangan !", Gio menjentik keningku. "Dia itu kan anak buahku, ada masalah seperti ini, pasti aku yang ditanya sama orang kantor", Gio menjelaskan. "Lagipula ngapain aku kangen sama dia kalo di sampingku ada wanita istimewa yang aku cinta?? ", kata Gio sambil memeluk bahuku.

__ADS_1


"Gombal aja terus.... !!", sahutku, entah kenapa ada rasa tidak suka setiap aku denger Gio cerita tentang Putri. Mungkin aku cemburu..., pikirku.


"Beneran, yang ! Rasa aku padamu itu luar biasa hebatnya.. ", Gio berusaha meyakinkan aku dengan gaya lebay.


"Udah...! Lebaynya kebangetan. Bikin eneg!"


"Kamu tuh ya.... tunangannya bilang cinta malah dijawab eneg. Aku jadi ragu nih... sebenernya kamu cinta nggak sih sama aku? " tanya Gio dengan cemberut.


"Kalo aku nggak cinta, ngapain aku mau kamu ajak tunangan ? bahkan empat bulan lagi nikah... "


"Kenapa ya.. aku tuh kalo ngadepin kamu jadi melempem banget ?? denger kamu ngomong kayak gini aja hati aku langsung melted'.


"Haha... udahan dulu ya ngegombalnya! Liat tuh waiternya udah datang nganter makanan", kataku menyudahi.


**********


Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏


Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤


Jangan lupa ikuti terus kelanjutan


ceritanya....😄😊😍


Aku selalu menunggu komen dan like


kalian 👍👍👍

__ADS_1


Salam.... 🙋


****************


__ADS_2