
Sudah dua minggu aku berteman dengan Vino via chat wa. Dan selama dua minggu ini juga Vino dan aku setiap hari selalu chatting. Ada aja yang kita omongin dan aku nggak pernah bosan membaca maupun membalas chat dari Vino.
From Vino 07.10
Pagi kekasih terangku
To Vino 07.12
Pagi kekasih gelapku
From Vino 07.13
Cie cie sekarang sudah mau manggil aku dengan sebutan kekasih gelapku. Berarti level aku sudah naik nih dari temen jadi kekasih....
To Vino 07.17
Hahaha.... Kekasih chat.
From Vino 07.18
Nggak masalah! Kita awali sebagai kekasih chat dulu, nanti setelah kita ketemuan langsung deh jadi kekasih beneran
To Vino 07.19
Ngarep banget pak?
From Vino 07.20
Emang aku ngarep, Van
To Vino 07.21
Hahaha....
From Vino 07.22
Berarti mulai hari ini kita jadian, ya....
To Vino 07.23
Hah? Jadian??
From. Vino 07.24
Nggak usah kaget gitu!! Iya, mulai hari ini kita sudah jadian sebagai kekasih chat.
To Vino 07.25
Hahaha..... Up to you lah....
Btw kamu sudah sarapan, Vin?
From Vino 07.22
Belum, aku mau mandi dulu, baru sarapan
To Vino 07.23
Ya udah buruan mandi sana ! Bau tau!!
From Vino 07.24
Enak aja bilang bau ! Aku nggak mandi juga tetep wangi...
To Vino 07.25
Pede amat!! Vin, udahan ya... aku mau sarapan , sudah ditunggui papi mami. Bye....
From Vino 07.26
Ok, bye....
Aku segera menuju ke meja makan
"Pagi pi..., pagi mi... ", sapaku
"Pagi, sayang....", jawab mami papi
"Keliatannya kamu makin hari makin ceria aja, Van... ", kata Mami
"Kayaknya hatinya, lagi berbunga-bunga nih, mi....", goda papi
"Apaan sih, pi? Nggak ada apa-apa, kok", sahutku
"Ada apa-apa juga nggak apa. Papi sama mami seneng kok kalo sudah ada yang mengisi hatimu lagi", lanjut papi.
"Belum ada, pi. Kalo ada pasti Vania cerita".
Apa bener memang terlihat ada perubahan pada diriku? Apa bener aku tetlihat lebih ceria dan berbunga-bunga? Kalo iya, apa penyebabnya? Vino kah? Memang dua minggu ini Vino selalu mengisi hari-hariku, tapi masak karena itu sih?? Kayaknya nggak deh! Palingan mami papi cuma ngeledekin aku aja....
Selesai sarapan, aku langsung balik ke kamar. Kulihat lampu notif ponselku berkedip, ternyata ada chat dari Rico
From Rico 07.54
Pagi, Van...
Van, gimana? Sudah selesai kamu berpikirnya? Hari ini hari terakhir kamu untuk berpikir ya, Van soalnya besok adalah batas waktu yang kita sepakati. Besok aku ke cafe jam 6-an, kita ketemuan untuk ngomongin masalah ini. Aku tunggu kabar baik dari kamu ya, Van. Bye... See u ....
Ya ampun....!! Gimana ini?? Sebenernya jawaban untuk Rico sudah ada sejak hari itu, tapi aku bingung cara ngomongnya. Maksud aku, aku bingung gimana cara menolak yang tidak membuat Rico sakit hati. Aduh.... pagi-pagi aku sudah dibuat pusing !Dengan terpaksa aku balas chat Rico.
To Rico 08.12
Iya, Ric. Sampai ketemu besok.
Jam 08.50 aku sudah sampai di cafe. Karyawanku sudah pada datang, mereka lagi bersih-bersih cafe.
"Selamat pagi semua....", sapaku
"Pagi, bu..... ", sahut mereka
Aku segera membuka kunci pintu ruang kerjaku, aku duduk di sofa, sambil menunggu ruanganku dibersihkan.
"Permisi, bu... ada kiriman bunga", Rina melangkah masuk dan menyerahkan sebuket bunga mawar merah.
"Dari aiapa, Rin? ", tanyaku
"Nggak tau, bu. Saya cuma terima dari pak satpam, tapi itu ada kartunya kok", jelas Rina.
"Ok... Makasih, ya".
"Sama-sama, bu", jawab Rina.
Kucium buket bunga itu....harum. Segera kubuka kartu kecil yang tergantung di buket bunga itu
'Pagi kekasih terangku....Semoga harimu menyenangkan β€β€β€
Vino. Ternyata Vino yang ngirim bunga. Itu anak kurang kerjaan kali.... Kita kan nggak jadian beneran, cuma jadian di chat aja, kok pake kirim bunga segala.....
Kuambil ponselku segera kukirim pesan ke Vino
To Vino 09.07
Kekasih gelapku.... Tq, bunganya sudah aku terima
From Vino 09.08
Sama-sama sayang....
To Vino 09.09
Kok manggil sayang?? Kan kita cuma kekasih chattingan
From Vino 09.10
Yang namanya orang pacaran mau nyata atau pun chattingan, manggil sayang kan biasa.... Malah kebanyakan pasangan kan bikin panggilan kusus
To Vino 09.11
__ADS_1
Ya sudah deh aku ngikut kamu aja....
From Vino 09.12
Bener ya ngikut apa kataku !! Kamu yang bilang sendiri, lo!
To Vino 09.13
Asal nggak yang aneh-aneh
From Vino 09.14
Nggak aneh kok! Aku cuma mau, mulai hari ini kamu panggil aku dengan sebutan sayang, begitu juga aku
To Vino 09.15
Nggak mau ah....!
From Vino 09.16
Tadi kan katanya ngikut apa kataku, kok sekarang protes?
To Vino 09.17
Vin... Kita kan cuma kekasih chattingan, dalam arti kekasih pura-pura, jadi nggak perlu saling panggil sayang...
From Vino 09.18
Bilang kita kekasih chattingan menang bener, tapi bilang kita kekasih pura-pura aku nggak setuju. Soalnya kanu mau pun aku nggak ada yang pura-pura kan?! Gini aja kalo kamu nggak mau panggil aku sayang, kamu panggil aku pacar aja.
To Vino 09.18
Nggak mau. Aku panggil kamu Vino aja
From Vino 09.19
Yang, kita baru jadian tadi pagi, lo.... Masak sekarang sudah ribut. Turuti aku dong... , kan kamu manggil sayang juga nggak ada yang tau, nggak ada yang denger juga. Ini kan just between us.
To Vino 09.20
Ya udah aku nurut, kamu suka dipanggil pacar atau sayang?
From Vino 09.21
Nah gitu dong!! Aku lebih seneng kamu panggil aku sayang
To Vino 09.22
Ok sayang....
Sudah dulu, ya... Sudah waktunya kita kerja
From Vino 09.23
Aku seneng banget, yang.... Kanu panggil aku gituππ Panggil lagi dong...!
To Vino 09.24
Ogah!! π
From Vino 09.25
Hahaha.... ok sayang, happy working, I love you.... πβ€
Chat-nya Vino yang terakhir nggak aku balas. Ini kan cuma pacar chattingan, tapi saat baca chat Vino kenapa ada desiran di dada aku, ya....??
Aku berusaha konsentrasi untuk bekerja supaya nggak ada waktu untuk mikir yang lain-lain.
Aku masih asiik mengecek laporan keuangan ketika ada yang membuka pintu ruanganku
"Tante mommy...... Nia dateng... ", teriak Nia sambil berlari ke arahku
"Hei... Kamu kok lama nggak ke sini ? Tante kangen tau !!'. Kupeluk dan kuciumi wajah Nia.
"Makanya tante mommy jadi mommy-nya Nia aja, jadi tiap hari kita bisa ketemu terus", jawab Nia dengan enteng.
"Nggak! Nia nggak kangen tante", sahut Nia
"Kok gitu sih? Tante sedih nih..."
Aku memasang wajah sedih.
"Kan Nia ngomongnya belum selesai.... Nia nggak kangen sama tante, tapi Nia kangen banget-banget sama mommy Vania", jelas Nia. Setelah ngomong gitu Bia langsung mencium dan memelukku erat
"Nia sayang banget sama mommy Vania", kata Nia
"Kan tante sudah bilang Nia nggak boleh manggil mommy, panggilnya tante mommy aja", aku mengingatkan Nia.
"Nia pengen punya mommy". Mata Nia mulai berkaca-kaca.
"Nia kan sudah punya mommy, Nia sabar aja tungguin, suatu hari pasti mommy pulang", aku berusaha meyakinkan Nia, meski aku nggak yakin dengan omonganku sendiri.
"Nia sudah capek nungguin mommy terus. Sekarang Nia maunya tante mommy yang jadi mommy Nia", kata Nia
"Nia nggak boleh gitu, sayang.... Nanti momny Nia sedih lo, kalo denger....", aku mencoba menenangkan Nia.
"Biarin!! Mommy juga nggak peduli Nia sedih". Nia mulai nangis.
"Siapa yang bilang? Seorang mommy pasti ikutan sedih kalo ngeliat anaknya sedih", jelasku.
"Kalo mommy nggak mau Nia sedih, mommy pasti cepet pulang", sahut Nia lagi.
Aku nggak tau harus bilang apa.... soalnya apa yang dibilang Nia memang bener dan masuk akal. Sungguh kasihan.... Anak sekecil ini harus menanggung beban pikiran dan perasaan.
Aku pangku Nia, aku peluk dan kuelus-elus punggung Nia. Cukup lama kami dalam keadaan seperti itu.
Mungkin karena sedih dan capek nangis, saat kuelus-elus seperti tadi Nia jadi ngantuk, akhirnya tertidur. Aku gendong Nia dan kubaringkan di tempat tidurku.
Kupandangi wajah Nia.... Wajah yang cantik, lucu dan menggemaskan. Aku nggak habis pikir sama mommy nya Nia....Apa dia nggak kangen sama putri kecilnya? Dia boleh marah sama suaminya, tapi seharusnya dia tetap datang untuk menemui anaknya..
Kutinggalkan Nia yang tidir pulas, aku kembali melanjutkan pekerjaanku.
Pukul 12.10 pekerjaanku selesai. Kuluruskan punggungku, kuputar pinggangku ke kanan dan ke kiri.
Aku baru pegang hp, mau oreder makanan via online, saat Fitri masuk ke ruanganku sambil membawa satu kantong plastik
"Bu, ada kiriman makanan", kata Fitri.
"Dari siapa, Fit?"
"Nggak tau, bu. Nggak ada nama pengirimnya", jawab Fitri
"Makasih, Fit".
"Sama-sama, bu".
Siapa ya yang ngirimi aku makanan....
Terdengar notif wa ku berbunyi, segera kulihat
From Vino 12.21
Hai sayang.... Udah nyampai nasi padangnya? Lauknya rendang. dan paru goreng, kesukaan kamu kan itu?
To Vino 12.22
Makasih, Vin. Ngapain sih kamu repot gini? Dari mana kamu tau kesukaan aku?
From Vino 12.23
Kok masih panggil Vin? Kan tadi janjinya manggil sayang, kan?
To Vino 12.24
Iya lupa.
From Vino 12.25
__ADS_1
Ya udah nggak apa, kali ini kumaafkan π
Banyak banget ya pertanyaan kamu. Ok, aku jawab satu-satu.
Aku nggak repot kok, soalnya kebetulan aku tadi makan siang bareng klien di sana, jadi aku bungkusin sekalian dan aku suruh driver online ngirim. Kalo masalah kesukaan kamu ya pasti aku tahulah kan aku tau segalanya tentang kamu, secara aku kan secret admire kamu....
To Vino 12.26
Sok tau ah!!
tapi makasih banyak nasi padangnya
Aku makan dulu, ya.... Bye....
From Vino 12.27
Ok. Selamat makan, sayang...
Bye....
Segera kusantap dengan nikmat nasi padang kiriman dari kekasih gelapku. Hehe...
Baru aja aku selesai makan, Nia yang baru bangun tidur langsung mendekatiku, bergelayut manja di di lenganku.
"Hei.. Sudah bangun, sayang... Nia mau makan? ", tanyaku lembut.
Nia menganggukkan kepalanya.
'Ayo duduk di sofa, Nia makan dulu", ajakku.
Nia menurut aja. Aku buka kotak makannya. "Nia, before eat you have to.... ", kataku
"Pray, tante mommy", jawab Nia.
"Pinter... Ayo Nia doa dulu", suruhku.
Nia pun melipat tangannya dan memejamkan mata, mulut kecilnya komat-kamit bikin gemes. Nggak lama kemudian aku denger Nia bilang, "Amin". Yang menandakan dia telah selesai berdoa.
"Mari makan, tante mommy", kata Nia.
"Tante sudah makan, sayang. Ayo Nia buruan makan gih... "
Nia pun segera menyendok makanannya. Nia sudah pinter makan sendiri.
Aku duduk di sebelah Nia, sambil mengecek daftar hadir karyawan.
"Tante mommy bentar lagi Nia ulang tahun", kata Nia
"Kapan, sayang? ", tanyaku
Ulang tahunnya tanggal 10, tapi pestanya tanggal 14, soalnya milih hari Sabtu. Kata oma kalo hari Sabtu mereka libur, nggak kerja. Jadi nanti oma, opa, aunty, uncle sama daddy bisa datang semua ", jelas Nia.
"O gitu...., ulang tahunnya di mana? ", tanyaku lagi
"Di abc resto. Tante mommy datang, ya....", undang Nia.
"Nia ulang tahun ke berapa? "
"Empat", jawab Nia sambil menunjukkan empat jarinya.
"Nia mau kado apa", tanyaku
"Mommy Vania", jawab Nia
"Kok mommy Vania? Maksudnya apa? ", tanyaku bingung
"Nia pengen tante mommy jadi mommy-nya Nia", jawab Nia.
"Ah Nia ngacau deh !! Ayo yang bener Nia pengen apa, nanti tante kasih buat kado", kataku.
"Nia pengen kue ulang tahun yang ada princess ariel-nya".
"Oke,, nanti Nia bilang sama oma nggak usah pesan kue ultah, nanti kuenya dikirim dari Mini Cafe", kataku menyanggupi permintaan Nia.
"Beneran ya tante momny, kuenya yang ada princess ariel-nya", ulang Nia untuk memastikan.
"Iya, sayang. Coba Nia panggil bibik suruh ke sini, tante mau ngomong sama bibik", kataku.
Nia segera berlari ke arah pintu dan teriak memanggil bibik pengasuhnya.
"Ada apa, non? ", tanya bibik pada Nia.
"Bibik dipanggil sama tante mommy", sahut Nia.
"Non mommy panggil saya?", tanya bibik.
Dalam hati aku ketaea nodenger bibik menyebutku non mommy. Bibik ini kocak juga, saat Nia manggil aku tante cantik, bibik memanggilku non cantik. Sekarang Nia menyebutku tante mommy, bibik ikutan memanggilku dengan sebutan non mommy. Bibik.... Bibik....
"Bik, yang ngurusi pesta ulang tahun Nia siapa? ", tanyaku
"Oma sama non aunty", jawab bibik.
"Kalau gitu saya minta tolong sampaikan sama oma dan aunty nggak usah pesan kue ulang tahun, bilang aja nanti kue ultahnya dikirim dari Mini Cafe", jelasku.
"Iya, non mommy nanti saya bilang ke oma", jawab bibik.
"Non tadi saya sudah dapat nama temen-temen sekelas non Nia, sama nama gurunya, untuk nulis undangan, non. Non mommy nanti juga diundang, kok", cerita bibik.
"Saya diundang atau nggak, saya tetap mengirim kue ulang tahunnya kok, bik", jawabku sambil tersenyum.
"Tante mommy pasti Nia undang dan tante mommy harus datang!! Kalo tante mommy nggak datang, Nia nggak jadi ulang tahun", ancam Nia.
"Eish... kok gitu ngomongnya? Kalau mau ulang tahun itu nggak boleh marah, nggak boleh kesel, harus senyum, harus ceria supaya banyak kegembiraan yang datang", kataku.
"Nia nggak akan marah, nggak akan kesel asal tante mommy datang ke ulang tahun Nia", jawab Nia.
"Iya, nanti tante usahakan datang, ya...", aku berusaha menenangkan Nia.
"Pokoknya tante mommy harus janji pasti datang", desak Nia
"Iya iya tante janji", ucapku.
"Ayo janji kelingking dulu", kata Nia sambil mengulurkan kelingkingnya yang dilengkungkan
Segera kutautkan kelingkingku ke kelingking Nia. Kulihat Nia tersenyum senang.
"Tante mommy sudah janji kelingking, jadi nggak boleh boong. Kalo boong nanti hidungnya tante mommy jadi panjang kayak pinokio".
Hahaha.... Ini sih kebalik!! Harusnya yang ngomong gitu itu aku. Lha ini....masak orang dewasa ditakuti sama anak kecil....ck ck ck..
Aku cium pipi Nia, aku cubiti pipi chubby-nya. Ini anak bener-bener bikin aku gemes.
"Tante mommy, tiap kali Nia ke sini pasti tante mommy cium dan cubit pipi Nia. Nanti lama-lama pipi Nia habis," omel Nia.
"Ya udah deh tante nggak akan peluk, cium dan cubit Nia lagi", kataku pura-pura serius.
"Nggak ngagak nggak..... nggak jadi ! Tante mommy boleh terus peluk Nia, Cium Nia, boleh juga cubit pipi Nia, tapi pelan-pelan", jawab Nia dengan cepat.
"Oke.... ", sahutku sambil tertawa dan
kembali aku memeluk serta mencubit pipi Nia. Nia pun ikut tertawa.
***************
hai semuanya....
Hari Sabtu malam Minggu, buat yang muda yang punya pasangan, padti asyik pacaran, buat yang jomblo pastii lagi jalan cari hiburan. Kira-kira masih sempet nggak ya baca cerita RASA ITU ADA ?? Atau setelah ini kalau weekend author libur update, ya? Menurut kalian gimana?
Readers..... ayo bantuin author untuk vote banyak-banyak, selalu like juga komen. Satu lagi bawa temen atau keluarga kalian untuk mampir ke cerita RASA ITU ADA, please....
πππππ
Author juga, ada group wa, kalau kalian senggang bisa ikutan chat di sana. pasti author balas.
Terimakasih untuk atensi dan dukungannya.
Salam πππππππ
__ADS_1
***************