RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 31 PACAR DAN MANTAN


__ADS_3

"Siska, Vania ini ada laporan pembelian dan penjualan tiga bulan terakhir yang harus kalian periksa dan rapikan. Kalian buat ringkasannya supaya bos mudah mempelajarinya, nanti setelah selesai letakan aja di meja bu Nita", kata kak Samuel.


"Baik, kak", jawabku dan Siska.


"Van, kayaknya kita nggak bisa pulang on time, nih... Gimana? Kita kan udah janji sama Rico".


"Kita harus sesaikan tugas kita dulu, baru jalan, kalo pergi sama Rico telat juga nggak apa, dia kan tau kita cuma karyawan yang nggak mungkin nolak perintah atasan. Nanti setengah lima kita liat aja kerjaan kita sampai mana... Nanti aku akan kabari dia".


"Ok", sahut Siska


Tepat pukul 16.30, Siska berbisik, "Van, kayaknya sejam lagi bisa selesai ini".


"Kalo gitu aku info Rico kita berangkat dari kantor jam 6 an, ya? ", tanyaku.


"Ya bilang aja gitu", sahut Siska


"Sis, kamu yang kabari Fani, ya! "


"Beres", jawab Siska


Segera aku ambil hp, aku kirim pesan via wa ke Rico


To Rico 16.33


Sori, kita mendadak ada kerjaan yang harus diselesaikan, jadi nanti jam 6 lebih kita baru berangkat dari kantor.


From Rico 16.34


Ok, kalo gitu nanti aku berangkat jam 6 juga. See you soon...


"Urusan Rico sudah beres", aku ngabarin Siska


"Fani juga sudah aku info, kok. Ayo kita lanjut lagi, Van... "


"Siap kakak... ", sahutku dan Siska menoleh sambil tersenyum.


Akhirnya semua pekerjaanku beres lima menit setelah jam 18.00. Kulihat Siska juga sudah selesai, dia sudah beberes meja.


Kami menumpuk hasil kerja kami di meja bu Nita, lalu segera turun ke bawah, mencari Fani.

__ADS_1


Dengan taxi online kami berangkat ke mall xx. Kami segera menuju food court, sebab Rico tadi chat, katanya dia menunggu di sana.


Kami makan sambil ngobrol dan bercanda. Beberapa kali aku memergoki Rico menatapku dalam, tapi aku tetap bersikap biasa aja.


Setelah selesai makan, Siska pamit ke toilet, aku ikutan. Saat berjalan menuju toilet Siska berbisik, "Van aku perhatikan dari tadi Rico ngeliatin kamu terus ! Kayaknya dia naksir kamu. Jangan php-in anak orang lo, Van !"


"Iya Sis, aku nggak akan seperti itu", kataku.


Kami masih ngobrol saat Gio nelpon, aku memberitahu kalo kami lagi di food court.


"Siapa yang nelpon, Van? ", tanya Fani


"Gio", jawabku


"Gio nyusul ke sini", tanya Fani lagi.


"Siapa Gio? ", kali ini Rico yang nanya.


"Cowoknya Vania", jawab Siska.


Aku bisa melihat raut wajah Rico sedikit berubah. Bersamaan dengan itu aku melihat Siska melambaikan tangannya, aku menoleh, ternyata Gio sudah datang.


"Halo semua...", sapa Gio


"Hai.. ", sapaku. "Kenalin, yang... ini Rico temen sma aku". Gio dan Rico pun bersalaman saling mempetkenalkan diri.


"Gio"


"Rico"


Gio duduk di sebelahku, sengaja atau nggak, Gio menggenggam jemariku dan meletakkan di pangkuannya.


Sebagai orang marketing, Gio tidak kesulitan untuk ngobrol bareng kami. Dia juga mengajak Rico ngobrol.


Aku lihat sepertinya Rico merasa nggak nyaman dengan kehadiran Gio, tapi dia berusaha menyembunyikan.


Supaya suasana nggak makin kaku, setelah 15 menitan Gio gabung, aku inisiatif untuk pamit.


"Sori ya semua, aku sama Gio mau balik duluan, Gio ada janji sama dokter gigi jam 20.00", kataku sambil mengeraskan genggaman tanganku pada Gio, maksudku kasih kode.

__ADS_1


Untung Gio paham, dia segera berdiri, "Untung kamu ingetin, yang... Oke semua.. kita jalan duluan, ya.... ", Gio menatap Rico, menganggukan kepala sambil tersenyum.


"Bye Siska, Fani... ," lalu aku menoleh ke arah Rico, "Ric, aku duluan, ya... semoga besok perjalanan ke Surabayanya lancar. Bye... ", aku melambaikan tangan pada mereka bertiga


Aku segera berlalu dan berjalan di samping Gio, tiba-tiba Gio memeluk pinggangku, lalu berbisik, "Aku sengaja ini, abis aku sebel ngeliat mantan kamu menatap kamu terus, sekarang dia berpaling karena nyesek kali ngeliat aku meluk kamu....", Gio tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jahat kamu, yang! Kasihan Rico".


"Masih sayang sama mantan nih yei... "


"Sembarangan! ", kataku sambil mencubit Gio. "Tujuan kita kan cuma ingin dia tau status aku, bukan untuk bikin dia sakit hati".


"Iya, sori....terus terang aku jealous ! Aku nggak suka dia merhatiin kamu terus. Dari tatapannya itu keliatan banget kalo dia masih ada rasa sama kamu, yang ! "


"Rasa apa? Vanila, coklat, stroberi?? ", tanyaku sambil ketawa.


"Kamu ini...aku serius malah dibecandain !", jawab Rico sok ngambek.


"Nggak usah ngambek! Inget umur.. ", kataku sambil nyengir ngeledek Gio


Gio langsung mencubit pipiku, " awas kamu ya!! Biar sudah umur juga kamu sayang, kan....?", balas Gio


"Hahaha... Ngaku ya kalo udah tua......", ledekku lagi.


Gio langsung mencubit hidungku, "Sudah berani ya ngatain aku.... "


"Hahaha.... ", aku cuma ketawa aja ngerespon omongan Gio.


**********


Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏


Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤


Jangan lupa ikuti terus kelanjutan


ceritanya....😄😊😍


Aku selalu menunggu komen dan like

__ADS_1


kalian 👍👍👍


Salam.... 🙋


__ADS_2