
Sepulang kerja aku langsung mandi lalu makan. Dengan perut kenyang, aku malas-malasan di tempat tidur. Gio belum pulang, tadi Gio sempet ngabari katanya mau ketemuan sama klien jadi pulangnya agak malam. Aku ambil ponselku, mau buka noveltoon, untuk melanjutkan cerita yang belum selesai kubaca kemarin. Lagi asik membaca, tiba-tiba ponselku ku berbunyi, segera kujawab, "halo.."
"Sayang... Aku otw nih... Jangan bobok dulu, ya ! Aku bawa martabak manis rasa coklat keju susu kesukaan kamu".
"iya... Tq, yang".
"Udah dulu ya..., , 15 menit lagi nyampai, yang. See u soon".
"Oke..., see you..."
Kulanjutkan membaca novell yang tadi terhenti karena ada telpon masuk dari Gio. Tak lama kemudian aku mendengar suara Gio menyapa Randy yang lagi main gitar sambil nyanyi di ruang tv, aku segera keluar kamar.
"Halo sayang...." Gio menghampiriku dan langsung mencium pipiku
"Hoiii... Ada orang di sini ! Jangan bikin jomblo baper, dong... ", teriak Randy
Gio malah ngakak, "Sori... gua kangen sama cewek gua. Makanya buruan tanggalin status jomblo lo , Ran !
Mendengar omongan Gio dan Randy, aku cuma tersenyum sambil membawa martabak manis ke ruang makan. Aku ambil piring kecil kuisi dua potong martabak dan kuberikan pada Randy. "Thank you Van", kata Randy padaku, lalu Randy berteriak, "Gio thanks, ya... "
"Sama-sama, bro", balas Gio.
Aku mengambil piring kecil lagi. Aku ambil piring kecil cuma satu , soalnya Gio minta makannya sepiring berdua, minta disuapi.
__ADS_1
Dasar manja ! Untung ganteng... hehehe...
"Sayang.....aku kelupaan belum bilang ke kamu kalo besok aku ada business trip ke Semarang", kata Gio.
"Besok? Berapa lama? ", tanyaku sambil menyuapi Gio.
"Iya, besok. Berangkat Rabo, Jumat balik", jawab Gio.
"Akhir-akhir ini kamu makin sering keluar kota ya, yang... ", kataku
"Ya gimana lagi? Akhir-akhir ini memang seringnya dapet klien dari luar kota, yang. Jadi mau nggak mau ya aku harus berangkat untuk nemuin klien. Kamu mau ikut, yang", tanya Gio
"Nggak bisa ! jatah cuti aku sudah habis, aku juga lagi banyak kerjaan di kantor, yang. Lagipula kalo aku ikut nanti aku malah ngeganggu, bikin kamu jadi nggak konsen sama kerjaan", jawabku.
Nggak tau kenapa, mendengar Gio pamit kali ini aku jadi sedih, jadi pengen nangis. Aku ngerasa nggak rela dia pergi. Aku pengen ngelarang Gio tapi aku nggak bisa, soalnya Gio kerja ikut orang, jadi ya harus patuh sama perintah atasan.
"Nggak... nggak ada apa-apa, kok", sahutku
Gio tersenyum lalu mengelus kepalaku.
Tiba-tiba Gio bertanya, " Kalau aku tinggal-tinggal gini kamu ngerasa gimana, yang? ", Gio menatapku.
"Dulu pas awal kita pacaran aku biasa aja. Seiring berjalannya waktu, aku mulai ngerasa ada yang beda kalau kamu nggak ada. Aku pengen kamu cepet balik", jawabku sendu.
__ADS_1
Gio tersenyum dan memelukku. "I love you", bisik Gio. Dikecupnya keningku.
Entah kenapa denger Gio bilang I love you barusan aku merinding, mataku mulai panas, aku berusaha menahan supaya nggak nangis. Gio mengeratkan pelukannya. Kali ini aku nggak pengen ngelepas pelukan Gio. Aku sendiri ngerasa aneh dengan perasaanku. Padahal biasanya kalau Gio meluk aku seperti ini pasti cepet-cepet aku lepas, soalnya aku ngerasa nggak enak sama penghuni kos yang lain. Airmata yang dari tadi kutahan, tanpa terasa mulai menetes.
"Kenapa sayang? Ada apa? Kok nangis? ", Gio kaget saat dia ngerasa ada air yang netes di tangannya.
Aku cuma diam tapi airmataku meleleh terus. Aku berusaha untuk berhenti menangis. Jujur aku sendiri nggak tahu apa alasanku menangis. Aku cuma bisa berharap sermoga semuanya baik-baik saja. Semoga rasa aneh yang kurasa ini bukan perlambang apa-apa.
Gio memelukku erat, "Sudah sayang... sudah ya ! Aku ada di sini. Aku pergi kan cuma tiga hari, jangan nangis lagi, ya....". Gio mengusap bahuku, berusaha menangkan aku.
Pelan-pelan emosi dan tangisku mereda, tapi rasa sedih itu masih ada. Aku lanjutkan makan martabak manis sambil menyuapi Gio. Sementara Gio, menatapku lekat, sambil menggenggam tangan kiriku erat, sesekali dia memngelus rambutku. Gio berusaha memberi ketenangan.
Tuhan... ada apa denganku? kenapa kepergian Gio untuk tugas keluar kota kali ini membuatku sedih yang berlebihan ? sampe nangis segala ? Padahal aku sudah sering ditinggal Gio tugas ke luar kota dan akunya biasa aja. Entah kenapa kali ini beda....
Ada apa ini?
***********
Hi readers.... tetimakasih sudah bacal novel aku yang judulnya RASA ITU ADA
Gimana? Suka nggak sama cerita yang aku buat? Ikuti terus kelanjutannya ya...
Jangan lupa aku perlu suport dari kalian, aku tunggu komen, saran dan jempolnya....
__ADS_1
Thanks... 🙏😊😍
***********