RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 62 TERPAKSA PERFORM


__ADS_3

"Tok.. Tok..., permisi bu... ", ada yang mengetuk pintu ruang kerjaku.


"Ya, masuk aja", jawabku, sambil melihat ke arah pintu, ternyata Kenzo.


"Ada apa, Ken? ", tanyaku.


"Bu, mau minta tolong boleh? "


"Tolong apa dulu? ", tanyaku


"Gini, bu. Mamanya Kayla pagi tadi masuk rumah sakit, kena serangan jantung. Kayla harus jagain mamanya", kata Kenzo.


Aku mendengarkan cerita Kenzo.


"Papa Kayla lagi ada kerjaan di luar kota, sedangkan adiknya Kayla ada ujian piano siang nanti, acaranya nanti selesai jam 19.30. Rencananya dari tempat acara, adiknya nanti langsung ke rumah sakit untuk gantiin Kayla. Jadi Kayla hari ini datang terlambat, kira-kira jam 20.30, dia baru sampai sini, bu".


"Terus? Maksudnya apa? ", aku bertanya lagi.


"Maksud saya, mau minta tolong ibu bantu saya, gantiin Kayla di sesi pertama, nanti pas sesi kedua kan Kayla sudah datang. Mau ya, bu..., please... ", Kenzo mengatupkan kedua tangannya di dada sambil menatapku dengan penuh harap.


"Apa kamu nggak bisa minta tolong teman kamu yang lain, Ken? Cowok juga nggak apa, kan ini darurat", aku mencoba memberi masukan.


"Saya dari pagi sudah berusaha nyari, bu, tapi pada nggak bisa. Kalau nggak terpaksa saya juga nggak berani minta tolong sama ibu", jawab Kenzo.


"Gimana ya, Ken...., saya nggak pede kalo harus tampil di depan orang banyak. Lagi pula kita nggak pernah latihan", kataku jujur, karena memang itu yang aku rasakan.


"Kan ada saya, bu. Nanti saya akan pilih lagu yang simple dan easy listening, bu. Yang ibu suka dan sering memainkannya. Mau ya, bu", Kenzo kembali memohon.


Aku bingung.... Mau menolak, kasihan Kenzo. Lagi pula nanti bakal bikin pengunjung cafe kecewa, kalo hiburan musik yang biasanya mereka nikmati tidak ada. Kalau aku mau, akunya nggak pede, aku takut gugup, takut nggak bisa perform dengan baik.


"Sebenernya saya mau bantuin kamu, Ken.... tapi saya takut gugup, kalo sudah gitu saya mainnya pasti kacau", jawabku.


"Saya yakin ibu bisa, beberapa minggu yang lalu, waktu tampil bareng cowok itu, kan ibu nggak latihan tapi penampilan kalian bagus, kok", Kenzo memberiku semangat.


"Sekarang kan masih sore, cafe juga nggak rame, gimana kalau kita coba main sambil latihan, bu ?"


Aku terdiam, terus terang aku masih ragu.


"Ayolah bu...., ayo kita latihan...", ajak Kenzo.


Aku masih diam, tapi Kenzo tanpa menunggu persetujuanku, langsung menggandeng tanganku dan menarikku keluar dari ruang kerjaku.


Kulihat suasana cafe memang sepi, cuma tiga meja yang terisi. Kenzo langsung membawaku ke stage.


Kami merundingkan lagu apa yang biasa kumainkan, di sini Kenzo mengutamakan kenyamananku.


Setelah menentukan lagu-lagu yang akan kami bawakan, kami pun mulai berlatih. Selama latihan sih aman. Pengunjung cafe pun tampak menikmati penampilan kami.


"Lancar...., ok semuanya! Ok banget malah. Saya yakin nanti pas perform ibu pasti lebih santai dan enjoy", kata Kenzo sambil mengacungkan jempolnya saat kita selesai berlatih.


"Bu, nanti saat di stage saya akan memperkenalkan ibu sebagai apa?", tanya Kenzo.


"Terserah kamu aja", sahutku.


"Kalau sebagai kakak saya, apa ibu keberatan? ", tanya Kenzo.


"Nggak apa, kan memang umur kamu lebih muda dari saya", aku menyetujui permintaan Kenzo.


"Oke kalo ibu setuju. Makasih, bu".


Aku menganggukkan kepala.


"Bu, masih ada waktu satu jam dua puluh menit sebelum kita perform. Ibu bisa siap-siap dulu", kata Kenzo lagi.


"Oke, saya akan mandi dulu", kataku. Aku segera kembali ke ruang kerjaku.


Selesai mandi aku segera bersiap. Kupoleskan make up tipis di wajahku seperti seperti biasa. Untuk kostum aku bingung lagi, setelah aku bongkar-bongkar isi lemari, akhirnya aku putuskan pakai yang simple dan nyaman aja. Pilihanku jatuh pada celana jeans dengan robekan di lutut, atasnya kaos putih model turtle neck yang aku padukan dengan rompi jeans pendek.


Tepat pukul 17.50, Kenzo mengetuk ruang kerjaku, mengingatkan aku, sudah waktunya naik ke stage.


Saat kami berjalan menuju panggung, kulihat Ani berlari mendekatiku dan berbisik di telingaku, "Bu, seperti janji saya waktu itu... saya kasih tau, si PG sudah duduk di posisinya. Ibu bisa pantengin PG dari panggung".


Ya ampun Ani....!!! Orang lagi grogi karena mau tampil, malah dikasih info nggak penting.


Saat kami sudah di atas panggung, dan sudah pada posisi kami masing-masing, Kenzo mulai menyapa pengunjung.


"Selamat malam kami ucapkan pada para pengunjung Mini Cafe. Mohon maaf, malam ini di sesi pertama Two K tampil tidak dengan formasi biasanya. Kali ini saya ditemani oleh kakak saya, Vania Putri....


"Halo.... Selamat malam semuanya", aku menyapa sambil melambaikan tangan.


"Baiklah, untuk lagu pembuka kami akan membawakan sebuah lagu ringan, YOU ARE MY SUNSHINE. Semoga lagu ini bisa menghangatkan suasana di senja hari ini.... "


Kami pun memainkan lagu itu, Kenzo yang nyanyi, aku cuma duet sama Kenzo di bagian reff nya aja.


Lagu pertama selesai, dan kami senang karena banyak pengunjung yang bertepuk tangan, itu artinya mereka bisa menerima persembahan kami.


Saat kami tampil ada aja pengunjung yang merekam penampilan kami dengan ponsel.


Lagu yang kami bawakan malam ini kebanyakan Kenzo yang nyanyi, hanya beberapa lagu aku duet dengan Kenzo, tapi lima belas menit sebelum sesi pertama berakhir, aku sendiri yang menyanyikan lagu dari Agnez Mo, judulnya SEBUAH RASA


***Aku dihadapkan pilihan


Antara benar dan salah

__ADS_1


Aku mencintai kamu


Sangat mencintaimu


***Kamu berjalan bersamanya


Selama kamu denganku


Begitu rumitnya dunia


Hanya karena sebuah rasa


Cinta


***Jadilah aku, kamu, dan. dirinya


Berada di dalam dusta yang tercipta


***Mengapakah harus kurasa?


Sepenting itukah cintamu?


Kita berdua berawal karena cinta


Biarlah cinta yang mengakhiri


***Ho-o-o-o-ooo


Ho-o-o-o-ooo


***Jadilah aku, kamu, dan dirinya


Berada di dalam dusta yang tercipta


***Mengapakah harus kurasa?


Sepenting itukah cintamu?


Kita berawal karena cinta


Biarlah cinta yang mengakhiri


Kembali kudengar tepuk


tangan dari penonton setelah lagu itu selesai aku nyanyikan.


Mungkin karena terlalu menghayati lirik lagu itu, jadinya waktu nyanyi tadi aku tiba-tiba keinget hubunganku dengan Gio yang harus berakhir karena orang ketiga, saat itu aku ngerasa nyesek di dada dan hasilnya mataku sedikit basah.


"Terimakasih untuk atensinya, kami akan rehat sejenak dan akan kembali menemani anda pada sesi kedua satu jam ke depan. Selamat menikmati makan malam anda".


Saat ini terdengar alunan music dari cd, untuk mengisi suasanan di ruangan cafe.


Aku berjalan menuju ke ruang kerjaku, Kenzo mengikuti langkahku.


"Ngapain kamu ngikuti saya, Ken? ", tanyaku pada Kenzo.


"Saya mau mengucapkan terimakasih banyak. Ibu sudah mau membantu saya perform. Penampilan ibu bagus, kayak orang yang sudah biasa manggung", puji Kenzo.


"Sudah ! nggak usah perez ! Bagaimana pun penampilan saya tadi, saya nggak peduli. Yang penting sudah selesai tampil, sekarang saya sudah bisa bernafas dengan lega. Untung aja tadi nggak ada yang request lagu", kataku.


"Hahaha.... tadi saya memang sengaja nggak nyebutin terima permintaan lagu, bu".


"Untunglah kamu sadar itu, kalo sampe banyak yang request dan saya nggak bisa.... mampus kita".


"Iya, bu. Sekali lagi makasih, bu"


"Sama-sama, Kenzo", sahutku.


"Bu, maaf sebelumnya, kalau saya mau nanya masalah pribadi boleh? ", tanya Kenzo.


"Memang kamu mau tanya masalah apa? ", tanyaku.


"Maaf bu kalau saya lancang... Beberapa hari ini saya berpikir berulang-ulang, apakah saya perlu atau nggak mengatakan hal ini pada ibu, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan pada ibu apa pun resikonya, saya siap menerima".


"Apa yang mau kamu omongin? ", tanyaku penasaran.


"Maaf, saya mau ngomong tentang kekasih ibu". Kenzo menatapku.


"Kekasih saya?? ", tanyaku bingung, soalnya kan aku nggak punya kekasih, alias jomblo.


"Iya kekasih ibu, yang waktu itu perform bareng ibu... ", jelas Kenzo.


O.... rupanya si Kenzo mengira kak Rey itu pacar aku. Hahaha... Biarin ajalah, nggak aku bongkar dulu. Aku mau dengar Kenzo mau ngomong apa tentang kak Rey.


"Ada apa dengan kak Rey? ", tanyaku lagi.


"Maaf sekali lagi, bu. Sejak ibu perform dengan pacar ibu waktu itu, sudah tiga kali saya memergoki dia bersama perempuan lain, bu".


"Mungkin adiknya atau sepupunya...", sahutku asal.


"Tiga kali saya ketemu, kekasih ibu bersama wanita yang sama, bu. Dari gestur keduanya saya yakin kalau mereka itu sepasang kekasih, bu. Bukan sekedar teman atau saudara. Mereka kelihatan sangat mesra banget, bu. Bahkan saya pernah ngeliat pacar ibu mencium kening wanita itu. Kalau ibu nggak percaya, ibu bisa tanya sama Kayla, soalnya waktu itu Kayla lagi jalan sama saya", cerita Kenzo panjang lebar.


"Masak sih? ", tanyaku lagi, padahal dalam hati aku tertawa geli.

__ADS_1


"Saya tidak asal bicara, bu. Saya punya bukti, saya sempat mengambil foto mereka".


"Hah? Kamu memotret mereka, Ken?", tanyaku kaget.


"Iya, bu. Saya ambil foto mereka karena saya takut ibu kira saya bohongin ibu. Ini fotonya, ibu bisa liat sendiri", Kenzo mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan padaku foto kak Rey dan kak Diana yang sedang berjalan sambil berpelukan.


"Buka mata dan hati ibu, jangan dibutakan oleh cinta, bu. Dia bukan pria yang baik. Sebaiknya ibu jauhi dia. Saat pacaran aja sudah selingkuh, gimana kalau nanti sudah menikah, bu... "


Sumpah aku pengen ngakak ngeliat ekspresi Kenzo yang serius. Dia nggak tau aja kalo kak Rey itu kakak angkatku....


"Saya melakukan semua ini karena ibu sudah saya anggap seperti kakak saya dan juga saya nggak rela ada yang menyakiti ibu". Tatapan mata Kenzo tampak tulus.


"Saya sangat senang karena kamu sudah peduli dan perhatian sama saya., Ken. Asal kamu tau aja.... kamu itu sudah salah paham".


"Salah paham gimana, bu? Orangnya bener, kok. Itu foto juga real, bukan editan", Kenzo bersikeras mau menyadarkan aku. Hahaha


'Saya tau foto itu tidak diedit, dan saya juga tau kalo itu memang bener foto kak Rey sama pacarnya, kak Diana. Kamu nggak usah kaget gitu ! Kamu tau kenapa saya tau nama pacar kak Rey ? Karena kak Rey itu bukan kekasih saya, tapi kak Rey itu adalah kakak angkat saya, Kenzo".


"Ya ampun, bu..... Saya kira itu pacar ibu. Maaf, bu... ."


"Hahaha.....Ngapain kamu minta maaf, Kenzo.... Saya seneng kok, kamu care sama saya. Jujur saya terharu dengan sikap kamu, Ken. Kamu itu sweet banget, sih.... kamu sudah berperan sebagai adik yang baik, sangat sayang dan perhatian pada kakaknya. Boleh deh kamu jadi adik aku.... ", kataku.


"Beneran, bu? Kalo gitu mulai sekarang saya panggil ibu dengan sebutan kakak, ya...", kata Kenzo dan dia tampak seneng.


"Iya, boleh", jawabku sambil tersenyum.


"Oke kakak..... Akhirnya daya punya kakak lagi", kata Kenzo.


"Lagi? Maksudnya apa? ", tanyaku bingung


"Saya sebenernya bukan anak tunggal, kak. Saya punya kakak cewek, tapi dia meninggal saat berumur 14 tahun, karena mengidap kelainanan jantung bawaan", jelas Kenzo.


"Aku turut berduka cita, ya... ", ucapku tulus.


"Makasih, kak. Eh, ngomong-ngomong kita sudah boleh pake aku kamu ya, kak? "


"Boleh, dong.... Kan sekarang kamu adik aku".


"Makasih kakak...."


"Sama-sama, adikku", sahutku.


"Haha... Kak, jadi kakak belum punya pacar?", tanya Kenzo.


"Belum. Kenapa? "


"Cewek secakep kakak nggak mungkin nggak ada yang mau, palingan kakak yang terlalu pemilih".


"Sudah aku kasih diskon 50% + 20% masih belum sold out juga, lo Ken... ", kataku sambil tertawa.


"Hahaha... Nggak mungkin!! Aku kenalin sama kakak sepupuku mau, kak? ", tawar Kenzo.


"Eis...kamu mau jadi mak comblang?", ledekku.


"Jadi mak comblang juga ggak masalah buat aku, kak. Yang penting kakak mau aku kenalin sama kakak sepupu aku. Aku jamin kakak nggak kecewa ", promo Kenzo.


Aku cuma tersenyum ngeliat Kenzo begitu antusias jadi mak comblang.


"Kakak sepupu aku itu sudah ganteng, mapan, dewasa, keren, baik, setia lagi. High quality pokoknya, kak", Kenzo memuji sepupunya setinggi langit.


"Nggak mau. Apa yang kamu tawarkan terlalu sempurna buat aku. Aku banyak kekurangannya, aku takut nggak bisa mengimbangi sepupu kamu nantinya", tolakku halus.


"Kalo aku bilang sepupu aku yang tertarik sama kakak, apa kakak mau kenalan sama sepupu aku? ", tanya Kenzo lagi.


"Sepupu kamu tertarik sama aku? Mana mungkin? Kamu jangan aneh-anehlah, Ken. Ketemu aja nggak pernah...", protesku.


"Kakak memang nggak pernah ngeliat dia, tapi sepupu aku sudah sering ngeliat kakak", tutur Kenzo.


"Hah? Gimana bisa? ", tanyaku bingung.


"Bisalah, kak! Sepupu aku sering main ke cafe ini, dan dia sudah beberapa kali ngeliat kakak meski cuma dari kejauhan", jelas Kenzo.


"Tau ah.. !", jawabku, karena aku nggak tau harus ngomong apaxsama Kenzo.


"Tok... Tok..., permisi... ", terdengar ada suara orang mengetuk pintu.


"Sepertinya Kayla yang ketuk pintu. Sudah kamu buruan keluar ! Ditungguin tuh sama Kayla ! Kayaknya sekarang ini sudah waktunya kamu perform", kataku sambil mendorong Kenzo ke arah pintu. Maksudku supaya Kenzo segera meninggalkan ruanganku, sehingga nggak ngomongin masalah sepupunya lagi. Meskipun aku tau, lain waktu Kenzo pasti ngebahas masalah iini lagi. Tapi paling nggak saat ini bisa menghindar dulu.


***************


Hai readers...


Mohon maaf, hari ini sampai malam author baru up, tapi author usahakan selalu up tiap hari meskipun waktunya nggak menentu.


Kenzo mau nyomblangin Vania sama sepupunya. Siapa ya sepupunya Kenzo?? Tahu nggak??


Ok, ikuti terus


kelanjutan cerita RASA ITU ADA sampai tamat, ya....


Jangan lupa ajak teman dan kerabat kamu ikutan baca cerita ini. Satu lagi, selalu vote, like dan komen karya author ini, ya....


Terimakasih banyak atas atensi kalian.

__ADS_1


Salam.... 🙋😊😍😄😘😇🙋


***************


__ADS_2