
Aku naik ke tempat tidur menyusul Gita, sambil membawa hp. "Ting", ada notif wa, Gita ikut melihat tulisan di hpku dan bilang, "Ampun !!! Baru juga keluar dari sini sudah chat !! Cuekin aja kak... ", kata Gita.
"Jangan, Git. Kasihan.! kakak jawab sebentar, ya.... ", kataku.
"Biar Gita yang jawab, kak", Gita langsung mengambil hp ku dan mengetik. Setelah beberapa kali mengirim pesan, dikembalikannya ponselku, "Sudah, kak", katanya sambil tersenyum.
"Memang kamu nulis apa?", aku bertanya sambil membuka chat di hp ku.
From Gio sayang 20.36
Yang kita chat aja sampe bobok, ya...
Dan Gita membalas seperti ini
To Gio sayang 20.37
Ini Gita. Sayangnya kakak aku segel. Nggak ada chat sampe bobok!! Malam ini jangan contact lagi !!!
From Gio sayang 20.38
"Apaan sih Git? Sirik aja kerjanya!
To Gio sayang 20.39
Biarin! Pokoknya malam ini kakak ipar aku boikot. Hp kakak ipar setelah ini aku matiin. Bye!
Hahaha....Gita... Gita.... Aku yakin saat ini Gio pasti kesel karna terima chat seperti itu.
"Kakak liat kan.... Kak Gio nggak bisa lepas dari kakak. Padahal kan kalian seharian sudah bareng", kata Gita.
Aku tersenyum, lalu bilang, "Nanti kalo Gita punya pacar pasti juga gitu", candaku
Gita menggeleng. "Gita nggak punya pacar, kak. Nggak ada yang mau".
__ADS_1
"Nggak mungkin! Kamu cantik, kok. Pasti kamunya yang pilih-pilih", kataku.
"Gita pengen punya pacar yang seperti kak Gio... baik, pinter, dewasa, sayang keluarga, ganteng dan keren lagi... sempurna"
"Git, di dunia ini nggak ada orang yang sempurna. Kak Gio pasti juga punya kelemahan. Kamu mengidolakan kak Gio boleh. Tapi kalo kamu cari pacar yang sama persis seperti kak Gio, nggak akan dapet, Git".
"Iya sih, kak", jawab Gita pelan
"Kakak tanya, apa sekarang ada cowok yang ngedeketi kamu? "
Gita mengangguk.
"Nah.... Kalo gitu cowok itu jangan dicuekin. Berteman aja dulu. Nanti kamu akan bisa tau cowok seperti apa dia, kalo menurut kamu dia punya banyak sisi positif dan kamu ngerasa cocok.... ya jadiin pacar, kalo nggak cocok ya berteman aja", tuturku sok tua.
"Iya, kakak bener. Gita akan coba".
"Gitu dong..! Lebih baik pacaran, kalo nggak cocok terus putus, nggak ada gelar. Tapi kalo sudah nikah terus cerai...nggak banget itu, Git! karena bakal menyandang gelar nantinya"
"Gelarnya apa, kak? ", tanya Gita bingung
"Hahaha..... iya, bener kak".
"Mumpung masih muda harus membuka diri dan berteman sebanyak-banyaknya....pacaran putus nggak masalah, asal gaya pacarannya yang positif, tau batasan. Umur kamu kan masih belia, masih ada waktu untuk mencari dan memilihi yang terbaik untuk dijadikan pasangan hidup", kataku lagi.
"Iya, kak. Gita akan coba untuk bersikap terbuka. Gita juga pengen punya pacar".
"Siip! ", sahutku sambil mengangkat jempol kananku.
"Kakak ipar... kakak itu beruntung, lo.... "
"Beruntung kenapa?", tanyaku bingung
"Karena kak Gio punya cinta yang luar biasa buat kakak".
__ADS_1
"Sok tau !! ", candaku
"Beneran. Kak Gio itu punya banyak mantan, tapi nggak ada seorang pun diantara mantannya itu yang pernah dibawa main ke rumah, apalagi sampe dikenalin ke papa mama kayak kakak.... Noone!! Kakak itu sangat berarti buat kak Gio".
"Memang kamu dapet komisi berapa, Git ?", godaku, supaya aku nggak makin ge-er.
"Aku serius, nih...!! ", Gita merengut.
Aku tersenyum, "Sori.. Kakak bercanda",
"Dengerin kak ! Gita kasih bocoran... Pas itu kak Gio nelpon, bilang kalau dia akan pulang membawa calon teman hidupnya. Kak Gio juga bilang sama mama kalau kakak ipar itu ibarat nafas hidupnya kak Gio, dia tidak bisa hidup tanpa kakak".
"Itu sih rayuan pulau kelapa, Git... "
"Kalo kak Gio ngomong ke kakak langsung, mungkin bisa dikatakan gombal, tapi ini ngomongnya sama mama, kak ! Nggak mungkin kak Gio boong sama mama. Jadi menurut Gita, omongan kak Gio itu beneran, sesuai dengan apa yang dia rasa".
Aku tersenyum, dalam hati aku senang juga dengerin penjelasan Gita, yang artinya Gio memang beneran cinta sama aku.
Gita menghela nafas, "Kak Gio sangat amat cinta sama kak Vania. Aku, mama dan papa berharap kakak juga mempunyai cinta yang sama untuk kak Gio".
"Iya, Git. Kakak mengerti. Jujur kakak memang tau kak Gio mencintai kakak, tapi kakak tidak menyangka sampai sedalam itu. Kak Vania juga sayang dan cinta sama kak Gio ", kataku dengan suara yang bergetar karna hatiku mengharu biru, hingga aku merasa mataku mulai panas.
Dicintai adalah hal yang paling indah dan paling menyenangkan, yang pasti diinginkan oleh semua orang. Apalagi kalau dicintai oleh orang yang kita cinta juga. Itulah yang saat ini kurasakan.
**********
Teman... makasih banyak sudah mau baca novel aku, terimakasih juga untuk dukungan likenya.
Selain itu aku juga perlu lo komen dan saran dari kalian, untuk kemajuan karya aku.
Jadi tolong sehabis baca ceritanya, beri like dan komen juga, ya.....
Aku tunggu....
__ADS_1
Makasih 🙏😍😀
******