RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 21 PULANG BARENG


__ADS_3

Sore ini, sesuai janji aku akan ke mall zz ketemu Rico. Aku nggak sendiri, ada Fani sama Siska yang menemaniku.


Saat kami baru turun dari taxi, hp ku bunyi, dari Gio. "Halo Gio... Ada apa ? "


"Van, kamu hari ini lembur nggak? "


"Aku nggak lembur, tapi ini lagi jalan ke mall zz sama temen kantor. Sori aku hari ini nggak masak, Gio", jawabku


"Hei.... Kamu nggak harus masak tiap hari, Van! Kalo pas senggang aja masaknya", kata Gio. "Sebenernya tadi itu aku mau ngajak kamu nonton, tapi kamunya udah ada acara ya nggak jadi deh..! "


"Sori, Gio", jawabku, " Lain kali aja kita nonton rame-rame sama temen kos yang lain", jawabku


"Iya, nggak masalah. Pulangnya nanti mau aku jemput, Van? ", tanya Gio lagi.


"Nggak usah, Gio, thanks, aku nanti naik taxi online aja".


"Ok, Van... Have fun, ya... "


"Tq, bye... "


Baru telpon dari Gio aku tutup, hp ku bunyi lagi. Tanpa melibat siapa yang telpon langsung aja kuangkat. "Halo.. "


"Halo Van..., sudah sampe mana?", suara Rico


"Ini sudah sampe mall zz, kita lagi di lantai Ug di depannya supermarket", jawabku


"Kamu tunggu sana aja aku samperi, aku juga di lantai ug".


"Oke", jawabku.


"Wah... fansnya Vania banyak nih... ", canda Fani


"Apaan sih?! Tadi itu yang nelpon Gio, temen kos dan yang barusan ini Rico", jelasku


"Terus kamu milih yang mana, Van? Nggak boleh greedy, lo ! Cuma boleh pilih satu ! ", celetuk Siska


"Semua kan temen.... ya nggak boleh pilih-pilih ", jawabku.

__ADS_1


"Memang mau milih apa, Van? ", tanya Rico yang tiba-tiba sudah ada di belakangku.


Siska dan Fani senyum-senyum sambil nyengir. Nyebelin!!


"Milih kain batik, katanya kamu mau cari kado untuk bunda kamu, kan? ", untung otak sama mulutku kerjasamanya baik... Hehe..


"Fan, Sis bahan batik di lantai brapa? Tunjukin, dong ! Aku kan nggak paham", kataku.


"Pak Rico mau cari kain atau yang sudah jadi baju? ", tanya Fani


"Fani, Siska, kalo di luar kantor kalian panggil aku Rico aja, seperti Vania. Kita kan seumuran".


Fani sama Siska mengangguk sambil tersenyum.


"O ya, Fan tadi yang kamu nanya itu aku maunya cari kain aja. Kalo baju jadi takut ukurannya nggak cocok.


"Kalo gitu kita ke lantai 2 aja, pak eh....Rico, di lantai itu kusus jual bahan batik".


Kita pun ke lantai dua. Setelah keluar masuk beberapa toko, akhirnya Rico membeli tiga potong kain batik.


Setelah belanja, Rico ngajak kita makan. Lumayan makan gratis lagi. Selesai makan Fani pulang bareng Siska karna rumah mereka searah. Sedangkan aku sejalan sama Rico, jadi kita bareng naik taxi online.


"Mereka sudah meninggal karena kecelakaan, Ric".


"Kapan Van? "


" Tiga hari sebelum aku unas".


" Ya ampun Van... Aku beneran nggak tau".


" Nggak papa, Ric"


"Turut berduka cita ya, Van. Kamu harus kuat dan tetep semangat.


"Iya, thanks suportnya".


"Sepeninggal orangtuamu kamu tinggal sama siapa, Van? "

__ADS_1


"Aku tinggal sama om dan tanteku, mereka itu orangtua angkatku".


"Setahun yang lalu pas aku ke Surabaya, aku sempat ke rumahmu yang lama".


"O ya? Beneran? "


"Bener, Van. Mulai setahun yang lalu, tiap tiga bulan aku ke Sawit Nusantara yang di Surabaya juga. Waktu itu iseng, aku main ke rumah kamu....eh kamunya sudah nggak di sana dan penghuni barunya nggak kenal kamu maupun orangtua kamu".


"Setelah orangtuaku dimakamkan, aku langsung tinggal sama orangtua angkatku dan nggak pernah ke rumah lama lagi".


"Aku sempet nanya sama beberapa temenku sma tapi nggak ada yang tau kamu tinggal di mana. Sedangkan angkatan kamu aku nggak ada yang kenal deket, aku nggak punya kontaknya, jadi aku nggak dapet info tentang kamu. Waktu itu aku sempet berkecil hati, Van... kayaknya nggak akan ketemu kamu lagi. Kemaren itu surprise banget buat aku, karena nggak sengaja aku bisa ketemu kamu. Aku seneng banget, Van".


Aku tersenyum aja menanggapi omongan Rico, karena aku nggak tau harus komen apa.


"Van, sekarang kan kamu sudah punya nomer hp aku, jadi kalo kamu ada perlu apa pun jangan sungkan kontak aku, ya.."


"Iya, Ric makasih".


Tak lama taxi yang kami tumpangi sudah sampai di depan kos ku. Aku turun dari taxi, Rico pun ikut turun. Ditungguinya sampai aku selesai membuka kunci pagar.


"Slamat malam, slamat istirahat, aku balik ya, Van.... Bye... ", pamit Rico sambil naik ke taxi lagi.


"Malam Ric...ati-ati. Bye... " kataku sambil melambaikan tangan.


Taxi Rico berlalu, aku pun masuk ke kos.


***********


Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏


Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤


Jangan lupa ikuti terus kelanjutan


ceritanya....😄😊😍


Aku selalu menunggu komen dan like

__ADS_1


kalian 👍👍👍


Salam.... 🙋


__ADS_2