
Hari Sabtu, malam Minggu, pukul 16.30, kita semua sudah pada rapi dan berkumpul di ruang tv. Kita mau nonton dan makan di mall .
Kita semobil berenam, berangkat ke mall ss, pakai mobil Steve. Kita mau nonton Love Story.
Sehabis nonton, kita makan di cafe, masih dispsonsori Sinta.....makan sambil menikmati live music dengan lagu romantis.....
Setelah makan, kita ngobrol... iseng aku mulai pegang hp, buka wa, baca chat teman-teman di group. Terdengar hostnya menyampaikan ada yang mau nyumbang lagu. Aku masih asyik ngeliat chat di wa.
Tiba-tiba terdengar suara cowok nyanyi lagu lawas, Beautiful Girl. Temen-temen semejaku pada tepuk tangan. Aku cuma dengerin aja, sambil asyik chatting... suaranya bagus juga, tapi kayaknya aku pernah denger suara ini... Saat aku menatap ke panggung... ternyata Gio yang nyanyi sambil main gitar, sementara matanya terus menatap ke arahku . Aku jadi malu, pipiku terasa hangat...
Setelah selesai nyanyi, Gio bilang, "Lagu tadi saya persembahkan untuk someone special in my heart...A beautiful girl, who always comes to my dreams. I can't hold this feeling anymore, I'll let her know, just by saying I LOVE YOU VANIA PUTRI RAJASA, please be my girl friend...."
Suara teriakan dan tepuk tangan mengiringi langkah Gio yang turun dari panggung dan berjalan menghampiriku. Aku bener-bener kaget, bingung, nggak nyangka, aku juga nggak tau harus berbuat apa....
Gio semakin mendekat, dia bawa seikat mawar merah, sampai di depanku Gio berlutut dan berkata , "Vania, kalau kamu mau jadi pacar aku, kamu terima bunga ini, kalau kamu menolak, buang bunga ini. Aku menunggu jawaban kamu".
Teman-teman kos dan pengunjung cafe pada teriak-teriak ..."Terima.... Terima... Terima...", aku masih nggak tau harus gimana.
Gio menggenggam tanganku dan berkata, "Tatap mata aku, Vania....aku tau kita kenal belum lama, tapi sejak pertama kita bertemu, aku sudah merasakan getaran cinta itu ada. Semakin hari, rasa itu semakin kuat dan nyata. Aku tidak pandai berkata-kata, Vania... tapi percayalah cintaku tulus adanya..."
Kutatap sepasang mata coklat yang teduh, menenangkan, di hadapanku, kulihat ada ketulusan di sana.
"Terima Gio, Van....kan selama ini kalian juga udah deket", kata Mona
__ADS_1
"Iya, Van, kalian cocok, kok...terima, aja Gio", sahut Sinta
"Cepetan terima, Vania... kasihan Gio capek berlutut gitu", teriak Randy.
"Terima.. terima... terima....", teriak Steve degan keras, yang membuat temen-temen kos dan pengunjung cafe lainnya ikutan teriak.
Selama ini Gio memang baik, humoris, sikapnya dewasa, perhatian, cakep lagi. Aku juga ngerasa nyaman di dekat dia. Hubungan kami semakin hari juga semakin baik dan dekat....Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku putuskan nggak ada salahnya mencoba...
"Jujur aku merasa nyaman saat kita bersama, rasa sayang itu ada, tapi aku belum yakin kalo itu cinta. Kita kenal belum lama, tapi aku mau menjalin hubungan denganmu supaya kita bisa lebih mengenal", aku terima bunganya.
"Terimakasih, Van...mau memberiku kesempatan. Aku akan berjuang untuk menumbuhkan cinta di hatimu untukku".
Semua yang ada di cafe itu tepuk tangan, Gio langsung memeluk dan mencium pipiku. Aku tersipu malu, aku yakin wajahku pasti memerah. Di tembak dan dicium di depan umum seperti ini sama sekali nggak pernah kebayang....
Home band kembali memainkan music. Gio duduk di sampingku...
"Nggak boleh ngiri, ya... ", balas Gio.
"Gio... Gio... kok bisa-bisanya nembak di tempat umum... ", Randy komentar sambil geleng-geleng kepala.
"Iya ! Untung ditrima... kalo ditolak.... Mampus lo, Gio ! ", sahut Steve.
"Hahaha.... Itu namanya struggler of love", jawab Gio
__ADS_1
"Huuuuu.....", itu reaksi mereka.
"Gue akui lo hebat, bro... gentle !", puji Steve, dan disetujui sama yang lain dengan menganggukkan kepala.
"Eh, ngomong-ngomong lo nembak Vania cuman modal bunga doang, ya ! secara...nonton dan makan gue yang bayar.....", celetuk Sinta, yang membuat kita semua ngakak, sedangkan Gio cuma garuk-garuk kepala sambil nyengir.
"Gue nggak mau tau... Harus ada pj nya ini..., soalnya lo udah sabotase acara gue.
"Masalah pj itu gampang...Gimana kalo besok kita keluar bareng lagi? Gua traktir makan. Pada bisa nggak?
"Kalo urusannya dapet gratisan, pasti dibisa-bisa in, bro", jawaban Randy bikin semua ketawa.
**********
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti terus kelanjutan
ceritanya....😄😊😍
Aku selalu menunggu komen dan like
__ADS_1
kalian 👍👍👍
Salam.... 🙋