RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 44 TUNANGAN


__ADS_3

Hari Jumat malam aku dan Gio sudah tiba di Surabaya. Begitu juga dengan orangtua Gio. Mereka berangkat dari Jakarta hari Jumat sore. Gio dan keluarganya tinggal di hotel.


Acara lamaran dan tunangan akan digelar hari Sabtu sore. Acaranya diadakan di rumah papi Ricky.


Di rumah, sejak aku datang, aku lihat papi sama mami sangat sibuk ngatur ini itu, ngecek ini itu... nggak ada capek-capeknya. Sedangkan aku cuma disuruh duduk manis, nggak boleh ngapa-ngapain, supaya pas hari h keliatan fresh, nggak kucel karena capek.


Hari pertunangan pun tiba. Dari jam 13.00 siang, seorang make up artist sudah datang ke rumah. Dia mulai memoles wajahku. Aku minta make up yang tampak natural. Setelah 3 jam ahirnya, selesai sudah aku dimake over.


Aku menatap bayanganku di kaca meja rias....cantik ! Aku memakai gaun selutut berwarna pink pucat yang tampak elegan, rambutku terurai dengan bagian ujung rambut dibuat spiral, make up ku tidak berlebihan, membuat penampilanku terlihat anggun dan mempesona. Itu menurut pandangan mataku ya....hehehe


Hari ini aku akan bertunangan, saat dimana aku akan terikat dengan seorang pria tampan yang kucinta dan dia juga mencintaiku. Ya nantinya Gio akan menjadi suamiku, pendampingku, teman hidupku.


Jam lima sore rombongan Gio tiba. Mami mengajakku keluar kamar, untuk bertemu dengan Gio dan keluarganya.


Gio tampak tampan dan gagah dengan setelan jas warna abu. Dia tersenyum sambil menatapku lekat, aku bisa melihat bibir Gio bergerak, "I love you", itu yang kubaca. Aku pun tersenyum.


Orang tua Gio menyalami kedua orang tuaku. Mereka mengutarakan maksudnya untuk melamarku serta melaksanakan pertunangan untukku dan Gio pada hari ini. Mereka juga menyampaikan rencana untuk menikahkan kami 6 bulan mendatang.


Acara tukar cincin berlangsung hikmat. Air mataku menetes saat Gio memakaikan cincin di jari manisku dan mengecup keningku. Tanganku bergetar saat aku memakaikan cincin di jari Gio. Aku merasa bahagia dan terharu.


Prosesi lamaran dan tukar cincin berjalan lancar. Kami menggelar acara ini dengan sederhana namun penuh makna, terutama untuk kami berdua.


Tidak banyak undangan yang datang, karena yang kami undang hanya keluarga dekat saja. Kami menerima banyak ucapan selamat dari para kerabat yang datang.


Tiba saatnya makan. Semua undangan menuju ke meja panjang yang tersedia bermacam-macam masakan. Kami yang punya gawe, tentu mengutamakan tamu, kami akan makan belakangan. Aku asik memperhatikan para tamu.

__ADS_1


Tiba-tiba Gio menarikku menjauh dari keramaian, dia mengajakku ke teras samping. "Sayang...kamu cantik sekali hari ini".


"Jadi biasanya aku jelek? ", tanyaku merajuk


"Hahaha...nggak gitu juga, yang... Maksudku pacar aku, eh salah tunangan aku kan memang udah cantik dari sononya, cuma hari ini tuh lebih cantik, mungkin karena seneng tunangan sama aku jadi sinar-sinar kebahagiaannya memancar".


"Pede amat pak.... ", sahutku


"Harus dong ! Memang kanu hari ini nggak seneng tunangan sama aku? ", tanya Gio sambil cemberut


"Hahaha... nggak usah cemberut! Nggak pantes!! Nggak malu apa sama umur? ", candaku


"Masih bisa ngeledek lagi ! Ngeliat tunangan nggak enak hati itu harusnya disayang, dibujuk...eh ini malah diledekin ! "


" Hahaha...."


"Eh. jangan pergi dong! Sori yang... aku kan cuma bercanda", kataku dengan sungguh sambil menarik tangan Gio.


"Hahaha...sebenernya aku tadi cuma acting aja, kok! ", sahut Gio sambil ngakak.


"Dasar !", kucubit pinggang Gio.


"Sakit, yang! "


"Biarin! Nyebelin sih! "

__ADS_1


"Di mulut bilang sebel, tapi di hati bilang cinta... iya kan?!! "


Aku cuma senyum aja dengerin omongan Gio.


"Eh, tadi pertanyaanku belum kamu jawab... seneng nggak hari ini tunangan sama aku? "


'Pasti seneng, dong! ", jawabku cepat


"Nah... kalo jawabnya gitu kan bikin hati aku seneng dan adem. Sayang... dari tadi aku cuma bisa ngeliat dan menggengam tanganmu, sekarang aku pengen...", Gio nggak melanjutkan omongannya tapi Gio langsung memelukku erat, "I love you Vania Putri Rajasa, I really love you. Now you are my fiancee, 6 months later you'll be my lovely wife", Gio mengecup bibirku untuk pertama kalinya.


"I love you too", jawabku dengan mata berkaca-kaca. Aku bisa melihat dan merasakan kesungguhan ucapan Gio, hingga membuatku terharu.


Gio menatapku lekat, tatapan mata coklatnya yang teduh selalu bisa membuatku tenang. Membuatku tak pernah bosan menatap mata itu.


Keluarga Gio membawa banyak barang seserahan. Setelah makan dan beramah tamah, Gio dan orang tuanya pamit.


Namun sebelum pulang, Gio menghampiriku, "Sayang... aku balik dulu, ya.... Besok siang aku jemput, kita balik Jogja bareng", kata Gio sambil mengecup keningku.


**********


Hi readers.... terimakasih sudah baca novel aku yang judulnya RASA ITU ADA


Gimana? Suka nggak sama cerita yang aku buat? Ikuti terus kelanjutannya ya...


Jangan lupa aku perlu suport dari kalian, aku tunggu komen, saran dan jempolnya....

__ADS_1


Thanks... 🙏😊😍


************


__ADS_2