
Sudah empat hari ini Gio keluar kota., nanti malam baru balik. Aku agak heran kenapa dari pagi Gio belum chat aku ya....? Biasanya kan dia rajin chat via wa....Lagi apa ya Gio sekarang? Kok ada rasa pengen ketemu...... kangenkah?
Dalam hati aku menegur diriku sendiri....Vania sadar...!! ini jam kerja ! Bukan jamnya melamun ! Beresin kerjaan, stop mikirin Gio !
Aku pun kembali bekerja, menyelesaikan laporan yang harus kuserahkan pada bu Nita sebelum jam istirahat.
Ah... Leganya, kerjaanku sudah pada beres saat jam istirahat masih kurang 10 menit lagi. Kuambil hp dan dompet dari laci. Siap-siap, begitu 12.00, aku akan langsung cabut, keluar makan bareng Siska dan Fani.
Jam 12.01, aku dan Siska turun ke bawah, jemput Fani. Saat kami akan keluar, ada mobil Gio baru datang. Aku kaget... kok ada Gio ? Ah model mobilnya aja yang sama tapi itu bukan mobil Gio. Kan Gio lagi keluar kota.., kataku dalam hati.
Kaca mobil dibuka, eh... beneran Gio. "Sis, Fan, Gio jemput, bareng aja yok... ", ajakku.
Mereka kompak geleng kepala.
"Nggak, usah! Aku sama Fani aja. Nggak apa, kok", kata Siska
"Beneran nggak apa? ", aku nggak enak sama mereka.
"Iya...sudah cepetan ! keburu jam istirahat habis".
"Oke, sori ya....bye... ", aku segera masuk mobil Gio.
"Halo sayang...., aku kangen, yang... ", sapa Gio sambil mengelus kepalaku.
"Halo juga.... ", balasku
"Sayangnya mana? Panggil sayang dong, Van ! Kita sudah dua bulan pacaran tapi kamu nggak pernah lo manggil aku sayang. Emang kamu nggak sayang aku apa?", Gio merajuk.
"Sayang " , jawabku singkat
"Kalo sayang itu tunjukkan..., katakan..., supaya aku sebagai pacar itu ngerasa kalau disayang. Bikin pacar seneng napa? "
"Dengerin ya aku panggil kamu : syayaang...", panggilku dengan suara sengau.
"Ha ha ha... nggak gitu juga kali manggilnya. Ayo diulang yang bener ! ".
"Iya, sayang.... ", ucapku manis.
"Nah gitu dong! Mulai hari ini panggil aku sayang. Nggak boleh manggil Gio! Sadar nggak sih aku ini 6 tahun di atas kamu, nggak sopan kalau manggil nama aja !"
__ADS_1
"Eh enak aja ngomong aku nggak sopan ! Pertama kita kenal kan aku panggil kamu kakak.... tapi kamu nggak mau !", jawabku nggak terima.
"Aku memang nggak mau dipanggil kakak soalnya kamu bukan adik aku."
"Terus kenapa tadi ngomong gitu? ", tanyaku ketus
"Ya karena aku maunya dipanggil sayang.... Kan aku sayang kamu, aku maunya kamu jadi pacar aku, bukan jadi adik aku", Gio menatapku sambil nyengir
"Ngapain nyengir? Jelek ! "
Ya ampun, Van.. Kita itu sudah empat hari nggak ketemu, lo !Seharusnya begitu ketemu itu disayang, dipeluk, dicium... Ini malah dikatain jelek. Hegh !!".
"Biarin ! Nyebelin sih !! Eh, tapi ngomong-ngomong kok kamu bisa jemput aku? Bukannya waktu itu kamu bilang baliknya hari Rabo malam? "
"Iya, awalnya memang jadwal meeting terakhir pagi ini, tapi aku minta meetingnya diganti kemarin sore, maksudku supaya aku bisa cepat pulang dan mereka setuju".
Tadi pagi jam 9 aku sudah sampai Jogja tapi aku ke kantor dulu. Setelah urusan di kantor beres, aku jemput kamu. Aku sengaja nggak kasih kabar... biar surprise. Seneng nggak, yang? "
"Seneng dong ketemu pacar...", sahutku.
"Memang si non punya pacar?" canda Gio
"Eis... pede amat....siapa coba pacarnya? ", Gio tersenyum sambil menjentik pipiku pelan.
"Nama pacar aku GIO ALVIANO BRAMASTA, orangnya baik, perhatian, ganteng dan yang penting aku syayaang... banget sama dia" , aku tersenyum usil sambil menatap Gio
"Van....bisa nggak ngomong sayangnya biasa aja? Denger suara sengau gitu geli aku, yang...", kata Gio sambil bergidik
"Ha ha ha... Jadi nggak mau dipanggil sayang nih? ", ledekku
"Ngarep sih.... tapi manggil sayangnya yang manis, kalo sengau gitu... jadinya malah serem", Gio bergidik lagi.
Aku beneran ngakak abis ngelihat ekspresi Gio yang beberapa kali bergidik.
Mobil Gio sudah parkir di resto yang kita tuju. "Ayo cepetan yang !...keburu jam break abis ! ", ajak Gio.
Sambil menunggu pesanan kami ngobrol "Yang....Mau tau nggak kenapa aku pengen cepet pulang? ", tanya Gio
Aku menggeleng, "Memang kenapa? "
__ADS_1
"Aku kangen, yang....kiss dong ! "
"Idiih !! Genit !! Modus !! ", sahutku.
"Ha ha ha... genit dan modus sama pacar kan nggak apa.... daripada aku genit sama anak kos yang lain..??? ", canda Gio
"Awas aja kalau berani !!", ancamku.
"Yes ! Berhasil !", seru Gio
"Apanya yang berhasil?", tanyaku bingung.
"Kan pas aku bilang genit ke anak kos, kamunya marah.... berarti kan cemburu, jealous mean love"
"Nggak ! Aku nggak jealous ! Ngapain juga cemburu? Maaf maaf aja ya.... ", jawabku ngeles.
"Di mulut ngomong nggak,, tapi hatinya panas tuh..... !! "
Aku diem aja, no respon. Sebel aku, soalnya omongan dia bener sih....
"Yang... Jangan ngambek dong ! Aku beneran pengen cepet pulang karena kangen kamu", kata Gio serius, dia menatapku sambil menggenggam tanganku.
"Aku juga kangen... ", jawabku pelan.
**********
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti terus kelanjutan
ceritanya....😄😊😍
Aku selalu menunggu komen dan like
kalian 👍👍👍
Salam.... 🙋
__ADS_1
**********