
Pulang kantor, aku bersama Siska dan Fani main di mall xo. Kami beli pakaian juga barang kebutuhan kami lainnya. Selesai belanja, kami ke food court untuk ngisi perut. Setelah memesan makanan, aku langsung duduk, sedangkan Siska dan Fani kompak ke tooilet. Saat ini pengunjungnya tidak banyak, suasana food court tidak terlalu rame, maklum hari biasa, bukan week end.
"Srek.. Srek...", terdengar suara dua kursi di belakangku ditarik, mungkin ada yang mau duduk. Aku diam aja nggak noleh.
Tiba-tiba terdengar suara cewek, "Gue saat ini bingung dan kalut gue nggak tau harus apa..."
Aku yang semula nggak sengaja denger pembicaraan mereka, sekarang malah pasang kuping...
"Ya lo harus temui dia, katakan kalo lo hamil anak dia. Masalah dia mau tanggung jawab atau nggak lo harus bisa terima, karena kan ini semua sampe bisa terjadi ya gara-gara ulah lo sendiri".
Aku semakin kepo, aku dengerin lagi..."Gue nggak punya keberanian, apalagi dia sudah punya calon istri"
Waduh.... Ada yang gangguin calon suami orang, batinku. Terdengar suara helaan nafas panjang.
"Kenapa lo baru mikir sekarang? Lo kan tau dia punya pacar, bahkan sekarang dia udah tunangan ! Meski lo cinta mati ama dia, harusnya lo nggak ngelakuin itu!"
"Iya gue tau, gue salah. Lo tau kan tau kita pernah punya hubungan yang dekat ! Meskipun dia nggak pernah nembak gue. Tapi saat itu gue kira dia juga punya perasaan yang sama seperti gue. Itu sebabnya gue sampe mutusin cowok gue. Tapi nyatanya apa? Setelah gue putus, dia malah pacaran sama cewek lain. Gue beneran cinta sama dia dan gue pengen jadi pacar dia. Makanya gue nekad ngejebak dia...gue ngerasa, gue harus bisa dapetin dia bagaimana pun caranya ! Gue nggak rela dia nikah sama orang lain. Waktu itu yang ada dipikiran gue, kalo gue hamil, dia pasti akan jadi milik gue".
"Hah..?? Gawat lo !! Terus itu kejadiannya di mana?"
"Pas business trip ke Semarang, dua bulan lalu".
"Gue ikut pusing dengernya. Lo nggak mikir panjang ! Kayaknya lo udah nggak waras cuma gara-gara terobsesi sama cowok !".
"Kan banyak yang bilang kalo cinta itu bisa bikin orang waras jadi gila... hahaha... "
__ADS_1
"Cinta itu bikin orang gila jadi waras ! Bukan sebaliknya ! Gue nggak tau mesti ngomong apa lagi, menurut gue lo tuh.... "
Waiter datang mengantar pesanan kami, otomatis aku nggak konsen ngedengerin percakapan orang yang di belakangku.
"Ini bu pesanannya...sudah semua, ya..... " Aku mengangguk, segera kuberi tips. "Terimakasih, bu", waiter itu tersenyum sebelum berlalu.
"Sama-sama, " jawabku
"Wah... pas balik pas makanan sudah tersedia", kata Siska, dia sudah balik bersama Fani. Kita langsung makan sambil mgobrol dan aku sudah lupa sama orang di belakangku.
Tak lama setelah makanan kami habis, aku mendengar suara "srek... srek...seperti tadi, lalu ada dua orang gadis lewat di sampingku. Karena tadi aku denger pembicaraan mereka, jadinya aku pengen tau orangnya. Dengan sengaja aku menoleh.
Ternyata.... Oh my God ! Kalian tau kan itu siapa.... ? Mereka anak buah Gio, si centil Putri bersama temannya, Tina. Mereka berjalan lurus tanpa menoleh, jadi mereka tidak melihatku. Aku sungguh shock saat tau siapa dua orang gadis tadi.
Aku sudah tidak betah lagi berlama-lama di mall ini. Aku segera pamit untuk balik, Fani dan Siska sempat bertanya. Aku memberi alasan kalo aku lupa ada janji sama temen kos, jadi aku harus segera pulang.
Saat aku sampai di kos, mobil Gio sudah terparkir, artinya dia sudah ada di kos. Aku nggak peduli, aku langsung masuk ke kamarku. Padahal biasanya aku akan temui Gio dulu. Untungnya di ruang tv dan ruang makan nggak ada orang, jadi nggak ada yang tau kalo aku sudah pulang.
Sampai di kamar, sengaja lampu kamar dan ac tidak kunyalakan, supaya nggak ketauan kalo aku ada di dalam kamar. Hp aku silent dan aku tumpuk dengan bantal dan selimut supaya suara getarnya nggak tetdengar. Lalu aku segera mandi. Selesai mandi, aku menyalakan desk fan, mengingat ac-nya nggak nyala.
Aku berbaring dii tempat tidur.... kejadian di food court tadi terbayang lagi. Masih terngiang di telingaku omongan si centil dan temannya.
Aku sungguh terus mengingat dan memikirkan percakapan antara Putri dan Tina. Siapa pria yang dimaksud ? Apa Gio? Tapi masak sih Gio? Kayaknya emang Gio ! Nggak mungkinlah kalo Gio! Tapi kan centil keliatannya memang suka sama Gio ! Aku berdialog sendiri dalam hati.
Berdasarkan data yang aku terima dari omongan mereka itu mengarah ke Gio, secara :
__ADS_1
1.Centil suka sama Gio
2.Gio punya pacar
3.Gio punya tunangan
4.Gio ada business trip ke semarang dua bulan lalu
Ya Tuhan..... Aku sungguh amat sangat bingung. Apa aku harus nanya ke Gio? Kalo bener gimana? Jangan Gio ! Jangan Gio orang yang dimaksud, Tuhan.... please....
Tuhan... aku sungguh takut menghadapi persoalan ini. Tolong beri aku kekuatan dan pikiran yang tenang untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada. Tuhan aku selalu bersandar dan berserah pada kehendakMu. Amin.
Aku tahu dari tadi hp ku terus bergetar karena ada panggilan masuk maupun notifikasi, tapi sengaja kuabaikan. Kulihat ponselku, ada puluhan missed calls dan puluhan chat wa maupun sms dari Gio. Nggak ada keinginanku untuk membaca chat atau pun membalas telpon Gio. Kulihat jam di ponselku sudah pukul 01.52.
Kudengar suara langkah kaki menuju kamarku, ada suara ketukan pintu dan juga suara Gio yang memanggil namaku. Berkali-kali Gio melakukan itu, tapi aku diam aja nggak menjawab. Aku bertahan untuk tidak peduli sekalipun suara Gio terdengar cemas. Akhirnya Gio kembali ke kamarnya.
Kepalaku terasa sangat berat dan pusing. Aku pejamkan mataku, kuusahakan tidak mengingat atau berpikir lagi. Kupaksa untuk tidur.
**********
Hi readers novel RASA ITU ADA, Apa yang kamu rasa setelah baca episode ini? Ngerasa marah, sedih,, kasihan atau apa? Ikuti terus kelanjutannya, ya.....
Aku tunggu komen dan like nya.
Terimakasih 🙏😍
__ADS_1