RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISIDE 89 CEMBURU


__ADS_3

Hari Minggu kemaren, dari pagi sampai sore, keluargaku dan keluarga Gio, terutama orang tua ku dan orang tua Gio rempong banget ngurusi persiapan pernikahan kami. Sebenarnya juga nggak perlu serepot itu kan kita pakai jasa wedding organizer. Mungkin karena ini adalah pengalaman pertama bagi mereka menikahkan anak, jadi mereka sangat bersemangat dan antusias banget. Oleh karena itu aku dan Gio menyerahkan semuanya pada mereka, supaya mereka senang dan merasa dihargai. Meski begitu, mereka tidak asal mengambil keputusan, mereka masih menanyakan pilihan mereka itu pada kami, apakah sesuai dengan keinginan kami.


Jam 09.00 tepat aku tiba di cafe. Masih pagi, cafe masih sepi, belum ada pengunjung, tapi ruangan cafe sudah bersih dan rapi.


"Pagi, bu... ", sapa karyawanku kompak


"Pagi semua.. ", balasku sambil melangkah menuju ke ruanganku.


Aku memasuki ruanganku, diikuti oleh Rina, Ani dan Fitri.


"Ada apa kalian mengikuti saya?" tanyaku


"Anu.. itu anu... ", kata Ani tergagap


"Ngomong apa sih? Nggak jelas sama sekali! " kataku sedikit keras


"Maaf bu Vania, kami bertiga minta maaf kalau selama ini kami sudah lancang, karena kami sering membicarakan pacar ibu. Tapi sungguh, bu. kami begitu karena kami menyangka pg itu masih single", jelas Rina.


"Jadi pg itu papanya Nia ya, bu?"


tanya Fitri.


"Ya", sahutku pendek.


"Bu Vania kan pacaran sama bapaknya, kok ibu nggak tau Nia? Belum pernah dikenalin sama Nia ya, bu?", tanya Ani kepo.


"Denger ya.... Saya kenal sama keluarga mereka enam tahun lalu, tapi sudah lima tahun ini kita nggak pernah kontak dan nggak pernah ketemu. Saya baru bertemu mereka kembali saat ulang tahun Nia. Di acara itu juga saya baru tau kalau Nia ternyata anggota keluarga itu. Dan jika papanya Nia itu pg yang kalian maksud, saya baru tau dari Rina di acara hari Sabtu kemaren", kataku.


Ani, Rina dan Fitri hanya diam, mereka tidak bertanya lagi.


"Ada yang mau ditanyakan lagi", tanyaku


"Nggak, bu. Sekali lagi maafkan kami, bu", jawab Ani.


"Nggak apa-apa.... kalian nggak salah. Sudah kembali bekerja, sana", perintahku.


"Baik, bu", jawab ketiganya dan bergegas meninggalkan ruanganku.


Aku teringat kembali pertemuanku dengan Gio yang tanpa direncanakan di ulang tahun Nia. Nggak disangka, baru juga tiga bulan dekat lagi dan ttm-an dengan Gio, bulan depan kita sudah akan menikah. Menikah dengan Gio adalah harapan yang harus kukubur saat lima tahun yang lalu. Namun siapa sangka, harapan itu timbul kembali dan akan menjadi kenyataan sebulan lagi... I will mary you, my prince Gio.... Kok aku jadi lebay gini ya?! Hehe...


"Ting", ada suara notif wa. Kuambil ponselku dan kubaca pesan yang masuk.


From Gio 10.03


Selamat pagi sayangku...


😘 a morning kiss for you


To Gio 10.04


Pagi, yang...


From Gio 10.05


Kiss nya mana?


To Gio 10.06


Pulang kampung, kambingnya beranak


From Gio 10.07


Haha....kamu makin pinter ngeles, ya....


To Gio 10.08


Tumben jam segini ada waktu chat ?


From Gio 10.09


Kebetulan lagi kosong jadwalnya. Sayang, nanti saat aku pulang kantor, aku langsung jemput kamu, ya...


To Gio 10.10


Gio kalau tiap hari kamu antar jemput aku gini, terus mobil aku buat apa? Buat pajangan garasi?


From Gio 10.11


Haha...mobil itu bisa kamu pakai kalo pas aku nggak ada di Surabaya. Selama ada aku, kamu tanggung jawab aku, aku yang akan antar jemput kamu ke mana pun kamu pergi.


To Gio 10.12


Tapi kan kamu juga bukan pengangguran, yang.... Kamu kan juga sibuk ngurusi kerjaan kamu. Aku nggak mau nambahin beban keribetan kamu.


From Gio 10.13


Sayang..., dengerin aku ! Dari dulu sampai sekarang, kamu nggak pernah jadi beban buatku. Kalau apa pun kamu lakukan sendiri dan terlalu mandiri, justru aku sebagai cowok ngerasa aku ini nggak ada gunanya. Please ijinkan aku berbuat untukmu.


To Gio 10.14


Sweet banget, sayang....


Jujur aku senang kamu punya perhatian yang sangat besar padaku. Tapi aku mau kamu janji, kalau memang nggak sempat, nggak usah memaksakan diri, ya....


From Gio 10.15


Siyap, sayang....


Nanti siang pengen makan apa, yang?


To Gio 10.16


Aku rencana nanti mau beli gado-gado, yang.... Soalnya aku lagi nggak pengen makan nasi.


From Gio 10.17


Oke, aku yang pesen aja buat kamu. Nanti tungguin aja gado-gadonya.


To Gio 10.18


Thank you, sayang.....

__ADS_1


Baik banget sih calon suami aku....


From Gio 10.19


Apa sayang? Ulangi dong yang terakhir tadi.... Aku baru kali ini lo denger itu


To Gio 10.20


Maaf, tidak ada siaran ulang ! Makanya rajin-rajin bersihkan telinga, supaya bisa denger dengan jelas.


From Gio 10.21


Kamu mah gitu...! Apa kamu nggak seneng aku happy?


To Gio 10.22


Eh, kok ngomong gitu sih?!


Kamu kan calon suami aku, masak aku nggak mau ngeliat kamu seneng....?


From Gio 10.23


Sayang nggak sama calon suaminya?


To Gio 10.24


Sayang dong...


From Gio 10.25


Pake banget nggak?


To Gio 10.26


Pake dong....


From Gio 10.27


Cuma sayang banget doang? Nggak cinta ?


To Gio 10.28


Cinta juga


From Gio 10.29


Boong !


To Gio 10.30


Kok boong? Beneran tau!!


From Gio 10.31


Buktiin!!


To Gio 10.32


From Gio 10.33


Haha... Tumben responnya cepet dan bikin aku happy banget.


I love you more and more, my lovely... Sayang, kalo kayak gini aku pengen nikah besok deh...


To Gio 10.34


Sudah nggak usah lebay, ya....


From Gio 10.35


Haha... Yang udahan ya chatnya, aku mau pesen gado-gado dulu, soalnya kalo makin mendekati jam makan siang nanti makin rame....


Sudah dulu, ya.... Bye sayangku.....😍😘


To Gio 10.36


Thank you..., bye sayang....


"Mommy.... ", teriak Nia sambil berlari masuk ke ruanganku. Baru juga aku selesai chat sama bapaknya, sekarang anaknya yang dateng.


Seperti biasa, kalo ketemu sama Nia, aku pasti memeluk dan menciumnya. Bawaannya gemes aja akunya tiap ngeliat Nia. Lucunya, kalo ketemu Nia dan aku nggak peluk cium dia, Nia pasti nanyain dan minta jatahnya...hehe...


"Nia ke sini sama bibik?" tanyaku


"Iya, mommy", sahut Nia. "Mommy kata daddy nggak lama lagi mommy tinggal bareng Nia dan daddy di rumah daddy. Bener mom? "


"Memangnya boleh tante tinggal di rumah Nia? " candaku


"Boleh dong!! Lo, tapi kok bilangnya tante lagi sih?! Mommy!! Mommy!! ", protes Nia.


"Iya, maaf sayang.... mommy nya lupa. Jangan ngambek dong... "


"Iya Nia maafin, tapi nggak boleh bilang tante lagi. Nia sayaaang mommy... ", kata Nia sambil mengecup pipiku.


"Mommy, Nia tadi disuruh menggambar sama miss, terus Nia gambar ini.... ", cerita Nia sambil menunjukkan sebuah gambar padaku.


Gambar yang aku lihat, Nia menggambar tiga manusia lidi yang bergandengan.


"Gambar apa ini, sayang? " tanyaku


"Yang paling besar ini daddy, yang kecil di tengah ini Nia, terus yang rambutnya panjang ini mommy, kita bertiga lagi bergandengan... ", Nia menjelaskan.


Saat asik ngobrol dan bercanda dengan Nia, ada yang mengetuk pintu ruanganku.


"Masuk! " kataku


Pintu terbuka, seorang pria tampan melangkah masuk dengan sekantong tas plastik di tangannya... dan saat itu juga terdengar suara Nia menyapa..


"Daddy....."


"Hei sayang..., kamu main ke sini juga?" Gio memeluk dan mencium Nia dengan sayang.

__ADS_1


"Nia kan tiap pulang sekolah selalu main dulu sama mommy", jawab Nia.


Aku segera berdiri dari kursiku, kuhampiri mereka. Begitu aku mendekat, Gio langsung menarik tanganku, memeluk pinggangku dan mengecup keningku.


"Kok jadi ngerepotin kamu gini?" Kataku sambil menerima kantong plastik dari Gio. Aku yakin isinya pasti gado-gado. Kutekan interkom, aku minta dibawakan dua piring dan dua sendok garpu plus kentang goreng dan burger plus tiga gelas es jeruk.


"Nggak repot, kok! Kan aku lagi pengen makan siang bareng calon istriku", sahut Gio sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


"Ngomong-ngomong kok tadi aku denger pake order burger sama kentang, jbuat siapa? " tanya Gio


"Buat anak kita", bisikku sambil menunjuk Nia.


Mendengar omonganku, Gio tersenyum sambil mengangkat jempolnya, lalu balas berbisik di telingaku, " Aku jadi makin cinta sama kamu, sayang...."


Aku pun ikut tersenyum.


Suara ketukan di pintu ruanganku kembali terdengar, setelah kupersilahkan masuk, tampak Ani datang dengan nampan di tangannya yang berisi pesananku tadi. Setelah meletakkan semuanya di atas meja, Ani segera pamit dan meninggalkan ruanganku.


Kubuka bungkus gado-gado dan meletakkannya di atas piring. Kupotong-potong burgernya, supaya lebih gampang Nia makannya nanti.


"Nia, cuci tangan dulu gih ! Terus makan dulu, nih burger sama kentang", kataku.


"Ya, mommy", jawab Nia sambil melangkah ke wastafel untuk cuci tangan. Setelah selesai, Nia ikutan duduk di sofa, lalu makan bersama kami.


Aku mulai memasukan sesendok gado-gado ke dalam .mulutku.


"Hm... gado-gadonya yummy, yang. Beli di mana? ", tanyaku.


"Ini gado-gado bx yang ngetop itu, lo... ", jawab Gio.


"Ya ampun, yang... Itu kan posisinya jauh dari kantor kamu, kok kamu bela-belain beli ke sana?"


"Aku nggak ke sana, kok. Aku order via, online, sayang. Jadi aku cuma nunggu dikantor aja. Setelah pesanan datang, langsung aku bawa ke sini." jelas Gio.


"Pantesan ngetop, ya... Memang enak, sih... ", pujiku.


"Iya, gado-gado ini memang enak. Aku juga suka", puji Gio.


"Sayang, hari Sabtu aku ada undangan, kamu bisa temeni aku? " tanyaku pasa Gio.


"Bisa. Cuma hari Sabtu itu aku juga ada undangan, kita datang ke kedua resepsi itu betsama, ya?! Datang sebentar di undangan kamu, terus ke undangan temanku atau sebaliknya. Biar sebentar yang penting kita hadir," kata Gio.


"Gimana, ya? Kalau datang cuma sebentar aku nggak enak. Soalnya yang tunangan ini kakak sepupuku", jawabku sedikit bingung.


"Acaranya di mana, yang? " tanya Gio


"Di hotel bw"


"Lo, undanganku juga di hotel bw," sahut Gio


"Yang tunangan kak Rey sama kak Diana", aku menambahkan.


"Sama, aku diundang sama Rey. Awalnya Rey ini teman sepupuku, anak dari kakaknya mama, karena beberapa kali kita ada project bareng, akhirnya kita akrab dan temenan", cerita Gio.


"Kak Rey ini kakak sepupu aku, yang. Tapi kak Rey juga kakak angkatku. Papi sama mami kan nggak punya anak, mereka mengangkat kak Rey dan aku sebagai anaknya. Kak tidak tinggal bersama papi mami, dia tinggal bersama kedua orangtuanya, sama seperti aku dulu saat papa sama mama masih ada. Aku baru tinggal sama papi mami sejak kedya orangtuaku meninggal", aku menceritakan tentang kak Rey pada Gio.


"Ternyata gitu ceritanya. Sekarang kita sudah nggak bingung kan?! kita diundang orang yang sama. Jadi hari Sabtu nanti aku jemput kamu, ya." kata Gio.


"Nggak usah! Kita ketemu di sana aja. Aku kan bisa berangkat bareng papi mami"


"Nggak ! Pokoknya aku jemput kamu! Papi sama mami juga bisa bareng kita. Aku nggak mau kamu terlihat sendiri, terus nanti ada cowok yang deketi kamu karena dikiranya kamu single. Aku nggak suka ada lelaki lain di deket kamu", larang Gio.


"Ih... apaan sih? Kok jadi posesif gitu? Mau dideketi berapa banyak cowok pun, kalo akunya nggak respon ya nggak bakalan terjadi apa-apa. Memang kamu nggak percaya sama aku?" aku bertanya pada Gio.


"Sama kamu aku percaya, tapi aku nggak bisa percaya sama cowok-cowok yang ada di sana. Kamu terlalu cantik dan menarik untuk tidak dilirik, ataupun diperhatikan, sayang... Membayangkannya saja aku sudah cemburu", kata Gio.


Aku tersenyum senang mendengarnya. Kan cemburu artinya cinta....


"Momny, makanan dan minuman Nia sudah habis, Nia mau tiduran di kamar mommy boleh?", tanya Nia.


"Boleh, sayang... ", sahutku. Dan Nia pun segera masuk ke kamarku.


Aku mendekatkan dudukku pada Gio, aku peluk pinggangnya dengan kedua lenganku dan kusandarkan kepalaku di dadanya.


Gio balas memelukku, Gio mengelus punggung dan bahuku dengan sayang. "Aku sayang banget sama kamu", bisik Gio.


Sudah lama sekali aku tidak merasakan berpelukan dengan nyaman seperti ini. Berpelukan dengan orang yang aku Cinta. Kupejamkan mataku, menikmati pelukan ini.


"Sayang..., aku nggak nyangka kita bisa seperti ini lagi. Aku sangat amat merindukan kamu. Berpelukan seperti ini denganmu, selalu menghiasi pikiranku selama lima tahun terakhir ini. Sekarang aku bisa merasakan beneran. Terimakasih sayang, sudah bersedia kembali hadir dalam hidupku", kata Gio sambil mencium keningku dalam dan lama.


"Yang, di acara tunangan kak Rey nanti ada pesta topeng, lo. Katanya untuk memberi kesempatan teman-temannya yang lajang untuk menemukan pasangan." kataku.


"Iya, Rey juga ngomong seperti itu sama aku. Saat dia cerita kan aku belum ketemu kamu, jadi dia taunya aku single. Dia bilang mau ngenalin aku sama seorang gadis yang pastinya sesuai sama kriteriaku" cerita Gio.


"Jadi pengen ke acara tunangan kak Rey karena pengen dikenalin sama cewek itu? Ya udah pergi sendiri aja sana! Nggak usah bareng aku", aku merajuk, mendadak kulepaskan pelukanku dan duduk menjauh dari Gio. Ada rasa sesak di dada, aku nggak suka denger Gio mau kenalan sama cewek. Apa aku cemburu?


"Hei.. hei... jangan marah dong, sayang. Itu kan ceritanya waktu aku masih single, bukan saat sekarang. Seandainya besok Rey mau mengenalkan aku sama cewek itu, aku juga nggak bakalan mau. Kan aku sudah punya kamu. Dapetin kamu kembali aja perlu waktu lama dan perjuangan yang berat, nggak mungkin aku sia-siakan berlian yang sudah ada di tanganku", kata Gio sambil mendekatiku dan merengkuh aku kembali ke dalam pelukannya.


"Sayang, aku seneng kamu marah seperti ini itu artinya kamu cemburu and jealous means love.... I love you, sayangku... "


*********************************


🌀🍁❄🍁🌀🍁❄🍁🌀🍁❄


Halo readers....


Sori semalem author ketiduran, belum sempat up. Subuh author terbangun dan langsung author kirim naskahnya. Buat yang sudah nungguin, sabar ya.... jangan marah.


Eh, readers vote untuk RASA ITU ADA turun banyak, lo. dari 200 sekian, sekarang jadi 300 sekian. Author sedih banget-banget, raeders banyak yang nggak mau bantuin author... 😥😭 padahal tiap hari sudah author ingetin. Ayo dong dukung author, vote yang banyak supaya author makin rajin dan semangat menulis cerita ini. Tapi biar bagaimana pun author mengucapkan terimakasih buat readers yang sudah mau vote, tambahin banyak-banyak ya.... 🙏


Sampai di sini dulu, ya...


Selamat pagi


Selamat beraktivitas


Salam..... 🙏🙋😊😘😇😍😄🙋🙏


🌀🍁❄🍁🌀🍁❄🍁🌀🍁❄


*********************************

__ADS_1


__ADS_2