RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 59 GADIS KECIL


__ADS_3

Aku, Fani dan Siska masih berhubungan baik meski aku sudah nggak sekantor lagi sama mereka. Bahkan dua tahun terakhir ini aku sudah nggak kerja di PT Sawit Nusantara lagi, tapi kami tetap bersahabat. Kali ini kami mengisi libur long weekend dengan liburan bareng ke Bali.


Temen kantorku Surabaya pada nggak bisa ikutan, mereka punya acara sama keluarga masing-masing.


Fani sudah nikah sama kak Bram temen sekantor kami juga. Siska sama aku masih jomblo. Siska kalah sama aku, dia jomblo baru setahun, kalo aku kan sudah lima tahun menjomblo. Hehehe.... jadi jomblo kadaluarsa kok bangga...


Saat ini aku dan Siska lagi jalan di pantai, tapi Siska jalannya lambat, aku tinggal aja...


"Tunggu, Van.... ", teriak Siska


"Jangan lelet, Sis ! Cepetan... !" Aku sengaja sedikit lari sambil menoleh ke belakamg, kujulurkan lidahku, ngeledekin Siska.


Tapi tiba-tiba "bruukk.... "


Aku menabrak seorang gadis kecil yang lagi makan es krim. Sebagian es krimnya tumpah di bajuku dan sisanya jatuh ke pasir. Bajuku sedikit belepotan es krim.


"Hiks hiks hiks.... maaf tante... hiks hiks... Nia nggak sengaja, tan... Hiks hiks hiks...Maaf..." Gadis kecil itu langsung minta maaf sambil nangis.


"Sudah nggak usah nangis, sayang. Nggak apa-apa...tante juga salah, tante jalan nggak ngeliat ke depan". Aku berusaha menenangkan gadis kecil itu supaya berhenti namgisnya.


"Non Nia.....non.... Non kenapa? ", seorang wanita berumur sekitar empat puluhan berlari mendekati kami, kurasa itu pengasuh gadis kecil ini.


Tak lama kemudian Siska datang, "Ada apa, Van? "


"Aku tabrakan dengan anak ini", jawabku.


"Hiks hiks... Bik, Nia nabrak tante ini, baju tante ini jadi kotor kena es krim Nia... Hiks hiks hiks..."


"Maafin ya, non", pengasuh Nia meminta maaf padaku.


"Saya nggak apa kok, bik. Saya juga salah, saya tadi jalan ngeliat teman saya yang di belakang"


"Tuh non.... Tantenya nggak marah, kok. Non Nia nggak usah nangis. Non Nia minta maaf aja sama tante", bujuk pengasuhnya.


"Sudah, bik...tadi sudah minta maaf, kok. Nama kamu Nia, ya? "


"Iya, tan".


"Nia nggak usah takut, tante nggak marah, kok", kuelus pipi chubby nya. Nia menatapku sebentar lalu menunduk.


Nggak lama kemudian gadis kecil itu tenang dan nggak nangis lagi. Kuperhatikan dia... wajahnya cantik, imut, matanya bulat, pipinya sedikit chubby, menggemaskan.


Kebetulan aku memang suka banget sama anak kecil, terutama yang keliatan lucu dan menggemaskan di mataku.


Tanpa sadar kucium pipinya, matanya yang bulat menatapku, "Kok tante cium Nia?", tanyanya dengan polos.


Aku makin gemes ngeliatnya.... Kucubit pelan pipinya, "Memang tante nggak boleh ya cium Nia?", tanyaku


"Boleh.... Cuma tadi itu kan Nia habis lari-lari terus keringetan, kan Nia bau asem... ", sahutnya


"Hahaha.... Nia nggak bau asem, kok. Tante gemes sama kamu", kucium pipinya lagi.


Nia kembali menatapku, kali ini sambil tersenyum. "Nia juga suka sama tante cantik. Sekarang kita temenan, ya.... ", diulurkannya kelingking kecilnya yang sudah dilengkungkan.


Ya ampun...ini anak lucu banget bisa ngajak aku temenan sama dia. Segera kutautkan kelingkingku pada kelingking kecilnya.


"Oke, kita teman", sahutku sambil tersenyum.


"Eis kamu lucu banget, sih... Tante jadi gemes deh ! ", kata Siska sambil mencubit pelan pipi Nia.


"Ih tante ngapapin cubit pipi aku? Kan kita nggak kenal", sahut Nia ketus.


Mendengar itu, aku dan Siska langsung ngakak. Lucu sekali reaksinya....


"Nia... ini tante Siska, temennya tante. Boleh ya tante Siska jadi temen Nia juga? "


"Ehm....", Nia diam sebenter, jari telunjuknya diketuk-ketukan beberapa kali di bibir mungilnya sebelum menjawab, " Iya deh tante Siska boleh jadi teman Nia, tapi nggak boleh cium Nia, ya.... "


"Kenapa gitu? ", tanya Siska.


"Pokoknya nggak boleh! Nia nggak suka dicium orang lain", jawab Nia dengan raut wajah tidak suka,


"Kan tante Siska sudah jadi temen Nia... Masak nggak boleh cium? ", kejar Siska.

__ADS_1


"Iiiihh.... Tante nyebelin! Nggak boleh nanya lagi! Pokoknya tante Siska nggak boleh cium Nia", Nia nampak kesel, bibirnya dikerucutkan, tapi ekspresi dia justru bikin orang yang ngeliat tambah gemes.


"Aduh Nia kamu itu beneran ngegemesin deh.... Tante cium kamu. nih ...", kata Siska sambil mendekat ke arah Nia.


Nia langsung menghambur ke arah pengasuhnya sambil menangis, "Bik... Nia nggak mau dicium...! Nia nggak mau dicium....! "


"Nggak, non.... Tantenya cuma bercanda, tantenya nggak cium non Nia, kok", bujuk pengasuhnya.


"Maaf ya, non... Non Nia ini memang nggak pernah mau dicium siapa pun kecuali, daddy nya, oma opa sama tantenya. Tadi pas non cantik tiba-tiba nyium non Nia saya juga takut bakal kayak gini, tapi saya heran juga kok tadi non Nia nggak ngamuk, malah sepertinya suka".


"Soalnya Nia suka banget-banget sama tante cantik", Nia menyahut meski masih tersedu.


"Cup sayang.... ", kuelus rambitnya. "Nia kan anak baik, anak pinter... Jadi nggak boleh nangis, ya.... Kalo kebanyakan nangis entar cantiknya hilamg, lo.... ".


"Tante Siska itu mau cium Nia soalnya tante Siska sayang sama Nia....Lihat tuh tante Siska jadi ikutan sedih ngeliat Nia nangis", bujukku.


Nia tiba-tiba menghampiri Siska, "Maafin Nia, tan. Tante Siska boleh peluk Nia, tapi nggak boleh cium".


"Hahaha..... ", aku dan Siska ketawa ngeliat sikap Nia.


Siska langsung memeluk Nia erat, dieluss-elusnya pipi Nia. "ini anak beneran lucu, pinter.... beneran bikin aku gemeeessss..."


Aku takut Nia nangis lagi, jadi langsung aja kuajak beli eskrim, "Nia, tadi kan es krim Nia jatuh, ayo tante beliin es krim lagi".


Dan bener aja, raut wajahnya langsung ceria. "Bener tante cantik mau beliin aku es krim? ", tanyanya dengan mata yang berbinar senang.


"Ayo... ", aku berdiri dan menggandeng tangan Nia untuk beli es krim.


"Sis, ikutan nggak beli es krim? ", tanyaku pada Siska.


"Aku titip aja yang rasa coklat",


"Ok. Tunggu bentar, ya.... ", sahutku.


Kami pun sampai di tempat penjual es. " Nia mau yang rasa apa?", tanyaku.


"Mix vanila sama coklat, tan", jawabnya


"Bibik mau yang rasa apa? ", tanyaku pada pengasuh Nia.


"Nggak apa, bik. Panas gini enak minum es. Saya pesenin yang seperti punya Nia, ya..."


"Iya, non".


"Pak esnya mix vanila coklat tiga, coklat aja satu, ya....", aku segera memesan es krim


Kuberikan eskrim untuk Nia dan bibik. Aku masih membawa dua es di tanganku, untukku dan Siska.


"Tante cantik makasih ya esnya"


"Sama-sama, sayang... "


"Non makasih bibik dibeliin es".


"Sama-sama, bik"


"Non Nia, balik yuk.... Non sudah kelamaan mainnya. Nanti dicari daddy, non....lagi pula sekarang sudah waktunya makan siang, non juga harus istirahat", pengasuhnya mengajak pulang.


"Iya balik, tapi tunggu sebentar... tante cantik Nia boleh peluk tante? "


"Boleh dong.... ", aku langsung merentangkan kedua tanganku dan Nia langsung menghambur ke pelukanku. Kupeluk erat tubuh kecil itu dengan gemas. Ternyata nggak cuma peluk, Nia juga mencium pipi dan keningku. Kubalas menciumnya. Aku suka sekali mencium pipi chubby Nia.


"Nia sayang tante cantik", kata Nia sambil menatapku.


Aku tersenyum. "Tante juga sayang sama Nia".


"Bibik beneran heran lo, non.... baru kali ini non Nia cepet akrab sama orang yang baru dikenal".


"Anak kecil kan moody, bik... mungkin kebetulan mood-nya hari ini lagi bagus", sahutku enteng.


Bibik tetsenyum menanggapi omonganku.


"Ayo non Nia kita balik.. ...", ajak bibik lagi.

__ADS_1


"Tante cantik, Nia balik ya....bye tante cantik"


"Bye sayang.... Ati-ati ya... "


"Mari, non".


"Iya, bik".


Aku segera kembali ke tempat Siska. "Nih es krim kamu", kuulurkan es krim coklat yang aku bawa.


"Mana temen kamu, Van?", tanya Siska.


"Hahaha... Maksud kamu Nia? Dia sudah balik, soalnya sudah waktunya dia untuk makan siang dan istirahat. "


"Anak itu lucu banget banget !! Aku gemes sama dia. Sayang dia nggak suka sama aku, nggak mau aku cium", kata Siska.


"Wajarlah Sis.... Wajah kamu kan tampang kriminal jadi nggak heran kalo Nia, takut.... Auuww... Sakit, Sis! " Siska mencubitku.


"Biarin!! Siapa suruh ngomong kayak gitu.... "


"Hahaha.... Siska si tampang kriminal", teriakku sambil berlari...


Siska mengejarku. "Awas ya kamu Van kalo ketangkep, aku gelitiki kamu sampe nangis", ancam Siska.


Aku berlari ke tempat Fani yang lagi duduk santai sama suaminya di bawah payung besar.


"Hayo mau lari ke mana kamu?", tiba-tiba Siska sudah ada di belakangku.


"Fan tolongin aku, Fan...", aku berlindung di balik badan Fani. Siska menarik Fani, supaya nggak menghalangi dia menjangkau aku, sedangkan aku juga menarik Fani untuk jadi tamengku. Ngeliat kelakuan kami kak Bram geleng-geleng kepala.


Akibat ditarik-tarik aku dan Siska, Fani hampir aja jatuh, otomatis Fani ngamuk dan mulai ngomel......


"Kalian berdua ini ya!! Heran aku!! Umur nambah terus tapi kelakuan makin kayak anak kecil. Umur kalian sudah hampir kepala tiga masih juga kejar-kejaran... Malu sama umur Vania, Siska.... ", Fani ngomel panjang lebar ngeliat kelakuan kami.


Aku dan Siska cuma cengar-cengir aja denger omelan Fani.


"Iya kakak tua, maafin kami", jawabku dan Siska kompak. Soalnya tiap kali Fani ngomel pasti kata itu yang kami ucapkan.


"Tau ah!! Sebel aku sama kalian".


Hahaha....dan setiap kami panggil Fani kakak tua pasti seperti itulah reaksi dia. Panggilan kakak tua itu maksud kami adalah kakak paling tua, mengingat umur Fani di atas aku dan Siska.


"Sudah nggak usah pake marah, yang.... Ayo kita makan! Katanya pengen ikan bakar... ", bujuk kak Bram pada Fani.


"Untung ya kalian....di sini ada Bram.... "


"Sudah, sayang.... Ayo Siska, Vania kita pergi makan! "


"Iya, kak", jawab kami kompak.


"Kalo habis diomelin aja baru kalian kompak dan anteng. Coba kalo nggak.... pasti pecicilan!! "


Hedeh..... Kena omel lagi.....


Siska nyengir, aku garuk-garuk kepala, padahal nggak gatal. Fani kalo marah, apa pun tingkah kami pasti dijadikan bahan omelan.


Yah.. Beginilah kami...bercanda, berantem, marahan tapi nggak lama rukun lagi...., bercanda lagi dan pasti ujung-ujungnya ribut lagi.... Hahaha.... Tapi kami bertiga senang dan menyukai kebersamaan kami.


*************


Halo readers......


Episode kali ini lumayan panjang, lo


Semoga kalian suka


Ikuti terus cerira RASA ITU ADA sampai tamat, ya....


Author selalu menanti like, vote dan komen kalian, lo..... Jangan lupa satu lagi pesen author, ajakin temen kalian ikutan baca novel ini.


Thank you all. .


Happy weekend, enjoy your day....

__ADS_1


Regards.... 🙋😘😍😄😊


***************


__ADS_2