RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 57 BE HAPPY


__ADS_3

Sudah tiga hari aku mengurung diri di kamar, enggan melakukan apa pun. Kerjaanku cuma melow, nangis dan terus mengasihani diri sendiri. Papi mami nggak menegurku. Mereka memberiku ruang dan waktu untuk menenangkan hati dan pikiran. Mereka sangat mengerti dan mau memahamiku. Aku sangat beruntung punya orang tua seperti mereka.


Setelah mengalami sendiri betapa sakitnya patah hati, sekarang aku baru bisa memahami mengapa ada orang sampai nekad bunuh diri hanya karena patah hati.


But that's not me. I'm not as weak as them & I'm not as stupid as them. I have God, He loves me. His love makes me strong. So today I decide to throw away all my sadness. Here I am.....be single again, be happy again... Thanks God for everything you have done in my life. I know you have a beautiful plan for me.


Hari ini hari ke empat, jam enam pagi aku sudah bangun dan sekarang sudah selesai mandi. Ya mulai pagi ini aku harus kembali semangat dalam menjalani hidup. Bye galau......


Aku segera menuju ke dapur, "Morning, mi", sapaku, kucium pipi mami.


"Morning, sayang... You look so happy today".


"Iya dong.... Sudah cukup tiga hari melow terus, Vania udah capek sedih, bosen nangis.....", kataku


"Nah.... Gitu dong!! Ini baru anak papi", tiba-tiba terdengar suara papi. "Anak papi itu hebat, anak papi itu kuat dan .....


"Anak papi harus semangat", aku segera nerusin omongan papi.


"Betul ! Pinternya anak papi... ", kata papi sambil tertawa dan memelukku.


"Mami masak apa hari ini, mi? " tanya papi


"Masak lontong sayur. Ini sudah selesai tinggal nunggu kuahnya mendidih aja".


"Wuih.... Mantap mi ! Ayo Vania bantuin mami menyiapkan sarapan, papi sudah pengen makan lontong sayurnya nih... " kata papi sambil mengelus perutnya.


"Siap bos. ... ", aku segera menyiapkan keperluan untuk sarapan. Aku juga memotong lontong.


Nggak lama kami bertiga sudah duduk di meja makan siap untuk sarapan. Setelah selesai makan, kami lanjutkan ngobrol.


"Van, kamu tetep balik ke Jogja?", tanya papi

__ADS_1


"O iya, Vania lupa belum cerita. Soalnya kemaren kan ribet sama masalah itu....Vania mau kasih kabar baik nih..."


"Ini anak ditanya kapan balik, jawabnya mau ngasih kabar baik.... ", protes mami


"Mami ih... , jawaban pertanyaan papi itu ada hubungannya sama kabar baik yang mau Vania sampaikan".


"Ya udah.... apa kabar baiknya? ", papi menengahi.


"Permohonan mutasi ke kantor Surabaya yang Vania ajukan sudah disetujui. Jadi Vania nggak balik ke Jogja lagi".


"Beneran, sayang? ", tanya mami penuh semangat


"Iya, beneran. Mulai Senin nanti Vania sudah kerja di kantor Surabaya".


"Papi seneng dengernya, nak.... Jadi rumah kita nggak sepi lagi, mi".


"Iya pi, mami senengnya pake banget".


"Mami ikutan anak alay pi....", sahutku sambil tertawa. Papi dan mami ikutan ketawa juga.


"Contohnya pria baik itu.... papi dan papa kamu tentunya", sahut papi dengan cepat


"Hahaha.... Papi narsis", kami pun tertawa.


Kebersamaan dalam keluarga adalah hal yang paling indah. Bersama keluarga adalah obat yang mujarab untuk melupakan duka. Dengan dukungan keluarga aku yakin dapat menyembuhkan lukaku yang cukup parah.


"Papi sama mami tenang aja. Vania nggak akan stress. Vania justru akan semakin membuka diri dalam berteman. Vania juga pasti bisa move on, tapi itu perlu waktu pi, mi".


"Iya sayang.... Kami paham. Apa pun yang kamu lakukan, kami pasti mendukungnu ", sahut mami.


"Makasih pi, mi. Eh, mi... nanti main ke mall yuk... ", ajakku

__ADS_1


"Boleh. Kamu mau nyari apa? "


"Vania nggak ada tujuan pasti sih, mi. Cuma pengen jalan aja setelah sekian lama suntuk".


"Ok nanti jam 11 an kita berangkat, mami temeni kamu jalan, ya..... "


"Tq mami syantik.... ", segera kupeluk dan kucium pipi mami


"Kok cuma mami yang dipeluk? ", protes papi.


Aku pun segera berdiri menuju ke arah papi, kupeluk dan kucium pipi papi, "Makasih pi, untuk semuanya, terutama karena papi selalu ada saat Vania terpuruk", apa yang aku katakan itu tulus dari dalam hati.


"Papi dan mami akan selalu ada buat kamu, nak. Karena kamu anak kami. Kami berdua sangat menyayangimu", jawab papi sambil memelukku erat.


Saat pamit undur diri dari kantor lama dan pindah ke kantor Surabaya, aku minta ijin agar diberi jeda seminggu. Tujuanku saat itu hanya satu, aku mau mengobati lukaku, meski sampai saat ini luka itu belum sembuh, tapi paling nggak sudah memasuki proses penyembuhan.


Jadi hari ini aku mau refreshing ke mall sama mami, mau shoping untuk menghilangkan stress, tapi kata papi shoping itu yang pasti menghilangkan uang, sedangkan stressnya belum tentu hilang. Haha....


**********


Hi readers.....


Ada yang patah hati nggak? Semoga semua readers yang punya pasangan maupun belum, selalu happpy ya....


kalau pun ada yang lagi patah hati, pesan author "don't ever do silly thing!!"


contoh aja Vania.... boleh sedih, boleh galau tapi nggak pake lama. ok....


Jangan lupa author tunggu like, komen dan votenya. Dukungan kalian adalah mood booster yang paling mujarab buat author dalam menulis cerita RASA ITU ADA.


Sampai ketemu di episode selanjutnya, ya....

__ADS_1


Salam.... 🙋😎😍😀😊😇


************


__ADS_2