RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 43 GELISAH


__ADS_3

ini adalah hari kedua kepergian Gio. Tadi Gio telpon aku, kita ngobrol seperti biasa. Lumayan lama sampai akhirnya Gio pamit, karena diajak Dani ke cafe hotel.


" Tok tok... Vania....", ada yang mengetuk pintu dan memanggilku.


"Ya, sebentar", jawabku


Segera kubuka pintu kamarku. "Ada apa, Sin?", tanyaku saat melihat Sinta yang sekarang berdiri di hadapanku.


"Ayo ngumpul sama kita daripada suntuk sendiri di kamar... ", ajak Sinta.


"Boleh... ", aku pun mengikuti Sinta untuk kumpul sama temen-temen kos di ruang tv.


"Gio ke mana, Van? ", tanya Randy


"Semarang"


"Kapan balik? ", tanya Randy lagi


"Jumat besok", sahutku


"Van, gue perhatiin lo ama Gio tuh kayak nggak pernah berantem, ya.... ", kata Mona


"Pernahlah, Mon ! Aku maupun Gio itu manusia biasa, Mon. Kita bukan malaikat. Jadi nggak mungkin kalo nggak pernah ribut"


"Bener kata Mona, Van...Aku nggak pernah tuh ngeliat kalian marahan ! Menurut gue kalian berdua itu memang pasangan harmonis banget, keliatan selalu rukun dan mesra".


"Amin. Hahaha.... Aku jawab Amin aja ya....supaya apa yang kamu bilang jadi kenyataan", jawabku sambil ketawa.


"Bagi trik dong, Van... Supaya aku sama Steve juga bisa seperti kalian... "


" Sebenernya nggak gimana-gimana, Sin. Kita berdua ya jalaninya biasa aja, cuma kalo ada yang ngeganjel, baik aku mau pun Gio pasti langsung ngebahas. Kita nggak mau berlarut-larut untuk menghindari kesalah pahaman makin mendalam".


"Denger tuh, Sin! Kamu kalo udah ngambek selalu ngediemin aku sampe berhari-hari, diajak ngomong nggak pernah mau", protes Steve pada Sinta.

__ADS_1


"Kalo didiemin gitu entar masalah yang tadinya sepele bisa jadi besar dan rumit", sahutku


"Iya aku salah. Mulai sekarang aku bakal coba melakukan apa yang Vania bilang", janji Sinta.


Kami asik ngobrol, bercanda juga nyanyi bareng, sambil menikmati aneka macam makanan ringan. Nggak terasa sudah jam 22.00, kami pun bubar dan segera masuk ke kamar masing-masing.


Selesai cuci muka dan gosok gigi, aku segera menuju ke tempat tidurku. Kubaringkan tubuhku.... hem.... nyaman sekali, aku pun segera memejamkan mata.


Saat ini sudah pukul 23.14, tapi aku masih belum bisa tidur juga. Dari tadi aku sudah mencoba untuk tidur, tapi rasa kantukku tidak kunjung datang. Entah kenapa aku ngerasa seperti ada ganjalan di dalam dada, ada rasa nyesek, sedih, kuatir, ah... aku kok jadi gelisah ya.... Rasa ini rasa yang sama seperti saat Gio pamit ke Semarang. Rasa yang campur aduk. Ada apa denganku? Atau ada sesuatu yang terjadi pada Gio ?


Aku masih berkutat dengan rasa aneh di dadaku. Semalaman aku gelisah tak menentu. Mataku mulai mengantuk saat kudengar suara tiang listrik dipukul dua kali oleh hansip yang lagi ronda. Itu artinya aku baru tertidur sekitar pukul dua dini hari.


Aku terbangun saat ponselku berbunyi...., segera kujawab tanpa ngeliat siapa yang telpon. "Halo", sahutku dengan suara serak kas orang bangun tidur.


"Selamat pagi sayang, baru bangun ya? "


"Hm", jawabku dengan mata terpejam


"Hoahm...aku masih ngantuk, yang. Semalem aku jam dua-an baru tidur".


"Emang kenapa ? lagi ada masalah ?", tanya Gio


"Nggak! Aku sendiri juga nggak tau kenapa...cuma semalem itu perasaanku nggak enak banget. Aku semaleman gelisah terus".


"Sudah nggak usah dipikirin ! Mungkin kamu lagi kecapean aja. Semoga semuanya baik-baik aja", kata Gio


" Iya, yang", jawabku


"Kangen aku nggak, yang ? ", tamya Gio lagi


"Nggak tuh ! " jawabku asal


"Bener nih nggak kangen? Ya udah kalo gitu aku nggak jadi pulang hari ini, aku pulang Minggu aja...."

__ADS_1


"Ih kok gitu sih ?! ", protesku


"Kamu kan nggak kangen sama aku.... ya buat apa aku cepet pulang... "


"Nggak bisa! Pokoknya hari ini harus balik! Kan pas itu pamitnya cuma rabo sampai Jumat aja", aku mulai kesel.


"Aku pulang sesuai rencana kalo pacar aku kangen..! Kamu kangen aku nggak...? "


"Kangen", jawabku pelan


"Apa? Nggak kangen?"


"Iya, aku kangen.... ", akhirnya aku mengalah. Aku tau Gio tadi pura-pura salah denger.


"Haha... Nah gitu dong ! Kata itu mood booster buatku. Pagi ini setelah selesai meeting aku langsung balik, soalnya ada yang kangen berat sama aku", kata Gio dengan gaya kesongongannya.


"Tau ah! Aku mau mandi mau siap-siap ngantor", sahutku


"Ya udah mandi sana ! Aku juga mau siap-siap meeting. Doain semoga meetingnya lancar dan aku bisa segera pulang. Aku udah kangen sama calon tunanganku yang cantik dan imut", kata Gio sambil tertawa kecil.


Sudah dulu ya, Van.... I miss you..., I love you..... "


"I love you too, see you soon, bye.... ", balasku


"Bye sayang..... muach"


**********


Hi readers....sori ya beberapa hari ini nggak upload. Terimakasih sudah bacal novel aku yang judulnya RASA ITU ADA. Gimana? Suka nggak sama cerita yang aku buat? Ikuti terus kelanjutannya ya...


Jangan lupa aku perlu suport dari kalian, aku tunggu komen, saran dan jempolnya....


Thanks... 🙏😊😍

__ADS_1


__ADS_2