
Sudah jam 22.40 saat Gio mengantar aku pulang. Selama perjalanan Gio memutar lagu-lagu lama yang manis dan enak di dengar.
Sesekali Gio ikutan nyanyi.
"Kamu.masih suka masak, Van? " tiba-tiba Gio mengajakku bicara
"Kadang-kadang", jawabku
"Kapan-kapan main ke rumah, ya... masakin makanan buat Nia, dia pasti seneng"
Mau langsung nolak, aku nggak enak.... jadi ya aku diemin aja.
Awalnya aku pura-pura mengantuk, kupejamkan mataku sambil mendengarkan lagu. Maksudku supaya nggak diajakin Gio ngobrol, tapi akhirnya aku malah ketiduran beneran.
Aku terbangun saat ada yang menggoyang-goyang bahuku. Kukerjapkan mataku, kulihat Gio ada di depanku, dia menatapku sambil tersenyum.
"Bangun, Van. Ini sudah sampai rumah kamu"
Aku langsung duduk tegak, kulepas seat belt, kubawa tasku. Saat aku akan membuka pintu mobil, ternyata pintu sudah terbuka sendiri, rupanya Gio yang membuka pintu untukku.
Aku pun segera turun.
"Kamu bawa kunci rumah, Van?" tanya Gio.
"Bawa", sahutku.
"Sini, biar aku yang buka kuncinya". Karena ngantuk, aku jadi malas, maka saat Gio mau bantuin, aku pun langsung menyerahkan kunci itu ke Gio.
Setelah pintu terbuka, Gio menyuruhku masuk dan mengunci pintu dulu.
"Makasih sudah nganter aku pulang," kataku.
"Sama-sama, Van. Aku balik dulu, ya..... Nite, have a nice dream. Bye... "
"Ati-ati! Jangan ngantuk ! Bye... "
"Oke...., sudah kamu cepet masuk sana. A
ku tungguin."
Aku pun segera membuka kunci pintu utama dan masuk. Tak lama, setelah itu kudengar suara mobil Gio berlalu.
Aku segera ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, cuci muka dan gosok gigi. Setelah beres, aku langsung masuk ke kamar. Aku mengganti dress yang tadi aku pakai dengan piyama, lalu aku segera membaringkan tubuhku di atas tempat tidur.
Lampu kamar sudah kumatikan, aku pun bersiap untuk tidur. Kupejamkan mataku... Setengah jam berlalu, entah sudah berapa kali aku membolak-balik posisi tidurku, tapi rasa kantuk tak kunjung datang.....
Pikiranku penuh dengan cerita yang disampaikan Gio tadi. Gio... dia masih tetap tampan, baik dan perhatian. Kalau saja saat itu tidak ada pengacau..... Ah sudahlah !! Nasi yang sudah menjadi bubur tidak bisa dijadikan nasi lagi!!
Di benakku terbayang wajah Nia, gadis cilik yang akhir-akhir ini mengisi hariku ternyata adalah anak dari si centil pengacau itu!
Ibu Nia adalah orang yang sukses memporak porandakan kehidupanku di saat itu. Bahkan imbasnya masih terasa sampai saat ini. Di mana aku trauma untuk menjalin kasih.
Tuhan.... Aku tau Nia tidak tau apa-apa, aku tau Nia tidak bersalah, aku tau Nia tidak ada hubungannya dengan ini semua.
Tapi entah kenapa, ada sedikit rasa tidak suka di dada mengingat Nia adalalah anak pengacau itu.
Aku memang sudah terlanjur suka dan sayang pada Nia, tapi setelah tau kenyataannya seperti ini, apa aku masih punya rasa yang sama pada Nia?
Tiba-tiba terdengar suara notifikasi wa... Siapa chat malam-malam gini ya? Kulihat jam di ponsel, sudah jam 23.55.
From 0812233**** 23.55
Van, aku sudah sampe rumah. Kamu sudah tidur?
*Gio*
To 0812233**** 23.56
Ya.
From 0812233**** 23.57
Hah? Masak orang tidur bisa jawab chat?
To 0812233**** 23.58
Aku jawab itu utk info kamu. Kalo pertanyaan kamu nggak perlu dijawab.
From 0812233**** 23.59
Ya udah aku yang salah komen. Kamu kok belum tidur? Padahal kamu tadi keliatan ngantuk banget.
To 0812233**** 00.00
Aku juga nggak tau. Dari tadi sudah aku coba untuk tidur, tapi nggak bisa.
From 0812233**** 00.01
Lagi mikirin aku ya, Van? ππ
To 0812233**** 00.02
Nggak tuh!! π‘
From 0812233****00.03
Eish... Nggak usah pake emosi kali ngomong nggak-nya. Kamu nggak nanya kenapa aku belum tidur, Van?
To 0812233**** 00.04
Nggak!
From 0812233**** 00.05
Karena kamu nggak nanya, aku cerita-in aja, ya... Aku tuh nggak bisa tidur soalnya ada tante mommy lagi jalan-jalan di pikiranku π
__ADS_1
To 0812233**** 00.06
Tau ah!! Nggak jelas!!
From 0812233**** 00.07
Kalau ini jelas, Van! Besok kan hari Minggu, aku jemput, ya.. kita lari pagi.
To 0812233**** 00.08
Males !
From 0812233**** 00.09
Sudah jelas masih dijawab males. Ya udah ini aja... Aku chat kamu ini pake nomer baru aku, jangan lupa kamu save, ya!
To 0812233**** 00.10
Kalo inget.
Eh, kamu tau nomer aku dari mana?
From 0812233**** 00.11
Dari Gita. Kata Gita tadi Nia nelpon kamu pake ponsel dia, terus dia saved nomer kamu.
From 0812233**** 00.11
Van, kalo aku chat atau telpon kamu ada yang marah nggak?
To 0812233**** 00.12
Ada.
From 0812233**** 00.13
Siapa, Van?
To 0812233**** 00.14
Kepo ah !! Sudah dulu, ya... sudah hampir pagi. Kalo diterusin ngobrol nanti jadi nggak tidur beneran.
From 0812233**** 00.15
Sesekali nggak tidur nggak apa kali.... Kan lagi melepas rindu π
To 0812233**** 00.16
Apaan sih?? Nggak jelas!! Bye...
From 0812233**** 00.17
Ternyata gadisku sudah tidak merindukan aku lagi....ππ’π₯ππππππ
Dasar Gio!! Nggak tau apa kalau aku perlu perjuangan yang keras untuk menyingkirkan dia dari hati dan pikiranku? Sekarang saat hatiku mulai damai, dia kembali mengusik ketenangannya. Eh, apa tadi dia bilang? Gadisku?? Aku tersenyum sendiri mengingat kata gadisku yang dikatakan Gio. Agh...!! Itu orang mulai mengguncang pertahananku.
Setelah chat dengan Gio, ada desiran pelan di dada, juga ada rasa senang di sana. Apa ini tanda-tandanya.....??
Kubalik posisiku menghadap ke sebelah kanan, kupeluk gulingku erat dan kupejamkan mataku rapat-rapat. Aku pengen bisa cepet tidur, supaya nggak ada tamu tak diundang yang berkunjung di pikiranku.
Pukul 04.30, alaram ponselku berbunyi. Aku segera bangun, cuci muka dan gosok gigi. Seperti biasa, setiap hari Minggu aku selalu menyempatkan diri untuk sekedar lari pagi atau bersepeda. Seperti hari ini aku sudah siap untuk bersepeda.
Aku akan bersepeda ke arah mall dekat rumah. Tiap hari Minggu di mall itu ada senam pagi bersama. Di sepanjang jalan di depan mall itu banyak orang berjualan makanan.
Kuparkir sepedaku lalu aku ikutan senam aerobic. Lumayan banyak keringat yang dihasilkan dengan mengikuti senam ini. Setelah istirahat sebentar dan keringat sudah hilang, aku mulai berburu makanan.....
Aku beli tiga bungkus nasi pecel, sate usus, macam-macam kue basah dan kacang kuah + cakue. Makanan di sini bikin laper mata pokoknya.
Lagi asik milih-milih makanan, ada yang menepuk bahuku sambil menyapa, "Kak Vania ! "
Aku segera menoleh. "Ya ampun Gita... ! Aku kira siapa.... "
"Haha.... Kaget ya, kak? Sori ya.."
"Nggak apa-apa, kok. Kamu sama siapa? "
"Sama kak Gio, tuh lagi nunggu di mobil. Kakak sendirian? "
"Iya. Kok kamu. bisa ke daerah sini ?" tanyaku
"Kan rumah kak Gio di belakang mall ini, kak. Main ke rumah yuk, kak.... Pasti mama sama papa seneng kalo ngeliat kakak dateng", ajak Gita.
"Lain kali aja, Git... ", tolakku halus.
Tiba-tiba ada yang memeluk bahuku sambil mencium keningku. "Sayang....kok bersepeda nggak ngajak-ngajak sih?
"Males aku ngajak kakak... Nggak pernah on time kalo janjian olah raga pagi", kataku sambil manyun
"Hahaha.... Tambah imut kalo cemberut", kata kak Rey sambil mencubit pipiku.
"Eh, sampe lupa.... Kak Rey kenalin, ini temenku namanya Gita", aku memperkenalkan kak Rey dengan Gita.
Setelah berkenalan, Gita langsung pamit. "Kak Vania aku duluan, ya..... Bye.... Mari kak Rey... "
"Ya.... Ati-ati", jawabku dan kak Rey kompak.
Aku dan kak Rey kembali asik ngobrol dan bercanda. Orang yang melihat keakraban kami pasti menyangka aku dan kak Rey pacaran. Sudah banyak orang yang salah sangka seperti itu pada kami.
"Kakak mau ke mana? "
"Gue tadi rencananya mau nyamperin lo, mau gua ajak nyari makanan di sini, tapi pas gue lewat, gue ngeliat lo, makanya langsung gue samperin."
"Kakak belum beli makanan, kan? Kakak pengen sarapan apa?"
"Nasi pecel aja deh"
__ADS_1
"Oke, ayo aku beliin, tadi aku juga beli nasi pecel. Dari sini kakak ikut aku pulang ke rumah papi, ya! Kan kakak sudah lama nggak main ke rumah"
"Siyaaap adik syantik.... "
"Hahaha.... Nggak pantes kakak ngomong gaya gitu... "
"Iya, gue jijik sendiri denger omongan gue barusan... "
Kami pun tertawa bersama. Setelah membeli nasi pecel untuk kak Rey, kami pun sepakat untuk pulang.
Awalnya aku mau pulang naik sepeda, tapi kak Rey maksa aku untuk ikut mobilnya. Akhirnya sepedaku dilipat dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil kak Rey.
Di kejauhan, dalam sebuah mobil ada sepasang mata yang menatap tidak suka bercampur tatapan sedih melihat kedekatanku dengan kak Rey.
Perjalanan dari mall ke rumahku kalau pakai mobil cuma sepuluh menit aja sudah sampai.
Begitu masuk ke dalam rumah, aku langsung berteriak memanggil papi dan mami.
"Mami, papi.....anaknya yang hilang sudah pulang.... ," teriakku.
Pintu kamar mami terbuka, tampak papi sama mami keluar dari kamar.
"Ada apaan sih sayang? Pagi-pagi sudah teriak-teriak !", omel mami.
"Lihat nih, mi.... Anak hilangnya sekarang pulang"
"Ya ampun Rey..... Kamu sudah nggak inget sama kami, ya? "
Kak Rey berdiri menghampiri mami lalu memeluk dan mencium mami. "Maaf mi, Rey jarang ke sini soalnya Rey lagi sibuk ngurus acara tunangan dan nikahan Rey".
"Dasar bandel!! Mau apa ke sini?", sahut papi yang baru sampai di ruang makan.
Kak Rey segera mendekat ke arah papi, memeluk papi serta cipika cipiki.
"Papi ah!! Rey nggak ke sini salah, giliran Rey main ke sini malah curiga..."
"Sudah nggak usah dengerin papi ! Papimu merajuk karena kangen sama anak gantengnya", kata mami sambil tersenyum.
"Kata siapa papi kangen? Nggak tuh! " sahut papi.
"Sudah pi, nggak usah gengsi untuk ngaku. Jujur pagi ini Rey main ke sini karena Rey kangen sama papi, mami dan Vania. Rey akan menghabiskan hari Minggu ini bersama kalian", kata kak Rey
"Sweet sekali kakak aku hari ini...., " aku ikutan komentar.
"Sudah ah ! Ayo kita sarapan dulu, tuh ada nasi bungkus di meja, " mami menengahi.
"Vania tadi beli nasi pecel, mi" kataku.
Kami berempat pun duduk di meja makan. Kami makan sambil ngobrol santai
"Gimana persiapan acara pertunanganmu, Rey," tanya mami.
"Untuk acara tunangan sudah beres, mi. Cuma tinggal sebar undangan aja, "jawab kak Rey.
"Ribet banget, kak ! Tunangan pesta, nikah pesta lagi....! Kalo Vania nggak mau ribet, kak! Jadiin satu aja, simple kan ?!" sahutku.
"Terus lo rencananya kapan?" tanya kak Rey
"Sebel deh!! Sudah tau juga aku belum punya pasangan ! Tega-teganya kak Rey nanya kayak gitu ke aku.... Sakitnya tuh nyesek di sini kak..., " jawabku sambil menepuk dada.
"Hahaha..... " tawa kak Rey, papi sama mami. Mereka semua tertawa, akunya cemberut.
"Nggak usah cemberut gitu, sayang.....", kak Rey mengelus pipiku. "Acara tunangan kakak kan pesta topeng, kamu ikutan aja. Siapa tau kamu dapat pasangan di sana", ajak kak Rey.
"Males ah! Nanti kalo dapet pasangan yang nggak bener gimana?" tanyaku
"Yang boleh ikut acara pesta topeng cuma mereka yang masih single aja. Bagi yang sudah punya pasangan nggak boleh ikutan, " jawab kak Rey.
"Wah... Kayaknya bakal seru tuh! Ikutan aja, Van! " usul mami.
"Nanti Vania pikirin lagi, mi" sahutku.
"Nggak usah banyak mikir ! Nanti keningmu berkerut-kerut, lo! " olok papi. " Kamu ini masih muda, ikuti aja acara seperti itu ! Menurut papi ikut pesta topeng itu fun. Ya nggak, mi? " Papi meminta dukungan pada mami.
"Jelaslah pesta topeng itu fun. Kamu inget cerita mami, Van? Papi sama mami bisa kenal kan gara-gara ketemu di acara pesta topeng.... ", kata mami.
"Berpasangan di pesta topeng kan bukan berarti harus jadian. Setelah topeng dibuka, kalau kamu tidak berkenan dengan pasangan kamu, ya semuanya selesai sampai di situ. Kalau kamu ada ketertarikan ya bisa dilanjut dengan tukar nomer ponsel.... ", kata papi lagi.
"Iya Van, bener tuh apa kata papi. Pokoknya kamu harus ikut acara itu ! " Mami membuat keputusan.
"Siip..... adik kakak yang cantik badai bakal ikut acara pesta topeng. Ada satu temen kakak yang baik, ganteng, mapan dan pastinya masih single, juga ikutan pesta ini, Van. Senoga kamu berpasangan sama dia dan kalian berjodoh.
***************
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Hai.....
Sori, semalem author ketiduran belum sempat up...., bangun-bangun sudah jam 03.00. Buru-buru author upload Maaf ya kalo ada typo....
Semoga kalian masih setia mengikuti cerita RASA ITU ADA sampai tamat.
Jangan lupa dukung author dengan vote, like dan komen kalian. Ajak juga teman atau keluarga kalian untuk ikutan baca novel ini.
Buat yang sudah vote, author ucapkan terimakasih, author tunggu tambahan votenya banyak-banyak... ππ
Buat readers yang belum vote, ayo dong ikutan partisipasi vote karya author RASA ITU ADA. Author tunggu, lo..... ππ
Thank you all
Enjoy your weekend
Best regards πππππππ
*****************
__ADS_1