
Meski jam 2-an aku baru tidur, tapi jam 04.30 aku sudah terbangun. Aku segara mandi, beberes kamar, pakai baju rapi, bawa tas kerja dan aku langsung pergi dengan taksi online.
Tujuanku ke taman kota. Di sana kalo hari biasa gini gak rame, tapi tetap ada orang yang berolah raga, dan penjual makanan.
Aku memilih duduk di pojok taman. Aku pengen sendiri. Aku pengen tenang. Aku pengen berpikir untuk mengatasi masalah ini dengan kepala dingin, bukan dengan emosi.
Kembali terbayang di ingatanku pembicaraan dua anak buah Gio di mall xo kemarin, mataku mulai panas, tanpa sadar air mataku menetes dan segera kuhapus karena aku nggak mau jadi perhatian orang.
Memang aku belum tau pasti siapa cowok yang dimaksud oleh Putri...., tapi aku curiga yang dimaksud itu adalah Gio, meskipun aku sangat amat berharap perkiraanku salah.
Tapi seandainya pria yang dimaksud beneran Gio. Apa yang akan kulakukan? Tetap bertahan dengan Gio ? mengingat hari pernikahan kami sudah dekat? Atau putus? Apa aku siap menjalani hari sendiri, tanpa Gio lagi?
Saat aku pusing mikirin masalah ini, tiba-tiba terdengar suara seorang pria menyapa dari arah belakangku, "Halo Vania...."
Aku pun menoleh, " Hai Ric", aku balik menyapa Rico. "Kok kamu bisa ada di sini? " tanyaku
"Aku suka joging di sini, banyak yang nemeni, meskipun nggak kenal.... ", jawab Rico dengan tersenyum, lalu mengulurkan segelas susu coklat hangat untukku. "Nih, aku bawain segelas susu coklat kesukaan kamu".
"Makasih... Eh, kok malah bisa bawa susu coklat juga?", tanyaku dengan bingung.
"Iya dari jauh tadi pas aku beli kopi late, aku ngeliat kamu lagi duduk di sini, jadi aku beliin susu coklat kesukaan kamu. Kamu masih nggak suka kopi kan? ", jawab Rico sambil meniup kopi yang dipegangnya.
Aku tersenyum sambil mengangguk, "Iya. Makasih ya, Ric".
"Kok makasih lagi? tadi kan udah. Kamu ke sini sama siapa? Naik apa?", tanya Rico
"Aku sendiri, tadi naik taxi online", sahutku.
__ADS_1
"Van ponsel kamu getar terus tuh kok nggak diangkat?"
"Lagi males pegang hp", jawabku asal. Memang sudah beberapa kali ponselku bergetar, tapi aku cuekin aja... karena aku tau pasti Gio yang telpon.
"Ngomong-ngomong kamu kapan datang? Memang kamu bermalam di daerah sini? ", tanyaku pada Rico untuk mengalihkan perhatiannya dari masalah panggilan yang sengaja tidak kujawab.
"Aku datang kemarin malam. Aku tinggal di hotel biasa yang dekat kantor kamu itu".
"O gitu...rencana berapa lama di sini? "
"Rencana tiga sampai empat hari, setelah itu aku ke Surabaya".
Aku cuna mengangguk. Jujur, sebenernya saat galau seperti ini aku nggak pengen ngomong-ngomong kayak gini. Aku pegen sendiri, diam dan merenung.
"Van...kok ngelamun? sarapan yuk... tuh ada bubur ayam", ajak Rico
"Sarapan itu penting, Van ! Kan kamu mau kerja, perlu energi. Ayo ikut aku sarapan! ", kata Rico sambil menarikku.
Terpaksa aku sarapan bareng Rico. Saat kami sarapan, kembali ponselku bergetar.
"Van, sebaiknya kamu jawab panggilan itu, mungkin ada yang penting".
"Nanti aja aku telpon balik", jawabku enteng.
"Sori, Van.. bukannya aku mau ikut campur, aku cuma mau kasih saran, sebaiknya kalo ada masalah jangan dihindari tapi harus dihadapi !"
"Hm.... ", sahutku singkat. Dalam hati aku ngedumel, ngasih petunjuk itu gampang karena cuma tinggal ngomong coba kalo kamu punya masalah seperti aku.... Ya ampun kok aku jadi jahat gini sih? Maksudnya Rico kan baik. Ayo Vania nggak boleh negative thinking!!.
__ADS_1
Selesai sarapan kulihat jam tanganku, sudah pukul 07.50. "Ric aku pamit, ya...aku mau ngantor".
"Aku temeni, Van.... ", Rico menawarkan.
"Nggak usah! Kamu lanjut aja olahraganya. Aku bisa berangkat sendiri".
"Aku sudah selesai, kok. Bareng aja, Van! Kan kita sejalan. Aku panggil taxi bentar, ya !"
Dengan terpaksa aku setuju. padahal kalo sampai nanti ketauan Gio aku bareng sama Rico, pasti bakal timbul masalah baru..... Hegh! Bodo amat! Males aku mikirin !
Jam 08.17 kami sampai di kantor, aku langsung turun setelah pamit dan berterimakasih pada Rico.
Aku melangkah masuk ke halaman, tetlihat mobil Gio ada di area parkir. Aku pura-pura nggak tau dan tetap berjalan menuju pintu masuk kantor.
************
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti terus kelanjutan
ceritanya....😄😊😍
Aku selalu menunggu komen, like dan vote kalian 👍👍👍
Salam.... 🙋
__ADS_1
**********