RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 22 SAPAAN PAGI


__ADS_3

Hari ini week end, aku libur dan aku nggak ada keperluan apa-apa. jadi ini artinya it's time to cook. Ya, pagi ini aku akan masak untuk sarapan.


Kukeluarkan bahan dari kulkas. Aku mau masak ayam saos telur asin sama sop bakso ikan bunga tahu.


Hari Sabtu gini semua penghuni lantai dua pada libur, mereka biasanya agak siang baru bangun. Jadi aku bisa masak dengan tenang dan santai, nggak usah buru-buru.


Selesai masak aku duduk di meja makan sambil bikin susu coklat. Lagi asik menikmati susu coklat hpku bunyi, panggilan dari Rico, "Halo"


"Halo, pagi Vania", sapa Rico


"Pagi, Ric"


"Sori ganggu, Van... aku nelpon kamu pagi-pagi".


"Enggak ganggu, kok. Aku sudah bangun dari tadi".


"Makasih ya, Van kemaren udah nemeni jalan".


"Sama-sama"


"Aku sekarang sudah di airport, 15 menit lagi pesawatnya berangkat. "


"Ya, Ric...... "


'Van inget, ya... kita temen, kalo ada perlu jangan sungkan kontak aku ! Aku pamit ya, Van...sampai ketemu tiga bulan lagi. Bye Vania... "


"Oke Rico, thanks. Selamat jalan, bye ..."


"Pagi Vania... ", tiba-tiba Gio sudah duduk di depanku.


"Pagi juga..."


"Pagi-pagi telponan sama siapa, Van? "


"Sama temen".


"Cewek apa cowok?"


"Cowok"

__ADS_1


"Kedengerannya kalian akrab banget "


"Kita temenan sudah lama, sejak sma. beberapa hari yang lalu dia datang ke Jogja, hari ini balik. Tadi nelpon untuk pamit", jelasku.


"O gitu...", kata Gio manggut-manggut. "Van, semalem pulang dari mall sama siapa? ", tanya Gio


"Ya sama temen aku yang ini, kebetulan dia tinggal di hotel di sebelah mall xx, jadi kita pulang bareng".


"Temen apa lebih dari temen, Van? ", canda Gio


"Temen".


"Kamu nganggep dia temen, tapi dianya?"


"Maksudnya apa? ", tanyaku bingung


"Kali aja dia naksir kamu ..."


"Nggak, kita sudah sepakat untuk berteman baik, kok".


"Sepakat? Berarti awalnya lebih dari temen ya, Van? ", tanya Gio.


"Bener nggak, Van? ", tanya Gio lagi


Aku diem aja nggak ngasih jawaban.


"Nggak apa kalo nggak mau jawab. Sudah nggak usah dipikirin! Nggak apa-apa, kok", jawab Gio.


Aku masih diam, no respon, malah aku asik minum susu coklatku, padahal dalam hatiku berkecamuk.


"Van.. Jangan marah !"


"Siapa juga yang marah ?"


"Ya kamulah! Kalo nggak marah terus kenapa kok diem? "


"Kamu nyebelin! "


"Kenapa? Karena omonganku bener ya, Van?"

__ADS_1


'Tau ah! ", jawabku ketus


"Tuh marah kan? !"


Gio Aku diemin lagi.


"Ya udah nggak usah bahas masalah itu kalo kamu nggak mau. Aku ada info nih buat kamu"


"Info apa? ", tanyaku


"Kemaren pas kamu sama Sinta nggak ada, temen-temen kos kan ngumpul, terus kita rencana mau bikin kejutan buat ultahnya Sinta. Menurut kamu gimana?"


"Boleh. Aku sih ngikut aja. Kapan ultahnya? ".


"Minggu depan".


"Rencananya mau gimana?"


"Kita bikin surprisenya di kos, pas sepulang Sinta kerja. Nanti bakal diinfo tugas kita masing-masing apa".


"Okelah.... Ngomong-ngomong kamu mau sarapan sekarang? Tuh masakanku sudah matang".


"Kamu mau sarapan sekarang nggak? ", Gio balik nanya


"Ditanya kok nanya balik sih? Aku sarapannya nanti setelah mandi", sahutku.


Gio tersenyum, "Kalo gitu aku juga nanti aja. Aku mau sarapan bareng kamu", jawab Gio sambil mengaduk kopi buatannya.


"Ya udah, aku mau masuk mandi dulu, ya... ", kataku.


"Ikut dong... ", teriak Gio


Aku langsung melotot ke arah Gio.


Gio nya malah ngakak, sambil bilang, "Aku ikut mandi, tapi di kamar aku sendiri! Ih kamu ngeres pikirannya! "


Aduh....aku maluuuu !! Aku langsung lari masuk ke kamar tanpa komen ataupun pamit lagi. Sialan Gio! Tapi salah aku juga sih pikirannya kok nyimpang....hehe...


**********

__ADS_1


__ADS_2