RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 75 DIKEROYOK


__ADS_3

***GITA POINT OF VIEW***


Kak Vania adalah mantan tunangan kakakku, kak Gio. Lima tahun yang lalu, hubungan mereka terpaksa putus akibat tipu daya seseorang.


Meski telah lima tahun berpisah, tapi rasa cinta kak Gio untuk kak Vania tidah pernah punah. Aku tau kak Gio tidak bisa move on. Sampai saat ini dia masih mencintai kak Vania dan dia juga masih berharap bisa bersama lagi dengan mantannya itu.


Kami sekeluarga juga sangat mendukung kalau kak Gio mau kembali pada kak Vania. Apalagi papa dan mama sangat sayang pada kak Vania.


Hari itu, di hari ulang tahun keponakanku Nia, tanpa kita duga, kita sekeluarga mendapatkan kejutan yang sangat menyenangkan, yaitu kedatangan kak Vania di acara ulang tahun Nia.


Rupanya tanpa sepengetahuan kami, ternyata selama ini Nia berhubungan baik dengan kak Vania, bahkan Nia memanggilnya tante mommy. Nia seringkali bercerita tentang tante mommy nya, hingga membuat kami ingin tau seperti apa orangnya.


Saat kami tahu yang dipanggil tante mommy oleh Nia adalah kak Vania, kami sangat senang sekali, apalagi kak Gio....


Selama bertahun-tahun kak Gio mencari keberadaan kak Vania tapi belum berhasil menemukannya. Siapa sangka hari itu malah kak Vania-lah yang menemui kami


Kemaren siang bibik nelpon mama, memberi kabar kalau Nia sakit. Kemaren malam juga aku, mama dan papa tiba di Surabaya, tapi karena sudah kemalaman kami putuskan ke rumah sakit pagi ini aja.


Aku dan mama pagi-pagi sudah pergi ke rumah sakit. Kami masuk ke dalam kamar dengan pelan, kami tidak mau sampai membangunkan Nia dan kak Gio. Tapi saat pintu terbuka...., kami melihat ada kak Vania juga di sana. Yang bikin kami kaget, kami melihat kak Gio, Nia dan kak Vania sedang tidur bersama, mereka bertiga tidur berpelukan.


Aku segera mengambil ponselku, kufoto dan kuvideo mereka bertiga. Posenya sangat menarik... Kak Vania menghadap punggung Nia dan tangannya melingkar di perut Nia., kak Gio berhadapan dengan Nia, tangan kak Gio memeluk Nia dan kak Vania.


"Ma, lihat ini, ma ! So sweet banget!! Potret keluarga kecil yang bahagia". Aku menunjukkan pada mamaku video yang baru aku rekam.


Mama tersenyum senang sambil mengacungkan jempolnya. "Bagus ! Buruan kamu kirim ke papa, Git !" Suruh mama Gio.


"Siyap, ma! " sahutku


Mungkin karena aku dan mama memperhatikan terus, kak Vania terbangun. Dia belum menyadari keberadaan kami.


Begitu terbangun dan melihat tangan kak Gio memeluknya, langsung kak Vania memindahkan tangan kak Gio ke pinggang Nia. Kak Vania memegang dahi Nia, ada senyum kecil terlihat di bibirnya, setelah itu kak Vania langsung turun dari tempat tidur dan menuju ke toilet.


Aku dan mama hanya memperhatikan saja, kami sengaja tidak menegur kak Vania. Tampaknya kak Vania belum menyadari kehadiran kami.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Aku terbangun, aku melihat tangan Gio ada di pinggangku. Ini orang lagi tidur aja masih sempet cari kesempatan, pikirku. Segera kupindah tangan itu ke tubuh Nia. Kupegang dahi Nia, sudah nggak panas lagi. Aku tersenyum lega. Aku segera bergegas ke toilet karena sudah kebelet buang air kecil. Sekalian aku mau mandi, semalam aku sudah menurunkan baju ganti, alat mandi dan alat make up dari mobil. Semua barang itu selalu ada di mobilku, untuk persiapan bila mendadak perlu.


Keluar dari toilet, aku sudah selesai mandi, aku sudah rapi dan wangi. Tapi aku kaget melihat ada mama dan Gita sedang duduk di sofa. Aku segera menyapa dan menghampiri mereka


"Selamat pagi ma, Gita... Sudah lama? Kok Vania nggak denger suara pintu dibuka? ". Sapaku sambil memeluk dan cipika cipiki dengan mereka.


"Pagi sayang.... Kami datang belum lama, kok", sahut mama


"Selamat pagi juga kakak ipar..", sahut Gita dengan entengnya.


"Gita....! ", kataku sambil melotot ke arah Gita. Sedangkan Gita dan mama malah ketawa.


"Mama juga setuju kamu jadi calon mantu mama lagi, Van", mama Gio ikutan komen.


"Ma, saat ini tidak ada hubungan apa-apa antara Vania sama Gio, ma", jelasku. Gimana sih mama ini? Kok malah ikut-ikutan Gita ?


"Siapa bilang? Ada kok ! Saat ini kita adalah mommy dan daddy nya Nia", tiba-tiba terdengar suara Gio dari arah belakangku. Kok bisa langsung nyeletuk? Kapan juga Gio bangunnya?


"Nggak usah dengerin omongan dia ma, Git", kataku. Pasti wajahku memerah, aku malu. Aku ngerasa nggak enak keluarga Gio melihat kami berdua bersama semalaman, meskipun tujuannya untuk menjaga Nia.


"Gio kamu jangan gangguin mantu mama, ya...!" mamanya Gio ikutan iseng. Ya ampun!!. Apalagi ini??


"Tante mommy.... " Untung ada yang menyelamatkan aku dari situasi ini.


"Ada apa? " kataku sambil mendekati tempat tidur diikuti mama Gio dan Gita.


"Nia mau minum", jawab Nia. Segera kuberikan segelas air pada Nia.


"Halo cantik....sudah sembuh? " Gita menyapa Nia sambil memberi peluk cium pada Nia.


"Halo aunty... Nia sudah sembuh, aunty"


"Sini peluk oma sayang.... Oma kangen sama cucu oma ini.... " Nia langsung memeluk dan mencium omanya.


"Opa mana? Kok nggak kelihatan? " tanya Nia.


"Opa sebentar lagi nyusul", jawab mama Gio.


Dua orang perawat masuk, mereka mau menyeka Nia.


Aku, mama dan Gita duduk di sofa, Gio ke toilet. Pintu kamar terbuka lagi, papa Gio yang masuk.


"Pagi, pa ", sapaku.


"Pagi, nak. Kamu kok rajin amat masih pagi gini sudah nyampai sini? " tanya papa Gio.


"Calon mantu semalem bobok sini pa, nemeni kak Gio jaga Nia', sahut Gita dengan tanpa dosa.


"Eh...eh... nggak gitu ceritanya ! Kemaren itu... ". Omonganku belum selesai, sudah dipotong.


" Kemaren tante mommy nemeni Nia sama daddy bobok di sini", potong Nia.


"Tuh kan pa.....kali ini Nia lo yang ngomong, anak kecil kan nggak pernah bohong !", Gita seneng dapat dukungan dari Nia. Gita ngerasa di atas angin.


"Papa sudah sarapan? ", tanya Gio.


"Belum. Papa pengen sarapan bareng-bareng", jawab papa.


"Bareng siapa, pa? Bareng calon mantu ya? ", tanya Gita sambil mengedipkan sebelah matanya ke arahku.


"Salah satunya itu..... ", sahut papa Gio.


Ini sebenernya ada apa sih?? Kok sekeluarga kompakan gini, ya? Aku kok ngerasa dikeroyok, ya... Aku nggak boleh lama-lama di sini, pikirku. Nanti selesai Nia seka aku akan pamit. Kulihat jam tanganku, masih pukul 07.10. Aku kasih alasan apa ya?

__ADS_1


Tak lama kemudian, Nia sudah selesai di seka. Kedua petawat tadi meninggalkan ruangan, tapi ada perawat yang masuk mengantar makanan.


"Nia mau sarapan?", tanyaku.


"Sebentar lagi tante mommy", jawab Nia.


"Halo sayangnya opa... sudah enak badannya? " Papa Gio berjalan mendekat ke arah Nia. Dipeluk dan diciumbya Nia dengan sayang.


"Nia sudah baik, opa."


"Nia, tante pulang dulu, ya..."


"Nggak boleh. Tante mommy di sini aja temeni Nia."


"Tante harus kerja, Nia. Nanti sore tante ke sini lagi, ya...", bujukku.


"Kalau gitu Nia mau makan sekarang aja disuapi tante mommy"


"Boleh. Tapi Nia harus janji sehabis Nia makan, tante boleh pulang, ya..."


"Ya", Nia menganggukkan kepalanya. Aku mulai menyuapi Nia.


"Sarapan bareng kita dulu, Van, baru setelah itu pulang", kata papa Gio.


"Iya, kak... Aku sudah pesan makanan via online nih..., palingan bentar lagi datang", sahut Gita.


"Nggak usah, nanti Vania sarapan di rumah aja." Aku berusaha menolak


"Ayolah nak.... Kamu nggak mau sarapan bareng mama sama papa ?", tanya mama Gio


"Vania nggak mau sarapan bareng-bareng, soalnya mau breakfast berdua sama aku, ma", celetuk Gio.


"Ngaakk!! " aku langsung teriak.


"Hahaha.. Makanya kalau nggak mau berdua aja, ya harus ikutan makan rame-rame di sini. Sudah ! pokoknya kamu harus makan dulu baru boleh pergi, ya!", mama Gio menengahi sekaligus membuat keputusan sendiri.


Akhirnya aku mengangguk pasrah, mengikuti kemauan mereka.


Makannya Nia sudah habis. Obat juga sudah diminum. Sekarang Nia lagi asik nonton film kartun di televisi.


Makanan yang dipesan Gita sudah datang. Gita pesan nasi gudeg. Kami pun makan bersama. Makan sambil ngobrol dan bercanda.


"Makan gudeg... Jadi inget Jogja ya, Van...", kata Gio.


Aku diem, nggak respon sama sekali.


"Kenapa kak? Inget sama temen kos yang di sebelah kamar, ya? " Gita memancing.


"Iya, dek. Cuma sayangnya dia sudah nggak mau inget kakak lagi", sahut Gio dengan melirikku. Aku tau dia menyindirku.


"Hari Jumat ini hari libur, kita ke luar kota, yuk.... Kan enak mumpung long weekend.", ajak Gita.


"Boleh juga, lumayan untuk refreshing... ", sahut Gio.


"Iya, nggak usah terlalu jauh, yang penting tempatnya nyaman", tambah mama Gio.


'Nia mau ikut... Nia mau ikut liburan", Nia ikutan nyeletuk.


"Siip ! Kita akan pergi liburan akhir minggu ini." kata Gita memutuskan


Dari tadi aku cuma jadi pendengar aja, nggak respon sama sekali. Aku kuatir kalau aku komentar justru aku akan diajak liburan bersama mereka. Jadi supaya aman aku memilih diam.


"Tante mommy ikut liburan, ya...", ajak Nia. Waduh!! Ngapain sih kamu pake nanya tante, Nia?? tanyaku dalam hati.


"Nggak bisa, Nia. Tante harus kerja", jawabku.


"Ayo... tante mommy ikutan aja, kan hari libur, jadi kerjanya juga libur aja... ", Nia mulai merengek.


"Nggak bisa, sayang... Nia kan liburannya sudah rame-rame, ada aunty, oma, opa juga daddy. Nia nggak akan kesepian. Banyak yang bisa main sama Nia," bujukku.


"Tapi nggak ada tante mommy. Nia maunya main sama tante mommy", rengek Nia.


"Nia pergi kan cuma tiga hari, setelah pulang dari liburan kan bisa main sama tante lagi," aku mencoba membujuk lagi.


"Tante mommy nggak asik! Tante momny nggak mau main sama Nia! Tante mommy nggak sayang Nia ! " Nia malah ngambek dan mulai menangis....


Gita yang makannya sudah habis, segera menghampiri Nia, berusaha menenangkannya.


"Sudahlah Van, ikut aja. Nggak baik kerja terus ! Saatnya tanggal merah, ya nikmati liburan. Ikut aja ya, sayang... ", bujuk papa Gio.


"Tapi kalau long weekend cafe makin rame, pa", aku mencoba memberi alasan yang masuk akal.


"Sekali-kali lah, Van.. Kamu juga perlu refreshing, sayang.... ", mama Gio ikutan menbujuk.


"Kapan-kapan aja Vania ikutan..",


kataku berusaha mengelak.


"Kakak nggak kasihan sama Nia, ya ? Lihat nih dia sampai nangis gini ! ", celetuk Gita.


"Iya, Van...., Nia kan baru sembuh, takutnya sakitnya kambuh lagi lo kalau dia sedih lagi." Mama Gio menambahkan.


"Ya udah, Gio aja yang nggak ikut. Kayaknya kalau Gio nggak ikutan, Vania mau deh pergi bareng kalian... ", akhirnya Gio ikutan ngomong.


Mendengar omongan Gio, jelas aku nggak enak sama mama dan papanya. Meskipun aku memang sempet berpikir kayak gitu. Hehe...


Aku buang kotak bekas makanku, aku minum segelas air mineral sebelum aku merespon omongan Gio. "Aku nggak mau ikut bukan karena ada kamu, kok. Tapi memang aku mikirin cafe ", kataku.


Aduh....kok main keroyokan gini ya.... satu lawan lima.

__ADS_1


"Tante mommy jahat! Tante mommy jahat!" Nia kembali berteriak dan nangisnya makin keras.


Aku segera mendekati Nia. "Sini sayang..., peluk tante sini!"


Meskipun masih nangis, tapi Nia mau mendekatiku dan memelukku. Kuelus-elus punggungnya sampai akhirnya Nia tenang dan nggak nangis lagi.


"Gini kan pinter, jadi tambah cantik kalau nggak nangis!" bujukku.


"Tante mommy ikut liburan sama Nia, ya.... Mau ya.... ", Nia menatapku dengan mata yang merah karena habis nangis. Tatapannya penuh harap.


Dalam hati aku masih menimbang-nimbang... enaknya ikut nggak.


"Sudahlah kak... Nggak usah kebanyakan mikir ikut aja! Gita bakal jaga kak Gio biar nggak gangguin kakak", kata Gita.


"Kalau tante mommy digangguin daddy, nanti Nia marahin daddy", Nia niru omongan Gita.


Semua yang ada di ruangan itu ketawa denger Nia ngomong seperti itu.


"Memang Nia sekarang sudah berani sama daddy? Nggak takut jadi anak durhaka? " Gio menakuti Nia.


"Nggak nggak nggak! Nia nggak jadi marahin daddy, Nia nggak mau durhaka", jawab Nia dengan takut.


"Bagus! Anak pinter! Anak itu nggak boleh marahi orangtuanya, ya....! " Gio menasehati Nia.


Nia menganggukan kepalanya. "Tapi daddy janji dulu, nggak boleh gangguin tante mommy", pinta Nia.


"Digangguin nggak boleh... Kalo dipeluk boleh? "


"Gio! ", teriakku


"Kalo dipeluk dan dicium boleh", jawab Nia cepat.


Kembali semua orang di ruangan itu tertawa. Cuma aku yang kesel. Lebih lama di sini bakal lebih stress akunya nanti... Lebih baik aku cepetan cabut aja.


Aku segera berdiri, membawa barang-barangku dan aku pamit.


"Ma, pa, Nia pulang dulu, ya... " pamitku pada orang tua Gio.


"Nggak boleh pulang sebelum bilang mau ikut liburan", ancam mama Gio sambil memasukkan kunci mobilku ke kantong celananya.


"Good job, ma.....", teriak Gita sambil mengangkat dua jempolnya.


"Sudahlah, Van... Ikut aja !" kata papa Gio lagi.


"Iya tante mommy... ikut aja, ya!" Nia ikutan ngajak lagi.


Aku beneran nggak enak sama orangtua Gio yang terus-terusan membujukku. Kalo aku nolak tetus kok keliatannya belagu banget, ya... Akhirnya aku putuskan untuk ikut.


"Ya sudah, Vania ikut", kataku


"Asiik.... Tante mommy ikut", Nia berteriak senang.


"Yes!! Akhirnya perjuangan kita berhasil juga. Nggak sia-sia usaha kita ngebujuk kak Vania", komen Gita dengan girang.


"Nah gitu dong...! Ini kunci kontak kamu mama balikin" kata mama Gio, dia memeluk dan menciumku juga.


"Vania balik ya ma, pa...", pamitku.


"Tante mommy Nia mau cium dulu", teriak Nia sambil melambaikan tangannya.


Kuhampiri Nia, kupeluk lalu kucium pipinya. "Bye sayang... "


"Bye tante mommy ku... " Nia melambaikan tangannya.


"Ayo Git duluan... ", pamitku pada Gita disertai peluk cium seperti biasa.


"Iya kak, ati-ati. ..", sahut Gita.


"Gio aku jalan dulu, ya.. ", aku juga pamit pada Gio.


" Ya.. Konsentrasi nyetir ! Jangan ngebut ! " sahut Gio mengingatkan.


"Oma, aunty Gita, Nia semua dicium sama tante mommy. Kok daddy nggak? " tanya Nia dengan polos.


"Iya... kok daddy nggak ya? ", Gio pura-pura bingung, padahal aku ngeliat dia nahan ketawanya.


"Soalnya daddy cowok." jawabku dengan cepat dan asal.


Aku malu, mukaku pasti merah, sedangkan mama, papa, Gio dan Gita malah senyum-senyum ngeliat kejadian barusan.


'Bye semua..... ", ucapku dan segera keluar meninggalkan tempat itu. Saat pintu sudah kututup, aku bisa mendengar suara tawa darieliat dalam ruangan Nia. Hegh....! Nasibku...


*****************


🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹


Hallo apa kabar


Sudah pada santai kan.... sukur-sukur kalo belum ngantuk, bisa sempetin baca cerita RASA ITU ADA


Kalau senggang bisa bantu author untuk vote, like dan komen, ya....


Untuk yang sudah vote, makasih banyakπŸ™


Selamat malam, selamat beristirahat


Salam....πŸ™‹πŸ˜œπŸ˜˜πŸ˜‡πŸ˜πŸ˜„πŸ™‹


***************

__ADS_1


__ADS_2