
Alaramku berbunyi jam 05.30, segera kumatikan bunyinya supaya nggak mengganggu Gio dan Nia yang masih tertidur pulas.
Aku bangun dari tempat tidur, lalu ke toilet untuk cuci muka, dan gosok gigi, kemudian aku keluar kamar, niatku mau sekedar senam sendiri di dekat kolam renang.
Hem..... segarnya menghirup udara pagi. Aku pun mulai senam sambil merasakan sejuknya udara di kota Batu
Sehabis senam, iseng aku main air kolam renang, ternyata airnya hangat. Aku langsung ingin berenang. Aku tadi nggak pengen renang karena aku kira airnya dingin.
Aku kembali ke kamar, aku mengambil pakaian renangku dan langsung kupakai di kamar mandi. Aku juga membungkus badanku dengan bathrobe.
Nia dan Gio masih belum bangun. Mereka tidur berpelukan so cute and sweet. Iseng aku ambil ponselku, aku ambil foto mereka. Aku tersenyum melihat hadil jepretanku.
Kubuka pintu kamar dengan pelan dan aku segera keluar. Keadaan vila masih sepi, belum ada yang bangun. Aku melewati ruang makan, kulihat ada bibik di sana.
"Selamat pagi non mommy, silahkan diminum dulu, sudah saya buatkan susu coklat untuk non mommy", sapa bibik sekaligus menyodorkan segelas susu coklat padaku.
"Pagi, bik. Makasih susu coklatnya". Segera kuhabiskan susu coklat itu.
"Saya tinggal ya, bik. Saya mau berenang dulu", aku pamit pada bibik.
"Ya, non mommy".
Aku segera ke kolam renang... aku langsung masuk ke air. Udara pagi yang sedikit dingin, membuatku makin suka dan betah berenang di kolam air hangat ini.
Aku berenang bolak-balik ke sana ke mari. Ah.... aku senang berrenang di pagi hari, bikin hati dan pikiran fresh. Aku sungguh menikmati pagi ini....
"Tante momny...., tante mommy Nia cariin dari tadi. Untung Nia ketemu bibik terus dikasih tau kalo tante mommy lagi ada di sini." kata Nia.
"Hei.... sudah pada bangun nih....,"sapaku.
"Iya, Nia bangun, tante mommy nggak ada, Nia bangunin daddy, Nia ajak daddy nyari tante mommy", Nia bercerita dengan cerewetnya.
Aku hanya tersenyum mendengar ocehan Nia.
"Sayang.... Kamu kok berenang sendiri sih? Kenapa nggak ngajak aku? " tanya Gio.
"Kan kamu tadi masih enak tidur", kataku.
"Harusnya kamu bangunin aku, yang", sahut Gio.
"Aku cuma nggak mau ganggu tidur kamu aja", jawabku.
"Nia mau renang, daddy....Nia mau ikutan tante mommy berenang", rengek Nia.
"Boleh ! Daddy juga pengen berenang. Ayo kita renang bareng tante mommy", ajak Gio.
"Yes!! Asik berenang... ye yeyeye ye", teriak Nia.
"Sayang.... jangan udahan dulu, ya ! Tungguin aku sama Nia, kita mau ganti baju renang dulu", teriak Gio.
"Oke. Jangan lupa bawa bathrobe", kataku.
"Siyap.... ", sahut Gio
Nggak perlu waktu lama, kulihat Nia dan Gio sudah kembali dan sudah pakai baju renang seperti yang kukenakan. Pakaian renang yang tertutup berlengan pendek, lengkap dengan celana pendek.
Setelah pemanasan sebentar, mereka langsung nyebur. Aku nggak nyangka lo, ternyata Nia sudah pinter berenangnya.
"Daddy, tante mommy, kita balapan yuk.... ", ajak Nia.
"Ayo..... ", sahutku dan Gio bareng.
Kami bertiga pun segera bersiap untuk lomba. Siapa pemenangnya? Tentu saja Nia. Aku dan Gio sengaja mengalah, supaya Nia seneng bisa menang lomba.
Setelah cukup lama bermain air, kami pun menyudahi acara renang ini.
"Ayo buruan pakai bathrobe nya, supaya nggak dingin", kataku sambil memakaikan bathrobe pada Nia. Dan kami bertiga segera kembali ke kamar masing-masing untuk mandi.
Aku memandikan Nia dulu, setelah Nia selesai mandi dan sudah berpakaian rapi, baru aku masuk mandi.
Setelah lima belas menit aku keluar dari kamar mandi, aku segera merapikan diri. Sekarang kami berdua sudah wangi dan rapi.
"Nia laper tante mommy...", rengek Nia.
"Ayo kita ke ruang makan aja", ajakku.
Saat aku membuka pintu, ada Gio yang sudah berdiri tepat di depan pintu.
"Aku baru aja mau ketuk pintu... kalian sudah keluar duluan" kata Gio.
"Nia laper daddy... Nia mau makan... ," rengek Nia pada Gio.
"Wah anaknya daddy yang cantik sudah laper, ya....?", kata Gio sambil mencium Nia. "Ayo kita ke ruang makan sekarang ! Kita sarapan bareng, ya... " ajak Gio
Nia jalan di depan, aku dan Gio di belakabg Nia. Tiba-tiba Gio memeluk pinggangku dan "cup" Gio mencium pipiku.
"Eh... Kamu ini ya!! " omelku sambil mencubit pinggang Gio.
"Habisnya kamu wangi, aku jadi pengen cium kamu. Anggap aja my first morning kiss for you," jawab Gio sambil menatapku dan tersenyum.
"Jangan diulangi! Ada anak kecil!" kataku sambil menunjuk Nia.
"Nia nggak ngeliat, kok." Elak Gio.
"Tau ah!! ", sahutku.
"Sayang..... jangan cemberut gitu! senyum dong! "
Aku nggak dengerin omongan Gio, aku masih cemberut.
"Kalau nggak senyum, aku cium lagi di depan Nia", bisik Gio di telingaku.
Aku jelas nggak mau Nia ngeliat daddy nya nyium aku, maka spontan aku tersenyum manis.
"Nah gitu dong!! Kan enak dilihatnya.... ", komen Gio.
Sesampai di ruang makan sudah ada mama sama papa di sana.
"Pagi ma, pa.... " sapaku
__ADS_1
"Morning pa, ma... "sapa Gio
"Selamat pagi opa, selamat pagi oma... ", sapa Nia sambil menghampiri oma opanya dan memberikan ciuman.
"Selamat pagi semua.... ",.jawab mama
"Pagi.... ", jawab papa.
"Ini susu untuk Nia, ma?" Aku bertanya pada mama saat kulihat segelas susu di meja.
"Iya, buat Nia", jawab mama.
Kuambil susu itu dan kuberikan pada Nia. "Diminum dulu susunya, Nia!" suruhku. "Nia mau makan apa? Roti? "
tanyaku pada Nia.
"Iya, Nia mau roti pake selai stroberi, tante mommy. Tapi rotinya nggak usah dipanggang", jawab Nia.
"Oke, sayang. Gio, kamu mau roti juga?" tanyaku.
"Mau dong.... ", sahut Gio cepat, sambil mengambil secangkir kopi yang sudah tersedia di atas meja.
"Rotinya diibakar, dikasih mentega sama gula?" tanyaku lagi.
"Wuih..... hebat !! Sayangku masih inget kesukaanku." Gio terlihat senang.
"Apaan, sih !! ", sahutku malu. Aku malu karena ketauan aku masih perhatian sama Gio, aku masih ingat kesukaannya.
"Daddy nggak boleh gangguin tante mommy !", tegur Nia.
"Habis tante mommy kamu bikin daddy gemes, sih.. ", sahut Gio.
'Kalo daddy gemes, cium aja ! Soalnya kalo tante mommy gemes sama Nia, tante mommy selalu ciumi Nia".
"O... gitu ya... ", sahut Gio sambil tersenyum iseng.
Kulihat mama dan papa tertawa geli denger omongan Nia.
Aku segera menghadap ke Nia yang duduk di sebelah kiriku, "Cium juga nggak bo....."
Belum selesai aku ngomong, Gio sudah bergerak dengan cepat, dipeluknya bahuku dan satu ciuman mendarat dengan sukses di pipi kananku.
Aku segera berbalik menghadap ke Gio, aku pukul dan aku cubit Gio berkali-kali. Gio mengaduh berkali-kali juga , tapi tawa ngakaknya nggak berhenti.
Aku sungguh-sungguh malu. Gio menciumku di depan kedua orang tuanya, di mana status kami saat ini hanya sebatas teman. Gio sungguh terlalu!!
"Sudah Vania ! Sudah nak ! Kasihan Gio kesakitan, Van! ", mama melerai.
"Vania, kamu nggak usah malu sama kami, anggap kami orang tua kamu sendiri. Nggak apa-apa, kami juga pernah muda, kok. Jangan marah lagi sama Gio, ya... Gio seperti ini karena dia sangat menyayangi kamu, Van," mama mencoba memberi aku pengertian.
Kulihat tangan Gio merah akibat pukulan dan ada yang sedikit membiru mungkin akibat cubitanku. Aku tau itu pasti sakit dan aku sebenarnya nggak tega juga ngeliat Gio kayak gitu.....
"Tante mommy jangan pukul dan cubit daddy lagi ! Kasihan daddy!" Nia menegurku.
"Sakit, dad? " tanya Nia pada Gio.
Nia menghampiri Gio, dielus-elusnya tangan Gio yang memerah, lalu diciumnya tangan Gio.
"O.... So sweet banget anak daddy ini", puji Gio lalu menciumi pipi Nia.
"Tante mommy sudah bikin daddy kesakitan, sekarang tante momny harus apa? " Si kecil Nia kembali menegurku, bahkan mengajariku.
"Iya tante tahu, tante salah, tante harus minta maaf.", jawabku.
'Ya udah.... ayo cepetan tante mommy bilang sori sama daddy! ", suruh Nia.
Ya Tuhan.... Ini yang tua siapa ya? Masak orang setua aku diajari sama anak umur empat tahun?! hadeh...
"Gio, sori....", ucapku.
"Aku nggak mau terima sori kamu", sahut Gio.
"Ih kok gitu sih?! Sampai ada kejadian kayak gini kan gara-gara kamu juga!" kataku sewot.
"Barusan minta maaf, sekarang sudah marah-marah lagi. Nggak iklas ya minta maafnya tadi....?", Gio merajuk.
"Ya sudah, aku harus apa supaya kamu mau maafin aku?" aku berusaha sabar dan mengalah.
"Panggil aku sayang seperti dulu!" Gio mengatakan kemauannya.
"Nggak mau! Dulu aku panggil kamu sayang kan karena saat itu kita pacaran, kalo sekarang kan nggak". Aku menolak dengan tegas.
"Oke ! Kalau kamu nggak mau, nggak apa-apa. Gini aja kamu ulangi minta maafnya tapi tambahin kata sayang", Gio merubah permintaannya.
"Sudahlah Van... turuti aja kemauan Gio biar cepet kelar urusannya!" mama ikutan menyuruhku menuruti maunya Gio.
"Oke, Aku turuti mau kamu !! Dengerin ini !! Sayang, aku minta maaf ya....." Akhirnya dengan terpaksa aku meminta maaf dengan semanis mungkin.
Gio tersenyum senang, " Oke, aku sudah maafin kamu. Aku mau nanya, kamu tadi ngomong sayangnya itu iklas nggak?" tabya Gio
"Iklas", sahutku asal.
"Beneran iklas? " tanya Gio lagi untuk meyakinkan.
"Iya, beneran iklas, kok, " aku ikuti aja omongan Gio, biar nggak ribet.
"Ini ada saksinya orang tua aku, ya.... Kalau kamu ngomong sayangnya iklas itu artinya kamu sayang beneran sama aku. Setuju nggak? Kalo kamu nggak setuju artinya tadi kamu waktu ngomong sayang itu nggak iklas".
"Dasar pemaksa!! " gumamku
"Hei.... Aku denger, ya ! Setuju nggak ?" Gio mendesakku.
Aku menarik nafas panjang, "Hegh.... iya setuju", jawabku pelan.
"Denger kan pa, ma... kalian saksinya, Vania setuju, kalau dia ngomong sayangnya itu iklas, yang artinya Vania beneran sayang sama Gio."
Papa sama mama geleng-geleng kepala sambil tersenyum ngeliat kelakuanku dan Gio.
"Ngeliat kalian seperti ini, papa sudah pengen buru-buru nikahin kalian, " kata papa.
__ADS_1
"Iya, pa. Mama setuju Buruan kita nikahkan secepatnya aja mereka ini, pa! " sahut mama.
Mendengar omongan orang tua Gio, aku jadi terdiam. Aku malu, tapi ada rasa senangnya juga....
"Sayang, kamu kan bilang kamu beneran sayang sama aku, pulang dari liburan ini kita tunangan, yuk... ", ajak Gio.
"Ogah!! " sahutku ketus.
"Lho... Lho... Kok gini lagi sih???"
"Kamu nyebelin !! " sahutku.
"Good morning all.... ", sapa Gita dengan suara cemprengnya
"Morning", sahut kami
"Pagi semua....", Sean juga ikut menyapa.
"Pagi.... ", kami kembali menjawab dengan kompak.
"Pagi-pagi di meja makan kok sudah ramai... ada apa?" tanya Gita.
"Biasa.... kakak kamu tuh gangguin Vania terus", cerita mama.
"Tapi tadi tante mommy yang nakal, aunty... tante mommy mukul dan nyubit daddy", lapor Nia.
Gio tersenyum menang, mentang-mentang dibelain Nia.
"Puas? Puas? Puas dapat dukungan?", kataku makin kesel.
"Hahaha... tumben Nia nggak belain tante mommy nya....", komen Gita.
"Nia nggak ngerti cerita awalnya, taunya cuma bagian akhirnya aja, pas aku mukul dan nyubit Gio. Makanya dia nganggap aku yang salah", aku mencoba menjelaskan pada Gita.
"Memang kenapa sih kalian ini? Semalem rukun banget, sampe tidur bareng, tadi pagi juga rukun, renang bareng, terus kenapa sekarang kok berantem?" selidik Gita.
"Hah semalam kalian tidur berdua?" tanya mama sambil menatap aku dan Gio dengan kaget.
"Nggak tidur berdua ma, tapi bertiga sama Nia, itu pun Nia yang tidur di tengah", aku cepat-cepat menjelaskan supaya nggak ada salah paham.
"Kenapa kamu nggak bilang kita tidur berdua aja? Kan enak biar kita langsung dinikahin", sahut Gio.
"Itu mau kamu !" tudingku.
"Sayang.... Kamu makin ketus gitu aku makin gemes, lo..! Dan ingat kata Nia, kalau gemes sebaiknya ngapain sayang? ", Gio minta bantuin Nia untuk ngisengin aku.
"Kalau gemes... cium aja !" sahut Nia dengan polos.
"Hahaha..... ", semua yang ada di ruang makan pada ngakak.
"Tuh... Kamu denger, kan ? Mau baikan atau mau bikin aku gemes ? dan kalau aku gemes..." Gio sengaja tidak menyelesaikan omongannya. Aku bisa melihat dengan jelas senyum tengil Gio.
"Baikan", sahutku pasrah.
Nasib... Nasib... Kenapa aku selalu dikeroyok sih? Bahkan si kecil Nia sekarang sudah masuk dalam komplotan pengeroyok ini.... Hadeh...!!
Hari ini kami ada rencana mau jalan-jalan mengunjungi salah satu obyek wisata sekalian makan siang.
Aku, Gio dan Nia memang sudah selesai bersiap, tapi kami harus sabar menunggu yang lain.
Yang selesai duluan Gita, saat ini Gita sudah bergabung dengan kami. Sambil menunggu, Gita mengajak kami fotto-foto.
Tiba-tiba Gio berkata, " Sayang.... kita foto berdua yuk! "
"Nggak mau !", sahutku singkat
"Kak Vania nggak mau foto berdua sama kak Gio? " tanya Gita.
"Nggak" sahutku dengan mantap.
"Kak Vania inget kan kakak masih hutang satu hukuman sama aku?" Gita mengingatkan aku.
Aku hanya bisa mengangguk lemas, memikiran kira-kira hukuman apa yang Gita berikan kali ini.
"Oke aku pakai senjata pamungkas. Hukumanku yang kedua, kak Vania harus mau berfoto mesra berdua dengan kak Gio", Gita memutuskan.
"Yes!! Thank you, sis.... kamu memang paling ngertiin kakak, dek", puji Gio.
Dengan sangat terpaksa aku menyetujui keinginan Gita, karena aku harus konsekwen dengan komitmen yang aku dan Gira buat.
Pose seperti ini yang diarahkan Gita, Kami duduk di bangku taman dengan posisi aku duduk di depan, Gio duduk di belakangku. Satu tangan Gio memeluk pinggang, satu tangan lainnya di atas bahuku. Satu tanganku memegang punggung tangan Gio, yang satu lagi mengeluarkan dua jari, perlambang peace.
Gita sudah mulai menghitung mundur saat Gio berbisik memanggilku. Aku menoleh, bersamaan itu Gio memajukan kepalanya untuk bisa berbisik di telingaku, akibatnya apa? Bibir kami bersentuhan dan saat itu juga terdebgar suara "cekrek", Gita berhasil mengambil foto kami.
Saat itu juga Gita berteriak senang...."Fotonya bagus! Fotonya bagus, kak! Sudah kayak foto prewed aja!! Luhat nih kak!! ", kata Gita sambil menunjukan kepada kami hasil jepretannya.
"Aku kirim foto ini ke nomer kak Vania dan kak Gio, ya....", kata Gira dengan tersenyum puas.
Kuamati hasil foto kami, memang bagus, terlihat natural dan tidak dibuat-buat. Pose kami sangat mesra seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Nggak heran kalau Gita bilang seperti foto prewed. Kalau mau jujur, sebenarnya aku suka sama foto kami ini....
******************************
🍀🌻🌹🍀🌻🌹🍀🌻🌹🍀
Hi.!
Lagi ngapain? Mudah-mudahan lagi nunggu author upload... Ikuti terus cerita RASA ITU ADA sampai akhir ceritanya.
Vote, like dan komen kalian selalu author tunggu. Untuk readers yang sudah vote author ucapkan triimakasih banyak, vote terus banyak- banyak dan jangan bosen, ya...supaya ranking RASA ITU ADA nggak turun. Buat readers yang belum vote, ayo dong dukung author, please vote karya author RASA ITU ADA.
Selamat malam semua
Selamat beristirahat
Salam.... 💞🙋😘😄😇😊😍🙋💞
🍀🌻🌹🍀🌻🌹🍀🌻🌹🍀
******************************
__ADS_1