RASA ITU ADA

RASA ITU ADA
EPISODE 81 KENA SENTIL


__ADS_3

Jam 11.30, kami keluar untuk makan siang. Kami memilih resto masakan Indonesia, dengan gaya lesehan. Udara yang sejuk, suasana yang tenang, bikin perut makin laper.


Begitu makanan tersaji, kami langsung melahapnya dengan nikmat.


Urusan perut sudah beres, sekarang, saatnya berwisata. Kami memilih tempat yang hijau yang menyejukan mata, taman.


Di taman yang cukup luas ini, ada berbagai macam tanaman yang ditata rapi, sehingga sedap dipandang mata. Ada juga beberapa macam fauna. Ada tempat bermain anak, ada banyak tempat untuk spot foto, ada gazebo untuk tempat nyantai. Yang pasti ada restoran dan cafe. Juga ada kesukaanku, tenda-tenda yang menjual aneka macam jajanan.


Mama sama papa nongkrong di cafe, Nia ditemani bibik dan pak Min ke area bermain. Gita sama Sean entah ngilang ke mana. Gio tadi pamit ke toilet. Tinggal aku sendiri.


Aku melangkah menuju ke gazebo yang dekat air mancur. Aku duduk santai, menikmati udara yang sejuk, angin semilir pemandangan taman yang hijau dan indah sungguh membuat hati adem dan pikiran tenang.


Lagi asik menatap sekeliling, terdengar suara notifikasi wa. Kuambil ponselku, aku tersenyum saat tau siapa yang mengirim pesan untukku.


From Vino 13.49


Hai kekasih terangku.... Apa kabar? Kangen nggak sama aku?


To Vino 13.50


Hai juga... Kabarku baik. Kangen? Kayaknya nggak tuh!


From Vino 13.51


Auw.... Sakit hati kanda mendengar itu πŸ˜₯😰😩


To Vino 13.51


hahaha....


From Vino 13.52


Sori ya semingguan ini aku nggak chat kamu, soalnya lagi ada urusan.


To Vino 13.53


Nggak apa. Sekarang apa urusannya sudah beres?


From Vino 13.54


Kalo beres sih belum, tapi sudah nggak seribet kemaren-kemaren.


To Vino 13.55


Syukur deh kalau gitu. Semoga semuanya lancar dan urusannya cepet selesai.


From Vino 13.56


Amin. Thank you, sayang....


Btw, kamu lagi di mana ?


To Vino 13.57


Lagi di kota Batu


From Vino 13.58


Enak dong lagi liburan.! Sama siapa?


To Vino 13.59


Sama temen aku dan keluarganya.


From Vino 14.00


Temen kamu cewek atau cowok?


To Vino 14.01


Cewek cowok, mereka adik kakak.


From Vino 14.02


Cowoknya cakep nggak? Sudah punya pasangan belum?


To Vino 14.03


Cakep banget. Kayaknya sih masih single


From Vino 14.04


Ayo buruan share loc sekarang! Aku harus nyusul nih!


Kamu bikin aku jealous, yang....


To Vino 14.05


Hahaha.... Lebay deh!! Kita kan cuma pacar online, jangan pake perasaan !!


From Vino 14.06


Aku kan pernah bilang, meski kamu menganggap aku pacar online, tapi bagi aku you are my real girl friend.


To Vino 14.07


Terserah kamu aja deh!!


From Vino 14.08


Van, kalau seandainya temen cowok kamu itu nembak kamu, apa kamu mau terima?


To Vino 14.09


Aku nggak berani, Vin


From Vino 14.10


Kenapa nggak berani?


To Vino 14.11


Aku takut terluka lagi. Sudah cukup satu kali aku terluka. Rasanya sakit, sangat sakit sekali.


From Vino 14.12


Apa mantan kamu berselingkuh?


To Vino 14.13


Ada orang yang sengaja menciptakan keadaan menjadi seperti itu, sehingga aku memutuskan untuk berpisah.


From Vino 14.14


Kenyataannya gimana?


To Vino 14.15


Akhirnya aku tau kalau orang itu sengaja mengacaukan hubungan kami karena dia terobsesi untuk memiliki mantan tunanganku.

__ADS_1


From Vino 14.16


Mantan kamu apa sudah menikah?


To Vino 14.17


Belum


From Vino 14.18


Apa kamu mau kalau diajak balikan?


To Vino 14.19


Aku nggak tau, Vin. Aku memang senang setelah mengetahui keadaan yang sebenarnya. Tapi aku takut dia terpedaya lagi dan aku terluka kembali.


From Vino 14.20


Hei.... denger ya!! Ada peribahasa yang mengatakan sebodoh-bodohnya keledai, dia tidak akan jatuh ke lobang yang sama. Wah.... Kalo aku jadi mantan kamu aku tersinggung nih, karena secara nggak langsung kamu menganggap mantan kamu lebih bodoh dari keledai. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‚πŸ˜‚ Untung aku bukan mantan kamu


To Vino 14.21


Dasar Vino!! Aku kira sudah beneran serius..... eh ujungnya malah πŸ˜€πŸ˜‚πŸ˜€πŸ˜‚


From Vino 14.22


Gitu dong ketawa! Aku suka ngeliatnya. Aku nggak suka liat kamu melow.


To Vino 14.23


Makasih ya..... Mau dengerin keluh kesah aku.


From Vino 14.24


Santai aja..... Saran aku, jangan banyak mikir! Just enjoy your life! Van, udah dulu ya chat-nya ini temen aku sudah jemput, aku mau keluar. Bye.....


To Vino 14.25


Okok, ati-ati...bye....


Aku tersenyum sambil memasukkan ponselku ke dalam tas.


"Asik banget, chat sama siapa?"


Aku kaget, tiba-tiba mendengar suara. Soalnya dari tadi aku sendiri, dan nggak ada orang di sekitar sini.


"Kutoleh ke asal suara, ternyata Gio sedang berdiri di dekat gazebo.


"Bikin kaget aja! " omelku.


"Kamu kaget karena kamu konsen chatting dan nggak peduli sama sekeliling. Memang chat sama siapa sih? ", tanya Gio lagi


"Kepo ! ", sahutku.


Gio tersenyum, "Dari pada diem di sini terus, kita jalan-jalan yuk... ! Tuh di ujung sana ada banyak penjual makanan"


"Oke... " aku langsung setuju, karena memang aku pengen jajan.


Banyak sekali macamnya jajanan yang dijual, dasar aku sukanya ngemil, langsung deh laper mata.


Yang pertama aku beli, batagor, yang langsung aku makan sambil jalan. Batagor ini memang aku yang beli, tapi yang bayar Gio.


"Kok makan sendiri sih? Bagi dong !", kata Gio


Kutusuk batagor di plastik, kusodorkan ke Gio, bukannya mengambil tusuk lidi dari tanganku, malah mulutnya yang maju.


"Enakan disuapi daripada makan sendiri", sahut Gio sebelum aku protes. Dasar!! Terpaksa aku suapi Gio. Akhirnya sebungkus batagor kami makan berdua sambil jalan.


"Van, dari dulu kesukaan kamu jajan nggak berubah, ya..", kata Gio.


Aku tersenyum, "Aku juga nggak ngerti, kenapa ya kalo ngeliat jajanan aku langsung nafsu, pengen beli", jawabku.


Gio tersenyum mendengar jawabanku. "Beli minum, yuk !aku haus", ajak Gio.


"Aku juga haus, aku mau lemon tea aja", kataku.


"Tunggu bentar, aku beliin. Kamu tunggu sini aja !", kata Gio sambil berlalu.


Nggak lama Gio sudah balik, bawa empat cup besar.


"Nih, pesanan kamu", Gio mengulurkan segelas minuman padaku.


"Makasih...Kok beli banyak? ", ucapku.


"Sama-sama. Sekalian beli, nanti pasti ada yang mau. Balik, yuk.... Kita harus cari orang untuk bantu menghabiskan makanan yang kamu beli ini", kata Gio sambil mengangkat kantong-kantong plastik yang dipegangnya.


Aku pun mengangguk setuju. Dari kejauhan aku ngeliat mama, papa, Nia, bibik dan pak Min sedang duduk di gazebo.


Melihat kami, Nia langsung berlarian menghampiri, digandengnya tanganku.


"Tante mommy sama daddy dari mana? Kok nggak ngajak Nia?"


"Beli makanan, sayang....", jawabku sambil menunjuk kantong plastik yang di bawa Gio.


"Lagian kan Nia tadi masih main", tambah Gio.


"Hehehe.... Iya, Nia tadi asik mainnya. Nia punya temen banyak di sana". Dan Nia pun mulai bercerita.


Aku dan Gio jadi pendengar yang baik, sesekali kami berkomentar atau bertanya, selebihnya didominasi Nia.


Saat sampai di gazebo, kususun di meja semua makanan yang aku beli tadi.


"Banyak amat makanannya..." kata mama.


"Nggak usah heran, ma. Vania ini kalau ngeliat jajanan, pasti pada mau dibeli semua", sahut Gio.


Aku tersenyum aja, karena kan memang kenyataannya gitu.


"Nia mau yang mana?" tanyaku


"Nia mau kue lecker".


"Nia abis main nggak haus? Nih tadi daddy beli lemon tea, Nia minum dulu", kusodorkan satu cup minuman pada Nia.


Nia minum banyak, tampaknya dia kehausan. Setelah minum, kuberi Nia sepoting kue lecker.


"Makasih tante mommy", kata Nia.


Aku mengangguk. Aku ambil empat potong kue lecker lagi, kuberikan pada bibik dan pak Min


"Makasih non mommy". Saat mendengar bibik mengucapkan itu, kulihat Gio tersenyum ditahan, mungkin dia ngerasa lucu denger bibik manggil aku non mommy.


"Sama-sama, bik", jawabku.


"Van, kamu tadi jalan sama Gio nggak ketemu Gita? ", tanya mama.


"Nggak, ma. Vania sama Gio tadi cuma ke tenda makanan aja, mungkin Gita sama Sean lagi keliling agak jauhan", kataku.


"Maklum, ma.... yang baru dilamar", sahut Gio.

__ADS_1


"Kamu sendiri? kapan kamu ngelamar Vania?" tembak mama.


"Kapan aja Vania mau, Gio siap kok", sahut Gio semangat.


"Gimana, Van?" tanya mama padaku.


Waduh.... Kok mama main tembak gini sih? Aku harus jawab apa coba??


"Sepulang dari liburan papa sama mama akan menenui orangtua kamu," kata papa.


"Hah? Mau apa? ", tanyaku kaget


"Ya mau ngelamar kamu, sayang", jelas mama.


"Jangan, ma! " sahutku spontan


"Kenapa, sayang? ", tanya mama


"Vania belum siap", jawabku.


"Belum, ya? Tadi kamu bilang belum siap, kan? ", tegas mama.


"Ya, ma."


"Kalau kamu bilang belum artinya masih ada harapan, kami akan tunggu sampai kamu siap", kata mama memutuskan.


Wah aku salah ngomong nih!! Dan mama langsung mengambil kesimpulan dari jawabanku yang asal tadi.


"Kalau gitu aku boleh pdkt lagi, ya....", kata Gio.


"Nggak! ", sahutku cepat.


"Lo kok nggak boleh? Bolehin dong!! " kata Gio lagi


"Iya tante mommy, bolehin ya... " Nia ikutan ngomong.


"Bolehin apa, Nia? ", tanyaku pada Nia. Aku yakin dia nggak paham apa yang kami bicarakan.


"Bolehin daddy beli sate", jawab Nia polos.


"Hahaha..... ", kami semua langsung ngakak. Kuacak-acak rambutnya dan kucium pipinya dengan gemas. Lagi-lagi kamu menyelamatkan tante dari situasi terjepit, sayang.... kataku dalam hati.


"Nia mau sate? ", tanya Gio.


"Mau daddy, Nia mau sate", jawab Nia dengan cepat.


"Ayo ikut daddy, kita beli satenya"


ajak Gio.


"Nggak usah tuan daddy, biar bibik sama pak Min aja yang beli, kita juga pengen liat-liat," kata bibik.


"Oh gitu.. Ya udah bibik bawa aja uang ini, beliin sate 20 tusuk, lontongnya satu, sisa uangnya bisa bibik sama pak Min pakai beli apa aja, terserah.", kata Gio sambil mengulurkan dua lembar uang warna merah.


"Makasih tuan daddy", kata bibik dan pak Min. Lalu mereka pun bergegas membeli sate.


"Ayo foto daddy...., fotoin Nia sama tante mommy", rengek Nia


"Boleh. Mau foto di mana? " tanya Gio.


Nia langsung menarik tanganku menuju salah satu spot foto. Aku duduk di kursi, Nia berdiri dan kedua tangannya memeluk bahuku dari samping.


"Bagus fotonya", komentar Gio.


"Ayo kita foto bertiga, daddy", ajak Nia.


"Ayo.....", sahut Gio dan langsung duduk di sampingku. Kami selfie bertiga, Gio mengihitung satu, dua....Gio melingkarkan tangannya di bahuku dan langsung "cekrek".


Aku melotot ke arah Gio, tapi Gio malah ketawa dan menunjukkan hasil jepretannya.


"Nia suka liatnya. Fotonya bagus. Nia mau foto ini, daddy. Mau Nia tunjukin ke temen-temen...Foto Nia liburan sama daddy sama mommy." kata Nia dengan bersemangat.


Akhirnya aku pun ikut tersenyum, aku ikut senang ngeliat Nia happy.


Kalau dilihat-lihat fotonya memang bagus. Kita bertiga tersenyum ceria, Nia berdiri di antara aku dan Gio yang duduk, tanganku memeluk pinggang Nia, Nia berpegangan pada paha Gio, sedangkan Gio memeluk bahuku.


Tidak terhitung berapa kali kami foto bertiga dengan berpindah-pindah spot. Setelah puas kami kembali ke tempat mama dan papa duduk.


"Ayo daddy kita foto bareng opa oma juga", ajak Nia.


"Iya bener, kita belum foto bareng opa oma. Ayo ma, pa...kita foto bareng", Gio mengajak papa dan mama untuk foto bersama.


Nia duduk di antara papa sama mama, aku dan Gio berlutut di belakang mereka.


Kebetulan ada orang lewat yang bisa kami mintai tolong untuk memotret. Kembali Gio berulah saat kamera hampir dijepret, tangannya nangkring di bahuku lagi, otomatis aku menoleh ke arah dia, dan Gio pun menatapku sambil tersenyum.


Hasil fotonya? Jelas terlihat mesra.....gimana nggak? Bayangin ya! Tangan Gio di pundakku, wajah kita saling berhadapan, terus Gio pake senyum lagi....


"Bagus fotonya. Mama suka ngeliat kalian akur. Lihat nih, pa!" komen mama saat melihat hasil foto kami dan langsung menunjukkan pada papa. Kulihat mereka berdua tersenyum penuh arti.


"Tuh.... dengerin, Van ! Hasil fotonya bagus.... Itu semua karena aku pengarah gayanya", kata Gio sambil tertawa.


Tanpa bicara, langsung kucubit lengan Gio.


"Van..., kamu sekarang kok jadi sering nyubit, sih? Ini termasuk kdrt lo, Van.... ", kata Gio sambil mengelus lengannya yang baru aku cubit.


"Biarin! Nyebelin! ", sahutku ketus.


"Jangan sebel-sebel ! Entar kamu jadi seneng betulan lo, yang....", canda Gio.


"Halo halo.... ", sapa Gita yang baru datang bareng Gio.


"Dari mana aja kamu? " tanya papa


"Keliling, pa.... ", jawab Gita


"Alasan! Bilang aja pengen berduaan", potong Gio.


"Tuh tau!! Ngiri ya? Makanya buruan lamar lagi tuh kakak ipar biar nggak sirik ngeliat orang berduaan", sahut Gita.


Orang di keluarga ini kenapa ya kok sukanya nyentil-nyentil aku ?? padahal aku sudah duduk manis, lo.... kok masih kena sentil juga??


"Sudah! sudah! kalian ini hobi banget sih ribut ! Ayo buruan kita foto bersama yang banyak, nanti mama pilih satu yang paling bagus, mau mama gedein untuk dipajang di rumah"


********************************


🌿🌸🌿🌸🌿🌸🌿🌸🌿🌸🌿


Halo....


Lagi pada ngapain ? Lagi lock down kah? Sabar, ya...tahan diri, kalau nggak perlu bamget nggak usah keluar rumah. Jangan lupa jaga kesehatan, jaga kebersihan dan konsumsi vitamin yang tetatur. Semoga kita semua selalu sehat. Amin.


Ayo ayo... readersku please bantu author, dukung karya author dengan vote yang banyak, like dan komen juga. Buat yang sudah vote, makasih ya.... sukur-sukur mau nambahin terus votenya. Bagi yang belum berpartisipasi, author tunggu ya dukungannya.


Selamat beraktivitas....


Salam..... β€πŸ™‹πŸ˜˜πŸ˜„πŸ˜‡πŸ˜œπŸ˜πŸ™‹β€


🌿🌸🌿🌸🌿🌸🌿🌸🌿🌸🌿

__ADS_1


********************************


__ADS_2