
Jam 6 aku sudah di dapur. Aku mau masak bubur ayam buat Gio. Aku juga bikin susu coklat untuk aku sendiri. Pagi ini aku pengen sarapan roti selai dan susu coklat.
Selesai sarapan aku masuk kamar, merapikan tempat tidur, bersih-bersih terus mandi. Setelah mandi pagi dan sudah rapi, aku ke luar kamar.
Sudah jam 08.30, tapi Gio belum bangun. Semalam dia pulangnya agak malam sih, jadi nggak heran kalo sekarang belum bangun. Kecapean kayaknya.
Aku balik ke kamar lagi, aku ambil hp, aku chat sama mami papi, kami punya group wa namanya little family. Setelah selesai chat, aku baca noveltoon, lagi asiik baca.....
"Tok tok tok.. Sayang....Vania.... ", terdengar suara Gio memanggilku, aku segera membuka pintu.
"Ada apa?", tanyaku, Gio tidak menjawab, tapi langsung memelukku. Waduh.... badannya panas banget.
"Kamu demam lo, yang...ayo aku antar balik ke kamar", aku papah Gio ke kamarnya.
Setelah Gio berbaring, " Aku keluar sebentar, ya... ", pamitku.
Gio menggelengkan kepalanya dan memegang tanganku, "Di sini aja temeni aku".
"Aku keluar mau ambil bubur untuk sarapan kamu, supaya kamu bisa minum obat".
Gio menggeleng lagi, pengangannya makin erat, "Pokoknya di sini aja temeni aku".
"Sayang...., hari ini kan sabtu, aku libur. Aku akan temeni kamu seharian. Aku cuma mau keluar ambil sarapan untuk kamu".
"Janji, ya.... 5 menit harus sudah balik".
Ya ampun ini orang rewel bener ya kalo sakit, pikirku. "Ya, sayang", kataku, sambil segera melangkah keluar.
Aku membawa bubur, air putih, obat, juga sapu tangan handuk dan baskom kecil berisi air sedikit dingin untuk mengompres. Aku bawa lengkap, supaya aku nggak keluar masuk. Juga supaya big baby ku nggak ribut. Ha ha ha...
"Ayo duduk dulu sayang, aku mau numpuk bantal supaya enak buat nyandar", Gio langsung duduk. Setelah bantal tertata, Gio langsung nyandar.
"Makan dulu, ya..., aku suapi"
Gio mengangguk. Sehabis makan dan minum obat, Gio minta aku duduk bersandar di sebelah dia. Aku turuti ajalah daripada ribut.
__ADS_1
Setelah aku duduk, Gio malah tidur di pangkuanku, minta kepalanya diusap-usap. Aku turuti juga. Lucunya.... nggak ada 10 menit aku mengusap kepalanya, Gio sudah tertidur.
Sementara Gio tidur, aku kompres dahinya, supaya demamnya turun.
Cukup lama juga Gio tidur, mau aku pindahin kepalanya ke bantal, aku takut Gio terbangun... Tapi kalau nggak dipindah...aku nggak bisa ngapa-ngapain. Aku pegang dahinya, demamnya agak berkurang, aku kompres lagi.
Setelah 3 jam tertidur, Gio terbangun, minta dipapah ke kamar mandi. Sementara Gio di kamar mandi, aku rapikan tempat tidurnya.
Aku suapi Gio bubur lagi unyuk mskan siangnya. Aku memang sengaja masak buburnya untuk makan Gio sehari ini. Menurut aku kalo lagi sakit mending makan bubur aja, nggak usah makan yang macem-macem. Setelah makan siang dan minum obat Gio tidur lagi. Pelan-pelan aku tinggal keluar.
Sore, setelah aku selesai mandi, aku masuk ke kamar Gio, dia masih tidur. Kupegang dahinya, sudah nggak panas lagi. Puji Tuhan....
"Sayang ....bangun, yang......", kutepuk-tepuk bahu Gio, " yang.... bangun...."
Akhirnya Gio bangun juga, tapi dia masih malas-malasan. "Ayo bangun ! seka dulu, biar seger. Demam kamu sudah hilang".
Gio menatapku dalam sambil tersenyum. Gio sekarang sudah posisi duduk, sudah tetlihat segar, nggak lemas seperti pagi tadi. Gio menarikku ke dalam pelukannya, "Aku sayang kamu, Van... Jangan pernah tinggalin aku".
Aku mengangguk, " Buruan seka gih...., aku nggak mau punya pacar bau".
Aku tertawa kecil. Aku rapikan tempat tidur Gio, setelah itu aku balik ke kamarku.
Karna hari ini nggak masak, aku mau order makanan via online aja untuk makan malam. Aku pesan dua porsi nasi ayam.
Sehabis seka, Gio memanggilku, dia mengajakku duduk di ruang tv. Malam minggu... semua penghuni lantai 2, lagi keluar, tinggal kita berdua aja.
Nggak lama...makanan yang aku pesan datang.
"Pesen apa, yang? ", tanya Gio.
"Nasi ayam, mau?"
Gio mengangguk.
"Mau makan di sini atau di meja makan?", tanyaku
__ADS_1
"Di sini aja".
Kami pun makan di ruang tv. Setelah makan dan beberes, aku kembali ke ruang tv. Aku kasih Gio obat lagi.
"Sayang, makasih ya.... semalam kamu sudah repot ngurusin aku. Seharian ini kamu ngerawat dan nemenin aku.... thank you so much," Gio mengelus kepalaku.
"Kan aku nggak mau pacar aku sakit...ya aku rawatlah biar sehat", jawabku
"Apa pun alasanmu, aku bersyukur banget bisa kenal dan pacaran sama kamu. Kita harus secepatnya nikah, Van. Aku nggak mau kamu sampe direbut orang lain".
Perasaan sudah nggak bisa kehitung deh Gio ngomong masalah nikah...
"Ngomong-ngomong, aku sudah booking tiket ke Jakarta, kita berangkat jumat sore, balik Minggu. Aku pengen kamu ketemu orangtuaku dan minta mereka segera melamarmu".
Kali ini aku yang meluk Gio, karena aku sangat tersentuh dengan niat dia untuk serius sama aku. Gio pun membalas pelukanku. Dikecupnya puncak kepalaku.
"Kamu jangan lupa untuk hari jumatnya minta ijin cuti sehari atau setengah hari terserah kamu. Kalo aku hari jumat itu ambil cuti sehari", jelas Gio panjang lebar.
"Siap, boss...." jawabku sambil memberi hormat
Gio mencubit popiku, "gemes !".
*********
Terimakasih sudah baca novel aku yang berjudul RASA ITU ADA.....🙏🙏🙏
Semoga kalian suka., ya... ❤❤❤
Jangan lupa ikuti terus kelanjutan
ceritanya....😄😊😍
Aku selalu menunggu komen dan like
kalian 👍👍👍
__ADS_1