Rearin

Rearin
Siapa dia?


__ADS_3

...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°...


...Dunia itu penuh dengan kejutan, maka jangan heran jika suatu saat nanti air mata mu keluar dengan tiba-tiba.......


...###...


Rea berjalan dengan ponsel yang menempel di telinganya, "Kamu jemput saya disini. Enggak mau tau", titahnya yang tak ingin ditolak.


"Iya-iya kanjeng ratu."


Setelah mendapatkan balasan yang seperti ogah-ogahan dari Argan, Rea langsung mematikan panggilan tersebut. Lalu cewek itu melangkahkan kakinya kearah sofa yang berada di loby hotel. Duduk disana sambil bermain ponsel dan menunggu Argan datang menjemputnya.


Hari ini adalah hari anniversary pernikahan kedua orang tuanya yang ke-18 tahun. Serta hari ulang tahun Bunda nya yang ke-35 tahun. Oleh karena itu Argan dan Papi nya mengajak Rea bekerja sama membuat Suprise untuk Arinta. Tapi nyatanya dari h-1 sampai sekarang, Rea sendiri pun tidak tau lantai berapa acara itu akan dilaksanakan. Tugasnya yang diberikan Argan hanya lah membawa Arinta untuk berkeliling mall dan membuat Bunda nya itu sibuk. Sampai lupa akan putra dan suaminya.


Benar-benar perempuan. Nampak baju dan tas langsung lupa dengan segalanya. Apalagi kalau nampak bacaan diskon 50%. Auto lupa buat bernafas.


"Woi anak bos Reagan!."


Rea mengangkat wajahnya dan memutar bola mata jengah saat melihat Argan yang berteriak memanggilnya di depan lift. Anak siapa lah itu. Kalau ada yang mau mungut Argan, maka Rea akan sukarela membujuk Papi dan Bunda nya.


Rea lantas bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Argan. Cewek itu tampil cantik dengan dress selutut berwarna putihnya malam ini. Karena tema yang diatur oleh Argan adalah monokrom. Lalu dipadukan dengan rambutnya yang tersanggul rapi. Ditambah dengan aksesoris bunga-bunga kecil diatasnya. Membuat Rea seperti bidadari yang turun dari langit.


Setelah pintu lift terbuka Rea segera masuk lalu disusul oleh Argan kemudian. Sebelum pintu besi itu benar-benar tertutup, sebuah kaki lebih dulu mencekalnya. Membuat pintu lift kembali terbuka dan menampilkan seorang cowok yang wajahnya tertutupi oleh topi. Dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya cowok itu berlenggang masuk ke dalam lift.


Argan lantas menyipitkan matanya menatap orang itu yang berdiri di bagian pojok kanan lift. Pakaian serta gerak-gerik cowok itu terlihat sangat mencurigakan. Membuat Argan refleks menarik Rea untuk ke sampingnya yang semula berdiri di samping cowok mencurigakan itu.


Rea hanya mengernyitkan keningnya bingung. Lalu mendengus. Memaklumi tingkah Argan yang pada dasarnya memang lah aneh.


Tuan putri Allandra itu kembali fokus pada layar ponselnya yang menampilkan room chat nya dengan Dita. Sahabatnya itu merengek minta ikut. Sementara acara ulang tahun Arinta hanya ditujukan untuk keluarga besar serta sahabat terdekat. Walau Rea sudah mengajak Dita setelah mendapatkan persetujuan dari Papi nya, tapi cewek itu tiba-tiba tidak ingin pergi. Dengan alasan canggung berada diantara keluarga besar Rea.


Tapi sekarang, lihatlah siapa yang merengek-rengek minta ikut.


"Kenapa?", tanya Rea pelan saat merasakan tangan Argan yang menggenggam erat tangannya. Tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Argan melirik Rea lalu menggelengkan kepalanya pelan. Mengalihkan pandangannya lurus ke depan. Membuat Rea semakin mengernyit bingung. Mengapa tingkah saudara kembarannya itu sangat aneh. Ada apa dengan Argan malam ini. Abangnya itu seperti berubah menjadi orang lain setelah cowok yang mencurigakan itu masuk ke dalam lift.


...###...


Levi mengepalkan tangannya erat saat melihat tangan Rea yang digenggam erat oleh cowok yang ada disampingnya itu.


Mengapa di sekeliling Rea terdapat banyak sekali laki-laki. Membuat Levi jengah. Dari enam tahun lalu sampai sekarang Levi sudah berusaha sangat keras untuk menyingkirkan para bajing*n itu, baik secara diam-diam maupun terbuka. Tapi tetap saja para kaum Adam itu memenuhi pandangannya. Ingin sekali rasanya Levi mengurung Rea ke dalam menara tinggi miliknya seperti Rapunzel.


"Berengsek", Levi mengumpat saat melihat Rea yang mengelus punggung tangan cowok tersebut. Apa-apaan Rea, apakah cewek itu tidak mencium adanya bau kebakaran.


Ting


Pintu lift terbuka lebar di lantai tujuh. Sebelum Rea beserta cowok yang bersamanya itu benar-benar keluar. Levi sempat melihat tatapan tajam yang dilayangkan oleh cowok itu kepadanya. Seperti sebuah tatapan peringatan. Membuat Levi menyeringai tipis.


Menarik.


Sepertinya cowok itu menyadari kalau sedari tadi Levi menatap kearah Rea.


Sedangkan Argan yang sudah keluar dari lift langsung melepaskan tangannya dari tangan Rea lalu memandang serius adik nya itu, "Lo tunggu bentar disini, gue mau ke toilet."


Rea benar-benar kloningan Papi nya.


"Dasar. Sekali-kali kek buang waktu untuk gue gitu", ujar Argan asal dengan menatap cemberut kearah Rea.


"Enggak guna", ketus Rea.


"Ya Allah, bunuh adik sendiri dosa gak sih?", Argan menyatukan kedua tangannya persis seperti orang yang tengah berdoa. Seraya menengadahkan kepalanya keatas.


Rea mendengus kasar. Ya Tuhan mengapa harus Argan yang menjadi kembarannya. Mengapa tidak yang lain saja. Kim Taehyung, misalnya.


"Hallo, Papi. Argan katanya mau bunuh Rea."


Argan yang mendengar itu lantas melirik kearah Rea yang sedang menelpon. Lalu cowok itu dengan gerakan cepat mengambil ponsel Rea. Mendekatkan benda itu ke telinganya sendiri.

__ADS_1


"Enggak Bos, canda itu si Rea. Otaknya kebalik. Eh, salah enggak kebalik, enggak kebalik. Cuman geser doang. Mana mungkin lah saya berani membunuh adik kembaran saya yang sangat jelek ini, eh salah cantik maksudnya. Cantik dari ujung pipet", cerocos Argan seperti kereta api. Sangat cepat, bahkan cowok itu lupa untuk menarik nafas barang sejenak.


Lalu setelah itu, Argan mengernyitkan keningnya saat tidak mendapatkan sautan dari Papi nya di seberang sana. Merasa aneh, Argan lantas menjauhkan ponsel Rea dari telinganya dan menatap layar ponsel yang gelap itu.


Kontan Argan memandang Rea dengan tatapan tajamnya seraya memberikan kembali ponsel itu kepada Rea.


"Sialan lo Rea", umpat Argan merasa kesal telah dibohongi oleh adiknya.


Rea mengangkat kedua bahunya acuh, "Jadi gak kamu ke kamar mandinya?", tanyanya sebab Argan yang terlalu bertele-tele.


"Jadi lah", jawab Argan ketus. Membuat Rea memandang jengah Argan. Ngambeknya kayak anak cewek.


"Dimana-"


"Di atas genteng", sela Argan yang seolah tau pertanyaan yang ingin dilontarkan oleh Rea.


"Genteng?", Rea menaikkan sebelah alisnya.


"Ish, itu loh kristof. Ah apaan sih gobl*k, pokoknya di atas genteng nih hotel", ujar Argan jengkel.


"Rooftop?."


"Nah iya itu, gak sia-sia gue anterin lo sekolah setiap hari", Argan tersenyum sumringah.


Rea sontak memutar bola matanya jengah. Mau bilang rooftop aja habis waktu dua menit.


Lalu tanpa membuang waktu lagi Rea membalikkan badannya dan berjalan menuju pintu rooftop. Meninggalkan Argan yang berteriak heboh memanggilnya. Lalu beberapa detik kemudian suara yang sangat berisik itu lenyap. Rea yakin kalau Argan sudah pergi ke toilet saat ini.


Rea menunduk menatap lantai yang dilapisi dengan karpet merah itu. Melangkahkan kakinya menuju pintu yang ada di ujung lorong. Entah mengapa Rea merasa lantai tujuh ini lebih terasa sepi. Seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Membuat Rea sedikit mempercepat jalannya. Bulu kuduknya terasa berdiri seketika.


Namun belum sempat Rea mencapai pintu rooftop. Saat melewati tikungan ia merasa ada yang membekap mulutnya dari belakang. Rea sontak melirik ke bawah saat melihat sebuah tangan kekar yang melingkari perutnya. Berusaha tetap tenang, Rea lantas memejamkan matanya.


Sedetik kemudian Rea merasa tubuhnya diseret. Ketika ia membuka mata, Rea terkejut saat mendapati sebuah pintu di hadapannya. Lalu Rea melirik dari sudut matanya. Menatap tangan cowok itu yang menekankan cardlock pada kotak sensor yang terletak di bawah daun pintu. Setelah itu terdengar bunyi yang menandakan jika pintu tersebut sudah berhasil terbuka.

__ADS_1


Kemudian cowok itu memutar daun pintu. Membuka pintu lebar-lebar sebelum menarik paksa Rea untuk masuk ke dalam kamar. Dengan masih membekap mulut cewek tersebut.


...~Rilansun🖤....


__ADS_2