Rearin

Rearin
DESTINY


__ADS_3


...☁️☁️☁️...


"Lexa..., kenapa kamu pergi sayang..., why did you leave me?. Aku salah apa Alexa?."


Langkah kaki seorang gadis yang mengenakan piyama itu perlahan terhenti kala indra pendengarannya menangkap isakan kecil yang menyayat hati. Rintihan dan penyesalan menjadi satu. Siapapun yang mendengarnya pasti akan turut terhipnotis dan larut dalam kesedihan tersebut.


Begitupula dengan Laily. Perempuan yang berumur tiga puluh lima tahun itu mengurungkan niatnya untuk mengambil minum di dapur.


Perlahan tapi pasti Laily melangkahkan kakinya ke kamar yang berada di sudut. Berjarak dua kamar dari kamar yang ditinggalinya.


"Alexa..., Anta rindu Mami nya."


Laily berhenti melangkah ketika mendengar nama 'anaknya' disebut. Netra hitam legam nya menatap lurus ke arah celah pintu yang terbuka. Menampakkan seorang pria dewasa yang tampak rapuh di gelapnya kamar. Terduduk lemah di samping ranjang seraya terus meracau.


Walau suasananya gelap, namun Laily bisa tau kalau pria itu sedang dalam keadaan mabuk. Entah berapa banyak minuman yang sudah ditegak nya hingga baunya bisa tercium dari depan pintu.


Itu suaminya, pria yang ia nikahi karena menghindari fitnah dan juga permintaan dari 'anaknya.'


Mereka telah berjanji untuk tidak ikut campur ke dalam kehidupan masing-masing. Peran mereka berdua hanya lah sebagai orang tua dari bocah laki-laki berumur tiga tahun. Tidak lebih.


Karena itu lah Laily memutuskan untuk kembali melanjutkan keinginannya yang tadi sempat tertunda. Mengambil air minum untuk jagoan kecilnya yang sedang haus.


Laily tak peduli dan tak akan pernah peduli dengan Ardean dan kehidupannya. Karena Laily juga memiliki laki-laki spesial dalam hatinya.

__ADS_1


"Alexa..., aku mencintaimu..."


Deg


Langkah Laily kembali terhenti dengan jantung yang seperti dihantam oleh palu godam. Sangat ngilu dan perih?.


"Kenapa?", monolog Laily seraya menyentuh dada bagian kirinya yang tiba-tiba terasa nyeri.


Kenapa ini sakit, padahal setiap malam Laily selalu mendengar rintihan Ardean yang merasa kehilangan akan istrinya yang sudah meninggal. Pria itu seakan tak rela dengan kepergian wanita yang sudah memberinya satu orang putra.


"Mungkin dada gue sakit karena kurang minum kali ya", ujar Laily pelan meyakinkan dirinya sendiri.


"Argh."


Laily tak jadi kembali melangkahkan kakinya ketika mendengarkan jeritan dari dalam kamar. Tanpa ba-bi-bu lagi Laily langsung bergegas masuk ke dalam dan menghidupkan saklar lampu.


Apakah pria itu gila sampai ingin bunuh diri.


Yang benar saja.


"Ar, lo-"


Ardean berdiri dengan susah payah menatap sayu wanita yang tampak mematung dihadapannya.


"Ar, sadar. Lo gak takut apa diliatin sama Anta?", Laily mencoba memberanikan diri padahal ia sangat takut dan gugup. Ardean tampak aneh dan asing.

__ADS_1


"Arde-"


"Lexa", dengan satu tarikan Laily berada dalam pelukan Ardean.


"Jangan pergi, please", Ardean mengelus pipi Laily membuat kulit bersih perempuan itu terkena noda darah.


"Ar, gue Laily, gue bu-"


Sial, bibir Laily 'dibungkam' oleh mulut Ardean yang bau minuman.


"Hmph, lepas", Laily dengan sekuat tenaga memukul dada bidang Ardean. Dan berhasil, pagutan mereka terlepas dengan Laily yang menghirup rakus oksigen.


"Lo", Laily menatap tajam Ardean yang menampilkan ekspresi datar.


Tanpa menghiraukan rontaan nya, Ardean tanpa aba-aba menjatuhkan Laily ke atas kasur. Lalu mengukung tubuh mungil itu di bawah tubuhnya yang besar.


"Jangan pergi Alexa..."


...☁️☁️☁️...


...Mau numpang promosi boleh dong kn, boleh la masa enggak🤣🙃. Masih yakin gak mau mampir. Crita mas duda dan perawan tua gak klh menarik dgn sejuta misteri dan drama mereka. Hobi bngt main drama😢. Cus lah, yang mau mmpir, hr ini udh up....


•Ardean Brigara Prahasta(new cast). makin hot gak si Papi


__ADS_1


•Lailydynia Saira Kundari(newcast). Makin dewasa makin cantik si perawan tua.



__ADS_2