
Mereka berdua terbelalak saat melihat api yang berkobar di depan mata mereka. Beberapa penjaga bayangan bahkan ada yang tergeletak. Sementara beberapa penjaga yang lain ada yang tengah menghalau kupu-kupu yang terus saja datang tanpa henti.
Saat kupu-kupu tersebut menghilang dan berubah menjadi abu, abu tersebut langsung tersebar menciptakan ledakan api yang cukup besar.
Mei menatap xing tanda meminta persetujuan kepadanya. Xing menganggukan kepalanya, mereka berdua langsung keluar dari segel. Xing yang menghalau seluruh kupu-kupu tersebut dengan melemparkan kertas segel yang bisa menyerap abu dari kupu-kupu tersebut.
Sedangkan mei melesat keluar hutan dan membuat segel di sekeliling hutan agar bangsa manusia tidak melihat kekacauan yang yang sedang terjadi tersebut.
"Siapa yang melakukan ini. Kenapa masih saja ada yang tidak suka kepadaku, apa maunya." Geram mei.
Setelah selesai membuat rune dan mengaktifkannya mei langsung melesat masuk ke dalam hutan untuk membantu xing. Hingga tak lama kemudian mereka berdua berhasil menghalau seluruh kupu-kupu tersebut.
Xing mengeluarkan pedangnya dan mengibaskan ke arah seluruh hutan agar hawa dingin yang di keluarkan oleh pedangnya membawa kesejukkan dan memadamkan api yang menjalar di hutan tersebut karena terkena ledakan dari kupu-kupu.
"Kamu tidak apa-apa?." Tanya mei cemas, dia menelisik seluruh tubuh xing untuk melihat apakah ada luka atau tidak.
Xing menangkup pipi mei dan menatapnya dengan lembut. "Aku tidak apa-apa sayang, terima kasih karena sudah menolongku." Ucap xing lembut, kemudian dia mengecup bibir mei kilat.
Mei terperangah, dia berkedip menatap xing dengan tatapan yang tidak percaya. "Kk.. Kamu mencium bibirku?." Gumam mei linglung.
'Kok dia bisa berani mencium bibirku sih.' Batin mei.
"Tuan, nanti anda akan mendapatkan hukuman dari tuan julius." Ucap seorang penjaga.
"Tidak akan." Ucap xing yakin.
Beberapa penjaga yang mendengarnya pun mengangkat sebelah alisnya. "Anda lupa dengan ultimatum dari tuan julius? Atau anda ingin saya mengingatkannya?." Tanya penjaga tersebut main- main.
Glekk
Xing menelan salivanya, entah kenapa tiba-tiba tengorokkannya langsung terasa kering saat mendengar perkataan dari penjaga tersebut.
'Mati aku, kenapa aku bisa lupa dan kelepasan gini sih.' rutuk xing.
__ADS_1
"Sudah sudah kalian lebih baik bawa penjaga yang terluka ke rumah sakit! Kasian mereka." Mei memerintahkan beberapa penjaga yang lain untuk mengantar rekannya yang terluka ke rumah sakit, sekaligus untuk melerai kericuhan mereka.
"Baik nona." Jawab mereka semua. Mereka pun langsung membawa rekan-rekan mereka yang terluka untuk di bawa ke rumah sakit.
"Ingat tuan, anda akan mendapat hukuman." Ucap seorang penjaga mengingatkan xing sebelum melesat meninggalkan mereka berdua.
Mei bersedekap dada dan menatap xing tajam. "So, siap-siap menerima hukuman ya." Ucap mei datar.
Xing menahan nafasnya sebentar dan menghembuskan kembali. "Sayang bibir kamu tadi yang menyuruhku untuk menciumnya. Kalau tidak percaya tanya saja kepadanya." Kilah xing.
Mei di buat melongo saat mendapat jawaban absurd dari xing. "Kamu itu yang kreatif dong berkilahnya, katanya pemimpin perusahaan, katanya dosen tapi kok kurang kreatif." Ucap mei sinis.
Xing mendekati mei, lalu dia menarik pingang mei hingga mei menempel ke tubuhnya. Xing mengelus bibir mei pelan. "Kenapa? Apa kamu tidak suka ya? Bibir kamu sangat manis kok walau hanya sekilas saja menciumnya. Apa karena kamu makan makanan manis setiap saat, jadi bibirnya juga ikut manis." Ucap xing dengan suara rendahnya.
Mei menelan salivanya kasar, tubuhnya merinding saat xing mengelus bibirnya dengan lembut. "Kk.. Kamu tidak boleh menciumku lagi. Nanti daddy marah lho." Ucap mei berusaha untuk mencari alasan.
'Xing sialan.' Umpat mei dalam hati.
"Kamu itu harus terbiasa aku bawa terbang seperti ini. Kekasih kamu ini itu vampire lho." Ucap xing jahil.
Mei memukul bahu xing, matanya berkilat menatap xing tajam. "Iya aku tahu, tapi ya beritahu aku dulu dong kalau mau terbang. Biar tidak kaget, untung aku masih muda tidak tua bangkotan kayak kamu." Omel mei.
"Hey, aku baru 26 tahun ya. Jadi tidak tua-tua amat, kamu saja yang masih bocah." Jawab xing ketus.
"Makanya, karena mei-mu yang cantik ini masih bocah dan imut-imut kamu harus lebih perhatian. Kasih bunga setiap hari atau kasih berlian setiap hari gitu." Cerocos mei.
Xing menarik pipi mei dengan gemas. "Pintar ya balesnya, lagi pula kamu mau jadi tukang berlian apa, tiap hari minta di kasih berlian. Aku bukan pabrik berlian sayang." Ucap xing gemas dengan tingkah mei yang aneh.
Mei menyengir menatap xing dengan tatapan yang berbinar senang. Dia lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher xing dan membenamkan wajahnya di leher xing.
"Aku punya kekasih yang tampan dan kaya. Jadi tidak masalah kalau aku memerasnya bukan hehe." Ucap mei manja.
Xing terkekeh pelan, "Tapi ya kira-kira dong sayang. Nanti kalau aku membeli berlian setiap hari, yang ada tokonya langsung ludes dan yang lain tidak kebagian. Memangnya mau kamu apakan berliannya." Xing menimpali perkataan absurd mei.
__ADS_1
"Mau aku pecahkan jadi bubuk-bubuk halus terus aku buat masker biar glowing haha."
"Berlian itu salah satu materi paling kuat di bumi lho sayang. Jadi tidak mudah menghancurkannya menjadi bubuk."
"I'm just kidding xing."
"I know.. Aku sangat menikmati saat-saat seperti ini bersamamu, meski kita membahas hal-hal yang tidak penting. Tapi saat berdua seperti inilah saat penting tersebut." Ucap xing lembut, tak henti-hentinya tangannya mengelus-elus kepala mei.
"Ya, biarlah seperti ini. Aku sedikit lelah dengan masalah yang tak kunjung habis ini. Untuk saat ini aku sedang tidak ingin membahasnya." Gumam mei.
Meski suara mei terendam di ceruk lehernya. Xing masih mendengarnya, dia memeluk mei dengan erat. "Ya biarlah seperti ini, hanya tentang kita berdua." Bisik xing.
***
Di lain sisi tampak seekor kelelawar kecil menatap mereka berdua dengan tatapan tajam. Sangat terlihat jika mata tersebut menyimpan kebencian yang teramat sangat kepada pemandangan tersebut.
"Bisa-bisanya mereka tidak terusik dengan serangan kupu-kupu tadi. Mereka waras tidak sih." Ucap kelelawar tersebut tajam.
Jantungnya bergemuruh menatap mereka dengan penuh kemarahan. Dia tidak terima jika xing dan mei justru malah terlihat mesra seakan-akan tidak ada hal buruk yang baru saja terjadi.
Matanya berkilat, "Aku tidak akan pernah berhenti untuk merusak kebahagiaan kalian. Kalian pikir ini akan berhenti, lihat saja. Kalian sudah membuat hatiku sakit, kalian harus merasakan rasa sakit yang jauh dari yang aku rasakan saat ini." Ucap kelelawar tersebut dengan geram.
Kemudian kelelawar tersebut terbang pergi meninggalkan kawasan hutan tersebut, lalu kelelawar tersebut berubah ke wujud manusianya dan melesat jauh.
"Let's see my game.. Kalian akan hancur di saat yang paling membahagiakan bagi kalian berdua." Guman vampire tersebut.
"Tidak akan sekalipun aku melepaskan kalian, terutama kamu mei. Aku pastikan tidak akan ada lagi senyum dan kebahagiaan secuil pun datang kepadamu."
...****************...
......................
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘
__ADS_1