
"Baiklah, jam telah selesai kalian boleh keluar. Untuk siswa yang bernama mei shine azar di harapkan untuk datang ke ruangan saya." Ucap xing, kemudian xing membereskan alat alat yang di bawanya ke dalam tas dan berjalan ke ruangannya.
"Kenapa dia memanggilku." Ucap mei dengan bingung.
"Mr xing ingin mengajakmu kencan kali." Goda camila.
Sontak saja wajah mei langsung bersemu merah, "Ishh, mana ada. Dia terlalu tua untuk jadi pacar aku." Sunggut mei.
"Tua kalau di lihat dari perbedaan usia kalian, tapi dia masih muda tahu. Aku jamin kamu akan bucin sama dia nantinya." Sahut camila semakin menjadi jadi menggoda mei.
"Terserah lah." Sunggut mei, kemudian dia berjalan pergi untuk ke ruangannya xing.
"Bucin apaan, Mustahil." Gumam mei.
"Hehe dia sangat lucu ya." Ucap rei dengan geli.
"Iya, shy shy cat." Kekeh camila.
"Sudah sudah, kalian ini sukanya ngodain orang. Nanti kalau kalian jatuh cinta juga bakalan lebih konyol dari shine." Sahut victor.
"Aku sih sudah ada orang yang aku cintai, tapi aku tidak seperti shine kok." Ucap camila dengan cuek.
"Hah.. siapa. Seorang Camila yang gesrek bisa jatuh cinta juga ya." Sahut rei dengan hebohnya.
"Hey, walaupun kayak begini aku juga punya hati kali." Jawab camila dengan kesal.
"Emang siapa cowok yang kamu sukai itu." Tanya rei dengan jahilnya.
Muka camila langsung memerah saat mendapat pertanyaan itu, "Yang jelas dia lebih tampan dari kamu." Ucap camila lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"ishh.. nyebelin." Gumam camila.
"Menurut kamu, siapa yang di sukai sama dia." Tanya rei kepada victor.
"Tidak tahu. Aku saja baru tahu jika dia sedang jatuh cinta dengan seseorang." Jawab victor datar.
"Perasaan dia selalu sama kita terus deh, kok aku ngak tahu ya kalau dia sedang jatuh cinta." Gumam rei penasaran.
"Ishh.. aku kan jadi makin penasaran." Lanjut rei.
Kemudian mereka berdua menyusul camila ke kantin.
***
Mei mengetuk pintu ruangan xing,
Tok tok tok
"Masuk, tidak di kunci kok." Ucap xing.
Mei pun masuk kedalam ruangan xing.
__ADS_1
"Ada apa ya mr, sepertinya saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun." Ucap mei dengan bingung.
Xing tersenyum dengan cerah saat melihat mei, kemudian xing berjalan menghampiri mei dan memeluknya.
Grepp
"Huphh.." Mei yang terkejut pun menahan nafasnya saat tiba tiba di peluk oleh xing.
"Aku sangat merindukanmu. Berpisah sebentar saja rasanya seperti sangat lama." Ucap xing sembari mengecup dan menghirup aroma shampo mei yang berbau seperti permen loli.
"Ishh.. Apaan sih, Lebay deh." Ucap mei dan memukul pungung xing dengan keras.
"Aww.. kok malah di pukul sih. Apa kamu tidak merindukaku hmm." Goda xing dan mencium pipi mei dengan kilat.
Mei yang mendapat perlakuan seperti itu dari xing pun mukanya sangat merah merona.
"Kamu makin mengemaskan jika seperti ini." Goda xing.
Mei yang di goda oleh xing pun langsung cemberut, "Aku memang menggemaskan makanya banyak cowok yang menyukaiku." Jawab mei dengan pdnya
Xing yang mendengar hal itu pun sontak langsung di bakar api cemburu.
"Tidak ada yang boleh menyukaimu selain aku. Lihat saja jika ada yang berani mendekatimu." Ucap xing dengan sangat posesif.
"Kenapa begitu. Kita kan belum pacaran, jadi tidak ada salahnya jika aku melirik banyak cowok cowok tampan di luaran sana dong." Ucap mei.
"Kamu adalah belahan jiwaku jadi mau tidak mau kamu akan menjadi pasangan aku. Dan jangan berani beraninya melirik cowok lain, kamu hanya miliku." Jawab xing dengan tajam, matanya berkilat dengan tajam.
Mei mengkreyitkan dahinya, "Ngak adil dong, kamu bisa tebar pesona di mana mana sesuka kamu, dan kamu masih bersama livia saja aku tidak pernah protes kok. Lah sedangkan aku yang hanya melirik, kok kamu protes sih." Sunggut mei.
"Iya, buat apa kamu pakai senyum senyum segala di kelas tadi, para mahasiswi tuh lihatin kamu kayak kamu benda paling berharga tahu. Cihh sok ganteng saja." Mei langsung mengeluarkan kekesalan yang di pendamnya saat harus mengingat kejadian di kelas tadi.
Xing yang mendengar itu pun langsung tergelak saat baru menyadari jika mei ternyata sedang cemburu.
"Hahaha." Xing tertawa hingga membuat mei kesal dan kembali memukul xing dengan keras.
"Aw aw aw sayang stoppp.. Aduhh calon suaminya kok di pukulin mulu sih dari tadi." Goda xing dengan jahilnya.
"Calon suami apaan. Aku tidak mau punya suami yang suka tebar pesona." Sarkas mei.
"Noo.. Aku tidak tebar pesona sayang. Tapi aku sangat bahagia karena akhirnya aku bisa dekat dengan kamu lagi. Karena aku telah berhasil menagkap vampire yang telah menyerang kamu, dan aku sudah menyerahkannya kepada daddy kamu. Dia bahkan sudah di penjara saat ini." Xing menjelaskan kenapa dia sangat senang.
"Benarkah. Kok aku tidak tahu jika kamu sudah menagkap vampire yang telah menyerangku." Ucap mei.
"Itu karena aku baru menagkapnya tadi pagi saat kamu berangkat ke kampus, aku menagkapnya saat dia berusaha untuk menyerang kamu lagi. Maka dari itu, sekarang aku sangat senang. Karena aku bisa pdkt lagi sama kamu." Jawab xing dan menggoda mei lagi.
"Ishh.. Godain mulu sih." Mei kembali memukul xing, wajahnya sangat bersemu merah karena lagi lagi xing menggodanya.
"Kamu hobbnya mukulin orang ya, sakit ini." Protes xing, dari tadi mei terus saya memukul ya.
'Udah kayak satpam saja.' Batin xing.
__ADS_1
"Habisnya muka kamu kayak minta di pukul sih." Jawab mei.
"Bukannya di cium kok malah di pukul."
"Apa.. Minta di pukul lagi hah." Sewot mei.
"Haha kamu kalau lagi marah gini malah tambah imut." Kekeh xing.
Mei semakin cemberut, 'Kenapa kamu jadi romantis begini sih, aku jadi semakin mencintaimu. Sedangkan kamu tidak sedikit pun mencintaiku. Sampai kapan harus seperti ini.' Batin mei dengan sendu. Dia sebenarnya sudah sangat lelah dengan hubungan yang mereka jalani saat ini. Tapi dia masih sangat merasa bersalah hingga dia rela merasakan rasa sakit ini.
Xing yang mei bengong pun langaung mencium pipi mei hingga membuat mei terkejut.
"Hei tuan pencuri, mau saya pukul lagi ha." Ucap mei sembari menunjukan kepalan tangannya kepada xing.
"Hey nona imut, aku ingin di cium lagi." Sahut xing sembari menepuk pipinya.
Mei langsung menampar pipi xing.
"Ishh.. aku kan maunya di cium kok malah di tampar sih. Kamu kalau begini tidak ada imut imutnya, Nona pemukul." Sunggut xing sembari mengelus pipinya.
Xing kemudian mengelitiki mei hingga membuat mei tertawa karena ke gelian.
"Hahaha stop stop tuan pencuri aku tidak akan memukul lagi tapi hahaha tolomg jangan gelitiki lagi ini sangat geli hahah." Ucap mei dengan geli.
"No no no. Tuan pencuri ini akan terus mengelitiki nona pemukul samapai pingsan." Jawab xing, dan terus mengelitiki mei.
"Hahaha haha aduhh hah hah.. Stopp." Rengek mei, xing kemudian menghentikan mengelitiki mei.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
'Dia sangat cantik, Aku sangat mencintaimu. Aku janji akan selalu membuatmu terseyum dan terus melindungimu.' batin xing.
'Walaupun ini hanya permainan untukmu, tetapi aku sangat senang, setidaknya kamu perhatian kepadaku, meski pun ini semua hanyalah kepalsuan. Aku Mencintaimu.' Batin mei.
Mereka berdua terus saja saling menatap hingga mei memutus kontak mata tersebut dan kembali memukul xing.
"Aduhh.. Kok di pukulin terus sih, dasar nona pemukul." Ucap xing.
"Makanya tidak usah mencari kesempatan dalam kesempitan." Jawab mei.
"Aku kan berusaha untuk romantis, tapi kamunya malah mukulin aku mulu, kan jadi gagal romantisnya." ucap xing dengan kesal.
"Sok sokan romantis segala." Sarkas mei.
"Lalu aku harus bagaimana hmm."
"Ya ngak gimana mana." Jawab mei dengan cuek.
'Lah kan jadi serba salah.' Xing hanya geleng geleng kepala saja.
***
__ADS_1
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘