Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
113. Tur Keliling Taman


__ADS_3

Xing sangat senang saat melihat ekspresi bahagia yang terpancar di wajah Mei. Dia tidak menyangka jika Mei akan sangat suka dengan taman yang dia buat.


"Mau lihat lebih dekat?." Tanya Xing lembut.


"Of curse, ini pasti akan sangat indah jika di lihat lebih dekat." Ucap Mei antusias ingin melihat lebih dekat.


"Ok, pegangan yang erat! Aku akan membawamu turun."


Reflek Mei langsung mengeratkan pelukannya terhadap Xing. Kemudian Xing turun ke bawah, dan menurunkan Mei dari pelukannya.


Mei yang sudah sangat tidak sabar pun langsung berjalan berkeliling melihat taman bunga. Dia mengamati berbagai bunga yang tertanam indah hingga dia berhenti di pinggir kolam yang ada di tengah taman bunga.


"Xing, kok kolamnya ada dua sih?." Tanya Mei bingung. Pasalnya kolam ikan yang luas tersebut terbagi menjadi dua. Dimana ada kolam berbentuk bunga di tengah-tengah kolam besar.


'Kolam di tengah kolam. Ada aja ide Xing.' Batin Mei terkejut dengan pemikiran Xing.


"Iya, kamu kan ingin ikan peacock bass dan ikan koi di kolam ini. Jadi ya aku desain ulang kolamnya. Di kolam yang tengah isinya ikan koi dan kolam yang pinggir isinya peacock bass. Sengaja kolam yang tengah aku desain lebih tinggi agar ikan peacock bassnya tidak bisa lompat masuk ke kolam yang berisi ikan koi. Bisa habis di makan nanti." Ucap Xing menjelaskan kepada mei kenapa dia mendesain kolam tersebut seperti itu.


"Iya sih,tapi aku tidak bisa melihat mereka dong. Lihat! Ikan koi-nya saja tidak kelihatan dari sini. Hanya kelihatan kolamnya saja." Rengek Mei,dia ingin melihat ikan-ikan tersebut berenang-renang dengan cantiknya.


Xing memutar bola matanya dengan malas saat melihat mei yang justru malah merengek karena tidak bisa melihat ikan koi. Xing menarik tangan Mei,dia berjalan ke arah jembatan hingga dia berhenti di tengah-tengah jembatan. Dia menujuk ke arah kolam di bawah.


"Lihat! Sudah kelihatan belum." Ucap Xing datar.


Mei yang hendak protes karena tiba-tiba di tarik pun langsung berubah memekik senang karena dia bisa melihat ikan warna-warni yang berenang indah. Rupanya pemandangan di seluruh kolam bisa di lihat dengan sempurna lewat jembatan yang ada di tengah-tengah kolam.


"Astaga cantik sekali, Xing lihat ada bayi ikan. Aiyo.. Mereka kecil sekali, bagaimana jika di makan ikan yang lebih besar." Pekik Mei takjub dengan ikan yang di lihatnya dari atas jembatan.


Xing menatap Mei dengan tatapan lembutnya. Dia sangat terpesona dengan kecantikan Mei, dia sama sekali tidak memperdulikan pekikan Mei. Karena terlalu mengagumi kecantikan Mei.


'Jika kamu sedang bahagia seperti ini, kamu terlihat jauh lebih cantik. Tapi jika kamu sedang kesal juga cantik, aku harus bagaimana dong.' Batin Xing.


Mei menarik-narik lengan baju Xing karena terlalu gemas saat melihat bayi-bayi ikan yang ada di kolam.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak membuat kolam lain Xing? Lihat! Bagaimana jika bayi-bayi ikan itu nanti di makan sama ikan yang jauh lebih besar. Mereka sangat imut tau, atau jangan-jangan kamu sengaja menaruh bayi-bayi ikan itu bercampur dengan ikan besar agar ikan yang jauh lebih besar bisa makan bayi ikan itu supaya ikannya tumbuh lebih besar gitu.. Kamu kejam.." Tuduh Mei, yang tak terima jika Xing mencampur ikan besar dengan ikan kecil. Dia takut ikan kecilnya di makan dengan ikan besar.


'Salah lagi deh kayaknya aku, kok bisa-bisanya dia berpikiran seperti itu..' Batin Xing kesal.


"Haish.. Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu. Bayi ikan itu ada mommy-nya,pasti mommy ikan akan menjaga bayi ikannya. Lagi pula itu masih sangat kecil, pasti baru lahir beberapa hari yang lalu. Jadi aku tidak tahu jika ikan yang ada di kolam ternyata sedang hamil." Protes Xing yang tak terima dengan tuduhan Mei,dia menatap Mei dengan tatapan tidak percaya.


Dia tak habis fikir bagaimana bisa Mei berpikiran sejauh itu, itu terlu absurd menurutnya.


Mata Mei berkedip kecil saat mendengar perkataan Xing. Lalu dia kembali menatap kolam ikan yang ada di bawah.


"Iya juga ya, kamu mana tahu menahu mengenai ini. Di tambah di sana pasti ada bapak ikan, jadi pasti ikanya berkembang biak, beranak pinak." Gumam Mei.


Xing menatap datar Mei. "Dari pada memikirkan bapak ikan anak ikan. Lebih baik kamu beri makan mereka! Kasian pasti ada ikan yang sedang hamil di sana." Ucap Xing absurd.


Mei menatap Xing dengan tatapan yang berbinar-binar. "Mana makanan ikannya?." Tanya Mei seraya mengadahkan tangannya ke arah Xing.


"Di situ, makanan ikannya di simpan disitu." Ucap Xing, menujuk ke arah kotak yang menempel cantik di pegangan jembatan.


'Mereka imut sekali.' Batin Mei gemas dengan ikan-ikan tersebut.


"Sudah,jangan di pandangi terus. Ayo kita lihat ke taman sebelah." Xing menyeret Mei untuk berjalan ke taman sebelah yang jauh lebih hijau.


Mei cemberut menatap Xing dengan tatapan tidak sukanya. "Menyebalkan,kamu itu tidak bisa ya lihat aku bahagia barang sedikiiit aja." Sungut Mei kesal dengan Xing.


"Sayang, ikan-ikan itu tidak akan lari kemana-mana kok. Nanti kamu bisa melihat mereka lagi, sekarang kita keliling dulu." Ucap Xing acuh tak acuh.


Mei bersekap dada, menatap Xing dengan cemberut. "Iya-iya tuan Xing Aladric yang terhomat, hamba akan mengikuti kemana pun anda berjalan tuan." Ucap Mei dengan malas sembari menagkupkan kedua tangannya.


Xing terkekeh geli dengan tingkah aneh Mei. "Kamu jadi aneh kalau begitu, sudah aneh semakin aneh ya." Ucap Xing meledek Mei.


Mei semakin merengut saat mendengar apa yang di katakan oleh Xing, karena sudah terlalu kesal Mei langsung menginjak Kaki Xing dengan keras. Kemudian dia melengang pergi meninggalkan Xing yang tampak kesakitan akibat di injak dengan keras oleh Mei.


"Aw.. Sayang.. Kenapa menginjak kaki ku. Kamu itu suka sekali kdrt sih." Pekik Xing.

__ADS_1


Mei berbalik, dia menatap Xing dengan tajam. "Kdrt sama orang yang menyebalkan seperti kamu itu wajib. Ingat wajibb.." Teriak Mei.


Xing berjalan ke arah Mei dengan tatapan tajamnya. "Kamu harus dapat hukuman sayang " Ucap Xing dengan suara rendahnya.


Mei bergidik, menatap Xing dengan tatapan waspada. "Hukuman.. Memangnya aku ada salah apa." Ucap Mei gugup.


Xing terus berjalan ke arah Mei dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Mei yang merasakan akan ada sinyal bahaya pun reflek berjalan mundur. Xing yang melihat mei yang mulai merasa ketakutan pun menyeringai, dia langsung melesat dan memeluk pingang Mei hingga membuat Mei memekik kaget.


Xing menatap Mei dengan tatapan penuh intimidasinya. Mei menelan salivanya kasar saat melihat Xing yang mulai menunduk mendekati wajahnya. Hingga reflek Mei menutup matanya menunggu apa yang akan di lakukan oleh Xing.


'Astaga, apa dia akan menciumku.' Batin Mei histeris.


Xing menyeringai saat melihat mei yang memejamkan matanya. Xing mengulurkan tangannya mengelus pipi Mei dengan lembut. Jantung Mei berdetak dengan keras saat merasakan Xing yang mengelus pipinya.


'Apa aku buka mata saja ya.' Batin Mei.


Xing tersenyum tipis saat Mei masih saja memejamkan matanya. Lalu tangannya bergerak ke telinganya dan menjewer telinga mei hingga membuat mei langsung membuka matanya dan berteriak kesakitan.


"Auhh.. Xing,.aduhh sakit.. Ahh.. Lepas dong, bisa putus nanti telinga ku." Pekik Mei kesakitan.


"Sakit ya? Memangnya tadi aku tidak sakit saat kaki ku kamu injak hmm.." Desis Xing.


"Iya iya aku minta maaf.. Lepas pleasee.."


Xing melepas jewerannya dan mengelus telinga Mei dengan lembut. "Makanya jangan bar-bar ya." Ucap Xing.


"Aku tidak bar-bar." Sahut Mei.


"Iya kamu tidak bar-bar hanya seperti bocah saja." Ucap Xing enteng. Lalu dia berjalan pergi meninggalkan Mei yang tersungut-sungut karena di ledek oleh Xing terus sedari tadi.


...****************...


Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2