
Mei yang sudah sadar telah di beritahu jika xing adalah belahan jiwanya, di sisi lain dia merasa sangat senang tetapi dia juga merasa sedih karena dia tahu jika xing pasti akan mencoba untuk melepaskan ikatan yang mereka miliki.
'yang di cintai oleh xing adalah livia, dia pasti tidak akan menerima ini'
"Aku takut jika suatu saat xing terpaksa menerimaku karena ikatan ini, apa aku akan sanggup menerima rasa sakitnya."
Mei benar benar sangat bimbang jika harus mengingat segala hal yang sangat rumit ini.
"aku juga belum meminta maaf dengan livia, akan sangat egois jika aku harus bersama dengan xing sedangkan xing dan livia saling mencintai. Apa mungkin aku harus seperti dulu lagi."
"Sudah terlalu banyak kesalahan yang aku lakukan kepada livia, aku tidak ingin menambah luka di hatinya. Aku harus menemukan cara untuk merusak ikatan ini." Gumam mei,
Mei belum tahu jika ikatan tersebut di rusak dengan sengaja akan berdampak sangat fatal.
Mei melesat pergi, dia ingin menemui livia. Dia harus meminta maaf kepadanya karena dia tahu jika livia pasti sudah mengetahui tentang belahan jiwa ini, dan dia yakin saat ini livia pasti sangat terpukul saat mengetahui jika orang yang sangat dia cintai memiliki belahan jiwa, dan orang itu adalah orang yang telah membantai seluruh keluarganya, dia pasti akan sangat marah dan juga tidak bisa menerimanya begitu pula dengan xing.
Tapi mei bisa apa ini bukan kehendaknya, dia tidak menginginkan itu semua.
"Tapi aku tidak mengetahui di mana rumah livia saat ini."
"Viagra, dia pasti tahu di mana livia tinggal."
Kemudian mei melesat menuju kamar viagra, dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"kak viagra kakak tahu di mana mrs. livia tinggal tidak?." Tanya mei.
"Ishh.. kamu kalau masuk ketuk pintu dulu kek, bikin kaget aja. huft.. dia tinggal di daerah xx, " Sunggut viagra, Viagra sangat kesal dengan mei.
"Makasih kak." Mei reflek memeluk viagra, lalu melesat pergi meninggalkan mansion tanpa memberi tahu siapa pun.
'itu anak kenapa sih' batin viagra kesal, kemudian kembali memainkan game yang sempat terhenti karena ulah mei.
Mei sengaja pergi tanpa memberi tahu siapa pun karena jika dia meminta izin terlebih dahulu maka dia tidak akan di izinkan, jika di izinkan pun mei akan di awasi.
Mei melesat ke sebuah kawasan rumah yang cukup elit, hingga dia sampai di sebuah rumah.
"Benar ini alamatnya, tapi apa ada orang ngak ya." Gumam mei, lalu mei menekan bel rumah tersebut hingga pintu rumah tersebut di buka.
Livia membuka pintu rumahnya setelah mendengar bel berbunyi, dia sangat terkejut saat melihat siapa yang telah berkunjung ke rumahnya,
"Mau apa kamu ke sini hah, kamu mau cari mati hah?"
Mei yang mendapat respon kurang baik dari livia pun sangat sedih walau dia tahu akan seperti apa respon livia saat melihat kedatangannya, tapi dia tetap merasa sangat sedih.
"Livia aku kesini hanya untuk meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan di masa lalu, aku tahu jika kata maaf ku tidak akan mengembalikan apa yang sudah aku ambil dari kamu, tapi aku benar benar tulus meminta maaf."
Livia mendorong dan mencekik leher mei, "kamu tahu, kamu itu hanya benalu, kamu membawa sial untuk kehidupan ku dengan xing. Kamu harus melepaskan ikatan tersebut, tidak peduli bagaimana caranya." sentak livia dengan tajam.
Mei yang di cekik livia pun marasa sesak nafas, "Baik agh tapi tolong le.. pas.. kan ini dulu aghh." Ucap mei, sembari memukul tangan livia.
Livia sangat terkejut saat mei dengan mudah menuruti ke inginannya.
'sepertinya dia belum mengetahui segala hal tentang ikatan belahan jiwa, aku harus memanfaatkan ini.' pikir livia dengan licik.
Livia pun melepaskan cekikannya terhadap mei.
"uhuk.. uhukk.. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara melepaskannya."
"Aku tidak peduli, mau kamu mati pun aku tidak perduli. Gara gara ikatan bodoh itu xing sangat kesakitan. Dan asal kamu tahu aku dan xing seharusnya menikah dalam waktu dekat ini, tapi ikatan bodoh itu menghancurkan segala impian kita." teriak livia, emosi.
Degg
__ADS_1
'xing dan livia akan segera menikah.'
"Bagaimana mungkin ikatan ini menghalangi pernikahan kalian, aku tidak akan menghalangi pernikahan kalian." Ucap mei,
"Karena ikatan itu, xing akan sangat merasa kesakitan jika dia mencoba untuk mendekatiku, Ikatan itu telah memanipulasi keinginan sesungguhnya dari pemilik ikatan tersebut. Xing tidak mencintaimu tetapi di paksa untuk mencintaimu, saat dia berusaha melawan itu semua dia akan sangat kesakitan."
Mei yang mendengar apa yang di katakan oleh livia pun merasa sakit dan juga sedih.
'lagi lagi aku menyakitinya, kenapa aku hanya bisa membuatnya kesakitan.' batin mei dengan sedih,
"Karena ikatan itu xing harus meninggalkan aku, dia memilih untuk pergi ke apartemennya sendiri. Bahkan mommy alice dan daddy alastor pun terpaksa harus memaksa xing untuk menikah dengan mu, agar xing tidak merasa kesakitan lagi"
"siapa mereka, alice dan alastor?." tanya mei dengan bingung.
"Mereka adalah orang tua xing."
'bahkan livia memanggil mereka dengan sebutan mommy daddy, itu artinya memang mereka akan segera menikah,' batin mei pilu.
"Aku benar benar minta maaf, karena semua ini hubungan kalian menjadi seperti ini. Aku janji akan mencari cara untuk memutuskan ikatan ini." Lirih mei.
'gadis bodoh, ternyata reinkarnasi membuatmu menjadi sebodoh ini.'
Livia pun semakin memanipulasi pikiran mei, "Sebenarnya xing ingin memanfaatkan ikatan tersebut dia akan menikahimu tetapi agar kamu menderita, tetapi bahkan hanya memikirkan untuk membuat kamu menderita pun, ikatan itu menyiksanya."
Degg
'Sebegitu bencinya dia dengan ku hingga dia berpikiran seperti itu.'
"Dddi dia berpikir untuk menikah dengan ku hanya untuk membuatku menderita," lirih mei, air matanya turun dengan deras saat mengetahui hal tersebut.
Livia yang melihat mei menangis pun menyeringai dengan senang, "Ckk kamu pikir dia akan mencintai orang yang kejam seperti kamu, ingat apa yang sudah kamu lakukan kepadanya dahulu." Ucap livia dengan tajam.
Mei yang mendengar perkataan livia pun seperti di cambuk, apa yang di katakan livia memang benar.
"Dari pada kamu menangis di sini lebih baik kamu pergi dan cari cara untuk memutuskan ikatan bodoh itu."
"Dan aku tidak akan pernah memaafkan orang jahat seperti kamu."
Livia melesat masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu dengan keras.
"Bodoh, mudah sekali memanipulasinya." Ucap livia, senang.
Mei menatap pintu di depannya dengan nanar, dia benar benar terguncang dengan perkataan livia tadi.
Kemudian mei melesat pergi hingga dia sampai di tempat yang cukup sepi, di sana mei melampiaskan segala perasaan yang sudah di pendamnya.
"arghhh hikss.. hikss.. kamu memang pantas mendapatkannya mei, bodoh bodoh bodoh aghh.." Mei memukul kepalanya sendiri.
"Aku harusnya tahu diri, tidak salah jika dia sampai berpikiran seperti itu, itu bahkan tidak ada apa apanya di bandingkan dengan apa yang telah aku lakukan kepadanya..
Hiksss hikss... tapi kenapa ini sakit hiksss hikss... sakit sekali rasanya hikss hikss.."
Mei terus menangis dan menyalahkan dirinya sendiri, dia memukul dadanya barusaha untuk menghilangkan rasa sesak dan juga sakit yang menimpa dadanya.
"hikss.. hikss.. kenapa aku hanya bisa menyebabkan rasa sakit, kenapa aku tidak bisa membuatnya bahagia, kenapa.." Raung mei.
Mei benar benar melampiaskan segalanya, hingga dia merasa lelah dan perlahan lahan tidur di bawah pohon yang cukup lebat.
***
Di sisi lain seluruh mansion keluarga azar tengah panik mencari mei karena mei pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu, Julius telah menyuruh beberapa penjaga dan anggota dari klan untuk menyari keberadaan mei.
__ADS_1
"ada yang melihat dia pergi kemana." tanya julius kepada para penjaga.
"tidak tuan kami tidak tahu jika nona muda telah meninggalkan mansion tuan." jawab seorang penjaga dengan takut.
"kalian ini bagaimana, apa yang sudah kalian lakukan hingga ada yang keluar dari mansion ini saja kalian tidak tahu, bagaimana jika ada penyusup yang masuk hah, Mau mati kalian" Ucap julius dengan dingin dan tajam.
"Sudah sudah kamu tenang dulu, kita bisa bertanya dengan viagra dan juga jennie, siapa tahu mei sedang bersama dengan mereka" ucap angela mencoba untuk menenagkan suaminya yang sedang emosi tersebut.
'jennie, viagra turun kebawah sekarang juga.' perintah julius lewat telepati.
viagra dan juga jennie yang mendapat perintah pun langsung melesat menuju ke bawah.
"ada apa uncle." ucap mereka bersamaan.
"apa mei sedang bersama kalian?." tanya angela
"tidak uncle." jawab mereka dengan bingung.
"Tapi uncle, tadi mei tiba tiba memasuki kamar ku untuk menanyakan alamat tempat tinggal mrs. livia."
"siapa dia."
"Dia adalah salah satu dosen di kampus kita uncle." jawab jennie,
"pergi kerumah mrs. liv..".
Tiba tiba seorang anggota dari klan azar pulang dengan membawa mei.
"Mei.. di mana kamu menemukannya." tanya angela
"Saya menemukannya di bawah pohon di dekat komples perumahan xx nyonya, dia sepertinya sangat kelelahan dan juga terguncang." jawab orang tersebut.
"Bawa dia ke kamarnya dan panggil dokter karina." perintah julius.
"Baik tuan."
Lalu dia membawa mei ke kamarnya, kemudian dia membaringkan mei di kasur setekah selesai dia melesat pergi meninggalkan kamar mei.
Tak lama kemudian dokter karina datang ke kamar mei.
"ada apa ini, apa ada hal yang serius hingga tengah malam begini kalian memanggilku."
"periksa mei, aku khawatir dia terluka." ucap angela.
Kemudian dokter karina memeriksa keadaan mei,
"dia tidak apa apa, hanya saja dia sepertinya sangat terguncang hingga membuatnya menjadi seperti ini. Biarkan dia beristirahat sebentar." ucap dokter karina.
"sebenarnya apa yang membuatnya bisa seperti ini." gumam julius.
"Kalian lebih baik istirahat terlebih dahulu besok kalian bisa bertanya kepadanya."
Kemudian mereka semua memilih meninggalkan kamar mei agar mei bisa beristirahat dengan nyaman.
"semuanya akan baik baik saja." ucap angela mencoba menenangkan suaminya.
"hmm.. kita istirahat." Jawab julius.
***
Livia licik mamat😡😡
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘